
Flashback on
Tae Sang sudah di dalam Van beserta anak-anaknya dan Byun Hyuk. Dalam perjalanan ia terus termenung. Pikirannya berkecamuk. Ia ingin anak-anaknya memiliki keluarga utuh. Ia juga tak rela kehilangan wanita yang ia cintai untuk kedua kalinya. Mengejar ibu dari anak-anaknya, bukanlah kesalahan. Seorang ibu bisa melupakan suaminya, tapi anak-anak tidak akan pernah kehilangan tempatnya di hati sang bunda.
" Tuan, ini laporan tentang Nona Ivanna Eva" Tae Sang mengambil map itu dari tangan Asistennya.
Nama: Ivana Eva Greninger
Usia: 25 tahun
Pekerjaan : Dokter umum, Homad Klinik, Lauterbrunnen.
Keluarga : Sofia Madalenne Greninger (58 tahun). Adik dari Maretha Slavina Greniger (60 tahun), ibu kandung Ivana Eva Greninger.
Ivana Eva Greninger diasuh Sofia sejak umur 12 tahun, karena ibunya meninggal saat berusaha menolong wisatawan yang terjebak salju saat bermain ski.
4 tahun lalu Eva mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Wilderswill karena jalanan licin. Koma selama 1 tahun dan di rawat di RS Medical Bern.
" Hyuk, mana foto Ivana Eva?" Tanya Tae Sang tiba-tiba.
" Maaf, Tuan. Tapi saya tidak berhasil menemukannya." Jawab Byun Hyuk tertunduk dan tak berani menoleh melihat Tuannya, di jok tengah.
' Ada yang aneh!' batin Tae Sang.
" Hyuk, kembali ke penginapan!" Perintah Tae Sang tiba-tiba. Wajah Mikha dan Micko menjadi sumringah.
" Apa ada yang ketinggalan, Tuan?" sahut Byun Hyuk.
" Tidak! Bawa aku dan anak-anak ke penginapan. Kau kembali sendiri ke Korea. Tinggalkan Lim dan Han di sini."
" Baik, Tuan Muda." Byun Hyuk tersenyum. Ia tahu bahwa Tuan Mudanya akan mengejar Eva, yang diyakini sebagai Nona Sie.
' Tuan Muda, aku mendukungmu!' gumam Byun Hyuk.
Sampai di penginapan, Mikha dan Micko melonjak kegirangan mereka terus berlarian di hamparan luas rerumputan.
Kriiingg....kriiiingg...
" Hallo," jawab Tae Sang datar.
" Kamu jadi ke Luterbrunnen, kan?" Tanya seseorang di seberang telepon.
" Iya! Aku sudah di sini."
" Bagus! Cepet kesini!"
" Makasih, Willy Joo. Aku kesana sekarang." Tae Sang segera mengganti pakaiannya dengan jeans putih, kaos tanpa lengan dan jas putih. Stylish!.
__ADS_1
" Han, Lim, jaga anak-anak. Aku pergi dulu." Tanpa banyak bicara lagi, Tae Sang segera pergi ke pusat kota.
" Willy Joo!" panggil Tae Sang pada seseorang yang sudah menunggunya di kursi taman.
" Eh, hai! Ini, Flauder. Mau, kan?" Willy Joo mengulurkan tangannya dan memberi minuman soda khas Swiss itu pada Tae Sang.
" Itu! mereka sepertinya mau ke desa. Ayo!" Ajak Willy Joo.
" Tidak! Aku aja. Terima kasih," Tae Sang menepuk bahu Willy Joo dan berlari kecil mengikuti Eva dan Mahendra. Untunglah ia tak terlambat.
Flashback off
" Eva, aku tahu mungkin kamu asing sama aku, tapi... aku bersedia mulai dari awal. Tolong, beri aku kesempatan."
Eva menunduk ia tak tahu apa yang harus ia lakukan. Tiba-tiba...
Ngiiiiinggg....
" Aaah...." Bayangan-bayangan itu mulai lagi melintas.
" Eva!"
" Eva!"
Seru Tae Sang dan Mahendra serentak.
Mahendra menggendong tubuh Eva dan bermaksud membawanya ke mobil yang terparkir di penginapannya.
" Tidak perlu!" Sergah Mahendra.
" Apa di saat seperti ini kamu masih mau bersaing? Eva ato egomu? hah?!" Bentak Tae Sang. Dengan paksa ia mengambil Eva dari gendongan Mahendra. Tae Sang membawa Eva ke penginapannya.
" Lim! Buka pintu mobil!" Teriak Tae Sang dari jauh. Sengan sigap, Lim membuka pintu mobil dan siap di balik kemudi. Tae Sang masuk ke dalam mobil diikuti Mahendra.
" Bern Medical!" Perintah Tae Sang.
" Baik, Tuan Muda!"
Lim sangat piawai mengendarai mobil, dan dalam 30 menit, mereka sudah berada di depan IGD RS Bern Medical.
" Dokter! Perawat! Tolong calon istri saya!" Panggil Mahendra segera setelah turun dari mobil.
" Dokter! Tolong istri saya!" Seru Tae Sang. Membuat dokter dan perawat yang mendengar mereka kebingungan.
" Tolong tunggu di sini." Keduanya hanya mengangguk patuh.
" Apa maksudmu, istri? Eva itu calon istriku!" Protes Mahendra.
" Jika dia mau," jawab Tae Sang santai.
__ADS_1
30 menit kemudian,
" Keluarga Nona Ivana Eva Greninger?" Panggil dokter wanita setengah baya.
" Saya suaminya!"
" Saya calon suaminya!"
Serentak keduanya menjawab. Tae Sang dan Mahendra saling menatap tajam. Sang dokterpun kebingungan.
" Ehm... jadi yang benar yang mana?" tanya dokter dengan ekspresi bingungnya.
" Ah, dia bukan suaminya, dok. Calon istri saya berwajah sama dengan istrinya. Tapi dia tidak terima." Jawab Mahendra. Tae Sang ingin membantah, tapi ia tak memiliki bukti atas klaimnya.
" Ikut saya!" Mahendra mengikuti dokter itu begitu pun Tae Sang. Dokter mengijinkan Tae Sang masuk ruangannya, karena tak ingin ada lagi pertengkaran.
" Ehm.. baiklah. Begini, apa Nona Greninger sering mengalami sakit kepala yang hebat dan tidur terganggu?"
" Eh, iya," Jawab Mahendra jujur. Eva sering mengeluh padanya bahwa ia sering mengalami mimpi buruk.
" Seperti yang Anda lihat. Nona Greninger pernah mengalami operasi otak. Dan saya yakin saat ini dia mengalami Amnesia Disosiasi, tapi bukan hanya karena pasca operasi, karena amnesia karena operasi, hanya berlangsung dalam hitungan hari atau paling lama bulan tapi... Sepertinya Nona Greninger ingin mengubur masa lalunya dalam-dalam karena trauma dan depresi yang ia alami." Terang dokter itu.
Tubuh Tae Sang membeku. Air matanya mengalir. Kini ia tahu kenapa Emy tak mengingatnya. Semua dialah penyebabnya. Tanpa berkata apapun, Tae Sang berdiri dan keluar dari ruangan dokter syaraf itu.
" Apa, apa aku harus menyerah? Aku... aku... dia begini karena aku, maaf...maafkan aku, Emy... maaf..." Isak Tae Sang, ia terduduk di kursi tunggu di lobby rumah sakit.
Beberapa saat ia terus menunduk dan terisak. " Baiklah, lebih baik aku pergi. Aku gak mau kamu tersiksa lagi." Tae Sang berdiri dan melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit itu.
" Tuan Kim?" panggil seseorang. Langkah Tae Sang terhenti.
" Kau... kau dokternya Emy!"
" Iya, Tuan Kim. Saya dr. Petrov. Kenapa Anda bisa di sini?" tanya Kalev
" Emy pingsan, jadi..."
" Maaf, Tuan Kim. Tapi, apa Anda lupa kalau Emy sudah tiada?" Kalev menatap Tae Sang bingung.
" Aku tahu dia belum meninggal. Ivana Eva Greninger, dia Emy, kan?" sorot tajam Tae Sang membuat Kalev merasa takut.
" Maaf, Tuan. Saya rasa Anda sudah salah paham. Nona Greninger, adalah pasien saya. Dia mengalami trauma pada otaknya karena kecelakaan. Bagaimana mungkin dia adalah Emy?" bantah Kalev.
" Tidak! Aku tahu dia adalah Emy-ku." Jawab Tae Sang mantap dan berlalu meninggalkan Kalev yang berdiri termangu.
" Apa yang harus kulakukan? Ahh... mengapa semua ini terjadi?" Kalev menengadahkan wajahnya, mengusap kasar wajahnya dan masuk ke dalam rumah sakit.
" Tuan Muda! Tuan Muda! A-Apa Anda yakin, Nona Eva adalah Emy?" Keraguan identitas Eva kembali ia dengar, Tae Sang semakin bingung dengan pertanyaan itu.
" Kenapa kamu bertanya seperti itu?" Tanya Tae Sang pada bodyguardnya, Han.
__ADS_1
" Tuan, saya mendapat foto ini dari Asisten Byun Hyuk." Han mengulurkan ponselnya pada Tae Sang. Tae Sang yang baru saja menghempaskan tubuhnya ke sofa melonjak kaget.