
" Apa maksudmu, Luther? Dia Emy!" Seru Evan.
" Tapi, aku baru saja dari ruangan Emy, Paman."
Evan dan Luther saling menatap. Keduanya masih bingung dengan situasi yang ada.
" To-tolong jelaskan, ada apa ini? Kenapa mereka berwajah sama, Tuan Kim?" Tanya Luther pada Tae Sang. Evan memandang horor pada Tae Sang.
' Tae Sang, jangan katakan demi ambisimu, kau melakukan cara seperti ini!' geram Evan dalam benaknya.
" Bibi Sofia, Eva, bisakah kita berbicara sebentar?" Pinta Kim Tae Sang tenang. Eva dan Sofia mengangguk patuh. Menolak pun percuma, karena pasti mereka akan memaksa.
" Paman, Luther kita semua lebih baik bicara. Aku sudah menyiapkan tempat. Ayo!" Ajak Tae Sang setelah menurunkan si kembar lalu menuntun mereka mengikuti bodyguard Han dan Lim. Eva dan Sofia mengikuti di belakang mereka dan Luther juga Evan yang berjalan di paling belakang dengan segala macam pertanyaan telah bertumpuk di benak mereka.
Mereka menuju 3 buah Van yang telah menunggu di depan lobby rumah sakit.
" Tunggu! Tae Sang, kau mau bawa kami kemana? Aku masih harus menjaga Hannah! Kalau kau mau bicara, disini saja!" protes Evan.
Tae Sang berbalik dan mendekati Evan lalu berbisik
" Paman, jangan kuatir. Bodyguardku dan perawat sudah kutugaskan menjaga Hannah juga Emy. Jangan kuatir. Aku juga sudah menyuruh mereka memasang cctv di kamar mereka, untuk berjaga-jaga. Tolong ikutin aku kali ini, Paman. Percayalah padaku."
Evan menatap mata Tae Sang. Tak ada kebohongan. Evan akhirnya mengangguk dan mengikuti Tae Sang.
" Eva, Bibi Sofia, Han dan Lim kalian dengan aku. Sedang anak-anak, kalian bersama Grandpa Evan dan Uncle Luther, ya?"
' Ada apa ini sebenarnya? Apa lagi rencana cecunguk satu ini?' Batin Luther menatap curiga Tae Sang.
" Itu capa, Dad?" Tanya Micko polos. Tae Sang tersenyum dan membawa keduanya ke depan Evan dan Luther.
" Paman, apa kau tak rindu mereka? " Tae Sang menatap Evan dengan senyum yang tak pernah Evan lihat sebelumnya. Hangat.
" Mikha, Micko? Kalian sudah besar sayang? Maaf kami mengabaikan kalian tadi, maafkan Grandpa..maaf.." Evan memeluk erat si kembar dan menciumi mereka. Luther juga tak kalah bahagia. Ia langsung menggendong Micko, sedang Mikha dalam gendongan Evan.
" Paman, Luther kalian bersama Jang, Min, Joo, dan Park. Mereka akan melindungi kalian. Jangan pernah keluar dari dalam mobil. Tolong jaga anak-anakku. Kalian akan mengambil rute berbeda denganku. Ini. bawalah ini. Jika terjadi sesuatu denganku, kalian tahu apa yang harus kalian lakukan." ucap Tae Sang serius dan sedikit berbisik. Si kembar telah berada didalam Van, sehingga Tae Sang dapat leluasa berbicara dengan mereka.
" Ada apa ini? Jelaskan padaku!" Suara Evan mulai meninggi walaupun tetap dengan setengah suara.
" Tae Sang, apa ini? Apa lagi sebenarnya rencanamu?" Mata Luther melotot dan mengertakkan giginya.
" Paman! Luther! Maaf, sudah tak ada waktu. Aku gak bisa jelaskan sekarang. Yang jelas, ini akan segera berakhir. Demi Emy Sie, ibu anak-anakku, anak baptis Paman, saudara perempuanmu. Aku mohon. Aku sudah menyiapkan senjata untuk berjaga-jaga, ada dibawah tempat duduk bagian tengah. Aku pergi dulu."
Tae Sang segera berbalik dan masuk kedalam Van lalu mobil itu segera melaju. Evan dan Luther hanya bisa mengikuti permintaan Tae Sang. Mereka pun segera masuk ke dalam Van dan mobil itu mulai berjalan mengambil arah yang berbeda. Sedang Van yang ketiga berjalan mengikuti Tae Sang.
Dalam perjalanan, mobil Tae Sang tiba-tiba diberondong peluru dari mobil yang berada disebelah mobil mereka. Eva dan Sofia terkejut dan berteriak ketakutan.
__ADS_1
Lim segera menginjak gas dan banyak melakukan manuver untuk menghindari serangan.
" Lim! Sekarang!" Seru Tae Sang. Dengan sigap Lim menggunakan teknik drift ( mengatur pengereman saat mengemudi agar mobil dapat meluncur lebih lama dan dapat memutar atau berbalik arah dengan cepat tanpa mengurangi kecepatan. )
Mobil Jeep yang berusaha mengejar mereka kelabakan. Mereka segera memutar arah, namun apes, mereka harus bertemu dengan van bodyguard Tae Sang yang menabrak body tengah mereka dan membuat mobil itu berjungkal balik di jalanan lenggang I-93 Frontage Road.
" Han! Bawa 2 orang untuk introgasi!" Perintah Tae Sang melalui radio.
Sementara itu, mobil yang dikendarai bodyguard Park hampir sampai ke rumah yang mereka tuju, tapi sebuah kereta dorong melintas membuat Park menginjak rem mendadak.
" Ada apa?" Tanya Luther sedikit berteriak.
" Tuan, ada kereta bayi lewat!" lapor Park dan Min.
" Ada orang dewasa yang menyusul?" Tanya Evan.
Kedua bodyguard itu melihat ke kanan dan ke kiri.
" Tidak ada, Tuan!"
" Jangan turun, jalan lagi!" Perintah Evan. Akhirnya mereka kembali berjalan dengan perlahan.
" Luther ini terlalu hening." Ucap Evan. Luther mengangguk. Mereka segera meraih senjata yang ada dibawah jok.
Luther langsung berbalik melihat si kembar.
" Horeee! Janji ya, paman!" Seru keduanya. Luther mengaitkan kelingkingnya dengan si kembar.
" Oke, sekarang mulai ya. Paman pasang ini, ya.." Luther segera memasang penutup telinga pada si kembar lalu menarik korden kanan kiri dan tengah agar mereka tak melihat keluar.
Setelah memastikan anak-anak tak mendengarnya, Luther kembali memegang senjatanya.
" Park, Min dan kalian berdua siapkan senjata." Perintah Evan.
Saat bersamaan, ban mobil mereka tiba-tiba kempes.
" Kalian turunlah, hati-hati! Jangan lengah. Mereka hanya menjebak kita!" Mode SEAL ( Angkatan Laut Elit AS) mulai aktif. Evan terbiasa dengan hal-hal semacam ini saat dulu masih bertugas.
Keempat bodyguard itu turun dan mereka telah memakai kacamata malam. Dengan berani mereka mulai menembak orang-orang yang berusaha mendekat dengan senjata. Pakaian serba hitam serta kacamata malam, menjadi keuntungan buat mereka melawan musuh tak dikenal.
" Aahh!" Seorang bodyguard terkena tembakan. Evan segera keluar setelah mematikan lampu di dalam mobil.
" Kau tak apa-apa? Sekarang masuk mobil. Aku ambil alih!" Perintah Evan.
" Tidak, Tuan! Saya diperintah Tuan Kim untuk menjaga Tuan Taylor dan Tuan Howland serta anak-anak dengan nyawa saya. Saya tidak apa-apa!"
__ADS_1
" Sok sekali kamu!"
Hap! Evan berhasil membopong bodyguard itu dengan posisi merunduk dan memasukkannya ke dalam mobil.
" Luther! Kunci pintu dari dalam!" Evan segera berbalik lalu
Dorr...dorr...dorr
Hening
1
2
3
4
5
" Semua sudah aman, Tuan!" Lapor seorang bodyguard.
" Oke, cepat ganti bannya, kita pergi dari sini" Evan segera masuk kedalam van dan menyimpan senjatanya kembali.
" Sebenarnya siapa mereka?" Luther dan Evan terus bertanya-tanya. Kenapa tiba-tiba ada penyerangan.
Krrriiing....kriiiing...
" Hallo!" Sapa Luther dengan geram.
" Apa kalian baik-baik saja?" Suara Tae Sang terdengar begitu cemas.
" Kami tidak apa-apa. Sebaiknya kamu segera kesini dan jelasin semuanya! Kita sudah di Tremont Street!" Luther segera menutup ponselnya.
" Semua akan berakhir. Kalian salah telah berurusan denganku dan keluargaku!"
-
-
-
Siapa ya yang menyerang Tae Sang dan Evan?
Banyak kejutan yang akan segera menanti di episode berikutnya.
__ADS_1
😘😘🤗🤗