
Nabila,tidak lupa dengan rencananya yang sudah ada di dalam otaknya kendati selalu ada halang melintang yang datang silih berganti mengacaukan segala apa yang sudah dia rencanakan dan yang dia susun dengan sedemikian rupa,Nathan misalnya.Dia selalu ada dan datang di saat dirinya tak siap untuk bertemu.
Nathan,yang selalu usil, nathan yang selalu menganggu nya dan Nathan ...Ah sudahlah hanya Nabila saja yang mampu mendeskripsikan seorang Nathan anumerta yang menurutnya memiliki kepribadian ganda.
Hari ini,Nabila libur berdagang asongan di pinggir trotoar jalan.Fokusnya adalah membuat novel untuk dia kirimkan kepada penerbit sebelum merampungkan novelnya dan siap untuk dia kirimkan sebagai bahan untuk mengikuti lomba menulis novel online.
Nabila,tak lupa membantu ibu martinah menyiapkan makaroni goreng untuk dia jual esok pagi dan beberapa kegiatan yang mengharuskan dia terlibat langsung membantu ibu martinah maupun adiknya.
Setelah semua di rasa sudah selesai, barulah Nabila memfokuskan dirinya untuk memulai menulis novel nya dalam laptop yang baru dia beli dengan uang patungan.
__ADS_1
"Bagaimana cara ku, mengembalikan uang itu?".Di tengah fokus Nabila mengetik kata demi kata, tiba-tiba Nabila teringat akan uang yang sempat pak Mario berikan kepadanya untuk membeli laptop.
Nabila,terdiam sebentar.Pikirannya terbagi menjadi beberapa bagian, diantara nya mengenai pak Mario,Nita,novel dan terakhir siapa lagi kalau bukan Nathan.
Nathan,yah Nathan.Entah sejak kapan dia hadir dan ada dalam pikiran Nabila di tengah kesibukannya merangkai kata demi kata untuk membuat cerita yang menarik dan menjadikan dia menjadi seorang penulis.
Nabila, perlahan menutup matanya dan membuka nya kembali seiring dengan bayang-bayang Nathan yang terus berkelebat memenuhi benaknya.
Nabila, memutuskan untuk menyudahi membuat novel online dan menutup layar laptop dengan tergesa-gesa bermaksud untuk mengistirahatkan tubuhnya dari lelah nya aktivitas belajar-mengajar dan beberapa rutinitas lainnya yang menguras energi dan pikiran.
__ADS_1
Di lihatnya jam di dinding yang menunjukkan pukul 7 malam, biasanya dia masih berada di jalan untuk pulang dari kegiatan nya berdagang,tapi kali ini Nabila rasanya tak kuat lagi begadang hanya untuk merangkai kata demi kata sehingga menjadi sebuah cerita yang menarik.
Nabila,menghela napasnya.Kali ini dia harus berberat hati untuk tidur lebih awal di samping Nisa yang sudah terlelap tidur karena terlalu capek setelah bermain di siang hari bersama dengan teman-teman nya.Di sampingnya pula ibu martinah tak kalah terlelap tidur hingga mendengkur dengan kerasnya.
"Ibu... Ibu.. Capek yah?,hingga harus mendengkur dengan kerasnya".Gumam Nabila,sembari ikut merebahkan diri di samping ibu martinah yang mungkin tak mendengar ucapan Nabila yang memprotes tingkah lakunya.
Nabila,tak langsung terlelap tidur.Dia tidur telentang sembari menatap langit kamar nya yang mulai mengelupas akibat sering terkena air hujan.
Lama semakin lama Nabila perhatian, langit-langit kamarnya seperti berubah menjadi wajah Nathan yang tersenyum manis.Senyuman nya yang jarang bahkan tak dapat dia lihat di bibir Nathan yang kaku dan seringnya memasang wajah datar.
__ADS_1
Nabila,tidur menyamping.Tak ingin dia terus memikirkan wajah Nathan dan akhirnya dia terlelap tidur dengan memandangi wajah ibu martinah yang sudah terlelap tidur.