
14 tahun lalu, Emy kecil hidup tak seperti anak anak lainnya, yang bersekolah dan bermain dengan teman sebayanya. Ia hanya boleh didalam rumah, dan paling jauh bermain di pekarangan. Ayahnya selalu menyembunyikan dia didalam rumah, sejak kegagalan dalam tes masuk sekolah Emy di beberapa sekolah.
Ayahnya selalu terbawa emosi setiap kali melihat anak perempuan satu satunya itu. Bahkan tak segan, jejak rotan dan ikat pinggang menghiasi tubuh kecil Emy. Ibu Emy tak bisa berbuat banyak, karena sang ayah yang sangat mudah marah dan keras kepala.
Setiap kali Emy menangis, bukan pelukan yang ia dapat, tapi makian dan hukuman dikunci didalam kamar tanpa lampu. Emy kecil akhirnya terbiasa menyembunyikan kesedihannya dalam senyuman. Tujuannya hanya satu menghindari kemarahan ayahnya yang lebih lagi. Emy juga harus tegar, agar ia tak melihat ibunya menangis atau dimarahi karena membelanya. Kakak Emy hanya bersikap cuek, tak ada rasa iba yang ia tunjukkan walau dengan ekspresinya saja, walau melihat perlakuan ayahnya, kepada adik semata wayangnya itu. Bukan hanya itu kakaknya bahkan sering membuat Emy dihukum, hanya jika permintaannya tak dituruti.
Keberuntungan menghinggapi Emy, ketika pasangan asal Korea Selatan, yang tergabung dalam relawan dokter Taiwan - Portugis datang ke desanya. Dr.Sie Jee Jung dan dr.Han In Na, adalah pasangan suami istri asli Korea Selatan yang berdomisili di Taiwan, yang kemudian ikut tergabung dalam misi sosial itu. Mereka tak memiliki anak. Setelah tinggal beberapa hari dengan keluarga Emy, mereka melihat ketidak adilan dan perlakuan yang membuat hati mereka teriris.
Dengan bulat hati, mereka bertekad mengadopsi Emy kecil. Ayah Emy menolak dengan berbagai alasan. Dr. Sie memohon dengan mengatakan ketidakmampuan istrinya untuk mengandung, tapi tak membuat ayah Emy tergerak. Namun, setelah dr. Sie memberi ayah Emy amplop berisi sejumlah uang, mereka akhirnya melepas Emy. Dan dr.Sie mengubah nama Emy yang semula Emilia Yolanda menjadi Emy Sie, ikut marganya sendiri dan memasukkan Emy dalam kartu keluarga.
__ADS_1
Ketika Emy masuk di SD Seoul Internasional, Hannah Kang bertemu dengan Emy dan menjadi teman bahkan sahabat. Saat itu, tak banyak yang Hannah ketahui tentang Emy, ia dan Emy hanya bercanda dan bermain sebagaimana layaknya teman, walau mereka beda usia.
Ketika jam pelajaran berenang, Hannah melihat Emy yang tak mau melepas celana panjang dan sweaternya, Emy hanya berkata bahwa ia tak bisa berenang, dan takut dengan air yang dalam. Awalnya guru olahraga marah dengan itu. Tapi, karena Emy memohon dan terlihat ketakutan dimatanya, akhirnya guru olahraga itupun mengijinkan Emy tak ikut berenang. Hannah melihat Emy yang murung ketika semua teman temannya berteriak dan bermain air. Tanpa disadari Emy, seorang anak laki laki mendekati Emy dan menyeret paksa Emy ke kolam dan mendorongnya. Hannah berteriak histeris karna ia ingat apa yang Emy katakan, kalau ia takut dengan air dalam. Emy tampak gelagapan karna tak tahu berenang. Untunglah sang guru datang menolong Emy. Emy kemudian dibawa ke ruang UKS.
Saat perawat disana membuka pakaian Emy, Hannah yang ikut menjaga Emy dan perawat itu terkejut, melihat tubuh Emy yang dipenuhi bekas luka. perawat akhirnya menelepon dr.Sie dan dr.Han. Kepala sekolah, guru olahraga dan wali kelas Emy menginterogasi dr.Sie dan dr.Han. Dengan jujur dr.Sie mengatakan siapa Emy. Karena melihat Emy dengan kondisi memprihatinkan seperti itulah, ia semakin yakin untuk membawa Emy pergi jauh ke Korea.
Hannah yang mendengar kisah Emy turut menangis, dan berjanji akan selalu ada untuk Emy dan menyayangi Emy seperti adiknya sendiri. Hannah begitu bahagia saat bersama Emy dan sebaliknya, bahkan saat Emy harus ikut kelas akselerasi, Ha Na tetap mendukung dan selalu menunggu Emy untuk pulang bersama. Hingga mereka harus berpisah sekolah, karena Emy berhasil dalam ujian akselerasi.
Awalnya Hannah menangis karena tak mau kehilangan Emy. Ia sempat mogok makan, agar orangtuanya mengijinkannya ikut ke Amerika dan bersekolah disana. Tapi apalah daya, Hannah harus harus rela berpisah dari Emy, karena sebulan sebelum kepergian Emy, ayahnya berpulang secara mendadak, karena serangan jantung. Hannah melepas Emy dengan berat hati, ia tak rela berpisah jauh dari sahabatnya itu, tapi ia juga harus menemani ibunya, karena dia adalah satu satunya keluarga yang dimiliki ibunya.
__ADS_1
Saat di Amerika, ketika itu Emy masih berumur kurang lebih 10 tahun, kehilangan jejak orang tua angkatnya, setelah berbelanja disebuah mall, karena ia asyik mengejar burung merpati. Emy yang tak tahu jalan pulang, bertemu dengan seorang gelandangan yang lusuh, berjenggot dan sangat bau. Emy melihat orang itu yang sepertinya sedang sakit.
Tanpa memperdulikan keadaan gelandangan itu, Emy memberikan satu satunya burger yang ia miliki untuk gelandangan itu. Emy begitu senang melihat gelandangan yang berumur sekitar 40 an itu, memakan pemberiannya. Emy juga memberikan botol minumannya dan disambut dengan senyuman dan ucapan terima kasih dari gelandangan itu. Emy dan si gelandangan saling bercerita. Dari pembicaraan itu, Emy tahu bahwa, laki laki itu adalah seorang mantan tentara. Ia menjadi gelandangan, setelah keluar dari militer karena kematian adik kandungnya yang adalah satu satunya keluarga yang ia miliki. Ia menggelandang karena putus harapan. Emy menatap pria itu sedih. Orang itu begitu baik pada Emy, Emy senang bercerita dengan gelandangan yang bernama Evan itu. Sampai tak terasa langit mulai gelap. Evan bertanya tempat tinggal Emy, namun hanya mendapat gelengan kepala dan wajah sedih.
Evan segera menggendong Emy dan membawa Emy ke kantor polisi. Dengan bantuan polisi, akhirnya Emy bisa bertemu dr.Sie dan dr.Han yang memeluk dan menangisinya karena mereka mengira Emy menghilang atau diculik. Mereka sangat berterima kasih pada Evan, tapi tak menemukannya untuk berterima kasih.
Beberapa bulan sejak kejadian itu, Emy sedang berjalan dari perpustakaan dan hendak pulang. Ketika ia melewati sebuah jembatan, Emy melihat seseorang yang membuatnya tersenyum. Emy berlari dan memeluk laki laki itu. Laki laki itu terkejut melihat Emy, ia tertawa dan berjongkok melihat Emy.
" Nak, apa kau tersesat lagi?" Tanya laki laki itu
__ADS_1
" Hahaha...aku sekarang sudah tahu jalanan disini Paman Evan, jadi aku tak akan tersesat. Hehehe...paman, kenapa paman waktu itu menghilang? Aku dan papa mama sudah mencari paman, tapi paman gak ada." Kata Emy dengan polos.