Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
Mau Kerja - Season 2


__ADS_3

Di Mansion keluarga Kim, 2 anak berwajah identik sudah tertidur. Seorang laki-laki kurus terkapar tak berdaya di lantai kamar si bocah kembar.


" Haduh... Tuan Muda memang pinter nyiksa orang memang...fiuhhh"  Desahnya. Nafasnya tersengal karena lelah. Sejak pulang dari rumah sakit, si kembar menolak tidur dan terus mengajaknya bermain.


Kalau bermain Lego atau robot-robotan mungkin asisten dari Tae Sang itu tidak akan bermandi keringat dan bernafas satu-satu seperti sekarang. Tapi, kedua bocah itu mengajaknya bermain kuda dan ia yang menjadi kuda selama kurang lebih 2 jam.


" Anak dan bapak, Sama! Tukang nyiksa orang!" Gerutu Byun Hyuk.


" Jangan sampai Tuan Muda dengar, Hyuk?" Kata paman Ji yang tiba-tiba sudah berada di dekatnya.


" Paman! Bikin kaget aja!"


" Capek, ya? Nih! " Paman Ji mengulurkan minuman ginseng dalam kaleng.


" Makasih, paman."


" 2 manusia mini itu bikin aku gak berdaya, paman. Klop sama daddynya. Kalau mereka bersatu, bisa mati berdiri aku, paman!" Keluh Byun Hyuk.


Paman Ji terkekeh dan menatap kedua bocah yang terlelap sambil memeluk boneka Teddy yang besar, hadiah dari Hannah dan Evan.


" Paman, Tuan Muda anak tunggal...trus Nona Sie gak ada keturunan kembar. Kok, Tuan Muda bisa punya anak kembar, ya?...Kalau bukan aku yang tes DNA si kembar sama Nona Sie dan Tuan Muda, aku gak bakal percaya 2 sontoloyo kecil itu anak-anaknya Tuan Muda." Ujar Byun Hyuk tiba-tiba.


Tak..


Paman Ji menjitak kepala Byun Hyuk membuat laki-laki itu meringis kesakitan.


" Paman! Ish.."


" Tuan Muda memang anak tunggal, tapi... Ayah Tuan Muda, Tuan Kim Tae Min..." Ucap paman Ji.


Byun Hyuk terkejut mendengarnya. Pasalnya selama ini, dia hanya tahu kalau ayah Tae Sang juga anak tunggal.


" Tuan Kim Tae Min punya saudara kembar. Tapi saat usia 5 tahun... Tuan Kim Tae Joo terjatuh dan gegar otak. Saat Tuan Besar dan Nyonya membawanya ke rumah sakit, mereka terlambat. Tuan Kim Tae Joo kehilangan banyak darah dan meninggal.


Nyonya sangat terpukul dan mengalami depresi. Akhirnya, demi kesembuhan nyonya, atas saran seorang psikiater, semua barang peninggalan Tuan Tae Joo dibakar dan dibuang. Kamarnya juga dirombak jadi ruang bermain. Sebulan kemudian, nyonya berangsur membaik. Ia mulai dapat menerima bahwa Tuan Tae Min adalah satu-satunya putranya." Jelas paman Ji.


" Oo, tapi... Apa Tuan Muda tahu?"


Paman Ji menggeleng. "Tuan Besar melarang keras membicarakan soal Tuan Tae Joo."


" Terus sekarang, kenapa paman cerita kalau gitu?"

__ADS_1


" Tuan Besar dan Tuan Tae Min juga Nyonya sudah tidak ada. Apa salahnya, kan? Paman cuma gak mau gara-gara ini suatu saat nanti ada yang menjadikannya sebagai bahan menyudutkan Nona Muda. Karena, ya... Seperti yang kamu bilang. Tuan Muda anak tunggal dan Nona Muda tidak ada keturunan kembar."


Byun Hyuk mengangguk mengerti. Tiba-tiba ia ingat sesuatu.


" Ah, paman! Apa...benar...kalau... Tuan Tae Min..ehm... Punya anak diluar nikah?" Tanya Byun Hyuk ragu.


" Ehm... Aku harus pergi." Pamit Paman Ji


" Paman! Paman Ji!" Panggil Byun Hyuk setengah berbisik. Tapi pria tua itu sudah berlalu meninggalkannya


" Ish! Bikin penasaran aja sih, paman." Gerutu Byun Hyuk seraya menyepak-nyepakkan kakinya layaknya anak kecil yang sedang marah.


" Uncle Yuk!"


" Kkamjjagiya! (Kamu bikin aku kaget)!" Byun Hyuk menepuk-nepuk dadanya.


Tiba-tiba Mikha bangun dan menyuruh Byun Hyuk diam seraya menempelkan telunjuknya didepan bibir.


"Tangan belicik (jangan berisik)! Sshhh?"


Byun Hyuk mengangguk patuh lalu Mikha kembali berbaring dan memejamkan matanya.


RS Emerald Seoul


Dengan bersandar pada dada bidang Tae Sang, Emy mulai mendengar penjelasan calonnya itu.


" Sayang, jangan pergi lagi, ya. Kamu salah paham, sayang. Kakek memang memaksa aku nikah sama kamu. Tapi, sejujurnya. Waktu aku pertama lihat kamu, aku suka sama kamu. Hanya karena kebodohanku atau karena aku terlalu egois karena...karena sepertinya kamu gak suka sama aku, jadi..jadi aku sering salah paham. Karena egoku aku juga tetap berhubungan sama Helena. Tapi, aku gak menikah sama dia. Aku cuma lamar sepihak aja. Soalnya kakek gak suka sama Helena.


Aku kira karena...ya, itu...karena egoku aku nganggap kamu..kamu gold digger(matre). Makanya, aku juga anggap kalau kamu merayu kakek buat bisa nikah sama aku. Karena itu, kakek gak ijinan aku nikah sama Helena. Tapi, ternyata karena kakek tahu kedok Helena. Dan, karena Helena, adikku meninggal. Maaf ya, sayang. Maafin aku..."


" Ooh... Begitu? Jadi... Kau bilang aku matre, huh?"


" Sa-sayang...itu dulu. Karena aku...aku belum tahu kamu, jadi aku...aku..."


" Mulai sekarang, jangan larang aku bekerja lagi. Aku mau kerja!"


Glek


Tae Sang menelan salivanya berat. Sejak kedatangan Emy ke Korea 3 bulan lalu, Emy memang tak diijinkan Tae Sang bekerja dengan alasan pemulihan, tak ada yang jaga anak-anak dan sebagainya. Tapi, alasan sebenarnya karena ia tak mau Emy tahu kalau ia tak bisa lagi menjadi dokter bedah.


" Sa-sayang... Terus anak-anak kita gimana? Masa' kamu tega ninggalin anak-anak sama pelayan atau baby sitter sih, sayang." Keluh Tae Sang dan memasang wajah memelasnya.

__ADS_1


Emy terdiam. Perkataan calon suaminya memang ada benarnya. Ia baru saja kenal dengan kedua putranya. Jika ia bekerja, anak-anaknya akan jauh darinya.


" Ta-tapi..."


" Dengar sayang, rumah singgah dan panti asuhan aku yang tanggung. Orangtuamu di Indonesia juga sudah aku urus. Kamu jangan kuatir. Walau kamu gak kerja, aku masih sanggup menanggung semuanya."


" Ih, sombong banget!"


" Lho...kenyataan sayang, suamimu ini masih sanggup menanggung berapapun panti asuhan dan rumah singgah yang mau kamu bantu." Ujar Tae Sang dan menaikan alisnya sambil tersenyum


" Baiklah. Tapi,..."


" Kalau mau kerja, cukup makan yang banyak, olahraga. Supaya, bisa layani suamimu ini tiap malam, hmm?" Senyum mesum tercipta lagi di bibir seksi Tae Sang


Wajah Emy merona dan memukul dada Tae Sang


" Mesum ih!"


" Hehehe... Mesum.. maksudnya, Menanti Surgamu, ya? Nanti ya sayang setelah menikah. Hmmm... sabar ya..."


Wajah Emy kian memerah. Ia mengigit lengan Tae Sang kesal


" Aww...sakit, Yang!"


" Biarin!"


" Kalo tanganku sakit gak bisa megang punyamu lho!"


" Tae Sang-ssiiii!!!" Teriak Emy memukul dada Tae Sang.


Seluruh lantai 15 tempat ruang VVIP berada tiba-tiba hening mendengar teriakan seorang wanita.


" Sshh! Jangan teriak sekarang. Nanti aja setelah kita nikah, ya. Aku bikin kamu teriak-teriak sepuasnya. Hmm?"


Emy begitu kesal dengan tingkah Tae Sang yang tak tahu malu. Emy mengambil ponselnya hendak menelpon seseorang


" Mau telpon siapa malam-malam gini?" Mode calon suami siaga mulai on.


" Seseorang!"


Tae Sang merebut ponsel Emy dan melihat nama kontak yang akan Emy panggil. Tae Sang mengeraskan rahangnya dan menghapus nomor itu.

__ADS_1


" Tae Sang-ssi!"


__ADS_2