
" Emy ... apa ini? Kenapa suaminya diam saja? Oh, Tuhaaann ... kenapa aku begitu tak berdaya ... Kim Tae Yang!!! Kenapa kau selalu membuat Emy menderita?!!!" geramnya.
Yu Zhen mengambil ponsel yang baru ia beli. Tanpa sengaja ia melihat tayangan Televisi ketika ia berjalan menuju kamarnya. Sebuah video, dimana Tae Yang masuk ke dalam sebuah apartemen asing santer diberitakan di televisi. Kekhawatiran lelaki itu kian memuncak.
" Hallo, Yeol-a,"
" ........"
" Apa Emy masuk hari ini?"
" ........"
" Hmm .... Ok. Oh, aku hanya mau bertemu dengannya. Apa dia tahu berita hari ini?"
" .........."
" Baiklah, thanks, bro."
Yu Zhen menutup panggilannya dan bersiap diri untuk pergi menemui Emy di rumah sakit.
Taksi yang membawa Dokter ganteng itu tiba di depan lobby rumah sakit. Segera ia berlari dan bertanya keberadaan Emy pada bagian informasi.
" Dokter Sie ada di ruangannya, Tuan." jawab perawat itu malu-malu
" Bisa beritahu saya, dimana ruangannya?" tanya Yu Zhen sopan dan senyum yang terulas.
Para petugas informasi terkesima melihat lelaki itu. Hingga tak mendengar ketika beberapa kali Dokter muda berusia 29 tahun itu memanggil.
Tok ... Tok ...
" Halloooo ..." seru Yu Zhen setelah mengetok meja informasi.
" Ah ... hahaha ... maaf, Tuan ... ehem ... apa yang Anda tanyakan?" tanya wanita petugas informasi dengan senyum yang terus mengembang.
" Dimana ruangan dr. Emy Sie?" tanya Yu Zhen lagi dengan sedikit kesal.
" Anda adalah ..."
" Saya dr. Yu Zhen, temannya," jawab Yu Zhen. Seketika wajah para wanita yang ada di balik meja memicing dan tersenyum tak suka.
" Maaf, dr. Sie sedang sibuk," jawab petugas informasi.
Yu Zhen mengambil ponselnya dan menekan nomor panggilan cepat.
" Hallo,"
" ....."
__ADS_1
" Yeol-a aku di lobby di tempat informasi. Bisa jemput aku?"
" ....."
" Hmm ... thanks,"
Yu Zhen beranjak menjauhi meja informasi, meninggalkan para wanita yang menatapnya kesal.
" Apa sih hebatnya Emy itu? Cih ... sudah jadi menikah sama tunangan orang, masih juga genit-genit sama yang lain, masih kurang dia sama satu laki-laki ..." ujar wanita A
" Namanya juga ******," sahut wanita B
Yu Zhen yang masih belum begitu jauh dari meja informasi, mendengar gunjingan tak sedap itu. Ia berbalik dan berjalan kembali ke arah meja informasi. Senyum mengembang di wajah wanita-wanita itu.
" Ingin tahu kelebihan Emy Sie? Dia dokter wanita termuda yang hebat, yang tak pernah mencampuri masalah pribadi dan menggosipkan orang lain baik di depan mau di belakang. Kalian tahu, yang membuat kalian menjadi sangat amat berbeda dengan Emy adalah, dia cantik luar dan dalam, sedang kalian ... menjijikan luar dan dalam,"
Kata-kata tajam menusuk Yu Zhen yang diucapkan dengan tak terlalu keras tapi dengan senyum yang menawan serta mata tajam menatap para wanita itu, seketika membuat mereka menelan ludah, marah dan takut.
Yu Zhen berbalik dan meninggalkan lirikan tajam mengancam ke arah petugas informasi yang masih terus berusaha menahan emosi mereka.
" A Zhen-a!"
Yu Zhen menoleh, di sana di depan lift, ia melihat dr. Lee melambai. Yu Zhen berjalan dengan langkah besarnya ke arah dr. Lee
" Kenapa kesini?" tanya dr. Lee. Pasalnya pagi tadi ia mengajak Yu Zhen, tapi pria jangkung itu menolak.
" Aku mau ketemu Emy," jawab Yu Zhen seraya menekan tombol naik lift.
Yu Zhen menarik nafas dan membuangnya lalu mengangguk.
" A Zhen-a, Emy masih belum tahu soal berita-berita itu. Ia tadi sibuk dengan Poli dari pagi tadi, lalu siang cek EMG," info dr. Lee
" Hmm ..."
" Saat ini, Emy masih menjadi spotlite. Aku harap kau tak menambah masalahnya," ucap dr. Lee
" Apa maksudmu? Kau pikir aku mau menambahi masalahnya? Yang ada dipikiranku hanya membantunya. Bagaimana mungkin aku membiarkannya hidup tak bahagia dengan si brengsek itu? Aku tak akan pernah rela, Yeol!" jawab Yu Zhen kesal
" Dengan mendekatinya saat ia sedang rapuh?"
Ting
" Ini lantai ke ruangan Emy?" tanya Yu Zhen dengan tatapan intimidasi pada dr. Lee. Yang ditanya hanya mengangguk. Keduanya keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan Emy
Saat Jung Hyuk kembali dari rumah sakit, ia melihat si kembar sudah berada di kantor Daddynya dan bermain robot-robotan. Jung Hyuk tersenyum melihat keduanya lalu mendekati meja kerja Tae Yang.
" Tuan Muda, saya dapat informasi soal Baek Dong Min,"
__ADS_1
Tae Yang mendongak dan melihat Asistennya.
" Baek Dong Min selama ini memakai nama lain, untuk menerima dana dari rekening luar negeri."
" Atas nama siapa? Dari rekening siapa?
" Atas nama ... ehm ... Tuan Muda ... Cha Hyun Sik," jawab Jung Hyuk lalu menunduk.
Klak
Ballpoint mahal di tangan besar Tae Yang patah menjadi 2. Jung Hyuk menghapus keringatnya yang mulai muncul di pori-porinya.
Mata Tae Yang memerah. Dadanya naik turun. Nafas tak beraturan dan tangan mengepal. Ia berusaha keras menekan emosinya, karena si kembar ada di sana.
" Daddy! Daddy!" panggil Micko sambil berlari mendekat pada Daddynya dengan robot masih di tangannya.
" Daddy iyat! lobotnya cudah lapal mau mam cokat ( Daddy lihat! Robotnya sudah lapar mau makan coklat)," kata Micko dengan wajah memelas.
" Daddy! Mikha cuga lapal (Mikha juga lapar),"
Emosi Tae Yang menjadi surut kala ia melihat dua bocah kesayangannya.
" Baiklah. Bagaimana kalau kita jemput Mommy lalu makan diluar, hmm?" tanya Tae Yang dengan senyumnya.
Dua kepala kecil mengangguk antusias, jangan lupakan mata yang polos dan senyum yang menampilkan deretan gigi susu mereka. Sangat menggemaskan
Tae Yang terkekeh melihatnya. Tangan besarnya mengusap kepala keduanya gemas. Senyum Jung Hyuk juga ikut mengembang.
"Dad, Mommy macih cibuk (Mommy, masih sibuk)?" Tanya Micko saat melihat Daddynya sibuk menelepon sang Mommy namun tak kunjung dijawab. Tae Yang mengangguk.
Sudah beberapa kali sejak mobil mereka melaju, Ayah 2 anak itu menelepon istrinya, tapi tetap tak ada jawaban.
" Apa, dia masih marah padaku?" gumam Tae Yang tanpa mengalihkan tatapannya pada ponselnya. Kecemasan menghantuinya
" Dad, Daddy!” panggil Micko
Tae Yang tersentak. Lamunan buyar ketika putranya memanggilnya. Ia menatap putranya dengan hangat lalu tersenyum
" Ya, sayangku anak Daddy yang pintar?" jawab Tae Yang dan mengangkat putranya di pangkuannya serta memeluk Mikha yang ada di sisi kirinya.
" Daddy, Mommy cibuk (sibuk)?" tanya Micko
" Sepertinya Mommymu memang sibuk, sayang," kata Tae Yang dengan senyum dipaksakan.
" Daddy ... Di lumah cakit banak olang cakit. Dadi, Mommy halus tolong bial gak cakit agi kata Mommy (Daddy ... di rumah sakit banyak orang sakit. Jadi, Mommy harus tolong biar gak sakit lagi kata Mommy," kata Mikha seraya memainkan game di hpnya.
Sampai di rumah sakit, Micko dan Mikha segera turun dan berlarian masuk ke lobby sambil memanggil Mommyanya.
__ADS_1
" Mommyyyy! Micko tataaaanngggg (datang) ....Mommyyyy!"
" Mommyyyyy .... Mommyyyy ...." Teriak Mikha di lobby rumah sakit. Semua manusia yang ada di sana, tak terkecuali cicak dan tikus mungkin, semua melihat ke arah si kembar yang heboh berlarian kesana kemari sambil berteriak mencari Mommynya.