Sang Pemimpi

Sang Pemimpi
Part 194


__ADS_3

"Berhenti".Teriak ibu melisa, menginterupsi suara gaduh dari murid didiknya akibat menyaksikan langsung fenomena langka yang tersaji di depan mata dan hampir mustahil ada.


Ibu melisa harus sampai menyuruh Nathan duduk di bangku nya sendiri dan membiarkan Nabila duduk sendiri seperti beberapa hari yang lalu sebab wanita dan laki-laki tak lazim duduk bersebelahan di ruangan kelas.


"Nathan,kau duduk di kursi mu dan biarkan Nabila duduk sendirian".Perintah ibu melisa untuk kedua kalinya setelah yang pertama tak di gubris oleh Nathan yang bandel dan tengil.


"Sudah saya katakan, biarkan saya disini untuk saat ini.Biarkan kursi yang tak berpenghuni ini ada tuannya".Sahut Nathan dengan berani nya.


Ibu melisa sampai harus menarik napasnya secara kasar menghadapi murid tengil bin sombong seperti Nathan yang tak mempan hanya dengan sebuah kata-kata.


"Pindah Nathan atau nilai mu ibu kurangi semua".Ancam ibu melisa sekaligus upaya terakhir nya memisahkan Nabila dan Nathan.

__ADS_1


Mendapatkan ancaman seperti itu jelas adalah sebuah kelemahan bagi Nathan.Dengan segera dia pindah tempat ke tempat nya semula dan seluruh rencananya GATOT (Gagal Total).


Nabila,mengelus dada karena pada akhirnya Nathan pindah tempat juga dan membiarkan dia berkonsentrasi belajar tanpa gangguan nathan.


Tak sedikit murid yang merasa kecewa, lebih-lebih Nathan yang menatap dongkol pada ibu melisa yang sudah berhasil menggagalkan seluruh rencananya dengan jurus jitu yang jelas tak bisa di lawan oleh Nathan.


Pelajaran geografi terasa membosankan bagi Nathan, hanya membahas tentang perubahan iklim dan cuaca itu juga ibu melisa yang menjelaskan tanpa ada debat, tanpa ada tugas dan tanpa ada kegiatan di dalamnya hanya menjelaskan saja.


"Selamat siang anak-anak.Assalamu'alaikum".Salam perpisahan di ucapkan oleh ibu melisa di jawab dengan serempak oleh murid kelas.


Pelajaran terakhir adalah matematika, pelajaran yang lagi-lagi tak menggunakan metode debat atau tugas kelompok lainnya akan tetapi tugas individu yang menguras pikiran.

__ADS_1


Pelajaran matematika yang hanya di jelaskan sekali dan dalam beberapa kata,tapi dengan tugas yang setumpuk menambah sensasi pusing berbalut rasa mual dengan tugas yang tak main-main.


Kali ini,Nathan tak lagi berani mendekati Nabila bukan takut dengan ancaman yang mungkin serupa dengan ibu melisa,akan tetapi tugas yang di berikan oleh guru mata pelajaran sukses membuatnya terdiam di tempat sembari terus berpikir.


Senada dengan Nabila yang terlihat fokus dengan lembar soal yang di berikan setelah mendapatkan beberapa penjelasan sebelum memberikan lembar soal pada masing-masing murid.Namun,di balik fokus nya menatap lembar soal Nabila menyempatkan diri menoleh kearah bangku Nita yang berada jauh di belakangnya.


Sekilas namun dapat Nabila lihat setetes air bening yang jatuh di pelupuk matanya yang bening sebening kulitnya dan matanya yang semakin sipit seakan tak bisa membohongi semua orang.


Lagi-lagi Nabila hanya bisa bertanya-tanya sendiri tanpa berani menanyakan langsung pada orang nya,takut Nabila mendapatkan perlakuan yang sama seperti tempo hari lalu terlebih Nabila belum tau pasti penyebabnya.


"Ok,Nabila fokus tetap fokus".Gumam Nabila, menasehati dirinya sendiri dan kembali menatap lembar soal.

__ADS_1


__ADS_2