
Selesai dengan segala pekerjaan yang begitu menumpuk, Tae Sang masuk ke kamar pribadinya yang ada didalam kantor. Dengan cepat ia membasuh tubuhnya yang terasa lengket lalu memakai piyama dan tidur.
Tae Sang tertidur pulas seperti tanpa beban. Ia tak menyadari bahwa suatu saat nanti, ia akan menyesal dan tak ada jalan kembali.
RS Emerald
Emy sudah mulai sadar, mata indahnya sudah terbuka namun sesekali mengerjap, karena silau cahaya yang menyentuh lembut wajahnya.
" Emy... kau sudah sadar? syukurlah..." Hannah yang semalaman menunggu Emy, begitu bahagia melihat Emy sudah membuka matanya. Sementara dr.Lee ia hanya tersenyum, tapi hatinya terasa sakit mengingat laporan yang ia baca semalam.
" mm... Hannah... aku... kenapa aku disini?" tanya Emy lirih. Ia ingat terakhir kali ia ada di kamar tamu, tempat wanita yang mengaku sebagai adik Tae Sang, terbaring.
" kau pingsan dan kehilangan banyak darah, Emy. Asisten Byun Hyuk yang membawamu kemari." sahut dr.Lee sembari menempatkan bokongnya diatas kursi penjaga, disamping tempat tidur Emy.
" oh... baiklah." Emy tersenyum kecut mengingat apa yang menimpanya. Hannah mengambil gelas yang sudah ia isi dengan air hangat lalu meminumkannya pada Emy dengan sedotan. Emy menerima minuman dari Hannah dengan senyum.
" Emy, aku bentar pulang dulu ambil baju, trus balik sini jaga kamu lagi. ya... gapapa kan sendiri dulu?" tanya Hannah lembut.
" iya Han...aku gapapa kok. maaf ya aku ngrepotin kamu."
" hei! jangan gitu, kamu itu keluargaku, gak ada yang namanya repot kalo keluarga, ingat itu!" seru Hannah ketus. Ia benar benar kesal jika Emy selalu menarik diri dengannya.
" aku ada disini nona Kang, jadi jangan khawatir. Aku akan selalu menjaga Emy. Dia adalah adik dan sahabatku juga." ucap dr.Lee dengan senyum manisnya. Jika tersenyum, wajah kaku dan tak bersahabat dr.Lee memudar. Mata Hannah yang bulat semakin bulat mendengar ucapan dr.Lee
" an... anda... mm..baiklah, terima kasih." Emy tersenyum melihat tingkah Hannah yang kaget karena dr.Lee.
" Han, dia ini dr.Lee Yeol, teman dan sahabatku juga." jelas Emy lirih.
__ADS_1
" oh...hai... mm.. aku..aku Hannah...hee.."
" iya, aku sudah tahu. bicaralah dengan banmal( bahasa informal korea selatan) kalo denganku, seperti Emy."
Hannah tersenyum malu. Sedang Emy saat ini diperiksa dr.Lee dengan seksama.
" apa kau masih pusing?" tanya dr.Lee lembut
" hem...tapi tak apa kok...heheh.."
" heh...Emy, kau ini! aku sudah kasi resep ke Perawat Na tadi. kau minum teratur, ok? aku mengawasimu Nona!" Emy terkekeh mendengar perintah serius dr.Lee.
" Lho, Han...kok belum balik?" Tanya Emy heran, karena tadi Hannah sudah pamit pulang, tapi hingga ia selesai diperiksa, gadis chubby itu masih di ruangan Emy.
" aku ingin tahu dulu keadaanmu, baru pulang." kata Hannah, lalu mengalihkan matanya pada dr.Lee
" apa dia baik baik saja?"
Hannah akhirnya benar benar pulang. Ia lega karena ada yang menjaga Emy. Ia harus pulang, karena ibunya hari ini tidak bisa ke kantor dan dia harus menggantikan posisi ibunya untuk sementara.
Berita tentang Emy yang sudah sadar berhembus cepat. Tae Sang dan Kakek Kim bahkan sudah mendengarnya. Kakek Kim lega dan senang, Tae Sang juga merasa lega tapi tak ada keinginan untuk menjenguk Emy. Sikap dingin dan rasa bencinya pada Emy kembali, bahkan lebih parah dari sebelumnya.
Flashback on
Hari itu, Tae Sang telah menyiapkan segalanya untuk mengajak Emy berlibur
Ia sudah bertekad memperbaiki hubungannya dengan Emy. Wanita bertubuh langsing dan berwajah imut, yang dulu sempat menggelitik hatinya.Ia juga sudah menelepon Emy, dan mengajaknya.
__ADS_1
Helena telah meninggalkannya lagi, ia merasa disepelekan. Karena itu ia berusaha melupakan Helena dan memperbaiki hubungannya dengan Emy.
Tapi Asisten yang selalu mengikutinya sejak ia masih sebagai direktur, masuk keruangannya dan membawakannya sebuah amplop yang merubah semua pandangannya tentang Emy. Ia begitu merasa tertipu. Dengan geram ia kembali ke Villa, karena ia tahu, shift Emy telah selesai.
Sesampainya dirumah, ia dikejutkan dengan adik sepupunya yang terbaring lemah dan pucat, diatas sofa ruang TV.
" So Nam, kau kenapa? apa penyakitmu kambuh lagi?" tanya Tae Sang panik. So Nam dalam kelemahannya meraih tangan Tae Sang dan meminta tolong.
” oppa, aku...tolong... aku... sakit sekali oppa. Emy... dia... meninggal...kanku... ia... tak... memberi..ku...ma..kan..." kata So Nam lirih namun tetap terdengar Tae Sang.
Mendengar itu, kemarahan Tae Sang memuncak hingga ke ubun ubun. Setelah menelepon dokter keluarga, Tae Sang mengangkat tubuh So Nam ke kamar tamu, di lantai 2. Dengan perlahan ia membaringkan tubuh So Nam. Ia berlari ke dapur membuatkan air gula lalu kembali berlari ke kamar tamu. Dengan hati hati, ia meminumkan air gula ke mulut So Nam.
Dokter keluarga Kim yang datang, mengatakan bahwa So Nam tak apa apa. Ia sudah memberi obat dan memasangkan infus.
Setelah mengantar dokter keluarganya itu pergi, ia mendatangi kamar Emy dengan geram. menggedor pintu Emy seakan dunia mau kiamat. Ia bertambah geram karena melihat Emy yang baru bangun tidur, sedang adik sepupu kesayangannya harus terbaring lemah tak berdaya karena Emy.
Tae Sang menyeret Emy dengan kasar, tak memperdulikan rintihan Emy, karena eratnya ia menggenggam pergelangan tangan Emy. Ia sengaja mengeratkan pegangannya dan menghempaskan dengan kasar tubuh Emy kedepan ranjang So Nam yang terbuat dari kayu.
Ia melihat ketika dahi Emy berdarah, tapi rasa iba sudah tertutup dengan rasa benci dan kesal yang bertumpuk. Ia membiarkan Emy merintih kesakitan di lantai, dan sengaja membaringkan dirinya di ranjang So Nam hingga tertidur.
Ia terbangun, ketika Byun Hyuk sudah masuk dalam kamar tamu dan berusaha mengangkat tubuh Emy. Tae Sang begitu terkejut dengan genangan darah yang begitu banyak disekitar kepala Emy. Ia hanya terduduk membeku dan melihat Byun Hyuk keluar, dengan membawa tubuh tak berdaya Emy.
Ada rasa bersalah didalam hatinya. Tapi bila ia mengingat kembali dengan laporan yang ia terima pagi ini, rasa bersalah itu kembali memudar.
flashback off
Tae Sang tak ada sedikitpun keinginan untuk menjenguk Emy. Emy menyadari hal itu. Rasa kecewa yang mendalam, dipendam Emy dalam dalam.
__ADS_1
5 hari di rumah sakit, membuat Emy merasa bosan. Akhirnya setelah perdebatan panjang dengan dr.Lee, Emy diijinkan pulang. Dengan senangnya, Emy mengganti baju pasiennya dibantu Hannah.
Emy sudah tahu dengan kondisinya, setelah meminta paksa pada dr.Lee. Ia hanya tersenyum miris. Dengan menatap dr.Lee yang memandangnya sendu, Emy hanya berkata ; " aku baik baik saja! tersenyumlah!"