
Ciiiittt ....
Yu Zhen kembali memutar haluan dengan cepat. Kini mereka tak lagi melawan arus. Laju mobil Yu Zhen mulai melambat dan berjalan normal. Mereka melihat beberapa mobil terbalik, kap mobil mengeluarkan asap dan beberapa orang tergeletak di aspal.
Seandainya Emy tidak terburu-buru, pasti ia akan meminta Yu Zhen berhenti dan menolong mereka.
Tak lama, mereka sampai di gedung Kimtae Group. Emy keluar dari mobil dan menarik nafas lalu membuangnya beberapa kali. Emy masuk ke dalam gedung megah itu. Ia mendongak dan melihat ke atas.
" Wish me luck, Kek," lirih Emy.
" Em! Aku akan tunggu kamu di lobby. Selesai rapat, kau harus ikut aku ke rumah sakit," kata Yu Zhen
" Iya ... iya Pak Dokter!" jawab Emy
Sampai di lantai 27, dimana ruang rapat berada, Emy berjalan tanpa ekspresi. Ia dapat mendengar perdebatan di dalam ruang rapat dari tempatnya berdiri.
Pintu ruang rapat terbuka sebelah. Emy menarik lengan blazernya, mengambil nafas dan membuangnya lagi lalu masuk.
Emy menghentikan langkah sejenak ketika matanya bertemu dengan Ayah pasiennya, Kim Min Jae. Lelaki bertubuh tambun itu melangkah pergi tanpa menyapa Emy.
Kim Min De pun menatap tajam dan sinis ke arah Emy lalu melangkah pergi.
Flashback off
" Ah ... untunglah ada dr. Yu Zhen." kata Jung Hyuk
Emy tersenyum dan mulai membuka laptop yang ada di meja kerja Tae Yang.
" Ehm ... Nona Muda, jika banyak yang menarik dana dan saham mereka, maka ..."
" Jangan kuatir, Hyuk. Aku melakukannya karena aku tidak rela kalau perusahaan suamiku jatuh ke tangan orang lain. Aku juga tidak akan pernah membiarkan usahanya terpuruk begitu saja," kata Emy sambil menulis sesuatu di atas memo kecil.
Jung Hyuk hanya bisa menatap istri Atasannya itu.
" Hyuk! Tolong siapkan ruangan di mansion untuk ruang komputer. Belikan juga aku semua yang aku catat di sini. Aku juga mau kau pindahkan perawatan suamiku ke mansion. Aku akan rawat Anak-anak dan suamiku di sana mulai sekarang. Masalah kantor, aku mau kau tangani dulu. Semua draft rencana sudah aku kirim ke e-mailmu. Apa yang kau kerjakan, akan aku pantau dari rumah. Lakukan saja apa yang aku suruh. Kau mengerti?" titah Emy
" Ba-baik, Nona Muda."
" Aku tahu kau ragu dan takut. Tapi, jangan kuatir. Aku hanya minta waktu 1 bulan." kata Emy dengan menatap Jung Hyuk yang kelihatan begitu cemas.
" Baiklah, Nona. Saya akan siaga di sini. Semua permintaan Nona, saya akan siapkan. Saya permisi dulu." pamit Jung Hyuk. Emy mengangguk dan tersenyum.
__ADS_1
Melihat pintu kantor tertutup, Emy menarik nafas dan membuangnya kasar lalu menutup matanya.
" Baiklah, Emy. Semangat!!!" ucap Emy sambil mengepalkan kedua tangannya keatas lalu menariknya turun. Memberi semangat untuk dirinya sendiri.
Emy menatap lukisan Kakek Kim, foto pernikahannya dan kedua putranya.
" Doakan aku, ya?" ucap Emy lalu menunduk dan mengusap perutnya yang mulai menonjol.
" Baby, bantu Mommy, ya? jangan rewel dan selalu kuat, ya sayang?"
Emy membereskan beberapa berkas yang akan ia bawa pulang dan beranjak pergi.
" Maaf, aku baru turun," ucap Emy
" Tak apa, asal kau ingat aja," jawab Yu Zhen dengan senyum menawannya.
Semua karyawan dan beberapa orang yang ada di lobby melihat itu menatap keduanya dengan berbagai macam ekspresi.
" Em, apa kau tahu berita hari ini?" tanya Yu Zhen saat keduanya sudah berada di dalam mobil.
" Biarkan saja. Aku tak mau pusing dengan hal itu," jawab Emy seraya menyandarkan punggungnya yang mulai terasa sakit
" Tapi, ini juga akan berpengaruh dengan reputasi Kimtae."
Emy melirik sekilas ke arah Yu Zhen. Pikirannya mulai mencerna perkataan lelaki tampan itu.
Sampai di rumah sakit, Emy terpaksa mengikuti kemauan Yu Zhen dan memeriksa kesehatannya. Untunglah Emy hanya mengalami sedikit memar tulang di bagian lengan dan kaki, tapi tidak ada yang serius.
" Hmm ... sekarang Anda sudah puas, Pak Dokter?" goda Emy dengan cengirannya.
" Kau itu ..."
Yu Zhen mengusap kepala Emy lalu memeluknya.
" Aku sangat puas. Aku tak tahu apa yang akan kulakukan kalau sesuatu terjadi padamu, Em!" kata Yu Zhen seraya mengusap punggung Emy
" Ehem ... hem ..."
Yu Zhen dan Emy melepas pelukan mereka dan melihat siapa yang berdehem.
" Oppa!"
" Yeol!"
Seru keduanya. Emy tersenyum menyambut Dokter Lee yang berjalan mendekati mereka. Dokter Lee menarik Emy menjauh dari Yu Zhen
__ADS_1
" Kau itu sudah menikah dan punya Anak. Jangan sembarangan memeluk orang," tutur dr. Lee dengan mata melirik Yu Zhen. Melihat itu, Yu Zhen hanya mendengus dan menarik nafas lalu membuangnya kasar. Tak lupa dokter tampan itu berkacak pinggang dan balik menatap dr. Lee
Emy melihat keduanya dan mengerutkan alis.
" Kalian berdua ... bertengkar?" tanya Emy polos.
" Tidak!" jawab Yu Zhen dan dr. Lee berbarengan
" Ohoo ... makin kompak aja!!" kata Emy dengan senyum sumringah.
" Ehem ..."
Emy berbalik dan melihat Jung Hyuk sudah berdiri di belakangnya.
" Nona Muda, semua sudah siap. Tuan Muda dan Si kembar sudah siap dipindahkan." lapor Jung Hyuk.
" Hmm ... baiklah. Ayo!" ajak Emy lalu berjalan dan melambaikan tangan pada dr. Lee dan Yu Zhen.
" A Zhen-a ... tolong jaga sikapmu," kata dr. Lee datar dan berlalu pergi.
Emy menggendong Mikha dan Micko dalam gendongan Jung Hyuk. Emy memutuskan naik di mobil Van bersama kedua Anaknya dan Jung Hyuk. Sedangkan Tae Yang dalam mobil ambulan yang dijaga dr. Lee.
Tae Yang dipindahkan ke kamar rawat Kakek Kim dulu. Emy serta Mikha dan Micko tinggal di kamar sebelah kamar rawat Tae Yang dengan pintu penghubung di tengahnya.
Selesai membersihkan tubuhnya dan juga si kembar, Emy mengambil baskom untuk menyeka suaminya.
Sebuah tangan kecil menarik ujung baju Emy.
" Ada apa, Nak?" tanya Emy lalu berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan putranya.
Mikha menunjuk pada kuku jari Tae Yang yang mulai panjang.
" Oh ... iya sayang. Nanti Mommy potong. Makasih ya, Mommy sudah dikasih tahu," ucap Emy. Mikha tersenyum lebar.
Emy bersyukur walaupun putranya belum bisa berbicara lagi, tapi mereka sudah mulai bisa diajak berkomunikasi dengan bahasa isyarat.
" Sayang, Mommy mau kerja di ruang itu. Mikha sama Micko mau ikut?" tanya Emy.
Si kembar mengangguk dan tersenyum lebar.
" Baiklah. Kalau begitu ayo ikut," kata Emy
Jemari Emy mulai bekerja. Ia mulai membuka situs hacker. Demi mempertahankan Kimtae, hasil jerih payah Kakek Kim dan suaminya, ia pun melanggar janjinya pada almarhum mantan kekasihnya. Emy mulai berselancar dan menerima job di situs hacker.
Sesekali Emy menoleh dan menjawab pertanyaan-pertanyaan Mikha dan Micko. Menjelaskan kinerja komputer dan cara ia bekerja. Tampak si kembar sangat antusias memperhatikan Mommynya bekerja.
__ADS_1
Malam kian larut. Tapi, sepertinya si kembar masih tak lelah untuk melihat Mommynya bekerja.