
Seorang laki-laki menatap serius 2 orang di depannya. Wajah yang datar tanpa eskpresi membuat 2 orang tamunya tak dapat membaca pikirannya.
" Tuan, bagaimana? Apakah Anda sudah menemukannya?" tanya seorang lelaki ras Kaukasia dalam bahasa Inggris
" Sudah. Tapi, maaf. Kami tidak dapat memberikan informasi mengenainya. Karena, dia hanya singgah sementara di rumah kami dan mengenai keberadaannya, yang saya tahu, saat ini dia berada di Inggris," jawab lelaki itu dengan tenang dan menatap tanpa ragu 2 laki-laki di depannya.
" Anda tahu akibatnya jika berbohong bukan, Tuan Kim?" ucap laki-laki dengan jas biru yang merupakan utusan pihak NASA bernama Justin Smith
" Saya sedang memberikan keterangan pada Anda. Jika Anda meragukan saya, saya tidak bisa berbuat apa-apa," kata Tae Yang dengan nada tak kalah dingin
" Baiklah kalau begitu, kami permisi," pamit kedua laki-laki itu. Tae Yang berdiri dan mempersilahkan keduanya
Tae Yang menutup matanya dan menghela nafasnya.
" Tuan Muda," panggil seseorang dari balik pintu yang terbuka sedikit
" Ya, Hyuk!"
" Maaf, Tuan. Tapi ... kita harus berangkat sekarang." jawab Jung Hyuk dengan menunduk
" Baiklah, ayo,"
Jung Hyuk segera membuka lebar pintu kantor Tae Yang dan mempersilahkan Tuan Mudanya berjalan keluar
Tak ada pembicaraan selama dalam perjalanan. Di dalam pikirannya, Tae Yang masih memikirkan perkataan istrinya kemarin malam
Flashback on
Sampai di Seoul, Tae Yang memboyong keluarganya kembali ke mansion beserta keluarga Evan. Ha Na akan kembali keesokan harinya karena Emilia yang mengotot masih ingin bermain dengan Mikha dan Micko.
Di dalam kamar, Emy sudah menyiapkan IV (infus untuk suaminya). Tae Yang segera berlari dan mengambil sesuatu lalu ia sembunyikan di balik badannya.
" Sayang, ayo. Berbaringlah. Demammu masih lumayan tinggi. Besok kau masih harus berurusan dengan utusan NASA, kan?"
" Darimana kau tahu?"
" Aku mendengarnya tadi waktu Hyuk meneleponmu," jawab Emy seraya membawa nampan berisi jarum dan kasa.
" Aku harap kau tak memberitahu mereka," lanjut Emy
" Jangan kuatir, sayang. Mikha dan Micko adalah putra-putraku. Aku tak akan membiarkan siapapun mendikte kehidupan mereka." Jawab Tae Yang mantap.
" Aku percaya padamu. Kita harus sembunyikan dari siapapun. Aku akan mencoba membuat IP samaran agar mereka terkecoh," kata Emy, " Apapun alasannya, Mikha dan Micko tak akan kuijinkan berurusan dengan mereka kecuali untuk software tapi setelah mereka dewasa," lanjut Emy
" Aku mengerti, sayang. Aku juga tak mau mereka memanfaatkan Anak-anakku,"
Ya, Mikha dan Micko mewarisi kecerdasan ibunya. Peretas yang mengobrak-abrik sistem keamanan Mansion Kim dan memecahkan sandi milik NASA, tak lain adalah si kembar menggemaskan, Mikha dan micko.
" Tapi .. kenapa kau berdiri saja sedari tadi?" tanya Emy yang melihat suaminya terus berdiri di tengah ruangan dengan tangan ia sembunyikan di balik badannya.
Tae Yang hanya tersenyum dan menggeleng.
__ADS_1
" Ayo, cepatlah," pinta Emy berjalan mendekati suaminya
" Iya, sayang," jawab Tae Yang dengan senyumnya yang mencurigakan
" Kau kenapa?"
" Sayang, aku tak mau IV(infus), minum obat aja, ya?" rengek Tae Yang manja
" No,"
" Kamu memaksaku, sayang?"
Emy mengeryit,' Kenapa wajahnya aneh?' batin Emy, ' mencurigakan' lagi batinnya
Saat Emy hendak menarik lengan suaminya, tiba-tiba saja Tae Yang menjulurkan sesuatu di depan Emy. Seketika Emy membeku. Matanya mendelik menatap takut sesuatu yang ada di tangan suaminya
" Aaarrgghhhh!!!" jerit Emy sekuat tenaga. Dengan segera Emy meloncat ke atas tempat tidur dan melepas semua pakaiannya tanpa kecuali
" Wow! Efektif!" gumam Tae Yang dan tersenyum penuh kemenangan mendekati Emy
" Aaaa ... JANGAN MENDEKAT ... JANGAN MENDEKAAATTT!!!" teriak Emy
" Sayang, katanya mau pasang IV buat aku, hmm?" goda Tae Yang. Emy dengan cepat menggelengkan kepalanya.
" Baiklah, kalau begitu singkirkan dulu IV nya," kata Tae Yang. Emy segera menuruti permintaan suaminya menyingkirkan peralatan infus.
" Nah, itu baru istriku,"
" Buang ...BUAAANGG!!"
Tae Yang segera menutup rapat pintu balkon dan menarik kordennya. Dengan cepat pula, lelaki itu melepas pakaiannya dan mendekati istrinya.
" Sayang, sekarang sudah aman," ujar Tae Yang dan mendekap erat tubuh Emy. Tanpa perlawanan Emy menuruti kemauan suaminya.
Flashback off
Tae Yang tersenyum sendiri mengingat kejadian kemarin malam. Ia tak menyangka bahwa istrinya sangat takut kecoak dari bahan karet. Sebenarnya bukan hanya kecoak karet, tapi semua hewan imitasi kecil yang terbuat dari karet. Sebuah pikiran terlintas di benak lelaki tampan itu
" Kalau Paman Evan tahu, berarti ...." Tae Yang tersentak sendiri memikirkan kemungkinan itu dan menggeleng-gelengkan kepalanya tak rela.
" Tidak, tidak ... tidak mungkin ..." gumam Tae Yang
" Tuan ... Tuan Muda!" panggil Jung Hyuk
Lamunan Tae Yang membuyar saat mendengar Asistennya memanggilnya.
" A-ada apa, Hyuk?"
" Kita sudah sampai, Tuan Muda,"
" Hmm .. ayo turun," ucap Tae Yang dan segera membuka pintu mobilnya. Banyak wartawan telah berkumpul dan bergerombol memberondong Tae Yang dengan banyak pertanyaan yang tak satupun di jawab pimpinan Kimtae itu.
__ADS_1
Emy melihat tanyangan live tentang suaminya dari televisi di dalam kamar baby Migu. Evan sudah meminta bawahannya mencari informasi tentang personel Kejaksaan yang memeriksa Tae Yang.
Tok ... Tok ...
" Sebentaarr!"seru Emy dan menarik sebuah kain untuk menutupi area dadanya, karena ia sedang menyusui.
" Masuklah!" seru Emy lagi
" Ah, Paman. Bagaimana?" tanya Emy menyambut kedatangan Pamannya
" Hmm ... saat ini mereka masih belum mendapat detail lengkap. Tapi, nama-nama sudah mereka dapat," info Evan
" Baiklah, aku akan mencoba menggalinya sendiri juga. Oh ya, Paman. Mengenai tanah di Busan. Aku sudah selidiki tadi, Tae Yang tidak melakukan kesalahan. Sebelum Tae Yang membeli tanah itu, ia sudah melakukan prosedur standard dan disertifikasi pihak pemerintah," jelas Emy
" Hmm ... jadi benar ada sesuatu di pemerintah. Aku semakin yakin, ini ada sangkut pautnya dengan keluarga Shin," kata Evan
Emy mengangguk. Sepertinya ia harus kembali menggunakan keahliannya. Ia melihat tangannya yang masih ia balut splint (alat untuk membalut tangan yang cedera seperti gips instan. contoh seperti di gambar, ya).
" Kau belum membukanya?" tanya Evan
Emy menggeleng. Sejak 1 tahun lalu, Emy memakai splint agar tangannya tak bertambah parah. Tapi, ia hanya memakainya saat malam hari. Walau ia sendiri masih sangsi apakah akan berhasil, mengingat tangannya tak sepenuhnya berhenti beraktifitas.
" Sampai kapan?"
" Entahlah, Paman. Aku masih mencoba. Aku masih merasa kebas dan tak bisa menggunakan jempol dan telunjukku dengan baik," ucap Emy. Wajahnya kembali menampakkan kesedihan
" Nak. Jangan kau pikirkan lagi, ya? Aku akan terus cari dokter spesialis untuk membantumu," hibur Evan dan mengusap bahu Emy
Emy mengangguk dan menghapus buliran bening yang mulai menetes. Emy segera membetulkan bajunya di balik kain setelah baby Migu melepas sedotannya.
" Nak, bagaimana dengan bawahan Tae Yang yang dulu pernah kau bilang padaku. Siapa namanya?"
" Hawk?"
Evan mengangguk," sebaiknya suruh dia saja. Kau harus mengurangi menggunakan tanganmu,"
" Kalau memang dia bisa, aku tak keberatan, Paman. Aku akan memberi Paman kontaknya. Atau Paman bisa menyuruh Jung Hyuk memanggilnya kesini," ucap Emy
" Baiklah. Sekarang istirahatlah. Kau terlihat lelah,"
" Hahaha ... iya, Paman. Aku memang mengantuk. Semalaman aku tak istirahat gara-gara bayiku ini," kata Emy tertawa
" Bayi besar atau bayi kecil?" goda Evan
" Paman!" seru Emy menahan malu. Evan terkekeh dan meninggalkan kamar baby Migu.
Dalam ruang interogasi, Tae Yang menjawab setiap pertanyaan dengan lugas. Luther belum datang, karenanya ia ditemani oleh pengacara Tae Yang yang biasa ia pakai.
" Tuan Kim, dari hasil penyelidikan, Anda sengaja memanipulasi petugas dengan laporan survey tanah. Anda juga terbukti melakukan penyuapan terhadap pihak petugas saat mereka meminta Anda memberikan hasil data sebenarnya," ujar seorang Jaksa bernama Yong Il Kook dan menyodorkan map berisi hasil survey dan foto-foto
__ADS_1
Tae Yang hanya diam tanpa menjawab lalu berbisik pada pengacaranya
" Apa Anda yakin kalau bukti yang Anda ajukan asli, Tuan Jaksa?" tanya balik pengacara Tae Yang Oh Sul Man