Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
Titipan Emy


__ADS_3

" Ya, Tuan Muda?"


" katakan dengan jujur padaku, Byun Hyuk..." Mata Tae Sang menatap asistennya itu lekat.


" A.. apa..ma..maksud anda Tu..Tuan Muda?" tanya Byun Hyuk. Ritme jantungnya bertambah kencang. Kemejanya kini basah dengan keringat. Ia terus saja menyeka wajahnya yang bercucur keringat.


" Apalagi yang kau sembunyikan dariku, katakan!!" Bentak Tae Sang. Hatinya merasa bahwa asistennya menyembunyikan sesuatu darinya.


" emm... sa..saya.."


Brakkk..


" Kau mau jujur atau tidak? kalau kau jujur, aku akan berbaik hati padamu, tapi... sedikit saja kau berbohong..." Tae Sang meremas jemarinya hingga berbunyi." Kau akan merasakan akhir dunia..." lanjut Tae Sang tenang namun dengan matanya tajam menusuk.


" I..iya Tuan. Sebenarnya yang menjaga anda semalaman saat anda dulu sakit, adalah Nona Sie. Dan bubur juga Nona Sie yang membuatnya." Jawab Byun Hyuk dengan cepat.


" Lalu... lalu, saat anda mabuk di Villa, bersama teman teman Anda, Tuan Shin Dae Jung menukar wine anda dengan Sauv Blanc tapi dengan kadar mariyuana diatas 16mg THC. ( wine yang diinfus dengan ganja, normalnya dengan kandungan 16 milligram THC (bagian bahan psikoaktif ganja) di setiap botolnya, yang bekerja pada 4 miligram per porsi), Itulah sebabnya anda dapat bersikap angresif seperti itu." sambung Byun Hyuk. Rahang Tae Sang mengeras, tatapan membunuhnya tak berpindah dari asistennya. Byun Hyuk menjatuhkan dirinya dan berlutut di sisi meja Tuannya.


"Tu... Tuan Muda, maafkan saya, saya tidak berani mengatakannya karena, anda dan Tuan Muda kedua Shin, bersahabat. Saya menyangka, anda tidak akan mempersalahkan itu. Maafkan saya Tuan... maafkan saya." tertunduk pasrah dengan apa yang akan atasannya akan lakukan, itulah yang dilakukan Byun Hyuk. Air mata penyesalan mengalir. Tae Sang membuang mukanya menahan geram.


Byun Hyuk teringat akan sesuatu, yang mungkin dapat sedikit meredam amarah Tuan Mudanya itu.Dengan cepat ia hapus air mata dan leleran dari hidungnya, lalu mendongak melihat Tae Sang yang memunggunginya.


" Tu... Tuan Muda, Nona Sie menitipkan sesuatu untuk Istri anda nantinya. Apakah anda mau melihatnya?"


Tae Sang berbalik dengan cepat dan mendelikkan matanya ke arah Byun Hyuk.


" Hah? benarkah?"


" Saya ambilkan dulu, Tuan" Byun Hyuk segera berdiri dan berlari ke ruangannya. Ekspresi Tae Sang tak dapat diartikan.


Byun Hyuk datang membawa sebuah kotak. Tak sabar dengan isi di dalamnya, Tae Sang menyambar kotak di tangan Byun Hyuk. Melangkah lebar menuju sofa tamu di ruangannya.

__ADS_1


Perlahan dibukanya kotak berwarna krem itu.


Deg


2 buah kotak yang familiar dimatanya, tertata rapi beserta dengan sebuah buku rekening dan kartu kredit. Perlahan diambilnya ke empat benda itu.


" Itu adalah rekening dan kartu kredit pemberian Tuan Besar untuk Nona Sie selama Nona Sie menjadi menantu keluarga Kim. Dalam rekening itu, setiap bulannya, Tuan Besar akan memberi Nona Sie ₩8 juta perbulannya untuk keperluannya sehari hari. Tapi Nona Sie tidak pernah menggunakannya sama sekali, sama halnya dengan kartu kredit itu. Sebaliknya, Nona Sie menambah saldonya. Nona Sie bilang kalo itu adalah... Uang sewa kamar di Villa anda dan... uang makan Nona Sie saat ia mengambil bahan makanan di dapur anda dan saat makan makanan Anda. Juga ia membagi nota saat anda mengajak Nona Sie keluar untuk makan bersama, Nona Sie memasukkannya dalam rekening itu. Lalu kedua kotak itu, Nona Sie katakan terlalu mahal untuknya, jadi ia mengembalikannya. Sebenarnya, Nona Sie meminta saya untuk memberikannya pada Nona Helena atau siapapun nanti yang menikah resmi dengan Anda. Karena beliau katakan, itu adalah hak menantu sah keluarga Kim..." cerita Byun Hyuk sambil menahan tangisannya, bila kembali mengingat Nona muda yang baik itu.


Tae Sang menunduk, kembali cairan vening itu mengalir.


Flashback on


" Presdir... memang kita akan makan malam di mana?" Tanya Emy ketika sudah berada di dalam mobil Presdir Kimtae itu.


" Oh... Kau akan tahu nanti..." sahut Tae Sang datar. Emy hanya mengangguk mengiyakan.


Mereka berdua makan malam di sebuah restoran sederhana di pinggiran kota.


" Bagaimana kau suka makanannya?" setelah melahap beberapa sendok pesanannya, Tae Sang bertanya pada Emy yang masih menikmati makanannya.


' Dasar kampungan, masakan seperti katanya enak..' cibir Tae Sang dalam hati.


" oh gitu, ya sudah... kau sudah selesai makan kan? ayo kita kembali. Sudah malam." Tae Sang segera berdiri dan memberikan beberapa lembar uang. Mata jeli Emy memperhatikan lembaran uang yang Tae Sang taruh di atas meja.


Beberapa minggu berikutnya, Tae Sang masih sama, mengajak Emy makan di restoran sederhana dan harga murah.


' untuk apa aku bawa dia ke restoran mahal, dia wanita murahan jadi makan juga di resto murahan'


Suatu ketika saat mereka berdua harus berjalan karena mobil Tae Sang mengalami kempes ban, tak jauh dari villanya, Tae Sang memberikan sebuah kotak pada Emy.


" apa ini Presdir?" tanya Emy seraya memegang kotak itu.

__ADS_1


" Bukalah, itu untukmu." Jawabnya datar. Emy membuka kotak itu dan tersenyum.


" Terima kasih, Presdir. Ini bagus sekali."


" hmm" sahut Tae Sang lalu berjalan meninggalkan Emy yang melangkah dengan kaki pendeknya.


' cih... dikasih gelang murah aja dah seneng... ckckck.. dasar kampungan'


Beberapa hari Tae Sang datang menjemput Emy pulang dari RS. Ia bahkan membawa bunga untuk dokter muda itu, pada suatu sore. Setelah menyuruh asistennya mengajak Emy masuk dalam mobil, Tae Sang memberikan bunga itu dengan senyumnya yang palsu. Tak lupa ia juga memberikan sebuah kotak pada Emy.


" Ini untukmu." Tae Sang menyodorkannya pada Emy. Senyum Emy mengembang, ia mengangguk dan menerima kotak itu.


" Terima kasih, Presdir."


" hmm"


' asal kau tahu Emy, kalau bukan karena kakek, aku gak bakal baikin kamu kayak gini. Aku masih ragu tentang kamu.'


Suatu malam di Villa, Emy terpergok sedang membuat sandwich. Tae Sang yang melihat itu, tanpa pikir panjang menghina Emy.


" Hahaha... ada pencuri makanan rupanya di sini... ya... ckckck..." Sindir Tae Sang seraya mengambil minuman dari kulkas.


" Hei kau! itu di beli dengan uangku, kalau kau lapar, pergilah belanja sendiri!" Bentak Tae Sang beberapa malam setelah kejadian sandwich.


" Bibi Nam, mulai sekarang sering seringlah lihat di dapur kalo ada bahan makanan yang hilang, lalu laporkan padaku!"


" Kau itu kan sudah banyak terima uang dari kakekku, masa' beli makanan aja gak mampu?"


Flashback Off


Semua bayangan tentang perkataan dan perlakuannya pada Emy itu, membuatnya tertunduk dan meruntuki kesalahannya.

__ADS_1


" hiks...hiks.. Aku... aku... sudah bersalah padanya... Maaf...maafkan aku...hiks hiks.."


Byun Hyuk yang menyaksikan Tuannya rapuh, ikut menangis. Perlahan ditinggalkannya atasannya itu, agar dapat berpuas hati mencurahkan isi hatinya dalam tangis. Ia berjaga di luar kantor Tae Sang. Duduk termenung di sofa tunggu yang tersedia tak jauh dari pintu ruangan bos Kimtae itu.


__ADS_2