Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
My Wish


__ADS_3

Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu.


MJM- Rie2611


 


 


Laki-laki dengan jas mewah berwarna hitam dan kemeja putih, dengan kancing yang dibuka pada bagian leher, terus memperhatikan Emy.


Sesekali ia mengeraskan rahangnya dan tangan terkepal menahan amarah, terkadang tersenyum simpul.


Semua gerak-geriknya tak luput dari perhatian seorang asisten yang selalu mengekor kemanapun dia pergi.


Pembicaraan bisnis yang ia lakukan, tak sepenuhnya mendapat fokus perhatiannya. Sesekali, asistennya harus berbisik mengulangi. Tak ada yang berani protes, karena mereka tak ingin berada di sisi buruk laki-laki itu.


Emy menikmati hidangan yang disediakan tanpa basa-basi. Ia terus berbicara dengan Hannah dan seorang muda yang tampak begitu akrab dengannya.


Sesekali laki-laki mendekati Emy untuk berkenalan atau meminta nomor ponselnya, tapi tentu saja ditolak halus oleh Emy, walau kadang ia juga memberi nomor telepon, tapi nomor rumah sakit tempatnya bekerja.


" Chagi ... sepertinya kalau kamu terus memberi senyuman, semua laki-laki disini akan datang kemari semua... " bisik Hannah, Emy melihat Hannah tak mengerti


" Ck ... Nona Dokter, kamu tak perlu tersenyum saja, sudah menjadi magnet para lelaki, apalagi kalau kau tersenyum! Sekarang stop senyumnya, dan makan saja ini.." Hannah menjejali mulut Emy dengan cake beras.


" Aku juga takut kalau semua wanita disini akan menjadi musuhmu!" bisik Hannahlagi.


Emy tak memperdulikan temannya yang terus saja mengoceh dengan berbisik padanya. Dengan asyiknya, Emy menikmati hidangan yang disediakan.


" Hmm ... jangan bilang kamu kesini hanya untuk menumpang makan malam..." sindir seseorang dibelakang Emy. Dengan raut tak berdosa, Emy membalikkan badan dan tersenyum manja pada orang itu.


" Hehehe ... Sunbae, kau memang the best! kau memang yang paling mengerti ... hahaha ..." sahut Emy yang ditimpali gelengan laki-laki yang memakai jas pengantin.


" Oppa, kau tahu sendiri, dia itu ratunya makanan!" timpal Hannah sambil menahan senyum, karena Emy yang mengerucutkan bibirnya, dan membuatnya semakin terlihat menggemaskan


" Iya, dokter Sie ... anda itu makannya banyak, tapi kenapa masih tidak gendut ... kemana semua makanannya? jadi iri  ..."


" Ehem .. .Nona Na, panggil saja, Emy. Dan, jangan bawa-bawa makan banyak, kan saya jadi malu kalau orang tahu ..." protes Emy sedikit berbisik tapi masih bisa didengar dr.Lee dan Ha Na juga perawat Na.


Mereka bertiga tertawa dan membuat Emy bertambah cemberut karena kelemahannya seperti dibuka di muka umum.


" Hei, kau tahu ... makanan disini tidak gratis?!" kata dr.Lee tiba-tiba.


" Iya, iya... aku tahu! sebentar lagi aku bayar, ok?!" sahut Emy dan meninggalkan mereka bertiga.


Ketiganya bingung melihat Emy yang pergi menuju panggung. Lebih terkejut lagi, ketika mereka melihat Emy duduk didepan sebuah piano yang ada diujung panggung.


Seseorang menaruh mic disebelah Emy, yang diangguki ucapan terima kasih Emy. Laki-laki yang sedari tadi memperhatikan Emy juga menatapnya heran.


' Mau apa dia?' batinnya

__ADS_1


Emy menata mic agar bisa sesuai dengan ketinggiannya. Ia juga menekan tuts untuk mengetes dan memberi acungan jempol pada teknisi.


" Ehem ... selamat malam semuanya ... Sunbae Lee dan Nona Na, saya persembahkan lagu ini untuk kalian berdua. Semoga kalian dapat menikmatinya dan menjadi pengingat kalian akan saya nantinya... " kata-kata pembuka Emy mendapat tepuk tangan seluruh hadirin.


Sementara, dr. Lee menggenggam erat tangan Perawat Na agar tak menangis. Perawat Na melihat dr.Lee dan dibalas anggukan dan pelukan.


Ia membawa Perawat Na menuju ke dekat panggung dengan Hannah mengikuti. Ia ingin mengabadikan di ponselnya. Sesuatu yang tak disadari Hannah, bahwa momen itu akan benar menjadi kenangan.


Dengan tersenyum sambil menutup mata dan menarik nafas, jari Emy mulai memainkan tuts piano dengan lincah.


Awalnya begitu biasa, hingga tak jarang beberapa wanita yang iri dengan Emy, memberi komentar mengejek, tapi tak Emy tanggapi. Hingga kemudian suara merdu Emy membuat seluruh hadirin terdiam.


I hope the days come easy and the moments pass slow


And each road leads you where you want to go


And if you're faced with a choice, and you have to choose


I hope you choose the one that means the most to you


And if one door opens to another door closed


I hope you keep on walkin' 'till you find the window


If it's cold outside, show the world the warmth of your smile


 


My wish, for you, is that this life becomes all that you want it to


Your dreams stay big, your worries stay small


You never need to carry more than you can hold


And while you're out there getting where you're getting to


I hope you know somebody loves you, and wants the same things too


 


Yeah, this, is my wish


I hope you never look back, but ya never forget


All the ones who love you, in the place you left


I hope you always forgive, and you never regret


And you help somebody every chance you get

__ADS_1


Oh, you find God's grace, in every mistake


And always give more than you take


 


But more than anything, yeah, more than anything


My wish, for you, is that this life becomes all that you want it to


Your dreams stay big, your worries stay small


You never need to carry more than you can hold


And while you're out there getting where you're getting to


I hope you know somebody loves you, and wants the same things too


Yeah, this, is my wish.


Yeah


My wish, for you, is that this life becomes all that want it to


Your dreams stay big, your worries stay small


You never need to carry more than you can hold


And while you're out there gettin' where you're gettin' to


I hope you know somebody loves you, and wants the same things too


Yeah, this is my wish (My wish for you)


This is my wish (My wish for you)


Hope you know somebody loves you (My wish for you)


May all your dreams come true (My wish for you)


( song by Rascal Flatts, lagu genre country yang digubah ke versi piano...by Author🤭)


Alunan musik dan suara merdu itu telah berakhir, namun seakan jiwa para hadirin yang menikmatinya belum kembali, karena begitu terhanyut dengan setiap lirik dan alunan piano yang sangat indah.


plok...plok...plok...


Jiwa seseorang rupanya sudah kembali dan memberi tepukan tangam yang begitu keras dan seperti gelombang, tepuk tangan sambung-menyambung menggema di ballroom hotel yang luas itu.


Emy yang turun dari panggung tanpa beban, menatap bingung setiap orang yang bertepuk tangan meriah dan kagum akan penampilannya.

__ADS_1


__ADS_2