Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
Penghukuman (3)


__ADS_3

" Katakan! Siapa dia!" Bentak Evan.


" Sa-saya tidak tahu na-nama a-aslinya, Tuan." Jawab Rae Won cepat.


Evan mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah foto. Foto Hannah. dengan ragu dan menelan salivanya, ia menyodorkan ponselnya. Ia tak tahu apa yang akan ia lakukan jika memang benar istrinya, hidupnya.


" Bukan!"


Evan bernafas lega. Luther menepuk bahunya. Tae Sang memberi senyum tipisnya.


Lagi, Evan menunjukkan foto. Foto karyawannya ketika makan malam bersama. Rae Won menatap satu persatu wajah di sana. Dan..


" Itu, tuan. Yang memakai baju maroon. Rambut hitam lurus panjang, disamping wanita berambut pirang memakai baju biru." Tunjuk Rae Won dengan matanya karena tangannya masih terikat.


Evan menarik tangannya. Dicarinya wanita yang Rae Won maksud.


" Xiao Lan! Kau yakin itu dia?!" Tanya Evan dengan nada tinggi. Rae Won mengangguk cepat. Matanya menunjukkan keseriusan.


" Iya, tuan. Dari logatnya saya tahu dia dari China. Dia suka membawa tas Hermes warna merah dengan gantungan kunci seperti anjing yang warnanya sudah menghitam.


Tangan Evan dan Luther mengepal. Dahi Tae Sang berkerut. Ia merasa asing dengan nama wanita itu.


" Kita pergi!" Ajak Evan dan melangkah lebar keluar diikuti Luther dan Tae Sang.


" Tuan! Tuan! Bagaimana denganku, Tuan! " Panggilan Rae Won sia-sia. Pikiran Evan dan kedua laki-laki di sebelahnya sudah terisi dengan panasnya amarah dan rencana untuk menghukum mereka yang sudah menyakiti wanita yang sangat mereka sayangi.


" Paman, siapa Xiao Lan?" Tanya Tae Sang saat mereka sudah berada di dalam mobil yang kali ini dalam kendali Luther. Tak ada jawaban dari Evan. Pikiran laki-laki berumur 51 tahun itu masih berusaha mencerna semua info yang mengejutkan dirinya.


" Dia designer L'amour penerus Emy. Dia juga adalah gadis yang dulu pernah Emy tolong di China. Emy membiayai sekolahnya dan semua anak-anak di panti asuhan. Emy punya 2 panti asuhan di sana. Dan Xiao Lan, Xiao Chen dan Yu Zhen adalah cikal bakal berdirinya panti asuhan itu."


" Dan sekarang, ini balasannya pada Emyku?" Ucap Tae Sang geram.


" Hei! Stop memanggilnya "Emyku"! " Desis Luther.


" Dia memang Emyku." Kilah Tae Sang sambil menutup matanya. Luther melipat bibirnya kesal dan menancap gas mobil sedan kesayangan Evan itu. Tae Sang tersenyum dibuatnya. Ia senang dapat membuat pengacara top Amerika itu kesal.


" Paman! Aku sudah suruh Byun Hyuk membawa Kim So Nam ke sini. Tolong paman tangkap Xiao Lan. 2 hari lagi, Sergei Romanov akan datang menjemput mereka." Kata Tae Sang dengan mata terus terpejam.


Evan dan Luther terkejut mendengar itu. Mereka tak menyangka seorang Tae Sang memiliki sisi yang kejam.


" Kau sungguh akan menyerahkan sepupumu pada orang itu?" Tanya Luther memastikan.


" Hmm!"

__ADS_1


Evan dan Luther menganga mendengarnya. Evan hanya akan menyiksa lawannya lalu melepaskannya. Tapi, Tae Sang? Sungguh di luar ekspektasi mereka.


Sergei terkenal dengan kekejamannya. Wanita yang berakhir di tangannya, akan berakhir sebagai ******* dan pecandu obat. Bahkan beberapa dari mereka harus kehilangan nyawanya karena mereka harus melayaninya dan para pengawal pribadinya siang malam.


" Tak seorangpun kuijinkan menyakiti orang yang kucintai." tambah Tae Sang.


' Oh, Tuhan. Apa yang akan ia lakukan padaku kalau ia tahu aku...' batin Luther. Tubuhnya berkeringat dingin.


" Paman, bagaimana dengan Han Rae Won?" Tanya Tae Sang.


" Aku sudah suruh kirim ke Alcatraz (penjara dengan tingkat keamanan tertinggi di Amerika dan menjadi tempat bagi beberapa penjahat paling terkenal di negeri itu). "


Tae Sang dan Luther bisa membayangkan bagaimana jadinya Han Rae Won di penjara itu.


Hari berikutnya Emy masih harus menjalani hemodialisis. Tae Sang dan si kembar setia menemani wanita itu. Emy ingin sekali mengubur dirinya dalam lubang tikus jika ada karena perlakuan Tae Sang yang tak tahu malu. Mencium tiba-tiba dan bahkan mengucapkan hal-hal mesum walau di sana ada perawat dan Kalev yang memantau terapinya.


" Kalev, kapan Emyku bisa pulang?" Tanya Tae Sang.


" Besok sudah bisa. HD terakhir nanti sore." Sahut Kalev.


" Oo, syukurlah. Terima kasih, Tuhan. Akhirnya, puasaku akan segera berakhir..." Celetuk Tae Sang. Mata Emy membulat. Kalev menahan nafas.


" Ya, gimana lagi. Dia hanya bereaksi padamu, sayang." Ucap Tae Sang tanpa dosa seraya melihat sesuatu diantara selangkanya. Emy menutupi wajahnya dengan selimut.


Brakk...


Tae Sang terus tersenyum dan memegang tangan istrinya.


" Daddy! Mommy mukanya dicucup nyanti ga bica nafat ( Mommy mukanya ditutup nanti gak bisa nafas)." Lapor Mikha.


" Oh, gak papa, nak. Mommy cuma istirahat supaya bisa cepet bikin adek buat Mikha sama Micko." Jawab Tae Sang tersenyum


" Benel (bener), dad?" Seru si kembar dengan mata berbinar senang.


Emy membuka cepat selimutnya dan melotot pada Tae Sang.


" Tae Sang! Jangan bicara sembarangan di depan mereka!" Geram Emy sambil mengeratkan giginya. Mikha dan Micko mengerutkan alisnya.


" Mommy! Mommy cakit (sakit) gigi?" Tanya Mikco polos. Ia terus memperhatikan mommynya karena mommynya berbicara hanya dengan membuka bibirnya sedang giginya mengatup rapat.


" Ndak, sayang. Mommy gak papa." Sahut Emy dan mendelikkan matanya pada Tae Sang yang tersenyum manis dan mencium tangannya lagi dan lagi.


' Haduh, mikir apa aku sampai dapat suami mesum ya, Tuhan.' keluh Emy dalam hati.

__ADS_1


Sore hari, Emy kembali menjalani HD terakhir. Tapi, kali ini ia menolak keras di temani Tae Sang. Akhirnya, hanya si kembar menemaninya.


Tae Sang menggunakan waktunya untuk menyusun rencana pernikahannya kembali.


Kembali hari baru datang lagi. Tae Sang segera merapikan barang-barang Emy dan mengantarnya pulang. Emy ingin tinggal di apartemennya tapi karena di sana sudah ditempati Evan, akhirnya Emy bersedia ikut Tae Sang tinggal di hotel.


Malam hari, setelah hot daddy itu memasak makan malam dan mengajak Emy serta kedua putranya makan, ia berpamitan untuk pergi bersama Evan dan Luther.


" Paman, Luther." Sapa Tae Sang pada kedua laki-laki yang menjemputnya.


-


-


-


Di sebuah hangar pribadi di bandara Logan, Boston


Kim So Nam terus berontak dan meronta minta dilepaskan. Tapi laki-laki kurus itu tetap tak bergeming menurutinya. Sudah 3 hari wanita itu menjadi tahanan Jung Hyuk atas perintah Tae Sang. Saat ini mereka tengah menunggu Tae Sang dalam sebuah mini van.


Tak lama mini van para bodyguard Evan juga telah tiba. Mereka juga membawa Xiao Lan yang sudah mulai lemas karena kelelahan berteriak minta dilepaskan.


10 menit kemudian, Tae Sang, Evan dan Luther tiba. Byun Hyuk dan Dome (ketua bodyguard Evan) datang menyambut ketiganya.


" Tuan Muda!"


" Tuan!"


Kedua bawahan itu menyapa atasan mereka.


"Hmm.. kau sudah siapkan mereka?" Tanya Tae Sang.


" Sudah, Tuan!"


" Sudah, Tuan Muda!"


Tae Sang mengangguk. Beberapa saat kemudian seorang laki-laki dengan perawakan hampir sama dengan Tae Sang dan Evan datang dengan beberapa orang.


" Tuan Kim Tae Sang, apa kabar?" Sapa laki-laki berkumis tipis itu.



__ADS_1


_


Crazy Up (1)


__ADS_2