Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
Minum Susu - Season 2


__ADS_3

Tae Yang terdiam mendengar kata-kata istrinya.


" Belum selesai?"


Tae Yang menghentikan aktifitasnya dan membanting tubuhnya di samping Emy.


" Kok lama sih, sayang?" keluh Tae Yang


" Masa nifasku sudah selesai. Tapi, tamu bulanan langsung datang menyambut. Ya, mau gimana lagi?" kata Emy enteng lalu berdiri dan menuju kamar mandi. Senyumnya menghias wajah cantiknya.


20 menit kemudian, Emy keluar hanya menggunakan handuk. Dengan santai ibu dari Mikha, Micko dan Miguel itu berjalan menuju kamar ganti.


Tae Yang menelan salivanya melihat tubuh istrinya yang begitu menggiurkan. Sejak melahirkan, tubuh Emy semakin seksi. Emy menahan senyumnya ketika melihat suaminya mengacak rambutnya kasar dan kembali berbaring memunggungi kamar ganti.


Emy tahu kalau sesekali suaminya itu mengintipnya. Dengan sengaja, Emy tak menutup pintu kamar gantinya dan perlahan melepas handuk yang menutupi tubuhnya.


Emy sengaja mencari kacamata kudanya alias bra dan pelan-pelan lalu memakainya. Sungguh pemandangan yang membuat Tae Yang panas dingin dan memutuskan menuntaskannya di kamar mandi.


Emy tergelak melihatnya. Selesai berpakaian, Emy naik ke atas ranjang dan berbaring. 20 menit berlalu tapi suaminya tak kunjung keluar. Karena sudah kelelahan seharian mengurus Anak-anaknya, Emy tertidur.


30 menit kemudian, Tae Yang keluar dengan rambut basah dan wajah kusut. Ia melihat istrinya sudah terlelap.


" Hmm ... kau mengerjaiku, sayang. Kalau sudah selesai, lihat pembalasanku, ya," kata Tae Yang dengan alis terangkat dan senyum seringai.


Tengah malam, Baby Miguel menangis. Tae Yang melihat jam menunjuk pukul 00.30, ia melihat ke samping. Istrinya terlelap. Gurat lelah di wajah Emy mengurungkan niatnya membangunkan istrinya.


Ya, Emy memutuskan menjaga dan merawat sendiri Anak-anaknya. Pengasuh hanya akan membantu menggendong atau sekedar menjaga mereka saat bermain. Tapi, yang lainnya, semua Emy sendiri yang mengurus.


Tae Yang berjalan menuju kamar baby Miguel melalui pintu di dalam kamarnya.


" Oh, shusshh ... shushhh ... sayang. Jangan nangis, ya. Daddy buatin susu, ya," kata Tae Yang seraya mengangkat baby Miguel dan menempatkannya di atas ayunan lalu memberinya empeng.



Tae Yang mengambil ASI Emy dari dalam Freezer khusus ASI yang memang di taruh di kamar baby Miguel.


Setelah selesai memanasinya dengan pemanas ASI, Tae Yang mengangkat baby Miguel dan menggendongnya. Melepas empeng dan menggantinya dengan ASI.



Merasa susunya sudah habis, baby Miguel melepas dotnya. Tae Yang begitu menyukai momen ini.


" Seneng ya, sudah kenyang perutnya, hmm? ah ... Anak Daddy ini pintar sekali ..."



Seperti biasa, pekerjaan bayi adalah menangis, minum susu dan tidur. Demikian juga baby Miguel. Bayi imut itu sudah kembali menguap.



" Ngantuk, ya? sekarang tidur, ya. Daddy puk-puk, ya,"


Tae Yang perlahan menempatkan kepala bayinya di bahu dan menepuk-nepuk punggung baby Miguel pelan agar segera bersendawa dan bisa ia taruh ke dalam box bayi.

__ADS_1



20 menit Tae Yang dengan sabar menepuk-nepuk punggung bayinya, menunggu sendawa. Tak menghiraukan dirinya yang juga mengantuk dan merasa lelah.


Selama 1 minggu, Tae Yang harus pergi ke Washington DC, Amerika Serikat, untuk mengikuti rapat dan memberikan demo produk Kimtae. Selama 1 minggu itu, ia hanya bisa melakukan video call jam 10 pagi dan 6 sore waktu Korea, karena perbedaan waktu 13 jam antara Washington dan Korea Selatan.


Hari ini, selesai rapat, Tae Yang segera kembali ke Korea tanpa istirahat lebih dulu. Ia hanya beristirahat saat di pesawat. Dan, kini baru saja ia tertidur 2 jam, tangis Miguel membangunkannya.


Setelah baby Miguel tertidur, perlahan Tae Yang menaruhnya kembali ke dalam box bayi dan menyelimutinya



Emy terbangun saat Tae Yang kembali masuk ke kamar.


" Ah ... apa Miguel bangun?" tanya Emy dengan suara serak khas orang bangun tidur.


Tae Yang tersenyum dan mengangguk lalu naik ke atas ranjang.


" Iya, tapi dia sudah tidur lagi. Aku sudah kasi ASImu tadi," kata Tae Yang seraya menarik istrinya untuk tidur dalam pelukannnya


" Oh, maaf. Aku ketiduran tadi,"


" Ck ... sudahlah. Miguel juga Anakku, sayang. Kamu sudah lelah seharian jaga Anak-anak, kan."


" Tapi, kamu juga lelah baru ..."


" Shussshh ... sudahlah ayo tidur lagi. Aku ngantuk, sayang," potong Tae Yang dan mengecup kepala Emy serta memeluk istrinya itu.


" Sayang, aku mau," kata Tae Yang tak lama kemudian.


" Tidak apa, nikmatin aja, ya"


Tae Yang memulai aksinya. Emy terhanyut dalam cumbuan suaminya hingga mengeluarkan desahan-desahan.


Pagi kembali menyapa. Suara berisik membangunkan tidur nyenyak pasangan yang tengah berpelukan di atas ranjang.


" Ahh .... suara apa itu."


Si wanita menggeliat dengan mata menyipit dan mencari benda kotak penunjuk waktu.


" Jam berapa ini? Oh ... astagaa! kenapa aku bisa seperti kebo (kerbau)!" gerutunya.


Matanya membulat ketika dilihatnya angka yang tertera di jam digital di atas nakas. 10.00 AM


Di samping, sang lelaki masih terlelap tak menampakkan tanda-tanda terganggu dengan suara gaduh diluar.


Emy segera berlari masuk ke kamar mandi setelah melepas tangan suaminya dari atas perutnya. Selesai membersihkan diri, Emy segera keluar dan melihat suaminya masih lelap.


" Sayang, Honey ... ayo bangun, sudah siang. Anak-anak sudah ribut di sebelah," kata Emy seraya merapikan rambutnya dan mengikatnya asal.


" Hoaammm ... iyaa, baiklah," sahut Tae Yang malas. Tapi, lelaki itu tak kunjung beranjak dari ranjangnya.


" Ck ... Honey! ahh ... sudahlah," Emy segera keluar dari kamar dan mencari asal suara.

__ADS_1


" Selamat pagi, Anak-anak Mommy!" seru Emy dari ambang pintu


Mikha dan Micko menoleh dan melihat Mommynya.


" Mommy, ini sudah siang, bukan pagi ..." kata Mikha sambil menggelengkan kepala dan memegang robot-robotan.


Micko mengangguk," Hm ... betul Mommy, ini sudah siang," timpal Micko


Emy tersenyum mendengar ocehan Anak-anaknya lalu menghampiri keduanya dan memberi mereka pelukan dan ciuman.


" Mikha sama Micko sudah makan?" tanya Emy. Keduanya mengangguk.


" Ji An, Yong Jin, kalian belum makan?" tanya Emy pada dua pengasuh Anak-anaknya.


" Belum Nyonya,"


" Baiklah, aku yang akan jaga Anak-anak. Kalian makan dulu, sudah siang," kata Emy.


" Baik, Nyonya. Kami permisi,"


Emy mengangguk dan mempersilahkan mereka pergi. Emy menghampiri box anaknya, di sana baby Miguel sudah bangun dan mengoceh sendiri.


Emy tersenyum melihatnya. Tangannya terulur dan mengambil baby Miguel.


" Mommy, kenapa baby Miguel selalu tidur?" tanya Mikha


" Iya, Mom,"


" Karena baby Miguel masih bayi, sayang. Jadi, belum bisa berdiri atau duduk," jawab Emy


" Ehm, tapi kalau tidur terus kan namanya malas, Mom," kata Micko


" Hahaha ... tidak, Nak. Adik bayi akan selalu tidur supaya bisa cepat besar,"


" Apa Mikha sama Micko kalau tidur bisa cepat besar?" tanya Mikha


Emy mengangguk," Iya, kalau anak kecil banyak tidur, trus banyak minum susu dia bisa tumbuh dengan baik," kata Emy.


Si kembar mengangguk dan kembali bermain.


" Mom, kalau sudah besar trus minum susu apa bisa tambah besar lagi ?" tanya Micko.


" Hahaha, kalau sudah besar seperti Mommy dan Daddy, minum susu supaya sehat, bukan cepat besar, sayang," jawab Emy


" Oo gitu, makanya Daddy sehat terus. Soalnya minum susu Mommy, ya?" tanya Micko


Glek


Emy terhenyak mendengarnya.


" Tapi Mom, kenapa kalau Daddy yang minum susu Mommy, Mommy gak seperti waktu kasih susu adik?" tanya Mikha lagi


" Ma-maksudnya?"

__ADS_1


" Mommy gini ... Uh ah ehm oh yes ... gitu."


__ADS_2