
Karena dengan hal itu, Emy akan membuat reputasi rumah sakit menjadi buruk. Orang akan mengira, bahwa Emy menggunakan otot dan backing nya untuk melakukan kehendaknya.
Evan hanya menelan kekesalannya dan menghantam dinding rumah sakit dengan tangan kosong, darah mengalir di tangannya. Aku yang sedari tadi melihat kejadian itu, menghampiri Evan lalu mengajaknya duduk.
Aku memanggil seorang perawat dan memintanya merawat luka Evan. itu adalah pertama kalinya, aku bertemu Evan secara langsung. Aku memeluk Evan dan menceritakan kelakuan menggemaskan Emy, aku berharap ia akan berhenti menangis, tapi itu malah membuatnya semakin menangis tersedu...hahaha...tapi itu yang membuat aku jatuh hati padanya Oppa ... hehehehe...
Kau tahu oppa, Keanan dimakamkan tanpa ada Emy dan Omuni juga Abuji ( panggilan Hannah untuk kedua orang tua angkat Emy). Omuni dirawat, sedang Abuji kekuatannya semakin melemah.
Jadi aku, Evan dan Luther saja yang hadir dan memakamkannya. Teman-teman Keanan juga ada tapi tak ada satupun baik aku, Evan atau Luther yang mengenal mereka. Jadi, ya ... setelah mereka bersalaman dan menaruh bunga di makam, mereka pergi.
Luther tak mau pulang, dia tetap di makam Keanan. Aku tahu dia sangat terpukul, karena Keanan satu satunya keluarga yang ia miliki. Evan dan aku tak bisa membujuknya. jadi, aku dan Evan juga ikut menemani Luther di sebelah makam Keanan.
Malam hari, barulah Luther berdiri dan berjalan kembali ke asrama, tempat Keanan tinggal. Disana dia mengemas semua barang Keanan dan ... menemukan foto-foto Keanan dan Emy. Luther menangis. Aku dan Evan memutuskan kembali ke rumah singgah. Aku tahu Luther butuh waktu sendiri.
Aku dan Evan hanya mandi dan berganti baju lalu kembali ke rumah sakit menjaga Emy. Aku tak tahu kalau ternyata seminggu kemudian Omuni menelepon Emy. ponsel Emy entah kemana.
Saat Emy bangun dari komanya, 2 minggu kemudian, aku panik karena tak melihat Emy di kamarnya. Lalu aku mendengar kalau ada orang yang mau bunuh diri diatas atap rumah sakit.
Perasaanku tak enak, jadinya aku memberanikan diri kesana. Aku sungguh kaget, ternyata Emy saat itu meloncat dari ujung atap. Untung ada orang yang dengan cepat menangkap satu tangan Emy, dan hampir membuatnya ikut jatuh.
Dia adalah Mike, Oppa, orang yang menolong Emy, dia adalah Mike. Mike hanya berpegangan pada tepian atap dengan satu tangan dan tangan satunya memegang tangan Emy.
__ADS_1
Aku, entah kenapa menjadi seperti patung. aku tak bisa bergerak. Untunglah ada beberapa orang yang ternyata juga menyusul ke atap dan menolong Mike naik, tanpa melepas tangan Emy.
Aku begitu lega, saat aku melihat Emy tak apa-apa. Aku berlari memeluk dan menangis. Tapi, kau tahu Oppa ... pandangan matanya kosong. Itu bukan Emy yang aku kenal. Aku hanya bisa menangis melihatnya. Emy akhirnya diberi obat penenang lagi.
Sebulan aku menjaga Emy, aku mendapat kabar dari eomma, kalau Abuji telah meninggal 2 minggu yang lalu, saat Emy masih koma. Dan yang membuat aku sedih, Omuni salah paham dan mengira Emy tak memperdulikan orang tuanya dan tak ada disaat mereka butuh Emy.
Itu membuat Omuni membenci Emy. Aku sudah berusaha menjelaskannya, tapi Omuni tak mau dengar. Aku heran kenapa Abuji tak memberitahu Omuni soal keadaan Emy.
Setelah direktur rumah sakit memberitahuku kalau itu permintaan Abuji, karena tak ingin membuat Omuni tambah merosot kesehatannya, barulah aku mengerti. Abuji ingat, dulu karena kekhawatiran pada Emy saat peristiwa Han Rae Won, penyakit Omuni menjadi semakin parah.
Kau tahu Oppa, orang yang direkomendasikan Keanan menjadi designer adalah Marie, istri Mike. Marie membantu Emy mengelola L'amour disaat Emy harus menjalani perawatan. Ia berjuang mendapatkan undangan di event Fashion Internasional.
Beberapa bulan setelah kejadian bunuh diri itu, aku mengetahui kalau sebenarnya Emy, tidak bermaksud bunuh diri. Andrew ternyata masih belum jera. dia selalu datang ke ruangan Emy diam diam.
Sebelum Andrew dibawa petugas yang Mike panggil, dia berteriak memberitahu Emy, kalau Keanan sudah dibunuh olehnya dan meninggal. Emy begitu terpukul, ia menangis dan naik ke atas pembatas itu untuk terjun kebawah.
Bukan hanya itu, Mike dan Marie yang berhasil membangkitkan Marie dari keterpurukan. Karena setelah kejadian itu, Emy tak mau lagi jadi dokter.
Dia bilang, dia jadi dokter karena Omuni dan Abuji. Tapi, kini Abuji sudah meninggal dan Omuni membencinya, ia juga membenci dirinya sendiri karena dia menganggap semua terjadi karena dia.
Dulu saat Abuji membawanya ke Korea dan merawatnya ia sudah memutuskan tak mau kembali ke Amerika untuk menyelesaikan spesialisasinya, lalu ia juga tak mau melanjutkan kuliahnya di Oxford, setelah masa residennya selesai, hanya karena kesehatan Abuji yang menurun, karena terlalu memforsir tenaganya merawat Omuni dan sebulan sekali harus terbang melihat Emy di Amerika.
__ADS_1
Emy sangat menyayangi Omuni dan Abuji, Oppa. Dan Mike juga Marie yang membantunya menyadari keinginan Abuji dan Omuni, dan akhirnya ia bersedia terus menjadi seorang dokter seperti keinginan Abuji dan Omuni.
Sekarang, Oppa...apa yang akan kau lakukan, jika kau menjadi Emy? menghukum mereka
yang "dulu" menyelamatkan Emy dengan nyawanya dan juga yang membuat L'amour semakin terkenal atau membiarkan mereka?"
Emy menatap lekat Mahendra yang menyesap kopi dengan elegan disebelahnya.
" Entahlah ... aku bingung Hannah ... maafkan aku, ya. Tak kusangka, hidup Emy begitu rumit dan berliku." kata Mahendra lirih.
Hannah tersenyum getir lalu berdiri. " Itulah sebabnya, aku sangat menyayangi Emy, Oppa. Aku ingin membantunya, tapi dia selalu saja menolak. Aku juga bangga padanya. Dia orang yang tak suka berhutang dan berharap belas kasihan orang lain. Dia juga tak pernah menyalahkan siapapun atas ketidak beruntungannya."
Keheningan tercipata disana, hanya suara binatang malam dan sesapan kopi Mahendra yang terdengar jelas.
" Lalu bagaimana dengan Kim Tae Sang?" tanya Mahendra tiba tiba, memecah keheningan. Hannah hanya sebentar saja menoleh melihat Mahendra yang duduk dibelakangnya.
" Emy harus melakukannya, ia tak mau mengambil apa yang bukan haknya, ia juga tulus ingin membantu Tuan Besar Kim menyembuhkan penyakitnya." Setelah menyelesaikan perkataannya, Hannah berjalan kembali kedalam rumah.
" Sekarang waktunya tidur Oppa ... Good Night!" lanjut Hannah sembari melambaikan tangannya tanpa melihat Mahendra.
Senyuman Mahendra memudar mengingat cerita tentang masa kelam Emy. Ia juga penasaran dengan perkataan Hannah yang terakhir.
__ADS_1
" Aarrghhh ... Hannah ... kau memberiku teka-teki ... ceh ... argh ... sudahlah aku tidur aja dulu." Mahendra beranjak dari sofa rotan yang didudukinya dan kembali masuk kedalam rumah untuk tidur.
Emy sudah tiba di Boston 2 jam lalu. Setelah membersihkan diri, Emy membaringkan tubuhnya di apartemen lama miliknya, yang ada dilantai teratas gedung L'amour.