
" Baiklah, kirim semua data yang harus aku pelajari ke E-mailku. Aku akan menelepon apa yang harus kau lakukan besok," jawab Emy dengan berat hati.
Jung Hyuk tersenyum dan berterima kasih pada Emy. Belum 2 jam Asisten Pribadi Tae Yang itu pergi, e-mail Emy berbunyi.
Malam itu Emy mempelajari semua penyebab goncangnya Kimtae Grup. Semalaman Emy tanpa lelah membuat poin-poin yang harus ia lakukan.
Keesokan harinya, seperti janjinya, Emy menelepon Jung Hyuk
" Hyuk! Adakan rapat dengan Divisi Keuangan, Divisi Perencanaan dan Divisi Pembangunan juga Tim Legal besok jam 10 tepat!" kata Emy
" ..........."
" Lakukan saja perintahku!"
Emy menutup panggilannya dan mulai dengan aktivitasnya memandikan si kembar, menyuapinya dan membacakan mereka cerita. Setelahnya, ia menyeka tubuh suaminya. Wajahnya masih memerah menahan malu walau ia sudah beberapa kali melakukannya.
Jung Hyuk yang masih duduk di atas tempat tidurnya, menggaruk kesal kepalanya.
" Aduuhh ... kenapa Nona Muda jadi sama kayak Tuan Muda, sih? Aarrghh ... gimana orang tuanya Lucia, ya? Hmm .... aku telepon Lam nanti aja deh ... kalau sampai telat singa betina bisa-bisa ngamuk ... hiii ..." gumam Jung Hyuk kesal dan begidik ngeri membayangkan Emy yang menghajarnya.
Sesuai permintaan Emy, jam 10 tepat, semua divisi yang diminta Emy untuk rapat sudah siap berkumpul di ruang rapat. Mereka mengira Chairman mereka sudah pulih. Emy melangkah pasti ke gedung Perusahaan milik suaminya itu. Semua mata memandang kearahnya dan berdecak kagum akan kecantikan dan keanggunan Emy
Ceklek
Pintu ruang rapat terbuka, Jung Hyuk dengan langkah tegap berdiri di samping pintu dan menghadap ke arah para supervisor dan sebagian direktur yang hadir di ruang rapat.
" Karena Chairman Kim masih belum bisa memimpin rapat, karena itu rapat ini akan di wakilkan oleh istri sah Chairman Kim, Nyonya Emy Sie."
Pengumuman yang Jung Hyuk sampaikan membuat semua orang terkesiap. Bisik-bisik mulai terdengar. Jung Hyuk tak memperdulikannya lalu kembali ke pintu dan membuka memberi kode pada Emy
" Nona Muda, silahkan ..." Jung Hyuk mempersilahkan Emy masuk. Dengan anggun dan berwibawa, Emy tersenyum dan sedikit mengangguk pada semua yang hadir lalu berjalan ke arah kursi yang ditunjuk Jung Hyuk
__ADS_1
Emy duduk dengan tenang di kursinya dan menyapu seluruh ruangan. Ia tahu, bahwa semua sudah mempertanyakan kredibilitasnya sebagai pengganti suaminya. Ada yang tersenyum sinis, kagum, iri, dan meremehkan. Emy tak menggubris semuanya dan mulai meraih modul yang Jung Hyuk berikan padanya.
" Kita mulai sekarang!" ucap Emy dengan tegas dan berwibawa. Emy mulai membuka modulnya.
" Sebentar! Tuan Asisten, maaf menyela. Tapi, saya tidak bisa menerima ini. Ini bukan rumah sakit, kenapa seorang dokter memimpin rapat?" ujar seorang direktur dengan nada mencela
" Apa ada yang salah? Saya memang seorang dokter. Tapi saat ini, saya bertindak sebagai ISTRI sah Chairman perusahaan ini." ucap Emy dan menatap lekat laki-laki yang sepertinya seumuran dengan Tae Yang, suaminya.
" Anda tidak ada basic dalam dunia bisnis. Anda ...."
" Yang keberatan silahkan tinggalkan ruangan. Dan silahkan pergi ke ruang HRD untuk mengambil gaji dan pesangon!" tegas Emy dengan mata yang tajam kembali menyapu seluruh ruangan.
Semua terkejut mendengar perkataan Emy.
Braakkk ....
" Apa hakmu memecat kami?!" Bentak seorang laki-laki paruh baya.
" Saya memiliki kewenangan yang sama seperti suami saya sesuai dengan regulasi perusahaan. Istri sah dari Chairman memiliki kewajiban dan kewenangan yang sama dalam tanggung jawab mengurus perusahaan, apabila yang bersangkutan tidak dapat melakukan kewajibannya. Klausul 6 perihal Tata Laksana Perusahaan." jawab Emy dengan tenang dan tanpa takut menatap laki-laki itu.
Semua orang kembali terdiam tak berkutik mendengar perkataan Emy.
Seorang laki-laki berdiri dengan langkah arogan dan menatap remeh Emy. Dengan wajah tanpa ekspresi Emy terus memperhatikan lelaki itu memberi penjelasan menggunakan istilah-istilah asing. Emy mengkode Jung Hyuk untuk mendekat.
" Ambilkan aku laptop,"
Jung Hyuk mengangguk dan memberikan laptopnya pada Emy. Jemari Emy terus mengetik dan mata terus terfokus pada monitor di depannya. Beberapa yang hadir menatap tak suka pada Emy. Laki-laki yang masih setia memberi penjelasan tersenyum sinis dan mengeraskan rahangnya merasa diabaikan.
Laki-laki itu menghentikan presentasinya dan menatap sinis ke arah Emy. Wajah cantik Emy mendongak dan melihat laki-laki itu.
" Apa sudah selesai?" tanya Emy datar
" Hahaha ... Nona Acting CEO ... apa Anda mengerti penjelasan saya dan apa yang saya katakan?" tanya lelaki itu dengan seringainya.
" Baiklah. Saya rasa Anda sudah selesai. Sekarang saya yang akan bertanya pada Anda,"
__ADS_1
Lelaki itu mengangguk-angguk dan menjulurkan tangannya mempersilahkan Emy.
" Benarkan Anda jurusan Akuntansi Unversitas Seoul?" tanya Emy.
Dengan bangga lelaki itu mengatur jasnya dan mengangguk," Ya, benar." jawabnya
Emy mencebikkan bibirnya dan mengangguk-angguk.
" Kembali ke Slide 5!" titah Emy. Lelaki itu dengan senang hati menurutinya.
" Bisa jelaskan pada saya, perhitungan ini Anda sendiri yang mengerjakan atau orang lain?" tanya Emy tanpa mengalihkan tatapannya pada lelaki itu.
" Hahaha ... saya bisa mengerjakan sendiri kenapa saya harus minta orang lain?"
" Hmm ... kalau begitu bisa jelaskan pada saya, berapa lama proyek ini berjalan?"
" Baru 2 tahun,"
" Lalu kenapa pembaginya Anda pakai 12 bulan dan bukan 24 bulan? Lalu kenapa jumlah pembebasan tanah tidak sesuai dengan jumlah yang tertera pada surat jual beli tanah? Kenapa jumlah kepala keluarga yang Anda tulis sangat berbeda dengan laporan data penduduk di kantor sipil Yeosu?"
Lelaki itu mengeryitkan dahinya dan menatap presentasinya.
" Itu sudah hitungan yang sesuai, Nona Acting CEO," bantah lelaki itu tanpa mengurangi arogansinya.
Emy tersenyum sinis lalu berdiri dan berjalan menuju lelaki itu.
" Benarkah? Coba Anda hitung dengan Kalkulator," kata Emy seraya mengulurkan ponselnya dengan aplikasi kalkulator yang terbuka.
"Jika Anda benar membaginya maka hasilnya harusnya 14.583.333 won. Bukan 29.166.667 won. Dalam surat jual beli tanah tertulis kesepakatan harga di 23.5 juta Won/m². Lalu kenapa Anda menulis 33,5 juta won/m²? Jumlah kepala keluarga di sekitar rencana bangun adalah 123 kepala keluarga. Lalu kenapa dalam laporan tertulis 157 KK?" tanya Emy tanpa jeda, membuat semua orang menatap heran pada Emy.
" Katakan pada saya, ini bisa dikatakan human Error atau .... FRAUD (kecurangan)?" tanya Emy dan menekankan kata Fraud.
Lelaki itu mengeraskan rahangnya dan menatap Emy dengan tajam.
" Lanjut! Divisi Perencanaan!" seru Emy lantang tak menggubris kegeraman lelaki yang masih berdiri di depan podium, lalu melangkah kembali ke kursinya. Jung Hyuk menatap kagum pada Emy. Sebagian yang hadir berkeringat dingin. Mereka tak menyangka seorang Emy yang notabene adalah seorang dokter, memiliki sisi yang tak pernah mereka tahu. Dan itu membuat mereka mulai merasa gelisah.
__ADS_1
Rapat yang berlangsung selama 6 jam itu berlangsung tanpa jeda.
" Fiuhh ... ternyata Nona Muda lebih garang dari Tuan Muda ..." gumam Jung Hyuk, ketika kembali ia melihat untuk kesekian kalinya, Emy membuka kesalahan-kesalahan para presentator dengan laporan mereka tanpa ekspresi. Semua pertanyaan Emy tak dapat dijawab dan perintahnya tak dapat dibantah.