
Acara pembukaan butik L'amour di Mall Grand Indonesia yang disertai peragaan busana koleksi L'amour, berlangsung meriah walaupun tak begitu megah. Evan dan Ha Na membawa serta kedua buah hati mereka.
Baby Sean yang sudah bisa berjalan, selalu mengikuti kemanapun kakaknya pergi.
Emy sungguh gemas melihatnya. Ji An diminta Emy menjaga Anak-anak didalam sebuah ruangan di dalam butik
Emy dengan gaun buatannya sendiri menjadi First Face (seorang model yang dianggap paling pas menjiwai tema atau konsep busana yang dipersembahkan baik melalui penampilan fisik dan cara berjalan) karena paksaan Ha Na.
Emy menggunakan Adi busana Ball Gown bergradasi dari bahan kain satin impor, sutra, taffeta khusus, satin stretch, organza, sifon, renda, dan tulle berkualitas tinggi. Dengan make up tebal dan lipstik merah hati, membuat Emy terkesan misterius dan tegas.
Tae Yang, Mikha, Micko, Evan, dan Ha Na terkesima melihatnya. Tak salah Ha Na memaksa Emy menjad Opening Modelnya.
Selesai dengan peragaan busana, seorang MC menjelaskan kepada khalayak tentang L'amour dan pencapaiannya. Kualitas produk yang memang sudah dikenal banyak orang, menjadi daya tarik bagi banyak tamu untuk segera berbelanja.
Emy yang berada di belakang panggung merasa bosan. Ia sebenarnya tak suka acara seperti ini. Tampil di depan orang banyak dan menjadi sorotan adalah beban untuknya. Payudaranya sudah terasa sakit. Karena memakai gaun, Emy hanya bisa menahannya.
" Ada apa, sayang?" tanya Tae Yang yang menyusul istrinya ke belakang panggung. Ia melihat wajah Emy yang gelisah
" Iniku sakit, sayang. Ini sudah jam baby Migu minum," rengek Emy seraya menunjuk dadanya
" Aduh, sayang. Migu baru saja minum, apa di pompa saja?"
Emy menggeleng," bantu aku buka gaun ini," pinta Emy. Tae Yang mengangguk dan berjalan mengikuti istrinya masuk ke dalam butik yang belum di buka dan terpasang pita.
Keduanya menerobos masuk dan masuk ke dalam kantor.
" Cepatlah, sebelum Ha Na mencariku." kata Emy. Tae Yang segera menarik turun retsletingnya ketika tiba-tiba saja si kembar masuk dan memukul Daddynya
" Daddy! jangan! lepasin Mommy!" seru Mikha
seraya menelusup masuk diantara Tae Yang dan Emy
" Lepas! Daddy!" seru Micko, tangan kecilnya mendorong Daddynya menjauh dari Mommynya.
Emy berusaha memegang gaunnya agar tak lepas. Tapi, Emy tak menduga bahwa saat Mikha memeluknya, bocah itu tanpa sengaja menarik gaunnya. Akibatnya,
sruutt ...
Bagian atas gaun Emy melorot dan menampilkan dua gundukan Emy yang tak terbungkus apapun. Mata Tae Yang melotot. Emy berusaha menarik kembali gaun bagian atasnya, tapi pegangan Mikha terlalu kuat.
' Ya, ampun. Juniorku, tahu tempat dong ..." batin Tae Yang, ketika ia merasa celananya menyempit dan sesuatu di dalam sana mendesak untuk keluar.
Dengan susah payah lelaki itu mengatur nafasnya. Pemandangan di depannya benar-benar membuatnya berkeringat.
" Daddy! pergi!" Seru Micko yang masih terus mendorong Daddynya di bagian paha.
" Daddy jangan dekat Mommy!" seru Mikha dan memperat pelukannya.
Tae Yang segera melepas jasnya dan memberikannya pada Emy.
" Sayang, Daddy cuma bantu Mommy ganti baju," kata Tae Yang dengan lembut
" Tidak boleh! kalau Daddy yang bantu, pasti Daddy bikin Mommy nangis lagi!" seru Micko.
' Ck ... bocah satu ini kok tahu, sih?' batin Tae Yang menatap putranya.
" Baiklah, Daddy tunggu di luar. Mikha sama Micko juga, biar Mommymu ganti baju." ucap Tae Yang
Mikha dan Micko mengangguk. Setelah melihat Daddynya keluar, barulah Mikha dan Micko keluar.
Di dalam ruangan itu, Emy mengganti bajunya dan kembali menata rambutnya. Kini ia memakai baju blazer oversized dan menghapus make up tebalnya. Ia hanya memoles dengan bedak 2in1 dan lipstik warna peach.
Karena tak kunjung keluar dan Mikha juga Micko sudah pergi bermain dengan Emilia dan Sean, Tae Yang kembali masuk ke dalam kantor
" Sayang, masih sakit?" tanya Tae Yang khawatir. Emy mengangguk pelan menahan sakit.
" Baiklah, aku bantu," ucap Tae Yang. Ia segera membuka kancing kemeja Emy tanpa permisi
" A-apa yang kau lakukan?" tanya Emy seraya menahan tangan suaminya
" Aku akan membantumu, diamlah!"
Emy melihat keseriusan di wajah dan ucapan suaminya akhirnya menurut saja. Lalu
__ADS_1
Clup ...
" Aakh!" Emy tersentak kaget melihat yang dilakukan suaminya. Tapi, ya ... itu satu-satunya solusi. Ia bisa semakin kesakitan dan akan mengalami demam jika tak dikeluarkan.
Beberapa waktu lamanya, Emy dan Tae Yang sama-sama harus menahan sengatan listrik yang terus mengalir ditubuh mereka.
" Aku menggantikan Migu," ucap Tae Yang dengan senyum dan mengelap bibirnya. Keringat dingin keluar di dahinya. Demikian juga Emy.
" Bagaimana? apa sudah enakan?" tanya Tae Yang. Emy mengangguk. Jantungnya masih tak beraturan karena perbuatan suaminya.
Tae Yang menyeringai dan mendekatkan bibirnya di telinga istrinya
" To be continued," bisiknya dengan sedikit desahan. Emy merasa geli dibuatnya dan tertunduk malu. Tae Yang segera membantu mengancingkan kemeja istrinya dan menggandengnya keluar.
" Baiklah, semuanya pasti bertanya-tanya siapa sebenarnya Perancang Misterius dari L'amour, bukan? semua orang berkata dia adalah orang Italia ada yang berkata dari Amerika ..." ucap MC pada publik yang hadir dan televisi yang memang diundang untuk menyiarkannya secara live/langsung.
Emy menelan salivanya. Tangan Emy yang menggandeng Tae Yang semakin mencengkeram tangan suaminya. Tae Yang yang tak mengerti hanya menatap istrinya. Mata Emy mulai mencari Pamannya.
" Ada apa, sayang?" tanya Tae Yang. Emy hanya diam dan terus mencari Pamannya.
" Baiklah, siang ini, di momen spesial ini ... saya akan panggilkan Pendiri sekaligus Perancang misterius L'amour, beri tepuk tangan yang meriah untuk kebanggaan bangsa kita ...Nona EMILIA YOLANDA LUMANAUW atau Nona EMY SIE!" seru MC
Tae Yang mengerutkan dahinya dan menatap Emy yang tersenyum terpaksa dan mengikuti langkah istrinya perlahan naik ke atas panggung.
prok ... prokk ... prokk ...
Tepuk tangan menggema di hall lantai dasar yang memang sengaja di sewa L'amour.
Semua melihat ke atas panggung dengan tatapan takjub. Mereka tak menyangka bahwa L'amour adalah milik orang Indonesia dan dirancang juga oleh orang Indonesia.
" Sayang, semua ada saatnya. Tersenyumlah tulus pada mereka. Mereka bangga padamu," bisik Tae Yang, kini ia mengerti setelah membaca situasi. Emy menatap suaminya yang dibalas dengan tatapan cinta suaminya.
Emy mengangguk. Kepercayaan dirinya kembali bangkit dengan dukungan suaminya.
Dintara pengunjung yang melihat peragaan busana itu, hadir sosok yang selalu membuat Emy merasa tertekan. Sosok yang selalu merendahkan seorang Emy dengan kata-kata pedasnya.
" Ternyata ... kau baik-baik saja dan berhasil jadi orang sukses," lirih sosok itu. Tanpa terasa air matanya menetes. Ia mengingat bagaimana dirinya dulu terhadap Emy. Perlahan ia berbalik dan melangkah gontai meninggalkan tempat itu.
Emy memberi sedikit sambutan dan memperkenalkan suaminya dan Evan juga Ha Na sebagai pendukungnya selama ini.
Acarapun berakhir dengan pemotongan pita dan bazaar. Setelah pemotongan pita, Emy dan Tae Yang berpamitan pada Evan dan Ha Na lalu segera kembali ke hotel karena Mikha dan Micko yang terus merengek menagih janji Daddynya.
" Daddy!!" seru Micko
" Mommy!!" seru Micko
Darrr ... darrr ... darrr ...
Si kembar menggedor pintu kamar Daddynya.
Tae Yang segera membuka pintu dan dua bocah tersebut segera masuk.
" Ayo, Dad!" ajak Mikha semangat, " Eh, pakaian Daddy kok gini?" celoteh Mikha melihat penampilan Daddynya yang sangat rapi menurutnya
Dengan nepuk-nepuk dagunya Mikha berusaha mengingat sesuatu.
Ting
Mikha dan Micko berlari membuka lemari dan mengacak pakaian yang sudah ditata Emy
" Astaga, Mikha Micko nanti Mommy marah, sayang," cegah Tae Yang
" Ssttt!!" Micko meletakkan telunjuknya dibibir menyuruh Daddynya diam.
Mikha menarik paksa celana Jeans Daddynya lalu berlari mencari sesuatu di laci meja.
" Gunting? buat apa, Nak?" tanya Tae Yang seraya berjalan menghampiri kedua putranya.
Kres ... kres
"Ya ampuuunn! Mikhaaa!" seru Tae Yang. Putranya menggunting celana Jeansnya dan menarik benang yang keluar
" Nah ... ini, Dad. Pakai! bagus, kan? ini seperti orang-orang kemarin itu kan, Dad?" ucap Mikha.
Tae Yang menaikkan alisnya tak mengerti.
" Yang kemarin itu, Dad. Yang jadi ko ... ki .. jo .. .di .. jo ..."
__ADS_1
" Joki?"
" Nah, betul!" kata Mikha. Tae Yang hanya bisa tepuk jidat karenanya.
" Ayo pakai, Dad,"
Tae Yang mengambil celana Jeans yang sudah di robek putranya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk memakainya.
" Kamu belum selesai?" tanya Tae Yang pada istrinya yang masih memompa ASInya. Emy menggeleng.
" Kamu mau apa?" tanya Emy mendelik ketika melihat suaminya melepas celananya.
" Anak-anak memintaku memakai ini," kata Tae Yang dan menunjukkan celana Jeans sobek-sobek di tangannya.
" Hah? hahaha ..."
Tae Yang mengganti celananya dan melihat penampilannya di kaca.
" Ya, ampun. Kalau bawahanku tahu ... hilang sudah reputasiku," keluh Tae Yang menatap dirinya sendiri di kaca. Emy semakin tergelak dibuatnya. Tae Yang dengan kesal keluar dari kamar mandi.
” Wow!! Dad! keren!" seru Mikha," Ini pakai, Dad!" Mikha menyodorkan gelang artistik milik Ji An pada Tae Yang
" Iya, Dad!" timpal Micko
Tae Yang meraih gelang itu dan memakainya tanpa banyak bicara. Ia juga mengambil sepatu sneakernya dan memakainya.
" Baiklah, ayo!" ajak Tae Yang
" Mommy?" tanya Micko
" Mommy belum selesai, bagaimana kalau tunggu di taman dengan Daddy, hmm?"
" Oke, Dad!" ucap Micko dan segera menarik Mikha keluar.
" Oh, ponselku?" Tae Yang melihat ponselnya di atas kepala tempat tidur. Ia segera naik ke atas tempat tidur dan mengambilnya lalu memasukkan di dalam kantong
" Hmm .. jatuh gak, ya?" gumam Tae Yang sambil duduk di atas ranjang.
Setelah berpamitan dengan Emy dan mengatakan akan menunggunya di taman bawah serta mencium baby Migu, Tae Yang menggandeng putranya keluar kamar president suite yang ia sewa
Mikha dan Micko duduk diatas kursi taman dan bercengkerama sendiri.
Tae Yang sibuk dengan ponselnya. Banyak laporan-laporan yang harus ia baca.
" Dad! itu Mommy!" seru Mikha.
Tae Yang mengalihkan perhatiannya dari ponsel dan menoleh. Disana, ia melihat istrinya tampil cantik dan sederhana dengan celana jeans baggy dan kaos putih polos di lengkai topi pengelana berwarna putih
" Hai sayang-sayangnya, Mommy. Maaf ya lama menunggu," ucap Emy dengan tangan ia lipat meminta maaf di depan dada.
" Hehe ... tak apa, Mom. Ayo, berangkat!" seru Mikha
" Baiklah, kita naik apa?" tanya Tae Yang
" Bajaj!!" seru Mikha.
Glek
" Ba-baiklah ..." jawab Tae Yang.
Emy meminta tolong satpam hotel mencarikan Bajaj dan menanyakan seputar Bajaj pada satpam lainnya. Dengan ramah mereka menjelaskan dan membantu Emy mendapatkan Bajaj
" Terima kasih, pak," ucap Emy sopan.
Thok .... thok ... thok ... thok ... thok ...
Suara 2 Bajaj datang mendekat. Mikha dan Micko melompat kegirangan
" Yeayyyy!!!"
Tae Yang menelan salivanya. Emy menahan tawanya. Ia tahu kalau suaminya seorang Mysophobia (penderitanya takut kotor dan terobsesi dengan kebersihan)
__ADS_1
" Sayang, demi Anakmu," bisik Emy