
Mario,dia tak henti-hentinya menyemangati Nabila di tengah kesedihan nabila.Kata-kaya motivasi dan candaan Mario berikan untuk bidadari tak bersayap nya tengah mengeluarkan air mata kesedihan.
Nabila, sedikit tersenyum tapi lama-lama dia akhirnya bisa tertawa dengan usaha Mario yang tak putus asa untuk memberikan senyum bahagia dan keceriaan untuk seorang Nabila Kemala.
Mario,ingin menanyakan kesiapan Nabila tentang lomba novel online yang pernah dia tawarkan itu alasan terbesar dia menemani Nabila pulang sembari menghibur hatinya yang tiba-tiba mengeluarkan air mata,entah sedih atau terharu.
Nathan, sedari tadi dia terus membuntuti Nabila dan pak Mario dengan cara mengendap-endap takut ketahuan oleh keduanya.Sesekali dia menatap sinis pada pak Mario yang bisa leluasa bercanda dengan rival debat abadinya dan Nabila tak sungkan untuk tersenyum bahkan tertawa dengan candaan pak Mario yang menurutnya di rasa garing.
"Candaan kayak gitu,masa iya bisa membuat Nabila tertawa bahagia?".Nathan, meremehkan kemampuan pak Mario dalam menghibur Nabila yang memang kenyataan pak Mario bersusah payah menghibur nabila yang sulit tersenyum apalagi tertawa.
"Nabil, bagaimana kesiapan kamu mengikuti lomba menulis novel online?,kamu pasti ikut kan?". Berbagai rentetan pertanyaan pak mario berikan untuk Nabila di saat hatinya sudah mulai tenang.
__ADS_1
Nabila terdiam,itu pula yang sedang dia usahakan dan lagi-lagi usahanya mendapatkan gangguan padahal dia ingin cepat pulang,membuat makaroni balado dan menjualnya dengan demikian dia bisa membeli laptop atau smartphone.
Nabila, menghentikan langkah kakinya.Mencerna dan berpikir jawaban apa yang mesti dia berikan.Pak Mario juga ikut menghentikan langkah kakinya tapi tidak dengan Nathan yang tak sadar targetnya malah berhenti.
Bugh
Tabrakan antar dua tubuh kekar itu tak bisa di hindari.Tubuh Mario dan Nathan yang sama-sama kekar,beradu kekuatan dengan tabrakan yang tanpa sengaja, seperti tabrakan mobil kontainer deng kontainer lainnya,menyisakan kepedihan dan luka.
"Loe kalau jalanpake kaki".Hardik Nathan.
"Kalau jalan mata nya di paket,bego".Gertak Mario,tak mau kalah dengan Nathan yang telah berani menghardik nya.
__ADS_1
Nabila, hanya diam melongo dengan kejadian yang ada di hadapannya.Namun, seketika itu pula Nabila tersadar dan kabur dari hadapan Nathan dan Mario secara mengendap-endap.
"Heh,kamu Nathan jaga sikap dan omongan kamu kalau tidak _".
"Kalau tidak apa?,sebelum bapak mengancam saya.Saya juga bisa mengancam bapak dengan berita kedekatan bapak dengan Nabila".Ancam Nathan,menimpali nasehat pak Mario yang telah di salah artikan oleh Nathan yang emosi kala melihat kedekatan Nabila dan pak Mario.
"Silahkan kamu sebarkan,dan ku pastikan kau keluar dari lingkungan sekolah ini dan kau tak bisa lagi di terima di sekolah mana pun".Tantang Mario,tersulut emosi dengan ucapan Nathan.
Tak pelak perdebatan diantara murid dan guru ini sedikit mendapatkan perhatian dari murid dan beberapa guru yang masih ada di lingkungan sekolah.
Dalam hitungan menit saja, gerombolan manusia memadati lapangan tempat kegaduhan itu terjadi seperti hendak ada tontonan gratis untuk mereka yang di Landa jenuh dan bosan.
__ADS_1
"Ada apa ini?". Rentetan pertanyaan dari orang-orang yang berkerumun saling bersahut-sahutan seperti suara lebah yang berkerumun,terdengar riuh rendah memenuhi suasana lapangan yang mulai sepi.