
" a..a..aku...aku...ma..maafkan aku....huhuhu..mm" Emy kembali tersedu. tangannya dengan panik berusaha memegang tubuh Xiao Chen yang berlumuran darah, tapi ditepis kasar oleh Yu Zhen.
" aku...aku harus meng...henti...kan da..rahnya..." kata Emy dan mengusap air matanya. ia menatap Yu Zhen berharap anak itu mengijinkannya menolong Xiao Chen tapi tak digubris. Yu Zhen mencoba mengangkat tubuh Xiao Chen namun kembali terduduk. kekuatannya telah habis setelah menghajar preman preman itu. Ia juga terkena luka sayatan yang lumayan dalam.
" Ja..jangan...kau bisa kehabi..san...da...rah...kau bisa...membu..atnya...ter..jatuh" Emy begitu gugup, ia merasa bersalah pada keduanya. Yu Zhen menatap Emy sinis. Emy berdiri, menghela nafas dan memberanikan diri merogoh kantong preman yang pingsan untuk mencari ponsel.
" ha..halo...Mei Xiang? tolong aku, ada yang terluka. aku di gudang kira kira 500m dari Rumah Sakitmu. tolong cepat ya, ada yang terluka parah!" Emy berkata cepat dengan sekali nafas lalu menutup teleponnya tanpa menunggu jawaban.
" tunggulah sebentar. temanku akan kesini. tapi tolong ijinkan aku memeriksanya." pinta Emy, ia kini sudah berlutut dihadapan Xiao Chen dan Yu Zhen. Yu Zhen sepertinya mulai kehilangan kesadarannya.
Brukk...
Tubuh kurus Yu Zhen ambruk disamping Xiao Chen. Emy bertambah kalut ketika ia tak mendapat sahutan dari Yu Zhen. Ia segera mencari tas ranselnya kesana kemari, untunglah tasnya itu ia temukan dibalik meja reot dengan isi yang berserakan, tapi ia masih bisa menemukan stetoskop dan perban. tapi sepertinya perban itu tidak akan cukup untuk berdua.
Emy segera kembali memeriksa keduanya. Nadi Xiao Chen melemah, sementara Yu Zhen sepertinya detak jantungnya tak teratur. 5 menit berlalu serasa 5 jam bagi Emy. ia masih menempatkan perban di perut Xiao Chen, dengan maksud menghentikan darahnya. tapu darah segar masih terus keluar hingga perban itu tak dapat lagi menampung.
__ADS_1
Ngiu...ngiu...ngiu...(hahaha author bingung suara sirine ambulan kayak apa kalo ditulis 😅😝)
4 orang masuk kedalam gudang dengan terburu buru, sepertinya Mei Xiang juga memanggil polisi, karena tak lama berselang 2 orang polisi masuk setelah Mei Xiang dan para medik masuk dalam gudang.
" Mei Xiang! sebelah sini!" Emy harus berteriak karena lampu yang redup, menyulitkan orang melihat Emy yang berada agak sedikit jauh didalam di gudang yang luas itu. Mendengar namanya dipanggil, Mei Xiang menoleh dan menyuruh para medik segera menuju Emy.
" Nona, kami dari kepolisian, apa yang terjadi disini, bisakah anda ceritakan? " seorang polisi datang dan membuat Emy menghentikan kegiatan menolong Xiao Chen dan meminta Mei Xiang melanjutkan. Emy berdiri dan menceritakan semuanya.
" baiklah, kalau begitu kami akan membawa ketiganya, dan tolong nanti anda segera datang ke kantor polisi, karena anda sepertinya sangat dibutuhkan.permisi!" kata polisi berwajah manis itu. Emy menganggukan kepalanya dan berjalan mengikuti paramedik yang membawa Xiao Chen dan Yu Zhen.
Emy yang masih trauma dengan kejadian yang menimpanya, hanya berdiam didalam kamar di apartemen Mei Xiang, setelah selesai mengoperasi Xiao Chen. 3 hari lamanya Emy tak mau makan dan hanya menyesap sedikit air karna paksaan Mei Xiang, bahkan ia memberi keterangan pada polisi di ruang tamu Mei Xiang.
Mimpi buruk Emy sekarang menjadi lebih parah. Mei Xiang terpaksa menghubungi dr.Sie. Mei Xiang mengenal dr.Sie karna ia dan Emy adalah teman 1 kampus dan dr. Sie sering datang untuk mengantarkan makan siang Emy di kampus, karena dr. Sie tidak suka jika Emy banyak makan makanan siap saji.
dr. Sie terbang ke China dan menemui Emy. ia kembali memberi Emy obat penenang yang ia bawa dari teman psikitaternya, yang dulu juga sempat merawat Emy setelah kejadian dengan Han Rae Hoon.
__ADS_1
**
Ya, benar! 2 tahun lalu, Emy mengalami depresi berat setelah apa yang ia alami. Evan membawanya pulang ke rumah singgah dan menghubungi dr. Sie. tanpa memberitahu dr. Han, dr. Sie pergi dan melihat keadaan Emy seorang diri. Namun dr. Han ternyata mendengar juga berita apa yang dialami Emy setelah ia menelepon ke Yu Rae, yang saat itu belum menghilang dari rumah sakit.
dr. Han segera berangkat ke Amerika yang membuat kesehatannya tambah menurun, karena kekhawatiran dan penyesalannya menitipkan Emy pada ponakannya. Emy harus dirawat selama 6 bulan karena depresinya, tapi dr. Sie tak memasukkannya ke rumah sakit jiwa, tapi dirumah singgah. Evan dengan telaten juga merawat Emy, bahkan Keanan sering bercerita dan bercanda seperti dulu agar Emy kembali pulih.
Dan, untunglah keadaan Emy pulih setelah 5 bulan ia menjalani perawatan. ia berangsur angsur dapat berkata kata dan aphasia (penyakit psikologi yang disebabkan karna trauma sehingga kehilangan suaranya) mulai menghilang, Emy juga sudah tak lagi mengosok gosok tubuhnya hingga memerah. ia pulih setelah 6 bulan walaupun mimpi buruk itu masih terus membuatnya terjaga di tengah malam. dr. Sie meminta penangguhan praktek untuk Emy dan mendapat ijin, karena mereka tahu apa yang Emy alami.
* Back to story
Emy akhirnya dibawa pulang kembali ke Korea. di Korea, Emy kembali harus mengkonsumsi obat penenang dan dirawat sendiri oleh dr. Sie. badan lelah tak membuat dr. Sie meninggalkan Emy, karena ia sangat menyayangi anak angkatnya itu. dr.Han saat ini masih di rumah sakit karena menjalani perawatan untuk kankernya dan juga Alzheimer. dr. Sie benar benar kelelahan tapi tak ia tunjukkan. ia sering tidur hanya 2-3 jam dan langsung bekerja lalu merawat istri dan putri angkatnya itu. Emy perlahan kembali ceria walau tak lagi sama seperti dulu. setelah sebulan lebih tinggal di rumah orang tua angkatnya, Emy menyadari kalau dr. Sie kelelahan karna merawatnya dan eomma.
Emy memutuskan untuk tidak melanjutkan S3 nya untuk merawat dr. Sie dan dr. Han. tapi dr. Sie melarang keras dan mengancam akan meninggalkan Emy dan pergi sehingga Emy tak akan dapat menemukan mereka. Karena takut dengan ancaman itu, akhirnya Emy berangkat ke Inggris dan mengambil gelar MDnya.
Selama di inggris, Emy kembali berkutat dengan komputernya membuat banyak anti virus dan membuat banyak program untuk beberapa perusahaan yang memperkerjakannya lewat situs hacker. Emy menggunakan uang hasil usahanya itu untuk membangun panti asuhan dengan bantuan Mei Xiang. Dalam 2 tahun, panti asuhan Emy menjadi 2 karena panti asuhan pertama sudah tak dapat menampung jumlah anak yang ada. Xiao Chen, Xiao Lan dan Yu Zhen menjadi mendapat tempat khusus di panti asuhan bernama Joyful Home. Bahkan Yu Zhen menjadi salah satu penanggung jawab disana.
__ADS_1