Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
My Little Wife


__ADS_3

“Janganlah pernah menyerah ketika Anda masih mampu berusaha lagi. Tidak ada kata berakhir sampai Anda berhenti mencoba” - Brian Dyson


-


-


" Tuan Kim Tae Sang, apa kabar?" Sapa laki-laki berkumis tipis itu.


" Baik, Anda?"


" Sangat baik. Mana barangnya?" Tanya laki-laki yang memiliki bekas luka di bawah matanya dan beraroma alkohol yang menyengat.


Tae Sang menjentikkan jarinya. Kedua bawahan itu segera kembali ke mini van dan menggendong paksa Kim So Nam dan Xiao Lan.


" Bagaimana? Apa kau suka, Tuan Romanov?" Tanya Tae Sang.


Mata mesum Sergei mulai menjelajah setiap inci tubuh kedua wanita asia itu.


" Tu-tuan Taylor... ke-kenapa Anda lakukan ini padaku?" Tanya Xiao Lan gugup gemetar ketakutan.


" Tae Sang! Apa yang kau lakukan? Aku sepupumu!" Teriak So Nam.


" Kalau kau sepupuku, kau pasti mengerti aku. Kau menyakiti wanitaku dan ini adalah balasanku untukmu." Jawab bos Kimtae itu datar.


" Dia hanya ****** murahan! Kenapa kau membelanya?! Aku saudaramu! "


Plakk..plakk..


Mata So Nam membelalak. Selama ia mengenal Tae Sang, tak sekalipun sepupunya itu main tangan dengannya, betapapun nakalnya ia menjahili sepupunya itu. Xiao Lan menatap horor pada teman majikannya itu.


" Ka-kau menamparku?" Tanya So Nam mendelik tak percaya dan memegangi pipinya.


Tae Yang mengangguk tanpa ekspresi. Air mata menetes di pipi So Nam. Ia merasakan perih di pipi kirinya.


" Tuan Sergei, mereka milikmu. Bersenang-senanglah." Kata Tae Sang.


" Tu-Tuan!" Teriak Xiao Lan.


" Kau berusaha menyingkirkan Emy, putriku. Kau juga berusaha membuat putriku sebagai pemuas nafsu pria dan kini kau masih punya nyali bertanya padaku, kenapa?!" Tukas Evan dengan nada meninggi.


So Nam menatap benci pada sepupunya itu. Xiao Lan menggeleng tak percaya.


" Tuan semua bohong. Tuan, percayalah! Semua ulah Han Rae Won, tuan. Tuan, tolong lepaskan saya!"

__ADS_1


" Aku tidak pernah bilang soal Han Rae Won, dari mana kau tahu nama itu?" Ucap Evan tenang. Xiao Lan tak dapat berkata-kata lagi. Ia hanya bisa menggeleng dan menangis.


" Baiklah, drama sudah selesai, Tuan Romanov. Kalian boleh bawa mereka." Ujar Tae Sang.


" Oh, sebagai informasi, wanita yang ini masih perawan dan belum pengalaman, jadi tolong pelan-pelan, ya. " Timpal Evan sambil mengedipkan satu matanya. Tae Yang dan Luther menggelengkan kepalanya melihat Evan.


" Benarkah? Jackpot! Dia akan melayaniku malam ini. Nadia! Bawa dia ke kamarku! Hahaha... Terima kasih Tuan Kim dan Tuan..."


" Taylor, Evan Taylor." Sahut Evan.


" Tuan Taylor. Tidak sia-sia aku datang kesini. Barang kalian sangat bagus...hehehe... aku akan menikmatinya." Ucap Sergei senang.


Xiao Lan diangkat paksa oleh seorang pengawal Sergei. Sedang Kim So Nam terpaksa dibuat pingsan dengan memukul tengkuknya karena melawan.


" Akhirnya selesai sudah.." Ucap Luther.


" Belum! Tinggal satu," kata Tae Sang lalu menoleh ke arah Luther dan Evan.


" Baek Dong Min! Anak buahku kehilangan jejaknya." Terang Tae Sang. Evan menipiskan bibirnya.


" Shin Dae Jung?" Tanya Luther.


" Aku minta tolong kau mendakwanya agar dia bisa dipenjara. Aku mau keluarganya mendapat peringatan melalui dia."


" Kenapa gak langsung kamu aja?" Tanya Evan dengan seringai di bibirnya.


" Bukannya mereka sudah bangkrut?" Tanya Luther


" Iya, tapi mereka bisa kembali lagi setelah masa 5 tahun. Karena setelah 5 tahun mereka dapat mengajukan suntikan dana dari pemerintah, " lanjut Tae Sang lagi.


" Baiklah. Aku usahakan. Percaya padaku!" Luthet menepuk bahu Tae Sang dan tersenyum.


Hari itupun berakhirlah. Dalam perjalanan, Evan tertidur. Semalam ia harus bergadang membantu Hannah menjaga baby Sean. Paginya setelah memasak sarapan, ia harus mengantar Emilia dan membereskan rumah, karena Hannah masih belum pulih.


" Ayah tua, kelelahan...hihihi.." Kikik Luther. Tae Sang menoleh dan tersenyum mendengar ucapan Luther.


" Aku mendengarmu, jomblo akut!" Balas Evan.


" Paman, aku bukan jomblo. Banyak sekali wanita di sekitarku. Hanya saja belum ada yang pas untuk pacar atau istri." Kata Luther membela diri.


" Sudahlah, kalo jomblo, ya jomblo. Mending aku. Biar tua masih laku! Daun muda lagi. Niiikkmatnya hiduuppp. "


Luther mendengus kesal. Tae Sang tertawa mendengar obrolan tak berarti diantara dua orang beda usia itu.

__ADS_1


Sampai di hotel di kamar suitenya, waktu sudah menunjuk pukul 1 dini hari. Tae Sang segera membersihkan diri lalu perlahan ia mengangkat tubuh Emy yang tidur diantara kedua putranya di kamar si kembar. Ia meletakkannya di atas ranjang kingsize di kamarnya dan ikut membaringkan diri di sebelah Emy menarik tubuh mungil itu menarik selimut dan memeluknya erat. Berulang kali ia mengecup wajah cantik Emy dan membuat calon istri sahnya itu menggeliat. Tae Sang terkikik melihatnya.


" I love you so much, honey. Aku akan menebus semua kesalahanku dulu padamu. Aku tak kan menyerah untuk membuatmu jatuh cinta padaku. Seperti kau tak menyerah melakukan kebaikan untuk orang lain dan berkorban demi mereka, seperti kau rela menukar nyawamu untuk buah hati kita, akupun rela menukar yang kupunya untuk kebahagianmu dan anak-anak kita. Kau segalanya buatku, sayangku. Emy." Gumam Tae Sang.


cup


" Good Night, my little wife. My life. My everything." Ucap Tae Sang dan ikut terlelap.


Keesokan paginya, Emy terbangun ketika sinar matahari masuk di sela-sela korden. Matanya mengerjap. Ia merasakan berat di bagian perut dan dadanya. Perlahan dilihatnya kebawah. Sebuah tangan berotot dengan bulu-bulu halus, bertumpu pada perutnya dengan telapak tangan yang berada tepat diatas gundukan sintal miliknya.


Matanya membulat. Ia menoleh cepat ke sampingnya. Wajah tampan Tae Sang menyapanya. Hidung mancung laki-laki itu menempel pada pipinya saat ia menoleh.


Kedip-kedip, dan..." Aaaaaaaa.."


Tae Sang terduduk kaget. " Ada apa, sayang? Kenapa?" Tanya Tae Sang. Tanpa sadar ia memegang-megang tubuh Emy. Tubuh kecil itu membeku. Matanya berkedip kedip saat dilihatnya tangan besar Tae Sang berhenti di paha dan sisi payudaranya. Tae Sang menatap Emy tak mengerti.


" Aaaaaa...lepaskan tanganmu!!!" Teriak Emy lagi seraya menunjuk tangan laki-laki itu.


" Oh, hehehe... maaf, sayang. Sepertinya tanganku juga merindukanmu...heee.." Ucap Tae Sang nyengir.


Emy melipat bibirmu dan menghela nafas. ' Oh, Tuhan. Bisakah aku menukar suamiku?' batin Emy.


" Tae Sang-ssi... bisa gak sih, sehariii aja gak mesum?"


" Ya, jangan gitu, sayang. Aku bisanya mesum kan cuma sama kamu. Kita juga lama gak ketemu, aku kangen, sayang. " Rajuk Tae Sang. Bibir seksi itu mencebik. Emy panas dingin melihat wajah ganteng suaminya yang merajuk. Lucu dan menggemaskan.


Cup


Mata Emy membulat. Lagi, laki-laki itu mengecupnya tanpa ijin.


" Manis, sayang."


Emy menahan emosinya dengan menutup mata, dan.


Cup..


Tae Sang lagi-lagi menciumnya. Tapi kali ini ia bukan hanya kecupan. Tae Sang mulai memperdalam ciumannya. Mengigit bibir bawah Emy dan menjelajah rongga mulut istri eh mantan istri eh calon istrinya. Lama kelamaan, Emy mulai menikmati ciuman mantan suami kontraknya itu.


Tae Sang melepas pagutannya setelah ia merasa wanitanya kehabisan nafas. Namun beberapa detik kemudian, ia melanjutkannya lagi.


_


_

__ADS_1


_


Crazy up (2)


__ADS_2