
Sudah 2 hari Emy belum sadarkan diri dan masih harus berada si ruang ICU. dr.Lee Kyong tak pernah absen menemani sahabatnya itu. Ia selalu setia berada di sisi Emy. Ia bahkan mengurangi jadwal operasi dan visite hanya agar dapat berada disamping Emy.
Perawat Na juga mengambil shift yang berlawanan dengan dr.Lee Kyong, agar dapat bergantian menjaga Emy.
Selama Emy dirawat dan bahkan menjalani operasi kecil di dahinya, Tae Sang tak pernah menampakkan batang hidungnya. Hanya Byun Hyuk yang sesekali mengunjungi, walau hanya sebentar. Kakek Kim dengan kursi rodanya memaksa datang untuk menjenguk Emy, walau dengan kondisi yang masih terbilang lemah. Air mata mengalir membasahi pipinya. Ia begitu menyesal percaya bahwa cucu satu satunya itu akan menerima Emy.
Disebuah balkon dengan meja dan kursi santai, duduk seorang wanita cantik dengan gelas Wine ditangannya, tersenyum dan bahkan tertawa. Ia senang menerima kabar tentang keadaan Emy dari salah satu orangnya di rumah sakit. Ia juga begitu bahagia, karena adik sepupu, dari laki laki yang ia cintai, juga membantunya.
" ah...Emy... Emy, kau takkan menang melawanku...hahahhaha..." dalam sekali teguk, wine di gelasnya habis ia telan.
kantor Tae Sang
Suara keyboard komputer terdengar, mendominasi seluruh ruangan besar bergaya modern minimalis, tempat seorang pria tampan bertubuh atletis menyibukkan diri dengan banyak pekerjaan.
Asistennya juga tampak sibuk mengetik dan memilah berkas. Walau sesekali ia pergi ke pantri dan membuat kopi untuk menghilangkan rasa kantuknya. Bagaimana tidak mengantuk, ini sudah jam 11 malam, dan bosnya tidak ada tanda tanda akan pulang.
tok tok...
" masuk!" Suara dari dalam membuat asisten bertubuh kurus dan berkacamata itu, berani untuk masuk ruangan bosnya yang galak.
" ada apa?" lagi lagi suara dingin bosnya yang ia dengar.
" emm... Tuan Muda, ini sudah jam 11 malam, apa Tuan Muda mau kopi atau mau pulang?" kata asisten itu dengan gemetar dan peluh yang sepertinya mulai keluar di dahinya.
" buatkan aku kopi, lalu kau pulanglah!"
__ADS_1
" sa..saya akan menemani anda, Tuan Muda." jawaban atas kata kata yang ia ucapkan pada akhirnya adalah, tatapan tajam dari atasannya yang membuatnya menelan saliva kasar.
" aku bilang kau pulanglah! dan jangan ganggu pekerjaanku!"
" ba...baiklah Tuan Muda" Sebelum asisten itu berbalik, suara dingin memanggilnya lagi.
" Byun Hyuk, bawakan aku semua file proyek kondominium dan proyek di Jeju, juga laporan keuangan 2 bulan lalu."
Mata Byun Hyuk mendelik, 'laporan keuangan dan file proyek yang bermasalah dulu itu? sama aja anda tidak mengijinkan aku pulang, Tuan Muda!' gerutu Byun Hyuk dalam hati.
" kenapa? ada masalah?" mata Tae Sang menatap asistennya tajam.
" ah..ah...hahaha...tidak Tuan Muda. saya..saya akan ambilkan. Permisi!" Dengan langkah cepat, Byun Hyuk pergi dan kembali ke ruangannya yang ada didepan kantor Tae Sang.
" ya Tuhan, apalagi ini, kan itu semua sudah selesai, kenapa sih Tuan Muda minta lagi? haduh..." omel Byun Hyuk. Ia begitu kesal karena permintaan Tae Sang berarti ia harus membongkar lagi lemari file yang sudah ia tata. Semua berkas dan dan file yang sudah selesai, selalu ia simpan di ruang file yang ada di sebelah ruangannya.
" fiuh... ini dia! semua sudah siap. File yang hampir bikin Kimtae Building, hancur. Seandainya tidak ada informan baik hati itu.... ahh... aku pasti sudah dirumah eomma dan dapat pukulan gratis dipantatku...hehehe..." celetuk Byun Hyuk. Mata sipitnya memicing membayangkan jika ia jadi pengangguran dan harus tinggal dirumah orang tuanya. Dengan senyum mengembang, Byun Hyuk melangkah menuju ruangan Tae Sang.
tok..tok...tok...
" masuk!" dengan percaya diri, Byun Hyuk masuk dan meletakkan berkas yang atasannya minta, di atas meja.
Tae Sang mendongak dan melihat berkas berkas yang ia minta. Dengan lambaian tangannya, Tae Sang menyuruh Byun Hyuk meninggalkan ruangannya.
" hmm...aku sudah berhasil membuat penghianat itu dipenjara, tapi...aku harus menyelidiki lagi. apa benar kalau..." Tae Sang menggelengkan kepalanya menjauhkan pikiran negatifnya terhadap seseorang, dan mulai kembali mempelajari berkas berkas yang Byun Hyuk bawa.
__ADS_1
RS Emerald Internasional, Seoul
Seorang wanita dengan tinggi tubuh rata rata wanita asia, dengan rambut di cat pirang, berjalan dengan sedikit berlari didalam koridor rumah sakit. Raut cemas tampak jelas di wajahnya.
Setelah naik eskalator 3 kali, akhirnya ia sampai diruangan yang ia cari. Perasaan deg deg an membuatnya ragu membuka pintu dihadapannya. Ia menahan nafasnya sembari membuka pintu ruangan bertuliskan ICU VIP.
Seorang suster menghampirinya dan memakaikannya baju khusus. Ia menurut saja sedang matanya tertuju pada wanita yang ia sayangi, yang sedang terbaring dibalik kaca. Air mata tiada henti mengalir deras dipipinya, suara isak tertahan karena dibungkamnya mulutnya dengan kedua tangan.
dr.Lee Kyong menganggukkan kepalanya, menepuk bahu wanita itu dan berlalu pergi. Wanita itu duduk dan mengambil tangan pucat yang tertusuk jarum infus dan memandang wajah pasi sahabatnya.
" Emy... ini aku...hiks...Ha Na.... hiks hiks...Emy...kenapa denganmu? tolong sadarlah...hiks hiks..." tangisan Hannah tak terbendung lagi, ia begitu pilu melihat kondisi sahabat yang sudah ia anggap sebagai adik itu.
dr.Lee Kyong memperhatikan mereka berdua dibalik kaca. Seorang suster memanggilnya dan menyadarkan lamunannya.
" ya, perawat Shin?"
" ini hasil lab dan rontgen dr.Sie, dokter" perawat Shin menyerahkan map kuning itu ketangan dr.Lee Kyong.
" hmm..terima kasih!" Setelah perawat Shin pergi, Dr. Lee Kyong melihat hasil lab dan rontgen Emy. Matanya membulat lalu terpejam dan melihat hasil ditangannya beberapa kali. Seolah tak mau percaya, ia melangkah cepat dan pergi ke ruangannya. Menyalakan lampu ruangannya dan lampu baca, ia membaca kembali hasil yang tertulis disana juga hasil gambar yang ia peroleh.
tubuh tinggi dr.Lee Kyong melorot jatuh ke lantai. ia melempar hasil lab ke sembarang arah. Dengan menundukkan kepalanya diantara lututnya, ia berusaha keras menahan air mata yang mulai terkumpul dipelupuk matanya.
dr. Lee Kyong mengambil ponselnya dan menelepon seseorang, meminta agar merahasiakan hasil pemeriksaan dr.Sie. Hanya itu yang ia bisa buat saat ini.
kantor Tae Sang
__ADS_1
Waktu sudah menunjukkan jam 4 pagi. Tae Sang menutup matanya, memijat pelipisnya lalu berjalan dan membawa kopi buatan Byun Hyuk lalu berdiri didepan dinding kaca disebelah meja kerjanya.
" Emy, apa dia sudah siuman? arrghh...ngapain aku mikirin wanita murahan macam dia sih?...Kalau saja aku gak dapat info soal kamu, kamu pasti sudah menjebakku dengan sikapmu yang sok polos itu!" geram Tae Sang.