
Merasa sudah cukup, Kakek menarik bibirnya dari gelas yang ia minum dan perlahan membaringkan kembali tubuhnya dibantu Emy dan Man Ho.
“ Kakek, aku tidak bisa berjanji untuk ini. Tapi, aku akan berusaha membuka hatiku untuknya.” Kata Emy dengan senyuman
“ Aku tahu ... kau ... anak baik ... nak ... Tae Sang ... sebe ... narnya ... baik ... huk huk ... hanya dia ... saat ini ... sedang ... tertu ... tup ... mata hati ... nya ... tapi tolong ... bersabar ... lah ... ya ...” Pinta kakek di sela-sela batuk yang ia alami karena efek dari kemo. Tubuh Kakek kian hari kian kurus. Kulitnya pucat, rambut rontok, kuku menghitam, Emy tak tega melihatnya.
“ Baiklah, Kek. Akan kuusahakan.”
“ Teri .. ma .. kasih ... Nak...” Emy melihat Kakek sudah menutup matanya untuk beristirahat. Emy pamit pada Pak Man Ho setelah memberi beberapa instruksi.
Flasback off
Emy melempar ranselnya ke kasur. Melepas pakaiannya dan memakai kimono mandinya. Ia teringat akan Yayasan Kankernya ketika hendak berjalan masuk ke kamar mandi. Dibukanya akun khusus yayasannya, dan mata indah Emy membulat sempurna.
Ia tak percaya dengan yang tertera disana. Kakek benar-benar menepati janjinya untuk membantu HOPE. Sejumlah besar uang selalu masuk kedalam rekening HOPE tiap bulan. Senyum mengembang indah menghiasi wajah imutnya.
Selesai mandi, Emy mengambil kembali laptopnya, menarik nafas panjang dan bergumam,” Honey Kean, sekarang L’amour sedang dalam masalah, aku harus menggunakan ini untuk tahu permasalahannya. Kau tak kan marah kan, Honey Kean?” bulir-bulir air mata jatuh membasahi pipi mulusnya.
Ia masih belum bisa melupakan alamarhum kekasih hatinya itu. Emy segera menghapus air matanya dan memaksakan senyumnya, “ aku tahu kau pasti akan mengijinkan aku, menggunakan skill ini, Honey Kean. Tolong bantu aku, ya...”
Jemari Emy mulai menari mengetikkan berbagai macam kode dan angka dilayar monitor 24 inci itu. Entah sudah berapa lama Emy duduk dengan laptop dipangkuannya. Sesekali ia menegak air mineral yang ia taruh dilantai, dekat dengan posisinya duduk.
__ADS_1
“ Hmm ... jadi benar ada orang dalam yang membocorkan designku.” Gumamnya.
Jemari lentik itu kembali mengetikkan angka-angka dan entah apalagi disana. Emy mendownload banyak data yang ia butuhkan. Setelah berhasil menembus beberapa firewall dan software yang menggunakan kriptografis, Ia juga mengirim malware ke pusat data lawannya itu.
Sebenarnya, ia hanya ingin mengambil beberapa data. Tapi, ia melihat sesuatu yang bikin darahnya mendidih. Seringai muncul dibibir ranum Emy. Kini tinggal menelusuri akun L’amour. Tapi, mata dan tubuhnya sudah terlalu lelah. Emy menyudahi kegiatannya dan mematikan lampu lalu berbaring.
New York
Suasana kantor bernuansa minimalis tampak kacau. Semua pekerja tampak sibuk mengotak-atik komputernya. Tim IT dibuat kuwalahan dengan kerusakan sistem yang tiba-tiba.
Beberapa kali mereka mengecek di pusat data dan sistem tapi belum mendapati apapun. Pelakunya sungguh pintar menyembunyikan jejak malwarenya. Setelah seharian mencari, mereka masih belum mendapat virus apa yang menyerang sistem komputer mereka.
“ Aku tidak mau tahu! Kau harus cepat mencari solusi untuk memperbaikinya, kau mengerti?!” bentak laki-laki itu pada seseorang diseberang telepon lalu menutup panggilannya.
Laki-laki itu mengambil laporan yang ada di mejanya dan membantingnya ke lantai. Sang wanita berdiri dan memeluk laki-laki itu dari belakang.
“ Sayang, tenanglah...ok? Ingat darah tinggimu.” Sang wanita mengingatkan laki-laki yang dipeluknya dengan suara seksinya. Ia juga terlihat cemas, tapi ia tak mau suaminya itu sakit.
“ Tenang? Semua data kita ada di sana! Dan semua itu HILANG!” Teriak laki-laki itu sambil menunjuk komputer yang ada di mejanya.
“ Aku tahu, aku juga stress. Tapi, kita harus tunggu tim IT. Waktu kita masih ada sebulan lagi. Setelah itu, L’amour akan lenyap dan semua cabangnya akan kita kuasai. Sayang ... ingatlah kau ada darah tinggi, aku tak mau terjadi apa apa denganmu. Bayi kita masih membutuhkanmu, Sayang...” Isak wanita itu. Laki-laki itu berbalik dan mendekap erat istri cantiknya. Mengecup puncak kepalanya lalu memegang kedua pipi wanita itu.
__ADS_1
“ Maafkan aku, jangan menangis lagi ya. Aku hanya terbawa emosi tadi. Aku tak mau usaha kita gagal saat kita sudah mau berhasil menguasai semua. Maafkan aku, ya?” Wanita itu tersenyum dan mengangguk.
Mereka berdua saling menatap dan dengan cepat laki-laki itu menyatukan bibirnya dengan bibir seksi sang istri. Semakin lama pagutan suaminya semakin ganas, ia tak mau melepas bibir istrinya. Hanya setelah keduanya hampir kehabisan nafas, laki-laki itu melepas bibirnya. Tapi, ia kembali mencium bibir wanitanya dan berlanjut keleher, meninggalkan jejaknya disana. Ia beralih ke telinga dan membuat istrinya mengeluarkan desahan-desahan yang membuatnya semakin menjadi.
Tangannya mulai bergerilya dan melepas semua penghalang diantara keduanya. Laki-laki itu membekap bokong bahenol istrinya, lalu mengangkat dan membuat istrinya itu melingkarkan kakinya dipinggang rampingnya. Mereka berdua bergelut didalam kantor kedap suara itu, seakan tak peduli dengan kekacauan diluar. Selang 2 jam kemudian, pergulatan panas mereka berakhir. Keringat mengucur membasahi badan keduanya. Laki-laki itu menempatkan tubuh istrinya diatas tubuhnya sendiri dan mencium puncak kepala istrinya.
“ Sayang ... apa kau lelah? “ tanya laki laki itu.
“ Hmm...”
“ Kau tidur dikamar, ya. Aku harus bertemu klien.” Wanita itu mendongak dan mengecup bibir suaminya lalu berjalan dengan tubuh polosnya kedalam kamar yang memang sudah mereka rancang khusus untuk beristirahat.
Korea Selatan
Hari berganti hari. Tak terasa sekarang adalah malam tahun baru. Tae Sang dan Helena kini sudah kembali bersama dan saat ini menikmati makan malam romantis di tepi pantai di pulau Jeju, tentu saja semua Emy yang mengaturnya.
Kakek Kim meminta jeda untuk tidak kemo selama seminggu. Dia dan Pak Man Ho pergi ke Villa, dekat dengan tempat dimana makam istrinya berada seperti tahun-tahun sebelumnya, sejak kepergian istrinya 13 tahun lalu. Dan akan memulai terapinya setelah Tahun Baru.
Dokter Lee Kyong dan Perawat Na telah kembali ke kota asal mereka. Hannah Kang dan ibunya harus pergi untuk berkumpul dengan keluarga besar suami barunya, meninggalkan Emy seorang diri di negara asing ini. Awalnya, Ha Na dan ibunya memaksa Emy untuk ikut bersama mereka, tapi ditolak Emy dengan halus. Karena ia merasa, dia bukanlah bagian dari keluarga mereka.
Emy menggunakan waktunya untuk memeriksa pasien-pasiennya, dan mengambil shift dr. Lee Kyong, untuk berjaga di Rumah Sakit sampai Tahun Baru Korea atau Seollal ( kalau disini Imlek) selesai. Ia juga tak berhenti mencari kebenaran tentang yang dialami L’amour, hingga akhirnya batas kemampuannya pun mulai terkikis. Kepalanya merasa pusing dan tulang-tulang terasa sakit.
__ADS_1