Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
Rasa Bersalah - Season 2


__ADS_3

" Haish ... bisa tidak pelankan suaramu!" sergah Evan


" Kenapa bisa koma, Tuan? saat aku berangkat dia baik-baik saja." kata Jung Hyuk panik


" Dia tertembak,"


" Apa?!"


" Hyuk! Sakit telingaku!" sentak Evan


" Jadi yang tertembak Tuan Muda?!"


" Emy juga," kata Evan sambil menyandarkan kepalanya di kursi


"Oh my God ... seandainya aku tak pergi ..." sesal Jung Hyuk


" Tidak akan ada bedanya, Hyuk."


" Tuan, saya adalah tameng Tuan Muda. Walaupun dia dingin, cuek, arogan, kejam, keras kepala, semaunya sendiri, tuka ..."


" Kau mau bela Tuanmu atau membeber kejelekannya?" potong Evan


***


Paman Ji yang sudah bersiap untuk melarikan diri dibuat tak berkutik, ketika 4 bodyguard Tae Yang mencekalnya di pintu gerbang.


Tubuh renta Paman Ji tak sanggup melawan. Keempat bodyguard itu membawanya ke ruang bawah tanah, tempat Lucia dulu pernah di tahan. Ketakutan menjalar diseluruh tubuhnya.


Setelah kepergian keempat bodyguard itu, Paman Ji terus saja berteriak minta dilepaskan. Segala umpatan dan sumpah serapah keluar dari mulut keriputnya.


" Paman Ji ... sudahlah. Tak ada gunanya berteriak. Mereka tidak akan melepaskanmu,"


Paman Ji terkaget mendengar suara parau dan seperti menahan sakit. Tapi, ia masih bisa mengenali suara itu.


" Tu-Tuan Muda Cha?" panggilnya penuh keraguan


" Hehehe ... ternyata ingatan Paman tajam, ya?" kekeh Cha Hyun Sik


" Tuan ... kenapa Anda bisa tertangkap? Apa wanita ****** itu buka mulut?"


" Entahlah. Orang tuanya masih ditanganku, mana mungkin dia buka mulut,"


" Kalau tidak buka mulut, lalu ... bagaimana mungkin ..."

__ADS_1


" Aku masih belum tahu ..."


" Tuan, apa mungkin ... ada ... pengkhianat di tempat Tuan?"


" Hahaha ... kau sudah tua, tapi ternyata pikiranmu selalu penuh kecurigaan terhadap orang lain ... hahaha ... kenapa aku termakan bujukanmu waktu itu. Aku dan Tae Yang adalah sahabat baik, tapi karena HASUTANMU, AKU JADI BEGINI!!!" teriak Cha Hyun Sik geram


" Tuan ... Tuan ... jangan salahkan saya. Kalau saja pendirian Anda kuat, Anda tidak akan termakan hasutan saya ... hahahaha ..."


" Sebenarnya apa maumu, Pak Tua? kenapa kau menyeretku?!" sergah Hyun Sik


" Karena kau ... juga ikut andil DALAM KEMATIAN PUTRIKU DAN CUCUKU!!!" teriak Paman Ji


Dengan badan lemahnya, ia berusaha mendekat ke jendela berusaha melihat lelaki tua itu.


" Putri dan cucumu? Apa maksudmu?"


" Kau yang memberi inisiatif Helena untuk mendekati Tae Yang dengan cara licik. Helena mengancam seorang wanita agar mendekati Tae Yang di balkon pesta ulang tahun Perusahaan Kimtae 10 tahun lalu dan akhirnya membuatnya terbunuh karena didorong wanita ular itu!"


Cha Hyun Sik termenung berusah mengupas ingatannya akan hal itu. Matanya membulat ketika ia mengerti maksud Paman Ji


" Paman k-kau Kakek dari Kim Youra?"


" Hahaha ... Ya! Aku kakeknya!!" tegas Paman Ji," Sungguh malang nasib mereka. Putriku dicampakkan begitu saja oleh Tuan Muda karena mengandung Anak tidak sah setelah Tuan Muda memperkosanya. Dan kemudian KALIAN SENGAJA MEMBUNUHNYA!!"


Sebuah fakta yang begitu membuatnya terkejut. Ia tak menyangka bahwa gadis pendiam dan pemalu yang berusaha mendekati Tae Yang di pesta adalah adik tiri Tae Yang sendiri.


" Oh, Tuhan ...." Hyun Sik meremas rambutnya.


Flashback on


Suasana pesta ulang tahun perusahaan Kimtae berlangsung meriah. Karena hari itu, sekaligus hari pengangkatan Kim Tae Yang sebagai Direktur.


Seorang gadis berusia sekitar 19 tahun, memakai gaun sutra peach dengan bordir bunga berusaha mendekati Tae Yang dengan selalu mengikuti kemanapun lelaki itu pergi.


Cha Hyun Sik, Joo Won dan Shin Dae Ho melihat itu semua, bahkan Helena menjadi marah.


" Hohoho ... ada yang marah ..." Goda Hyun Sik pada Helena.


Joo Won dan Dae Ho hanya tersenyum mendengarnya.


" Ayo, berjuanglah. Jangan kalah sama Anak ingusan." kata Hyun Sik dan mendapat tatapan tajam Helena.


Joo Won dan Dae Ho memilih pergi meninggalkan keduanya.

__ADS_1


" Hei ... kalau aku lihat, sepertinya Tae Yang tak keberatan wanita itu terus mengikutinya ..."


Hyun Sik melirik Helena. Ia tersenyum melihat wajah Helena memerah menahan amarah.


" Kalau kau tak segera bertindak, sepertinya ... kau akan kehilangan kesempatanmu," lagi Hyun Sik berusaha mempengaruhi Helena.


Tak disangka, Helena yang terpancing amarah telah memikirkan solusi pendekatannya. Ia melihat gadis berbaju sutera berwarna peach mengambil makanan di meja dan mendekatinya.


Entah apa yang dikatakan Helena, gadis itu hanya menunduk ketakutan dan mengangguk. Tak lama gadis itu kembali mendekati Tae Yang di balkon.


Setelah berbincang sedikit, Helena datang dan menubruk gadis itu hingga gadis itu pun menabrak Tae Yang dan membuat Tae Yang oleng tak siap menangkap tubuh gadis cantik itu. Helena segera menangkap tangan Tae Yang dan menariknya, membuat lelaki itu tak dapat meraih tubuh kecil gadis itu. Gadis cantik bergaun sutera itu terjatuh dari lantai 30 Perusahaan Kimtae Group.


Hyun Sik tertegun melihatnya. Badannya seketika membeku. Semua orang berbondong-bondong melihat ke balkon. Tapi, Hyun Sik segera berlari ke lift dan turun. Ia melihat tubuh gadis itu sudah tergeletak tak bernyawa. Darah segar mengalir tiada henti. Mengubah gaun peach menjadi warna darah.


Headline Surat Kabar keesokan paginya, hanya menyebut nama gadis itu adalah Kim Youra. Anak dari seorang single parent bernama Ji Young Mi. 3 bulan setelah kejadian, menurur kabar, Ji Young Mi mengalami depresi dan mengakhiri hidupnya sendiri.


Flashback off


Cha Hyun Sik adalah saksi pembunuhan berencana itu. Ia melihat sendiri bagaimana Helena sengaja mendorong Youra.


Tubuh lelaki bongsor itu luruh ke lantai. Air mata penyesalan membanjiri wajahnya. Ia sungguh merasa bersalah. Setelah kejadian di pesta, ia menemui terapis agar bisa melupakannya dan berhasil. Namun sekarang, rasa bersalahnya kian bertambah.


Secara tak langsung ia telah merenggut nyawa seorang gadis dan ibunya. Ia membuat seorang Ayah dan Kakek kehilangan Putri dan Cucunya. Bahkan, hingga kini ia tahu Tae Yang tak tahu jika Youra adalah adiknya.


Jung Hyuk menarik dan mengajak Evan kembali ke atas. Ia mendengar semua pembicaraan Paman Ji dan Cha Hyun Sik.


" Tuan, saya sudah tahu alasan kenapa Paman Ji melakukan ini semua. Saya akan menyuruh anak buah saya membawa Cha Hyun Sik ke gudang di taman belakang. Anda bisa menginterogasi dia di sana,"


Evan mengerutkan alisnya," Ada apa sebenarnya? kenapa tidak di bawah saja?"


" Tuan, saya yakin, Cha Hyun Sik tidak akan buka mulut jika ada Paman Ji,"


" Kenapa begitu?"


" Rasa bersalah. Dengan satu kata intimidasi dari Paman Ji, Anda tidak akan bisa mengorek informasi apapun dari Hyun Sik." jelas Jung Hyuk


" Hmm ... baiklah. Aku akan di ruang baca. Panggil kalau kau sudah bawa dia," titahnya lalu berbalik menuju ruang baca, tempat favorit Evan saat berkunjung ke Mansion ini.


" Baik, Tuan," ucap Jung Hyuk. Ia menarik nafas dan menghembuskannya kasar. Kini, ia tahu semuanya. Dan, Jung Hyuk tak tahu bagaimana Atasannya itu nantinya jika mengetahui itu semua.


Hidup dan mati dikuasai lidah. Siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.


Menjaga hati dan lidah adalah awal kita membangun kesejahteraan.

__ADS_1


Pikiran yang negatif hanya membawa dampak negatif, sebaliknya pikiran positif membuat kita bahagia.


__ADS_2