
" Ekspos femur sepenuhnya!" kata Emy
Semua melihat ke arah Emy lagi. Dan dengan terpaksa mereka melakukannya
" Suhu Nitrogen?"
" -196°," kata perawat. Emy mengangguk.
" Bawa cairan Nitrogennya dan tuang ke baskom!" kata Emy
" Baik, Dok," sahut seorang perawat.
" Dokter Yang (nama dokter anestasi), miringkan bed 10° ke kanan," pinta Emy
" Baik,"
" Yu Zhen, sekarang rendam tulang lutut ke dalam cairan Nitrogen selama 20 menit. Kita akan membekukan sel tumornya. Jadi, tumor yang sudah menginfiltrasi tulang akan mati, hilang dan bersih. Perawat, tolong ingatkan waktunya,"
Yu Zhen menghela nafas dan mengangguk.
" Baik, Dok,"
Yu Zhen dan dr. Lee merendam tulang yang terkena tumor dan terekspos ke dalam cairan Nitrogen.
" Sudah 20 menit, Dok!" seru seorang perawat
" Hmm, kembalikan ke suhu ruang. Kita akan mengembalikan ke posisi semula dan menrekonstruksinya," ucap Emy
" Kuret jaringan kanker dan lakukan Transplant Tulang Autolugus (transplant yang diambil dari tulang pasien itu sendiri) untuk mengisi tulang yang tak berfungsi," lanjut Emy
" Siapkan Saline, kita akan memerlukannya nanti," kata dr. Lee
" Baik, Dok," kata perawat dan segera berlari menyiapkannya
" Kuret!" seru Yu Zhen, " Siapkan sendi buatan!"
Beberapa saat kemudian, Emy bernafas lega, kuret sel tumor yang sudah membeku sudah selesai dan rekonstruksi tulang sudah dimulai. Senyum memngembang di wajahnya
' Papi ... terima kasih sudah bertahan,' batin Emy. Kini ia bisa fokus membantu suaminya.
" Status?" tanya Yu Zhen
__ADS_1
" BL (darah yang dikeluarkan selama operasi) 500 CC, Vital normal,"
" Ahh ... akhirnyaaa ..." seru semuanya. Emy melihat jam 4.5 jam. Lebih lama 1 jam dari perkiraannya
" Terima kasih, Yu Zhen. Aku sungguh sangat berterima kasih, dan dr. Lee terima kasih banyak. Kalian semua terima kasih atas bantuan dan kerjasamanya. Lebih dari itu ... terima kasih sudah percaya padaku," ucap Emy haru dan membungkukkan badannya 45° ke arah tim medis yang sudah membantu mengoperasi Ayahnya.
" Emy-a, maafkan aku karena tak mempercayaimu," ucap Yu Zhen dan menyentuh bahu Emy. Wanita itu kembali menegakkan badannya dan melihat Yu Zhen lalu tersenyum dan memeluknya beberapa detik lalu melepasnya
" Emy-a, kau ... aku sangat beruntung mengenalmu," ucap dr. Lee
" Kami juga berterima kasih dr. Sie karena memberi kami kesempatan belajar hal baru," seru seorang dokter residen.
Emy tersenyum dan sekali lagi membungkuk. Dokter Lee dan Yu Zhen menepuk bahunya dan menggiring wanita cantik itu keluar ruang operasi
" Eh, Yu Zhen-a, bagaimana lukamu?" tanya Emy saat mereka bertiga sudah berada di balkom rumah sakit dengan cairan kental di dalam gelas di tangan mereka
" Sudah lebih baik," kata Yu Zhen tersenyum. Emy mengangguk dan ikut tersenyum
" Oh, ya. Kau bisa menggunakan metode tadi untuk Disertasimu, aku rela," ucap Emy. Yu Zhen mendelik lalu terkekeh.
" Hahaha ... tidak, terima kasih, Nona," ucapnya. Emy dan dr. Lee ikut tertawa
" Aku ... bertemu Xiao Chen beberapa waktu lalu," ucap Yu Zhen kemudian sambil melihat kerlipan lampu kota di malam hari
" Jangan tegang begitu. Dia datang ke Apartemenku dan berbicara denganku. Ia meminta maaf. Ia sudah tahu semua tentang apa yang Xiao Lan lakukan dari seseorang. Ia juga sudah bertemu Hyun Sik. Dia ... dia tak bisa menerima kenyataan bahwa ... bahwa ia masih memiliki seorang Ayah dan Ayah yang tak dikenalnya itu ... bukannya memeluk dan mencoba bersatu dengannya tapi malah ... menghasutnya untuk membunuhku dan ... suamimu," ujar Yu Zhen dan berbalik melihat Emy
" Dia ... minta maaf padamu, ia tahu kalau kau adalah Emy yang dulu membantunya saat masih di Jiushaigou dulu," lanjut Yu Zhen
" Ba-bagaimana kabarnya? apa ... dia baik-baik saja?" tanya Emy
" Dia ... sudah pergi, Em. Dia ... bunuh diri 2 hari setelah ia pergi ke Apartemenku. Ia meloncat dari Apartemen yang ia sewa di Chuncheon,"
Emy terkejut dengan berita dari Yu Zhen. Dengan menutup mulutnya dengan kedua tangan, Emy menggeleng dan mulai menangis.
Dokter Lee merengkuhnya dalam pelukan. Yu Zhen tertunduk dan menitikkan air matanya. Emy tersedu karena ia sangat ingin bertemu penyelamatnya itu. Ia sudah lama memaafkan pria yang menyebabkan suaminya koma beberapa bulan.
Dokter Lee memapah Emy turun ke dalam gedung karena udara malam yang sangat dingin. Yu Zhen hanya menatap Emy sekilas dan mendongak melihat gelapnya langit malam yang dihiasi bintang-bintang yang tak begitu terang.
" A Chen, lihatlah ... dia sangat terpukul karena kematianmu. Dia menyayangimu, sahabatku ... kenapa ... kenapa kau melakukan semua ini? hiks ... hiks ..." lirih Yu Zhen dan kembali menangis
Evan, Luther, Dennis, Pengacara Oh dan Jung Hyuk sudah sepakat untuk menggunakan Media dan Interpol. Jung Hyuk sudah mengirim seseorang memata-matai 2 pelapor pertama yang melapor soal sertifikat tanah di Busan dan yang melapor soal keamanan Hotel di Jeju.
__ADS_1
" Kita tinggal menggali rekening Banknya. Besok aku akan menyuruh Hawk melakukannya. Dan, Dennis. Bagaimana kabar dari pihakmu?" tanya Evan
" Mereka sudah meminta kerjasama pihak Kepolisian Korea secara rahasia dengan beberapa petinggi yang sudah kami tahu kredibilitasnya. Karena kami juga tak tahu sejauh mana keterlibatan Polisi dalam masalah ini. Kita sudah dapat bukti darimu, tinggal sedikit lagi menemukan barang bukti kuatnya yaitu senjata ilegal yang mereka simpan. Beberapa orangku sedang memeriksa kontainer yang ada di videomu," jelas Dennis
Evan dan yang lainnya mengangguk mengerti
" Kita harus melakukannya dengan cepat. Persidangan Tae Yang 5 hari lagi," kata Luther tiba-tiba setelah membuka notifikasi dalam ponselnya
" Hah?! secepat itu?" tanya Pengacara Oh terkejut
" Ini aku baru mendapat e-mailnya. Kita harus cepat," jawab Luther
" Hmm .. baiklah. Malam ini, saya akan menyuruh Hawk segera kemari," ujar Jung Hyuk
" Ada yang lebih cepat. Aku yang akan handle. Kalian pulang dan istirahatlah. Kita bertemu lagi besok. Hyuk, cepat hubungi orangmu. Minta foto kegiatan mereka setiap hari dan selidiki panggilan telepon mereka.
Pengacara Oh, Aku yakin beberapa orang akan berupaya menggagalkan bukti-bukti, saya mau Anda menggandakan semua bukti yang saat ini kita punya termasuk sertifikat itu dan surat-surat yang dikeluarkan pemerintah untuk Kimtae. Simpan yang asli di tempat yang aman atau segera serahkan padaku. Kau akan kuberi 2 orang yang akan menjaga. Juga, lepaskan jam tanganmu dan ganti dengan ini ... (Evan memberikan sebuah jam dan meletakkannya di meja)
Tekan tombol ini jika ada bahaya. (Evan menunjuk sebuah tombol di bagian atas. Pengacara Oh segera membuka jamnya dan menggantinya dengan jam yang diberikan Evan)
Luther, malam ini kita akan kembali menggali rekening tikus-tikus itu. Dan Dennis, katakan pada orang-orangmu untuk waspada. Karena aku yakin, mereka sudah menempatkan orang-orangnya untuk mengawasi dermaga mengingat tempat itu sangat krusial bagi mereka," titah Evan
" Ehm ... Tuan Taylor, apa ... jam yang seperti itu masih ada lagi? hehe ... saya juga mau ... mengingat pekerjaan ( Evan dan yang lainnya berdiri dan beranjak pergi tanpa disadari Jung Hyuk yang berbicara sambil menunduk) saya juga berbahaya, saya juga memegang beberapa rahasia perusahaan yang sangat penting, jadi ..." perkataan Jung Hyuk berhenti karena saat ia mendongak, tak ada siapapun di ruang kerja itu
" Tuan TAYLOORRR!!"
Pengacara Oh berpamitan pulang dengan 2 orang sudah mengikuti mereka sebagai pengawal dengan menggunakan mobil lain.
Jung Hyuk berlari turun dan melihat dimana Pengacara Oh pulang dengan sebuah mobil lain mengikutinya.
" Tuaaann!" seru Jung Hyuk kesal
Evan, Luther dan Dennis mendongak melihat Jung Hyuk dengan wajah ditekuk
" Tuan kenapa kalian sangat kejam pada saya?"
Dennis mengocok telinganya dan berkata pada 2 orang di sebelahnya," Apa kalian dengar sesuatu?"
Evan dan Luther mengedikkan bahu, mengangkat alis dan memajukan bibirnya lalu menggeleng. Ketiganya segera berlalu dan naik ke lantai 2 tanpa melihat ke arah Jung Hyuk
__ADS_1
"😱😱😠😠," Jung Hyuk