Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
Fan Mikha - Season 2


__ADS_3

Emy mengangguk," Baiklah, bawa Anak-anak tidur dulu di Van." Titah Emy.


Emy dan Tae Yang duduk bersila di ujung meja. Para kru begitu canggung dan merasa takut duduk semeja dengan pemilik Perusahaan terbesar di Korea itu. Emy merasakan itu. Ia tersenyum dan menyenggol kaki tunangannya. Tae Yang melihatnya tak mengerti. Tapi, melihat kode Emy, Tae Yang menghela nafasnya dan menuruti perintah "Sang Ratu."


" Kalian jangan sungkan, makanlah!" Kata Tae Yang kaku.


Semua kru mengangguk dan memakan makanannya tanpa bersuara.


" Kalian boleh bersikap seperti kalian biasa bersikap saat berkumpul untuk makan," ucap Emy ramah. Tapi, sepertinya mereka tetap merasa takut untuk makan bersama Tae Yang.


" Ehm, maaf. Saya ingin berdua dengan calon suami saya. Jadi, saya pindah meja dulu, ya. Hehehe ... silahkan dinikmati makanannya." Kata Emy tiba-tiba. Tae Yang terkejut mendengarnya. Belum sampai ia bertanya, tangannya sudah ditarik Emy ke lantai 2 restoran itu.


" Sayang, kamu tahu ya, kalau aku cuma mau berdua aja makan sama kamu, hmm?" tanya Tae Yang dengan senyum sumringahnya.


" Aku cuma gak mau mereka sakit perut gara-gara harus hati-hati makan sama kamu," ucapan Emy memudarkan senyum sumringah Tae Yang.


Wajah Tae Yang berubah muram. Emy tersenyum melihatnya, ' Mikha, Micko appa ini, gitu aja ngambek!' cibirnya dalam hati.


" Tae Yang-ssi!" Panggil Emy. Tae Yang yang tadinya hanya menunduk memainkan sendoknya mendongak melihat Emy. Kode tangan Emy membuatnya mendekatkan wajahnya ke arah Emy (mereka dipisahkan meja).


Cup


Emy mencuri ciuman Tae Yang dan segera kembali ke posisinya semula seakan tak pernah terjadi apa-apa.


Tae Yang menatap Emy tak percaya. Baru kali ini wanitanya itu berinisiatif menciumnya di depan umum seperti ini. Wajah muram Tae Yang seketika menjadi cerah kembali.


Makan malam romantis keduanya pun tercipta. Saling suap dan tersenyum, bercanda, berpegangan tangan, ciuman Tae Yang di tangan Emy dan banyak lagi. Tanpa mereka sadari, momen mereka itu diabadikan seorang kru foto pre-wedding mereka dan seorang pengunjung restoran yang diam-diam meng-uploadnya ke jejaring sosialnya.


Mereka kembali setelah Emy melahap habis makanan yang disediakan di atas meja. Tae Yang melongo melihatnya. Ia baru tahu, kalau wanitanya itu "sangat rakus" bila berhubungan dengan Seafood.


" Kau itu makan banyak, tapi gak gemuk-gemuk ..." Gumamnya dengan tersenyum.


" Hmm? Kau bilang apa?" Tanya Emy selesai mencuci tangan.


" Ah, gak ... ayo pulang, sayang," elak Tae Yang dan segera berdiri lalu merangkul pinggang Emy

__ADS_1


Fajar baru saja menyingsing ketika Emy terbangun dari tidur lelapnya. Kemarin malam, ia tertidur di mobil. Karena begitu pulasnya ia tertidur, Tae Yang tak tega membangunkannya lalu menggendongnya ke kamar.


" Hmm ... aku ke dapur dulu," Emy melepas pelukan Tae Yang perlahan lalu masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri.


Di dapur, dengan bantuan Chef pribadi Tae Yang, Emy menyiapkan sarapan untuk ketiga laki-laki yang kini mengisi hidupnya. Tak lupa, ia juga meminta Chef Brandon, begitu nama Chef asal Australia itu, untuk menyiapkan 5 bekal makan siang. 2 untuk si kembar, 1 untuk Tae Yang, 1 untuk Emy dan 1 lagi untuk Yu Zhen.


Selesai dengan acara memasaknya, Emy kembali naik ke lantai 2 dan membangunkan Tae Yang.


" Tae Yang-ssi! ... Tae Yang-ssi, bangun! kamu harus ke kantor,"


Emy menggoyang-goyang tubuh Tae Yang dan menarik selimutnya. Tiba-tiba tangan Tae Yang memegang pergelangan tangan Emy dan menariknya hingga membuat Emy terjerambab jatuh ke atasnya.


" Akh ... Tae Yang-ssi!" protes Emy


" Morning, sayang. Kiss dulu ..."


Dengan mata setengah terpejam, Tae Yang mengerucutkan bibirnya meminta ciuman.


Cup


Selesai dengan pergulatannya, Emy segera bangun dan kembali membersihkan diri, menolak permintaan Tae Yang untuk mandi bersama.


30 menit kemudian, Emy sudah selesai membangunkan si kembar lalu memandikan mereka.


Tae Yang sudah duduk rapi dan melihat Ipadnya ketika Emy turun dengan kedua miniaturnya. Senyum terus mengembang di bibir lelaki tampan itu. Emy menautkan alisnya melihatnya. Sementara Mikha dan Micko, keduanya duduk di tempat mereka masing-masing dengan bantuan pengasuh mereka.


" Tae Yang-ssi! ada apa? kayaknya bahagia sekali kamu?" tanya Emy seraya mengambilkan Tae Yang makan. Tak ada jawaban. Hanya senyuman mengembang dan dendang ria dengan nada ke sana kemari.


" Dad! No sing!" titah dari Tae Yang cilik alias Mikha.


" Hm! Daddy boleh nani di kantor Daddy, dangan dicini (Hm! Daddy boleh nyanyi di kantor Daddy, jangan disini)!" tambah Micko


" Kenapa kok harus di kantor Daddy?" tanya Tae Yang tak mengerti


" Kan, di kantor Daddy tuma (cuma) ada Daddy," celetuk Mikha sambil menguyah sosisnya.

__ADS_1


Tae Yang menipiskan bibirnya dan menghela nafas. Sementara Emy, ia mengulum bibirnya menahan tawa.


" Senang banget sayangku ini, ya? Suaminya dicibir Anak sendiri, kamu bahagia sekali" sindir Tae Yang


Emy tak dapat lagi menahan tawanya. Tawa renyah yang membuat orang bertambah gemas jika melihatnya



Selesai sarapan, Emy dan Tae Yang mengantar kedua putranya ke sekolah. Semua mata memandang ke arah mereka. Tatapan kagum dan iri terpusat pada keluarga kecil Kim. Mereka hanya menanggapinya biasa saja.


" Mikha!" panggil seorang anak kecil. Mendengar namanya dipanggil, Mikha bersembunyi dibalik tubuh Mommynya.


Emy dan Tae Yang saling tatap seolah bertanya, " ada apa?" dan keduanya juga saling mengedikkan bahu.


" Mikha! aku kangen!" seru anak perempuan imut dengan kuncir kuda dan senyumnya yang menampakkan giginya yang habis di bagian depan. Ia begitu cepat menemukan sosok Mikha dibalik badan sang Mommy.


Emy dan Tae Yang mendelik dan kembali saling tatap. Emy mengulum senyumnya, sedang Tae Yang, masih dengan wajah cueknya.


" Hallo, nak. Namamu siapa?" tanya Emy ramah. Mikha mendengar Mommynya menyapa anak itu, menarik dress Mommynya dari belakang.


" Namaku, Im Hyojin, tante," jawab anak itu," Tante ini Eommanya Mikha?" tanya anak itu.


Mikha terus menarik-narik dress Mommynya. Emy berbalik lalu berjongkok mensejajarkan tingginya dengan putranya.


" Kenapa, sayang? itu Hyojin cari kamu," kata Emy tersenyum


" Mommy!" protes Mikha dengan wajah ditekuk.


" Mikha, hai!" sapa Hyojin melambaikan tangannya.


" Mommy, Mikha masuk dulu!" Mikha segera berlari ke arah kelasnya diikuti Hyojin dengan senyumnya. Micko segera melepas pegangan Daddynya, dan berlari menyusul Mikha.


" Sayang, sepertinya Mikha sudah punya fan," celetuk Emy. Tatapannya masih belum lepas ke arah putranya pergi.


" Mereka masih kecil. Sudah, ayo kita pergi," Jawab Tae Yang lalu merangkul Emy dan membantunya masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


__ADS_2