Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
Mantan Narapidana - Season 2


__ADS_3

" Fiuhh ... ternyata Nona Muda lebih garang dari Tuan Muda ..." gumam Jung Hyuk ketika ia kembali melihat untuk kesekian kalinya Emy membuka kesalahan-kesalahan para presentator dengan laporan mereka. Semua pertanyaan Emy tak dapat dijawab dan perintahnya tak dapat dibantah


2 orang harus menelan pil pahit karena hari ini menjadi hari terakhir mereka bekerja dan sekaligus dapat menghirup udara segar. Karena beberapa petugas kepolisian sudah bersiap di depan ruang rapat untuk menggiring keduanya dengan tuduhan penggelapan dana perusahaan.


" Mengatasi defisit, saya akan mengurangi beberapa tenaga kerja yang tidak memberi kontribusi baik pada perusahaan. Operasional AC, komputer dan semua alat elektronik hanya selama jam kerja. Bisnis trip akan dikurangi untuk urusan bersifat urgent saja.


Tidak ada pengangkatan karyawan hingga masa krisis selesai. Reshuffle (perombakan) acara tahunan dan bulanan akan dibahas besok.


Pengurangan tenaga kontrak hingga Grade B akan berlaku mulai besok. Untuk Divisi Pembangunan, kontak kontraktor untuk memaksimalkan tenaga kerjanya dan menyelesaikan pembangunan tanpa lembur. Waktu kerja tetap 9 jam.


Alat berat, gondola, mesin las dan peralatan lainnya menggunakan listrik setelah jam 5 dilarang beroperasi. Untuk Divisi Perencanaan, kurangi acara internal dan hapus soft opening tapi pusatkan lebih pada promosi Launching Resort. Untuk menarik turis, ajak penduduk dengan rumah tradisionalnya untuk menjadi partner Resort sebagai penyedia akomodasi bagi "Stay With Korean".


Gunakan kesempatan dengan boomingnya Hallyu. Promosi bisa gunakan media sosial. Untuk promosi/iklan di televisi akan dibatasi menggunakan internal resources (sumber daya dari internal perusahaan).


Divisi Keuangan, saya akan memberi toleransi 3 bulan bila terjadi error data tapi .... saya akan langsung "cut" jika ada yang berani melakukan Fraud seperti tadi. Saya bukan suami saya, yang mungkin tidak mengecek setiap data per divisi. Saya tidak suka ada kesalahan yang disengaja demi keuntungan pribadi dan kelompok. Saya tidak peduli Grade berapa jabatan kalian. Bersiaplah untuk angkat kaki dari Kimtae Group, jika Anda berani melakukan kecurangan. Cek setiap investasi Kimtae Group. Investasi dengan profit rendah setahun terakhir akan kita diputus, tapi jangan lupa beri somasi pada pihak yang bersangkutan.


Tim legal, saya mau semua mengecek setiap kontrak kerjasama dengan perusahaan lain dan beri penalty bagi perusahaan yang bermasalah dengan hukum. Cek kredibilitas semua perusahaan penerima investasi bersama Divisi Keuangan. Oh, ya ... saya tidak mau ada lagi laporan bahwa Kimtae Group terlibat dengan salah satu politisi."


Semua yang hadir menahan nafas mendengar Emy.


" Kalau kalian ingin mencoba menantang saya, silahkan!" kata Emy lagi dengan menatap setiap yang hadir dengan tajam.


" Rapat saya tutup sampai di sini. Besok kita lanjutkan. Saya tidak mau melihat ada kesalahan lagi."


Begitu ucapan Emy sesaat setelah berterima kasih dan menutup rapat. Wajah kusut menghias wajah semua yang hadir.


" Wahh ... aku tak menyangka, istri Tuan Kim juga mengerti soal bisnis menejemen," kata pegawai A


" Iya. Kalian lihat wajah Tuan Byun? Ternyata sekali tepuk dia kalah sama Nona Muda ... hahaha..."


" Iya. Ternyata Nona Muda sangat cocok dengan Tuan Muda ... sama-sama menakutkan."


" Iya, kita harus hati-hati sekarang kalau kerja. Matanya terlalu jeli ...."

__ADS_1


Begitulah kira-kira para pegawai itu berbincang usai rapat. Jung Hyuk tersenyum mendengarnya. Ia melirik Nona Mudanya yang masih mengutak-atik laptopnya.


Jung Hyuk berjalan mendekatinya dan melihat bagaimana Emy mengetik kode dan angka yang tak ia mengerti.


" Hyuk!" panggil Emy tiba-tiba.


Jung Hyuk berjingkat kaget dan menatap Emy. Sedari tadi dia hanya melongo melihat monitor laptop Emy.


" I-iya ... Nona,"


" Aku sudah membuat software untuk menghindari Fraud. Belum sempurna. Tapi, aku mau kau panggil tim IT untuk bertemu denganku besok," titah Emy


" Baik, Nona,"


" Untuk masalah Resort Yeosu, aku mau kesana dan mengeceknya langsung. Untuk cabang di Busan dan Jeju aku akan cek 3 hari lagi. Jangan kabari mereka. Untuk Canada, UK dan Jepang dan Singapore akan aku cek dari sini dulu. Pakai Oracle (nama Database komputer), kan?"


" Benar, Nona."


" Hmm ... baiklah. Aku akan akses dari sini. Hanya aku butuh beberapa data saja. Aku akan kirim ke e-mailmu dan sebarkan ke cabang."


" Biarkan saja. Kita perbaiki dulu masalah Resort Yeosu. Aku yakin saat rapat pemegang saham nanti, fokusnya di sana. Aku sudah tambah firewall untuk Kimtae Group Database. Jadi, kalau ada yang berusaha mengambil data perusahaan tanpa autorisasiku, maka akan ada notifikasi di ponselmu dan punyaku,"


Jung Hyuk mengangguk seperti orang bodoh. Wajahnya masih memandang kagum akan kinerja Emy yang cepat dan berpikiran ke depan.


" Hyuk, aku mau kirim semua berkas-berkas ke rumah sakit. Aku akan cek semuanya di sana. Aku tidak akan ke kantor. Aku sudah awasi semua komputer di sini. Kalau ada yang bawa info keluar atau download data, aku bisa mengeceknya."


Jung Hyuk lagi-lagi mengangguk patuh. Badannya secara otomatis mengikuti langkah Emy yang beranjak pergi.


Begitulah kegiatan Emy setiap hari. Mengurus perusahaan dari rumah sakit dan hanya sesekali ke kantor. Ia sebisa mungkin menjaga kedua putranya sendiri dan suaminya. Selarut apapun tugasnya di Kimtae Group, ia akan berusaha untuk kembali ke sisi suami dan kedua anaknya.


Masa kehamilan yang seharusnya butuh perhatian suami, kini harus berganti dengan merawat suaminya yang masih betah menutup mata dan merawat kedua buah hatinya.


1 bulan kemudian

__ADS_1


" Nona Muda, Anda dimana? ...." gumam Jung Hyuk cemas. Ia melihat jam tangannya dan melihat ke arah pintu.


" Sepertinya .... dia ketakutan, jadi tak berani datang ..." celetuk laki-laki di depan Jung Hyuk yang tak lain adalah Kim Min De (Anak angkat Kim Min Jae, adik bungsu Kakek Kim)


Jung Hyuk mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tangan.


Semua tampuk pimpinan dan pemegang saham saling berbincang sendiri membahas Emy yang tak kunjung datang dalam rapat pemegang saham hari ini.


" Tuan-tuan dan Nyonya sekalian, ini sudah jamnya. Bagaimana kalau kita mulai saja rapatnya?" tanya Kim Min De dengan senyumnya.


Semua melihat ke arah jam di tangan mereka. Lewat 10 menit dari jadwal. Akhirnya mereka pun mengangguk. Kim Min De tersenyum senang.


" Asisten Jung Hyuk, mulailah," titah seorang pemegang saham dengan perut tambun.


Mau tak mau Jung Hyuk terpaksa memulai rapatnya.


" Selamat pagi dewan direksi dan pemegang saham yang terhormat. Agenda rapat kali ini adalah membahas pergantian .... Chairman Kimtae Group saat ini, Kim Tae Yang, yang hingga saat ini, masih belum dapat melakukan tugasnya dengan alasan kesehatan.


Adapun kandidatnya adalah ... Tuan Kim Min De dan Nyonya Emy Sie. Namun, sebelum voting, silahkan Tuan-tuan dan Nyonya mengajukan pertanyaan kepada kandidat,"


kata-kata yang begitu berat Jung Hyuk katakan, meluncur juga dari dalam mulutnya. Beberapa kali lidahnya terasa kelu tak sanggup meneruskan, tapi demi tugas, ia memaksakan diri mengatakannya.


" Apa Kim Tae Yang masih koma?" tanya seorang pemegang saham.


" Benar, Tuan Choi. Bahkan, dokternya pun tidak bisa memprediksi kapan ia akan siuman," kata Kim Min De dengan muka sok sedih.


" Bagaimana dengan Emy Sie? saya dengar dia sangat baik mengelola perusahaan," ungkap seorang lelaki yang juga Dewan Direksi.


" Tuan, saya rasa ... wanita itu tidak pantas berada di Kimtae ..." ucap Kim Min De lagi dengan wajah yang dipasang sendu.


" Kenapa?"


" Karna ... dia adalah seorang pelakor dan juga ... mantan narapidana."

__ADS_1


Jederrr ....


__ADS_2