Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
Amputasi - Season 2


__ADS_3

" E-Emy-a..Emy... maafkan aku...Emyy.." Emy mendengar namanya dipanggil. Semakin deras air matanya mengalir. Di pegangnya tangan lelaki itu.


" A-aku di sini, Tae Sang-ssi. Aku di sini." Jawab Emy lirih.


" Emy-a..."


" Tae Sang-ssi..."


" Ma-maafin aku, ya. Kumohon. Aku men...cin...taimu...Emy-a." Mata Tae Sang berkaca-kaca dan memelas membuat hati Emy bergetar.


" Iya...iya, aku tahu. Aku memaafkanmu, Tae Sang-ssi." Ucap Emy tanpa melepas pegangan tangannya.


" Be..narkah?" Tanya Tae Sang dengan suara lemahnya. Emy mengangguk. Tae Sang tersenyum dan hendak menarik tangan Emy, tapi...


Ceklek


Seorang dokter tiba-tiba masuk.


" Ah, ehm...Sa...ya.." Belum selesai dokter itu berbicara, pandangan matanya tertuju pada wanita bertubuh kecil dan berwajah tak asing baginya.


" E-Emy? Kamu beneran Emy? Iya, kan?" Matanya tak beralih dari wanita di depannya yang juga ikut berdiri dengan mulut sedikit terbuka melihatnya.


" Kyong oppa? Oppaaa?" Emy melepas pegangan tangannya pada Tae Sang. Mata yang tadi memelas seketika membulat.


Emy berlari dan memeluk dr. Lee Kyong, sahabatnya yang selalu membuatnya tertawa. Keduanya berpelukan tak merasakan hawa dingin yang mulai meruak.


Tae Sang mengeratkan giginya, menggigit bibir bawahnya geram, melupakan bahwa kakinya dibalut perban dan tangannya yang masih tertancap jarum infus. Ia segera turun dari ranjang dan menghampiri manusia berbeda jenis itu.


" Lepaskan! " Teriak Tae Sang dengan nafas memburu.


Emy dan Kyong terkejut dan melepas pelukannya. Tapi tangan Kyong masih pada bahu Emy dan tangan Emy masih di pinggang Kyong. Mulut keduanya terbuka.


Mata Emy membulat sempurna ketika Tae Sang berjalan ke arah mereka lalu melepas paksa tangan Kyong dari bahu Emy dan menarik wanita itu ke pelukannya.


Mata Tae Sang menatap tajam pada dr. Lee. Tapi lawannya itu hanya mengulum senyumnya mengingat sampai sekarang laki-laki dingin itu tak menyadari bahwa aktingnya telah terbongkar.


Mata Emy sudah memicing mendongak melihat Tae Sang yang masih menipiskan bibirnya menatap Kyong.


" Oo, sepertinya kau sudah sembuh, Tae... Sang...ssi." Ucap Emy dengan mengeratkan giginya, memicing menatap calon suaminya.


' Ya, ampun! Mati aku!' Batin Tae Sang dan menelan salivanya. Perlahan ia menunduk dan menahan nafasnya. Sorot mata tajam Emy menyambutnya. Perlahan di lepasnya pelukannya itu lalu ia cepat membungkuk memegang kakinya yang diperban, dan...

__ADS_1


" Auww..auw...Emy sayang. Sakit! Kakiku sakit!" Keluh Tae Sang sambil melirik Emy. Tapi sayang, wanita itu hanya menaikan alisnya dan melipat tangannya di depan dada.


" Oh ya? Kalau begitu, supaya tidak sakit lagi, bagaimana kalau di amputasi. Jadi, kaki Anda tidak akan merasa sakit lagi..."


" Am-amputasi? Hahaha... Apa kau mau punya suami ganteng tapi cacat? Kalau aku gak punya kaki, aku gak bisa gendong kamu waktu malam pertama, trus..."


" Stop!" Seru Emy dengan telapak tangan berdiri seperti pak polisi yang hendak menilang.


" Dr. Lee, aku ijinkan Anda mengamputasinya?" Kata Emy seraya berjalan keluar kamar itu. Dr. Lee terus mengulum senyumnya.


" Emyyy! Yeoboo!" Tae Sang berjalan terpincang mengejar Emy dan berusaha melepas perbannya.


Dr. Lee terkekeh melihatnya. Sungguh perubahan yang luar biasa. Seorang yang dulunya dingin dan membenci Emy, kini 180° berubah menjadi budak cinta alias bucin.


Emy sudah sampai di depan lift. Semua orang melihat Tae Sang yang terus berjalan cepat dengan perban tebal di kaki, kepala dan tangannya.


" Emy-a! Yeobooo! Tungguuu!" Tak henti-hentinya Tae Sang berteriak memanggil namanya. Emy menunduk malu dan menutup wajahnya dengan kedua tangan


" Nona! Apa dia suamimu? Lihat, dia sakit tapi masih terus mengejarmu. Jangan siksa dia, nak. Kasihan. Coba lihat kakinya." Tiba-tiba seorang ibu yang juga menunggu lift menegur Emy.


" Iya. Kamu kok tega sih sama suamimu. Aduh, suami tampan kayak gitu kamu siksa. Ckckck..." Timpal seorang lagi.


" Kok aku kayak tahu wajah orang itu, ya. Ahh... Dia kan bos besar! Haduh, nona. Anda keterlaluan. Kalau dia cari wanita lain, gimana?"


Tae Sang tersenyum licik ketika mendengar ocehan-ocehan beberapa orang di sekitarnya dan juga para suster.


" Yeobo, maafkan aku. Aku tahu aku salah. Aku sangat mencintaimu. Kumohon, jangan tinggalkan aku..." Ucap Tae Sang memelas.


" Haduh, nak. Lihat itu! Dia sudah minta maaf. Dia juga kejar kamu biarpun kakinya sakit seperti itu. Masa' kamu tidak mau memaafkannya?" Seorang nenek yang dari tampilannya terlihat orang kaya tiba-tiba memojokkannya.


" Nek, itu Kim Tae Sang dari Kimtae Grup!" Kata seorang wanita muda disebelahnya.


" Oh, ya?" Mata nenek itu membulat dan menatap dengan berbinar ke arah Tae Sang. Emy mengikuti pandangan nenek itu dan melihat Tae Sang.


" Nek, kalau wanita ini gak mau, aku mau nek jadi wanitanya." Bisik wanita muda itu namun masih terdengar jelas di telinga Emy. Bibir Emy menipis menahan emosi, matanya terpejam.


Ting


Pintu lift terbuka tapi Emy tiba-tiba berbalik dan mendekati Tae Sang dan melingkarkan tangannya di pinggang Tae Sang.


" Sayang, kamu kan lagi sakit. Kita balik ke kamar, ya?"

__ADS_1


Tae Sang menaikkan alisnya. Menatap sebentar ke arah Emy. Dan senyumpun mengembang di bibirnya.


' Hoo yeayy.. aku berhasil!' Teriaknya dalam hati. Tae Sang merangkul bahu Emy dan melangkah diringi "rintihan". Tae Sang terus tersenyum dan melihat Emy tanpa melihat arah jalannya.


Dug


" Aaah! Uuuhh!" Kepala Tae Sang terbentur daun pintu, karena pintu ruangannya tak terbuka sepenuhnya. Emy tetap dengan wajah marahnya tak memperdulikan Tae Sang yang mengadu sakit.


Sampai di bed rawat, Emy melepaskan rangkulannya kasar.


" Aduhh...kasar banget sih, istri cantikku. Jadi pengen cium."


Mata Emy melotot. Tae Sang melihatnya dengan cengiran.


" Duh, kalau marah cepet tua, lho.."


" Aku tua, kamu buyut!" Balas Emy.


" Gapapa buyut, tapi aku masih kuat buat muasin kamu beronde-ronde, sayang."


Pipi Emy merona. Membuatnya terlihat cantik menggemaskan.


" Baring sana, cepat!"


" Sama kamu maunya, sayang."


" Tae Sang-ssi!"


" Iya, sayangku cantikku manisku ratuku?"


Emy begitu kesal dibuatnya. Tangan Emy ditarik ketika ia hendak pergi.


Bug


Emy mendarat di atas dada bidang Tae Sang dengan wajah tepat diatas wajah pria itu.


Cup


Mulut Emy terbuka, Tae Sang tak melepaskan kesempatannya. Ia mendekap erat tubuh Emy dan kembali ******* bibir ranum wanita itu memperdalam ciumannya. Emy berusaha melepas namun tangannya terkunci dengan tangan besar bos Kimtae itu.


Tae Sang terus menyerang Emy dan membalik tubuhnya hingga berganti posisi menindih calon istrinya itu. Laki-laki itu hanya akan melepas sebentar pagutannya untuk membiarkan Emy mengambil nafas dan kembali menyerangnya.

__ADS_1


Lama kelamaan, Emy menikmatinya. Tubuh dan tangannya tak lagi tegang. Ia bahkan membalas ciuman rakus Tae Sang. Menyadari hal itu, Tae Sang menjadi bersemangat mencumbu wanitanya.


__ADS_2