Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
Emy in Action (3) - Season 2


__ADS_3

" Hmm ... mereka mengambil Anak-anakku yang tak berdosa. Tapi, aku pastikan mereka akan mendapat balasan setimpal!" ucapan Tae Yang penuh kegeraman dan ancaman.


Cha Hyun Sik mengangguk-angguk dan tak meneruskan obrolan mereka. Sampai di Bar Whale yang terletak di sisi Sungai Han, Tae Yang memesan sebotol Wine Inglenook Cabernet Sauvignon 1941.


Inglenook Wine adalah wine termahal yang pernah diproduksi di Amerika Serikat pada masa Perang Dunia II. Saat ini, Inglenook Cabernet Sauvignon 1941 dimiliki oleh Francis Ford Coppola. Coppola membeli wine ini pada tahun 2004 dengan harga sekitar Rp 343 juta rupiah.


" Wow ... mereka punya ini?" seru Cha Hyun Sik


Tae Yang hanya berdehem dan mengangguk.


" Aku khusus memesannya pada mereka. Dan, hari ini aku mendapat kabar kalau mereka berhasil mendapatkannya," jelas Tae Yang


" Daebakkk!! Memang beda kalau untuk seorang Tae Yang,"


Tae Yang tersenyum menyeringai,


" Ya, begitulah. Apapun yang kuinginkan, akan kudapatkan. Dan siapapun yang berusaha untuk mengambil atau mengusik apa yang menjadi milikku, akan ...."


Tae Yang mengambil sebuah gelas wine yang disediakan di atas meja,


Krak .... pyarr ...


Dan meremasnya hingga pecah. Tak ada keluhan rasa sakit saat ia melakukannya. Dengan perlahan dan pasti ia mengelap bersih darah di tangannya dan mengucurkan wine mahal yang ia beli ke tangannya.


" Aku akan terluka, tapi ... cinta istriku yang membuatku mabuk, akan menyembuhkanku. Seperti Wine ini" ucap Tae Yang dengan mata yang perlahan menatap tajam Hyun Sik. Membuat lelaki berambut panjang dikuncir itu tersenyum paksa.


" Kau tahu, Hyun Sik ... saat seseorang berani mengusikku dan orang-orang yang kusayangi, berarti dia ... sudah bosan untuk hidup dan tak menyayangi keluarganya." ucap Tae Yang dengan memainkan gelas wine di tangannya lalu menyesapnya.


' Apa dia sudah tahu semuanya?' batin Hyun Sik dengan mata memicing ke arah Tae Yang.


" Sekarang, apakah kau ... mau berbicara sesuatu ... Henry?" ucap Tae Yang dengan mata yang kembali tajam menusuk menatap Hyun Sik


Cha Hyun Sik terhenyak mendengarnya. Namun dengan cepat ia kembali pada ekspresinya sempurna.


" Well ... hahaha ...." Tawa laki-laki penerus sah Chasung Industries itu menggema di seluruh bar yang kosong tanpa pengunjung


" Sepertinya kau sudah tahu semuanya ... tapi sayang ... saat ini ... nasib Anak-anakmu berada di tanganku, hahahaha ...."


Klik


Tae Yang menodongkan pistolnya ke arah Hyun Sik. Tapi, lelaki kurus itu seperti tak mengenal takut dan terus memainkan wine didalam gelasnya.


" Kenapa kau lakukan ini?"


" Kenapa? Hahahaha ... APA KAU LUPA SEMUA PERBUATANMU, KIM TAE YANG!!" teriak Cha Hyun Sik geram


" Kau membuat pamanku masuk ke dalam penjara dan membuat bibiku meninggal. Bibi yang selalu kuanggap sebagai ibuku. Kau tahu sejak kecil aku tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, dan KAU MEMBUATNYA PERGI DARIKUUU!!" lanjut Hyun Sik dengan matanya yang sudah memerah karena marah.


" YANG MEMBUATNYA PERGI BUKAN AKU, TAPI PAMANMU SENDIRI YANG MENGHIANATINYA!! PAMANMU YANG SUDAH SELINGKUH DAN MEMBUAT SEPUPUKU MENINGGAL!! BAHKAN BAYINYA TIDAK TAHU SEPERTI APA IBUNYA!!" balas Tae Yang berteriak


Tawa Cha Hyun Sik kembali menggema.

__ADS_1


" ITU ADALAH SALAH SEPUPUMU SENDIRI! KENAPA HAMIL BESAR MASIH MENYETIR, HAH?!"


Tae Yang yang geram menarik kerah sahabatnya itu dan ...


Bug ... Bug ...


" Kau bisa melihat kesalahan orang lain, tapi kau tidak bisa melihat kesalahanmu sendiri? Kau sungguh menyedihkan!!" sergah Tae Yang. Matanya sudah memerah menahan amarah. Hyun Sik pun menatap sahabatnya dengan geram


Emy sudah sampai di sebuah pemukiman sepi. Dimana banyak sekali gudang tak terawat. Perlahan ia berjalan dan mendekati gudang dimana kedua anaknya di sekap dengan tuntunan koordinat satelit di hpnya.


Hatinya bergemuruh. Ada rasa takut di dalam hatinya jika terjadi sesuatu pada kedua Anaknya. Perlahan ia masuk ke dalam gudang. Matanya tajam menjelajah seisi gudang yang remang-remang.


Emy menunduk dan berjongkok di balik tumpukan kardus bekas yang tertutup terpal plastik putih.


" Mikha dan Micko pasti di sana," gumam Emy, ketika ia melihat 6 orang penjaga di depan sebuah pintu.


Emy mengambil handphonenya dan mulai mengetik sesuatu di sana.


Di ruang kontrol di Kimtae Tech, Hawk yang masih menatap monitor didepannya, tersedak salivanya sendiri ketika sebuah pesan muncul di sana.


" GUNAKAN SATELIT UNTUK MENDETEKSI PANAS TUBUH DI DALAM KOORDINAT YANG ADA DISITU,SEKARANG! DAN KIRIM KE IP. INI!"


Hawk mengerjapkan matanya. Ia yakin itu pesan dari istri bosnya. Segera ia mengetikkan sesuatu kedalam komputer. 5 menit kemudian, ia mengirimkannya pada Emy melalui IP yang tertera.


Emy merasakan getaran di ponselnya. Ia mengangguk lalu kembali menulis,


" KAU LAMBAN SEKALI! TAPI TERIMA KASIH!"


Hawk lagi-lagi tersedak salivanya lalu menggeram kesal


" Anak-anakku ... aku hanya punya waktu sedikit."


Emy mengecek pelurunya lalu keluar dari persembunyiannya, dan



Dorrr .... Dorrr ... Dorrr ...


2 orang tertembak walau hanya mengenai bahu dan perut. Emy bukanlah penembak jitu, tapi demi kedua buah hatinya, ia rela bertaruh nyawa dan melakukannya.


Dorr ... Dorrr ...


2 penjaga menembak Emy, tapi Emy sudah lebih dulu bersembunyi dan beralih tempat dengan cepat


Dorr ...dorr ...


Seorang penjaga terkapar bersimbah darah, Emy melanjutkan aksinya


Dorr ... Dorr ...


Kali ini tembakan Emy meleset. Emy mengganti megasine (peluru)nya dengan yang baru.

__ADS_1


Klik


Dorr ...


Penjaga yang juga bersembunyi, dengan sigap menembak kearah Emy.


" Aaahh ..." bahu Emy terkena peluru. Ia kembali menunduk dan bersandar di balik tumpukan kardus.


Dorr ... Dorr ...


Emy menoleh ke belakang, ia melihat Evan dan beberapa orang berpakaian serba hitam serta beberapa polisi berseragam lengkap dan juga tentara masuk lalu menembaki para penjaga.


Emy lega melihatnya. Ia terus menekan luka di bahunya dan mengatur nafas.


Sreekkk ...


Emy merobek kaos yang ia pakai dan membalutkan di lukanya.


" Emyyy, Oh my God!!" seru Evan, sesaat setelah para penjaga dilumpuhkan, Evan melihat anak baptisnya itu.


" Anak-anakku ... bawa aku ke sana!" titah Emy sambil berusaha berdiri. Evan segera memapah ibu Mikha dan Micko, menuju ruang sekap si kembar yang sudah berhasil di amankan.


2 orang tentara menggendong tubuh kedua bocah itu.


" Berhenti!" teriak Emy.


Kedua tentara itu mengeryit.


" Dia ibu mereka, Pak. Dia juga dokter." jelas Evan


Emy segera menghampiri kedua putranya dan memeriksa nadi mereka.


" Oh Tidak ... tidak ... cepat panggil Ambulan!!" pekik Emy


" PARA MEDIK!!" teriak Evan. 4 orang berlarian mendekat.


" Berikan mereka Digoxin 25 mcg, SEKARANG!!!" pekik Emy. Para Medik mengangguk dan melakukan perintah Emy.


" Bawa mereka ke ambulan sekarang!" titah Emy lagi. Para Medik segera berlari dan membawa si kembar. Emy melepas tangan Jung Hyuk dan ikut berlari menyusul kedua Putramya


Keadaan Tae Yang tak jauh berbeda. Setelah perdebatan sengit mereka, Cha Hyun Sik berhasil melarikan diri dari cengkeraman Tae Yang dengan bantuam sekretarisnya yang menembakkan timah panas ke arah bos Kimtae itu, namun berhasil dihindari oleh lelaki itu


Dengan cepat Hyun Sik dan sekretarisnya berlari keluar dan menyusuri Sungai Han.


Dorr ... Dorr ...


Tae Yang yang berhasil menyusul mereka keluar menembaki keduanya.



Dorr ... Dorr

__ADS_1


" Aaahhh ..."


Brukk...


__ADS_2