Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
Ivana Eva Greninger


__ADS_3

Mereka telah sampai ke sebuah rumah. Rumah sederhana namun tampak asri. Tae Sang menyuruh semuanya masuk dan memerintahkan anak buahnya untuk siaga diluar.


" Apa Paman Evan belum sampai?" tanya Tae Sang pada Han.


" Sebentar lagi, Tuan" Jawabnya seraya melihat layar ipad ditangannya.


Selang 10 menit, mobil yang membawa Evan,Luther dan kedua putra kembar Tae Sang sampai.


" Kalian baik-baik saja?" Tanya Tae Sang cemas mengecek kedua putranya setelah keduanya turun lalu memeluk dengan erat.


" Cadi Uncle Luther culuh nonton fiyem. Kayo bica celita benel cama uncle, Mikha cama Micko dapat etkrim... Yeayyy...(Tadi uncle Luther suruh nonton film. Kalo bisa cerita benar sama uncle, Mikha sama Micko dapat es krim... Yeayy.. " Ucap Micko polos. Tae Sang tersenyum dan mencium pipi gembul putra kembarnya. Tae Sang segera berdiri menghampiri Evan dan Luther


" Paman, Luther, kalian baik-baik saja?" Tanya Tae Sang tak kalah cemas.


" Seperti yang kau lihat." Jawab Evan datar.


" Baiklah, ayo masuk. Banyak yang harus kita bicarakan." Ucap Tae Sang.


Evan dan Luther duduk di sofa ruang tamu berhadapan dengan Eva dan Sofia. Pandangan Evan dan Luther tak lepas pada wajah Eva.


" Bawa dia kesini!" Perintah Tae Sang. Laki-laki bertubuh atletis dengan sweater turtle neck berwarna cream, celana jeans dan sepatu converse, mengangguk dan beranjak pergi.


" Tae Sang, sebenarnya siapa dia? Kenapa wajahnya mirip dengan putriku?" Tanya Evan tak sabar.


Tae Sang melihat ke arah Eva. Menghela nafas dan kembali menatap Evan dan Luther.


" Bibi Sofia, apa bibi bisa katakan siapa Eva?" Tanya Tae Sang menatap tajam Sofia. Sofia menautkan alisnya, ada rasa takut didalam hatinya.


" Dia putri kakakku." Jawabnya singkat dan memutus pandangannya pada Tae Sang, melihat kearah lain.


" Bi, saya rasa bibi tidak usah berpura-pura. Dia bukan Eva tapi orang lain, kan?"


Mata Sofia membulat. Mulutnya menganga. Kepalanya terus bergerak tak tentu arah seraya menggaruk tengkuknya.


" Bibi! Nama saya Luther. Dan saya pengacara. Apa bibi tahu hukuman untuk pengguna identitas palsu dan sengkokolnya?" Kali ini Luther berbicara menatap lurus kearah Sofia.


" Eh... I-iya baiklah. D-dia, dia bukan Eva. E-eva putri kakakku su-sudah meninggal kecelakaan." Jawabnya gagap. Eva yang mendengar itu memandang kaget wanita paruh baya disebelahnya. Air mata mengalir di kedua pipinya.

__ADS_1


" Ja-jadi aku bukan Eva? Lalu aku siapa, bi? Siapa?" Teriak Eva.


" Eva! Diamlah!" Bentak Tae Sang. Iapun sebenarnya berusaha bersabar. Membuka sebuah kedok satu per satu agar semua jelas. Tapi sepertinya ia mulai kehilangan kesabarannya. Mengingat siapa wanita di sisi kanannya ini.


Eva menoleh kaget. Baru kali ini pria itu meninggikan suaranya.


" Park! Bawa kemari!" Perintah Tae Sang.


Tak lama Park ( bodyguard Tae Sang) membawa seorang laki-laki yang sangat dikenal Evan dan Luther.


" Kau!"


" Kau!"


Seru keduanya. Mereka melihat Tae Sang yang juga menatap keduanya lalu mengangguk. Akhirnya merekapun duduk kembali.


" Hallo dr.Kalev! Kita bertemu lagi!" Sarkas Tae Sang.


" Apa maumu?"


" Katakan dengan jelas apa maksud semua ini. Siapa wanita ini?" Tanya Evan.


" Apa?!" Evan dan Luther serempak berdiri karena kaget.


" Paman, Luther. Bersabarlah!" Mata Tae Sang menyiratkan keyakinan untuk percaya padanya.


" Lanjutkan!"


" Saat aku kau menyakiti Emy sangat dalam, aku menyembunyikan semua kenyataan bahwa aku berhasil mengoperasi Emy. Aku sangat mencintainya, dan tak akan aku biarkan siapapun menyakitinya!" Mata Kalev menatap tajam Tae Sang.


" Setelah kalian kembali ke Korea, aku membawanya ke Bern. Aku melamar kerja di sana, dan diterima. Karena itu kubawa dia ke sana. Tapi, setelah dia sadar setelah 1 tahun koma, ia tak mengenaliku. Ia mengalami Amnesia Disosiatif (penyakit mental yang melibatkan gangguan pada ingatan, kesadaran, identitas, dan/atau persepsi). Selama 1 tahun aku berusaha mengejar cintanya, tapi ternyata mantan cinta satu malamku... Menemui Emy em.. dan mengatakan kalau aku sudah memiliki anak bersama dia.


Lalu, dia tanpa sengaja bertemu temanku, dr.Mahendra yang sedang berkunjung setelah simposium di Zurich. Entah bagaimana cerita tepatnya, mereka berdua menjalin kasih. Dan Eva kubawa ke Lauterbrunnen dengan harapan bisa memulihkan kondisinya segera karena tempat itu sangat tenang dan bersih. Di sana, Mahendra berhasil membuat Eva kembali sebagai dokter. Tapi, dia seperti asing dengan semua yang berhubungan dengan medis.


Hingga setahun kemudian, Eva sudah mulai terbiasa. Tapi kondisi Eva tak sebaik yang kubayangkan. Ada saat tertentu ia mengeluhkan sakit di kepalanya, kaki, tangan bahkan mengalami mimpi buruk." Lanjut Kalev


" Bagaiamana dengan bibi Sofia, bagaimana bisa Emy bersama dia dan berganti nama menjadi Eva?" Tanya Tae Sang oenuh selidik.

__ADS_1


" Waktu itu beberapa minggu setelah aku bawa Emy kesini, Emy menghilang dari kamarnya. Dan aku tidak menyadari itu karena aku sedang mengoperasi pasien. Saat aku keluar ruang operasi, aku menerima panggilan pasien emergensi. Aku begitu terkejut, karena wanita itu adalah Emy. Untuk memastikan aku pergi ke kamar rawat Emy. Dan ternyata tidak ada. Aku ingin bertanya saat siuman tapi tidak bisa karena ia tak mengingat apapun. Dan saat di ruang emergensi, nama di brankar Emy adalah Ivana Eva Greninger. Akhirnya aku menggunakan nama itu.


Lalu saat keluarga Eva datang, barulah aku tahu, bahwa Eva asli telah meninggal karena kecelakaan hari itu. Akhirnya aku memohon agar Emy bisa menggantikan posisi Eva dan... Aku juga memberi bibi Sofia uang bulanan untuk menjaga nya." Jelas Kalev.


" Bibi? Benar begitu, bi?" Tanya Eva sambil menangis. Sejak tadi ia terus terisak. Mata Evan dan Luther mulai berkaca-kaca. Evan mendekat dan memeluk Eva penuh kasih sayang.


" Paman, belum selesai. Duduklah dulu, paman." Evan menatap kesal ke arah Tae Sang.


" Percayalah padaku, paman." Ucap Tae Sang


" Berikutnya!" Seru Tae Sang tiba-tiba. Kali ini Min menyeret seseorang yang sangat Tae Sang kenal. Tae Sang mengepalkan tangannya menahan emosi.


Brukk..


" Begini ya sekarang caramu ke temenmu?" Sindir laki-laki itu.


" Teman? Shin Dae Jung! Apa teman menusuk temannya berulang kali dari belakang? Hah?!" Bentak Tae Sang.


Shin Dae Jung hanya tersenyum getir mendengarnya. Ya, benar yang dikatakan sahabatnya itu padanya. Tapi, ia tak mungkin menghianati kakaknya sendiri.


" Katakan semua kejahatanmu, atau kau dan adikmu itu tidak akan bertemu dengan Shin Yu Ri.." mata Tae Sang kini menyorotnya tajam. Aura dingin Tae Sang membuat semua yang ada disitu begidik.


" Jangan kau apa-apakan dia! Dia gak berdosa, Tae Sang brengsek!" Teriak Dae Jung. Wajahnya sudah memerah. Berusaha memberontak dari pegangan erat 2 bodyguard Tae Sang. Sementara bibir Tae Sang tersungging senyum sinisnya. Dae Jung tahu arti dibalik senyum itu.


Shin Dae Jung tak dapat berbuat apa-apa lagi. Akhirnya ia membuka mulutnya.


-


-


-


Wow, apalagi nih yang bakal terungkap?


Kalau Eva adalah Emy Sie asli, terus siapa yang sekarang ada di RS Boston Med Center?


Apa yang akan dilakukan Tae Sang, Luther dan Evan selanjutnya?

__ADS_1


Tunggu kelanjutannya ya... Kejutan apa lagi yang sudah disiapkan Tae Sang?


__ADS_2