Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
6 Minggu - Season 2


__ADS_3

" Sayang, apa ... maksud perkataanmu? Kenapa ... kenapa kau tak bisa lagi menjadi dokter?"


Ae Rim semakin terisak. Tae Yang melihatnya bingung. Emy hanya tersenyum kecut lalu berdiri, berjalan ke jendela dan menangis. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Tae Yang segera mendekat dan memeluk Emy erat.


" Shussh ... shushhh .... sayang, jangan menangis lagi, aku mohon. Aku ...."


Emy terjatuh dalam pelukan Tae Yang, " Emyyy!! Sayanggg!!" pekik Tae Yang


" Emyy!!" Ae Rim terkejut mendengar teriakan Tae Yang dan segera mendekat.


Tae Yang segera mengangkat Emy dan menggendongnya menuju keluar.


" Perawat Na, kau bawa mobil?" tanya Tae Yang seraya sedikit berlari keluar


" Iya, di sana!" jawab Na Ae Rim


Tit ... Tit ...


Ceklek


" Cepat masuk! Kenapa bengong saja disitu?!" bentak Tae Yang


" I-iya ..." jawab Ae Rim gugup


Ia segera masuk dan duduk di kursi kemudi dan menancap gasnya.


Tin ... Tin ...


Na Ae Rim mengklakson penjaga agar segera membuka gerbang, namun mereka sepertinya tak tanggap.


Sampai di gerbang, Tae Yang membuka jendelanya dan mulai mengumpat


" Cepat buka gerbangnya, bodoh!!"


Melihat bos besar mereka ada didalam mobil kecil yang dikendarai Na Ae Rim, mereka segera membuka gerbangnya.


Na Ae Rim kembali menancap gasnya dan melaju dengan kecepatan penuh.


Saat dilampu merah, Na Ae Rim begitu lihai mendahului mobil yang hendak menyeberang. Tae Yang heran dan sedikit takut dibuatnya. Bukan takut akan terjadi sesuatu padanya tapi terlebih wanita yang ada dalam dekapannya. Ia tak mau sesuatu terjadi dengan wanita yang sangat tia cintai itu.


Ae Rim mengambil jalan potong yang tak diketahui Tae Yang, tapi laki-laki itu tak mau ambil pusing.


Mereka tiba di IGD Emerald dalam 25 menit. Tae Yang segera membuka pintu mobil dan mengangkat tubuh kecil Emy


" Cepat panggil Lee Yeol!!" teriaknya pada para perawat dan dokter jaga.

__ADS_1


" Silahkan taruh di sini, Pak." kata seorang perawat.


Seorang Dokter Residen yang dulu sempat mendapat amukan Emy terkejut melihat siapa yang berbaring di brankar


" Dok-dokter Sie?" panggilnya gugup. Matanya tanpa sadar terus menatap wajah pucat Emy


" Siapa kau? Beraninya kau melihat istriku seperti itu!" Bentak Tae Yang


Ae Rim yang baru saja menelepon dr. Lee mendekati Tae Yang.


" Tu-Tuan Muda, dia adalah Dokter Residen." jelas Na Ae Rim


" Mana Lee Yeol!!" teriak Tae Yang pada dokter malang tersebut.


" Dok-Dokter Lee ... di-dia ..."


" Emy!!" seseorang memanggil nama Emy dengan nada yang begitu kaget dan panik


Ia segera memeriksa mata, dada dan perut Emy. Namun sebuah tangan menghentikannya ketika dr. Lee hendak menyingkap bagian bawah atasan Emy


" Apa yang kau lakukan?!"


" Lepas!!" hardik dr. Lee tak mau kalah. Matanya juga ikut melotot ke arah Tae Yang dan membuka sedikit bagian bawah atasan Emy memperlihatkan perut rata dan putih mulus Emy.


Srekk...


Tae Yang menarik korden sekat di dekatnya untuk menghalangi orang lain melihat tubuh istrinya.


" Ae Rim! Tolong ambil USG!" titah dr. Lee pada istrinya. Walaupun Ae Rim sudah bukan lagi perawat di sana, tapi Ae Rim pernah bekerja di sana dan ia adalah seorang perawat yang sangat cekatan dan cepat tanggap.


Segera Ae Rim berlari dan menarik USG lalu masuk ke balik korden sekat IGD


Ae Rim menarik sedikit ke atas baju Emy dan mengoles gel ke atas perutnya. Dokter Lee mengarahkan sebuah alat ke perut Emy


Sebuah bulatan berbentuk seperti kacang berwarna hitam tampak di layar monitor. Ae Rim menutup mulutnya dan membulatkan matanya. Tae Yang melihat ke monitor tak mengerti



" A-ada apa dengan istriku? Yeol!" tanya Tae Yang panik.


Dokter Lee tak menjawab membuat Tae Yang semakin panik.


" Lee Yeol! Katakan kenapa istriku!!" Bentak Tae Yang.


Dokter Lee menipiskan bibirnya lalu berdiri dan menatap Tae Yang. Ia menyodorkan hasil USG ke dada Tae Yang dengan sedikit dorongan

__ADS_1



" Dia hamil 6 minggu!" jawab dr. Lee lalu berjalan melewati Tae Yang yang membeku dan mengerjapkan matanya. Hari ini, otaknya sepertinya lamban menerima informasi.


Saat ia perlahan menundukkan wajahnya melihat hasil USG dan berbalik mencari dr. Lee, yang bersangkutan sudah tak lagi ada di sana.


" Sa-sayang?? Kau hamil? hahaha .... sayang ... terima kasih ..." Tae Yang begitu bahagia dan menghujani wajah Emy dan perutnya dengan ciuman.


Ia begitu bahagia mendapat kesempatan untuk menemani masa kehamilan istrinya. Kini, ia mendapat kesempatan untuk menebus kesalahannya lagi.


Dokter Lee tersenyum kecut. Na Ae Rim memeluk lengan suaminya dan memberi senyuman terbaiknya. Keduanya sudah berada di taman rumah sakit, di sebelah IGD.


" Sayang, mungkin dengan kehamilan ini, Emy akan terhibur," ucap Ae Rim


Dokter Lee menutup matanya dan menghela nafas lalu membuangnya kasar


" Aku harap begitu, sayang. Aku yakin hatinya hancur saat ini. Aku takut dia ..."


" Ssttt ... jangan berpikir negatif dulu," ucap Ae Rim seraya menempelkan jarinya di bibir suaminya.


" Tapi, saat kehamilan ia akan lebih sensitif, aku ..."


" Aku tahu. Tadi saat aku Mansionnya, ia kembali menjadi Emy yang dingin. Aku tahu dia masih belum bisa menerima keadaannya,"


" Keadaan apa maksudmu?" suara baritone mengagetkan suami istri itu.


" Kyaaa!! Kenapa kau suka sekali membuat orang kaget!" Seru dr. Lee


" KATAKAN KEADAAN APA MAKSUDMU!!"bentak Tae Yang dengan mata yang mulai melotot


Ae Rim dan dr. Lee saling pandang. Saat ia akan membuka mulutnya, seseorang sudah mendahului mereka.


" Emy tak bisa lagi menjadi dokter bedah karena tangannya mengalami CTS  kronis atau Sindrom lorong karpal atau carpal tunnel syndrome. Kondisi yang membuat tangannya mengalami sensasi kesemutan, mati rasa, nyeri, atau lemah. Sindrom ini terjadi ketika saraf di dalam pergelangan tangan terhimpit atau tertekan."


Tae Yang berbalik dan melihat laki-laki yang pernah tertangkap kamera bersama Emy dan menjadi dokter yang menangani transplant Kakeknya berjalan mendekati mereka dengan tangan tersimpan di kedua sakunya.


" Apa bisa disembuhkan?" tanya Tae Yang


" Jika dulu operasinya berhasil, ia bisa menggunakan tangannya setelah 2-12 bulan. Tapi, operasinya gagal dan menyebabkan Emy mengalami cedera syaraf,"


" Apa?! Siapa yang mengoperasinya?!"


" Bukan salah dokternya!" Teriak Yu Zhen balik, ia menatap Tae Yang tanpa takut," Emy mengalami cedera syaraf hingga sulit diperbaiki, karena sehari setelah operasi ia langsung menggunakan tangannya untuk menarik koper berat!"


" Apa maksudmu? Menarik koper?" Tae Yang dibuat bingung dengan pernyataan Yu Zhen. Ae Rim maju dan mengajak Tae Yang duduk di salah satu kursi yang ada di taman yang bersebelahan dengan IGD.

__ADS_1


__ADS_2