
Emy telah berganti bajunya sendiri, setelah selama hampir seminggu dia harus memakai baju pasien.
" Ahh...akhirnyaa..." Senyum sumringah mekar menghias wajah Emy. Hannah hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat aksi Emy yang seperti anak anak.
Dokter Lee sudah mengurus segala administrasi tanpa sepengetahuan Emy. Perawat Na tidak bisa menemani Emy kali ini, karna harus masih kerja shift.
" Han, aku urus administrasi dulu ya... Gak lama kok." Kata Emy seraya memakai sepatu crocsnya karena saat dibawa ke rumah sakit, Emy bertelanjang kaki.
" Hei, gak usah. Kau ini, kau kan dokter disini juga. Lagian kata paman Kang, ini sudah dibayar kok." Celetuk Hannah tanpa sadar.
S a t u
D u a
T i g a
E m p a t
L i m a
Hannah perlahan menegakkan badannya. Mengedipkan matanya pelan pelan, lalu membalikkan badanya bak robot, melihat Emy yang sedari tadi menatapnya tajam menyelidik.
" Ah...hahahaha... Maksudku, kamu kan dokter disini. Jadi, biaya perawatanmu dipotong dari gajimu. Gitu... Iya... Gitu.... Hahahaha..." Hannah menyilangkan jari telunjuk dan jari tengahnya dibalik badanya. Hatinya berdegup kencang, karena harus berbohong pada Emy.
" Hannah?..." Panggil Emy tiba tiba dengan lembut dan senyum misterius, yang membuat Hannah gugup dan menelan ludahnya dengan berat.
" I... Iya... Chagi... Hehehe.."
" Apa ada yang kau sembunyikan dari aku, hmm?" Emy berjalan mendekati Hannah dengan perlahan namun tetap dengan mata yang tajam, menatap lekat sahabat yang ada didepannya itu.
" A... hahahaha.... " Hannah tersenyum kecut sambil menggaruk kepalanyabyang tak gatal. Tanpa berani menatap Emy, Hannah berpura pura menyibukkan diri merapikan kamar rawat Emy karena semua barang Emy sudah selesai ia kemas tadi.
" Sudah selesai bersih bersihnya, Bu Hannah?" Tanya Emy santai namun dengan mata yang selalu mengikuti pergerakan Ha Na.
__ADS_1
" Mm... Emy, sepertinya aku harus ke kamar mandi, iya... Aku mau ke kamar mandi... Hahaha..." Belum sampai langkah kaki Ha Na ke kamar mandi, Emy sudah mencegatnya dan menaikkan alisnya.
" Hmm?"
" Hehehe... Emy, aku sudah gak tahan. Aku mau pup. Kau mau ikut? Boleh... Ayo..." Kilah Hannah.
" Kang Hannah-ssi!..." Panggil Emy dengan penekanan.
Hannah membeku di tempatnya berdiri, sesaat setelah berjalan menghindari Emy. Disaat yang bersamaan dr.Lee yang telah selesai mengurus administrasi Emy, ikut membeku berdiri didepan pintu menatap bingung Emy dan Hannah
" Ada apa ini?" Suara dr.Lee membuat Hannah tersenyum lebar lalu berlari bersembunyi di belakang dr.Lee.
Emy berbalik dan melihat dr.Lee serta menyilangkan kedua tangannya didada.
" Well... Apa bisa tolong anda jelaskan dr.Lee? Kenapa Hannah bilang, biaya rawatku sudah terbayar, hmm?" Ucapan Emy membuat mata dr.Lee membulat dan menelan salivanya dengan berat.
Semua hening. Tak ada yang berbicara. Emy tetap menatap keduanya yang bertahan dalam diam.
" Baiklah, kalau begitu aku akan tetap tinggal disini. Bukankah itu gratis?" Kata Emy sambil berjalan ke sofa lalu duduk dan menyilangkan satu kakinya.
" Emy-a, apa kamu gak kangen sama rumahmu?bunga dirumahmu banyak yang mekar, bagus bagus."
" Gak tuh. Lagian sekarang kan udah musim panas. Bunga bungaku pasti dah banyak yang layu."
" Hm... Emy - a... Mm... Kau kan juga tahu, kalo semua prosedur pemulangan sudah selesai, pasien harus segera pulang. Jadi... Kita pulang sekarang, gimana?" Bujuk dr.Lee ditimpali Hannah yang manggut manggut kayak marmut.
" hmm.. baiklah, kita pulang. Tapi besok aku mau pindah disini. Enak soalnya. Gratis. Aku gak perlu bayar listrik, air, sewa, belanja...."
" Ok..ok... Emy yang bayar aku dan direktur Kang. Ok? Dan aku gak mau kamu anggap itu hutang!" Ucap dr.Lee tegas padat dan jelas.
Emy menutup sebentar matanya dan menghela nafas.
" Baiklah... Kalian ini. Susah banget kalo disuruh jujur!" Gerutu Emy laku beranjak pergi meninggalkan dr.Lee dan Hannah yang menatap Emy heran.
__ADS_1
" Hannah... Dia gak marah... Hahaha... " Hannah manggut mangut lagi dan mereka akhirnya tos dan berlari menyusul Emy.
Emy diantar dr.Lee dan Hannah kerumahnya. Hannah tak mengijinkan Emy kembali ke rumah Tae Sang. Sebenarnya Dr.Lee yang tak mengerti perdebatan masalah Emy tinggal, hanya menuruti kemauan kedua gadis yang ia antar.
Sesampainya dirumah Emy, Hannah mengantar Emy ke kamarnya dan menyuruhnya istirahat, sementara dr.Lee setelah membawa masuk koper Emy, langsung memasak dan menyiapkan makan malam.
***
Tae Sang merasa geram dengan permintaan kakek Kim. Ia sangat menyayangi kakeknya, tapi kali ini dibuat kesal dengan tingkah kakek yang semakin susah ditebak.
Setelah menelepon teman temannya, Tae Sang mengemudikan mobilnya, menjauh dari kediaman kakek dan pergi ke bar, tempat ia biasa nongkrong dengan teman temannya.
Sampai di Bar, Tae Sang menuju ke ruangan khusus dan menunggu teman temannya. Baru saja duduk dan meminum beberapa gelas wine, Tae Sang merasa ingin buang air kecil.
Tae Sang berdiri, membuka pintu dan teman temannya tampak sedang berjalan kearahnya dan saling mengobrol.
" Hei, bro! Mau kemana?" Tanya Willy Joo
" Ah...aku ke toilet dulu ya... " Jawab Tae Sang sambil berlalu.
" Mau kuantar?" Goda Cha Ryung Sik
" Ih... Najis!" Tae Sang berlalu dan teman temannya tertawa terbahak bahak dan masuk kedalam ruangan VIP bar.
Tae Sang menyelesaikan ritual buang hajatnya. Ia mencuci tangannya di washtafel, dan mendengar seseorang sedang berbicara, mungkin lagi menelepon dan berada didalam bilik. Karena Tae Sang tak melihat orang itu.
" Iya Helena sayang, kamu jangan khawatir... Hmm... Aku juga sayang kamu. Masalah dia, aku akan tangani. Kamu tahu beres. Ok sayangku?"
' Helena? Ah...gak... Mungkin namanya aja sama, Helena masih di Amerika. Tapi, suara pria itu, kok kayak aku kenal ya...' batin Tae Sang. Dari ekor matanya, ia melihat orang itu keluar dari bilik dan akan berjalan ke washtafel. Tae Salng segera pergi dan berusaha menghilangkan pikiran negatif yang mulai muncul di benaknya.
Sementara laki laki yang baru keluar dari bilik itu, dengan santai mencuci tangannya, menata rambutnya lalu kembali ke sebuah ruangan yang didalamnya sudah ada 3 wanita berpakaian sangat seksi. Ia melihat mereka dengan mata mesumnya.
" hallo...Ladies! Mari kita bersenang senang! hahaha...." seru laki laki itu sambil menuang wine kedalam gelasnya, meminumnya dan memeluk serta menciumi leher dan dada sintal wanita disampingnya.
__ADS_1
" Tuan Shin... apa rencanamu selanjutnya? " tanya manja seorang wanita bertubuh seksi, sambil memainkan dua jarinya di dada laki laki itu.