Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
Kapan kau akan menikahiku?


__ADS_3

" Apa kau akan terus disini menonton kami berdua?" kata Tae Sang ketus.


' Siapa juga yang mau lihat kamu bermesraan, kamu dan pacarmu yang tak tahu tempat!' gerutu Emy dalam hati.


" EMY SIE!!!" bentak Tae Sang, membuat Emy terkaget dan menepuk dadanya pelan


" Ah..ah.. iya, Tuan Muda. Maaf, saya...saya pergi...saya pergi...maaf.." sahut Emy


" Dasar monster, tidak bisa apa bicara baik baik...oh, Tuhan. Beri aku kekuatan dan kesabaran, " gumamnya sembari berlari ke kamarnya.


" Chagiya ... dia itu siapa?"


" Bukan siapa-siapa!... Helena, ayo!"


Tae Sang menarik lengan Helena dan membawanya naik ke lantai 2. Ia begitu bahagia karena wanita yang ia rindukan sudah kembali padanya setelah 1 tahun lamanya mereka harus berpisah ketika pujaannya itu harus pergi karena tuntutan pekerjaannya sebagai seorang supermodel di Amerika.


Tae Sang langsung menarik Helena kedalam pelukannya begitu pintu kamarnya tertutup. Ia mencium bibir seksi kekasihnya dengan buas, ia mencurahkan rasa rindunya lewat ciumannya.


Mereka berhenti ketika mulai kekurangan oksigen. Nafas keduanya tersengal karena ciuman ganas yang mereka lakukan.


" Chagiya ... kalau kau rindu padaku, kenapa kau tak menelepon atau mengunjungiku?" tanya Helena manja, ia melihat mata Tae Yang dengan tatapan menggoda.


" Aku selalu meneleponmu, tapi selalu managermu yang angkat, dia bilang kau sedang syuting atau lagi pemotretan bahkan ia bilang kau sedang ada jamuan makan," jawab Tae Sang lembut.


" Emm.. Baiklah, maafkan aku. Jadwalku memang padat sekali disana. Aku hanya sempat istirahat 2 sampai 3 jam per hari dan bisa istirahat sekitar 5 jam kalau lagi week-end, tapi itupun aku harus gunakan untuk rehearsal. Maafkan aku, ya..." ujar Helena lirih.


" Aku sudah bilang, kau tak usah bekerja. Aku sanggup menghidupimu, sayang..." ucap Tae Sang dengan mata sendu katika mendengar betapa keras pujaannya itu bekerja.

__ADS_1


" Honey, kau tahu kan aku paling tidak suka kalau hanya duduk manis dan menerima uang. Aku suka bekerja, dan menjadi model juga impianku dari kecil."


" Baiklah, sayang. Kau memang wanita luar biasa."


Direngkuhnya tubuh ramping kekasihnya itu dan kembali menghujaninya dengan ciuman bertubi-tubi sebelum Tae Sang kembali memagut bibir merah Helena dengan penuh nafsu.


Ciuman itupun berlanjut ke leher jenjang pujaannya itu dan membuat tanda kepemilikan disana.


Dengan sekali angkat, Tae Sang langsung mengangkat tubuh langsing Helena dan merebahkannya dengan lembut ke ranjang.


Tae Sang ikut merebahkan dirinya ke atas tubuh kekasih hatinya itu. Ia mengecup setiap bagian wajah dan juga leher Helena sedang tangan besar dan kasar itu mulai beraksi membuka retsleting yang ada di bagian punggung.


Helena sedikit mengangkat badan bagian atasnya untuk memudahkan lelaki yang ia rindukan itu membuka penghalang diantara mereka lalu menariknya keatas dan melepaskan serta membuang dress mahal itu ke sembarang arah hingga tersisa 2 penghalang yang menutup area sensitif Helena..Tae Sang menatap tubuh molek dihadapannya tanpa berkedip dan kembali mencium tiap inci kulit mulus wanitanya.


" Jangan!" ucap Tae Sang dengan suara parau karena menahan hasrat yang melanda, ketika ia melihat Helena mulai membuka penutup buah dadanya.


" Chagiya ... kenapa?" Tanya kekasihnya itu lirih


" Kau selalu seperti itu! Apa salahnya kalau kita melakukan sekarang? Bukankah kita berdua sudah saling mencintai, apa lagi yang kurang?" tukas Helena lalu mendorong tubuh Tae Sang yang berada diatasnya dan beranjak turun dari ranjang.


Ia begitu geram karena setiap kali mereka melakukan make out, dan Helena sudah mulai terangsang, Tae Sang akan berhenti ditengah tengah dan tidak menyelesaikannya.


" sayang, aku sangat mencintaimu, aku ingin saat pertama kita sangat berkesan dan tak terlupakan sayang." Terang lelaki yang biasanya begitu dingin itu, siapa saja pasti terheran jika mendengar nada suara bos besar Kimtae Building itu saat ini. Ia begitu sabar menjelaskan alasannya pada wanita pujaannya itu.


Tae Sang mendekati belahan jiwanya itu yang dengan marah memakai kembali pakaiannya.


" Lalu kapan kau akan menikahiku? Kau sudah melamarku, bukan? Dan aku sudah menerimamu, lalu kapan kau akan menikahiku? Aku bosan jika harus seperti ini terus!" rengek Helena.

__ADS_1


" Secepatnya sayang, setelah aku meyakinkan kakek, ya?!" jawab Tae Sang seraya memeluk tubuh kekasihnya dari belakang dan mencium lembut puncak kepala dan leher Helena.


Helena berbalik dan sedikit mendorong Tae Sang hingga keduanya terduduk di ranjang lalu duduk di pangkuan Tae Yang.



Tae Sang mencium lembut pipi mulus supermodel dengan nama panggung Helena itu.


" Aku janji sayang, kita akan segera menikah. Aku juga sudah tak sabar ingin memilikimu sepenuhnya," ucap Tae Sang yang disambut ciuman dari Helena.


Kakek Kim sudah hampir 4 bulan ini terbaring lemah di dalam kamar di kediamannya yang disulap menjadi klinik pribadinya. Berbagai peralatan medis yang dibutuhkan untuk merawatnya, semua tersedia disana.


" Man Ho, bagai...mana...dengan...hubu...ngan...Tae..Sang...dan...Emy...?" tanya kakek Kim tersengal.


" Emm ...Tuan Besar, hubungan mereka baik baik saja, jadi Tuan Besar ti..." jawab pak Man Ho gugup.


" Aku tahu...mere..ka..tidak..ba...ik..ba...ik...sa...ja..." potong kakek.


' Ah, Tuan Besar tetap saja bisa menebak dengan tepat! ' batin pak Man Ho


"a...ku...sa...kit...tapi...ti...dak...tu...li... Man Ho..."


" Iya, Tuan Besar. Maafkan saya. Tuan Muda, masih belum menerima kehadiran Nona Sie."


"dia...ke..ras...ke...pa..la...seper...ti...i...bu...nya."


" me..reka..a..kan..menye..sal...nan...ti...nya.."

__ADS_1


" Tuan, mereka saling membenci. Bahkan Nona Sie mengambil shift malam untuk menghindari Tuan Muda."


" Tuan Muda juga sepertinya masih mencintai wanita matre itu. walaupun sudah beberapa kali Tuan Muda menerima foto apa yang wanita itu lakukan di Amerika, tapi Tuan tak percaya dan menganggap ada orang yang berusaha menghancurkan hubungannya dengan wanita ular itu."


__ADS_2