Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
Kembali Ke Seoul


__ADS_3

" Aku tak mau membahas itu. Sekarang, aku harus siap-siap kembali ke Seoul," ucap Emy dan berdiri


" Kau tak jadi ke Meranti?" tany Evan. Ha Na pun melihat Emy


" Lain kali. Saat ini, ada masalah dengan Kimtae, jadi kami harus segera kembali," jawab Emy


" Masalah? masalah apa?" selidik Evan


" Entahlah ... banyak. Hotel di Jeju ditutup, Proyek Apartemen yang di Busan juga mengalami kendala lalu ... Tae Yang juga diselidiki Kejaksaan?"


" Hah?! kenapa bisa begitu? apa sebenarnya yang Tae Yang lakukan?" tanya Ha Na


" Dia juga tak tahu. Dia juga sudah menyuruh anak buahnya mencari tahu, tapi masih nihil." jawab Emy dan segera mengemasi beberapa mainan si kembar yang masih berserakan.


" Kalau begitu, aku ikut kalian ke Seoul. Karena sebenarnya ..." ucapan Evan terpotong dan menatap Emy lekat


" Sebenarnya apa?" tanya Emy


" Luther memberitahuku kalau, Shin Dae Ho mengajukan banding dan ia ... berhasil. Hukumannya dikurangi. Ia bebas ... 2 bulan lalu," kata Evan lalu melipat bibirnya


" Apa?! Honey! kenapa kau baru mengatakannya sekarang?!" sergah Ha Na


" Shin Dae Ho? sepertinya aku familiar dengan nama itu?" gumam Emy dan mengerutkan alisnya mencoba mengingat


" Dia ... dia adalah adik Shin Jae, suami Helena. Dia yang membawamu ke klinik di Zurich saat masih koma dan menggantikanmu dengan Helena," jelas Evan


Emy masih tak mengerti. Selama ini Tae Yang tak pernah bercerita apapun padanya


" Helena? jadi, dia benar sudah menikah?" tanya Emy


Evan mengangguk. Ha Na dan Evan saling menatap


" Apa Tae Yang tak pernah bercerita?" tanya Evan. Emy menggeleng..


" Aku memang sengaja tak memberitahunya, Paman. Aku mau semua yang terjadi di masa lalu juga berlalu dan tak mengingatnya lagi," sahut Tae Yang yang berjalan keluar dengan wajah pucatnya


" Kau sakit?" tanya Ha Na


" Dia ... mmmpphh,"


Tae Yang membekap mulut Emy. Evan dan Ha Na berpandangan.


" Hahaha ... aku hanya kelelahan setelah seharian kemarin tak istirahat ... hahaha," jawab Tae Yang yang terus membekap Emy. Wanitanya terus tertawa yang semakin membuat Tae Yang tak melepas bekapannya.


Emy menepuk-nepuk tangan suaminy dan menariknya agar melepas bekapannya


" Berjanjilah jangan memberitahu mereka, hmm?" bisik Tae Yang. Emy mengangguk patuh. Tawa Emy seketika pecah sesaat setelah bekapan Tae Yang terlepas


Tae Yang mendengus sementara Evan dan Ha Na hanya menggelengkan kepala mereka


" Ah, kau bilang tadi kau tahu Helena sudah menikah?" tanya Tae Yang


" Aku tidak bilang seperti itu. Aku cuma bertanya. Karena aku sempat melihat Helena masuk ke ruangan Nyonya Shin saat Nyonya Shin dirawat, dan perawat mengatakan kalau Helena adalah menantu wanita itu," ungkap Emy


" Kenapa kau tak bilang padaku?"

__ADS_1


" Kau menyalahkan aku? kalau saat itu aku memberitahumu, apa kau akan percaya? saat aku membantumu bersatu dengan Helena dan ..."


" Baiklah, cukup. Maaf," ucap Tae Yang. Emy menghembuskan nafasnya kasar karena kesal


" Paman, kami akan kembali ke Seoul sejam lagi," pamit Tae Yang


" Aku akan ikut denganmu," kata Evan


" Aku harus kembali. Besok lusa ada janji bertemu dengan investor baru," ucap Ha Na yang kini memang menjabat sebagai Wakil Direktur L'amour karena Luther hanya mau membantu sebagai Legal saja sesuai profesinya.


" Baiklah. Tapi, kita akan berangkat sama-sama ke Seoul dan nanti kau dan Anak-anak berangkat dari Seoul," kata Evan


" Baiklah," jawab Ha Na


" Iya, Na. Nanti kau bisa naik pesawat Tae Yang saja," ucap Emy


" Pesawat kita, sayang," koreksi Tae Yang. Emy hanya memutar bola matanya malas.


" Baklah, terima kasih sayangkuuu," seru Ha Na dan memeluk sahabatnya.


" Mommy! apa boleh Emi bermain disini dulu?" tanya Emilia ketika ia dipanggil Ha Na untuk bersiap pulang


" Kita akan pulang, sayang. Tapi, kita akan antar Daddy dulu ke Seoul. Nanti bisa bermain dengan Mikha dan Micko di pesawat, hmm?" bujuk Ha Na


" Iya, Nak. Nanti kau bisa bertemu lagi di pesawat," kata Evan


" Baiklah, Dad," Emilia segera menggandeng tangan Daddynya dan berlalu pergi. Ha Na yang menggendong balita Sean berjalan mengikuti keduanya.


Emy selesai mengemasi barang-barangnya dan milik si kembar. Ji An juga sudah selesai. Emy memanggil petugas hotel untuk membawakan barang-barangnya ke mobil


" Nanti, kita beli di jalan," kata Tae Yang


" Masalahnya, pasporku juga aku suruh dia bawa," kata Emy


" Hah? kenapa?"


" Karena obatnya hanya boleh dibeli dengan resep dokter. Sedang aku tak membawanya." jelas Emy


Tae Yang menelepon resepsionis yang memberitahunya bahwa Bell Boy itu belum kembali.


" Bagaimana?" tanya Emy


" Kita tunggu saja,"


1 jam menunggu dan si Bell Boy belum juga datang.


" Bagaimana ini, sayang?" keluh Emy gelisah


Tae Yang kembali menelepon dan resepsionis memberitahu bahwa si Bell Boy belum kembali.


" Aduh ... apa aku tunggu saja disini dan kamu berangkat dulu, sayang?"


" Aku tak bisa meninggalkanmu disini,"


2 jam kemudian barulah Bell Boy itu kembali. Emy dan Tae Yang segera memanggil si kembar dan Ji An yang menggendong baby Migu dan segera menuju lobby hotel di mana Evan dan Ha Na juga Emilia juga sudah di sana.

__ADS_1


3 jam sudah mereka berada di atas awan, Emilia, Mikha dan Micko juga si kecil baby Sean bermain di depan TV sedang Emy, Tae Yang, Evan dan Ha Na di ruang makan.


" Tae Yang, entahlah ini perasaanku saja.Tapi, aku menduga kalau semua yang terjadi di perusahaanmu ada sangkut pautnya dengan keluarga Shin. Bukankah kau bilang mereka punya backing pemerintah?" ulas Evan


" Bisa jadi begitu, Paman. Kalau Dae Ho berhasil banding, itu berarti bukti-bukti kita kurang kuat," ujar Tae Yang. Evan mengangguk. Ha Na dan Emy hanya mendengar saja.


" Aku harus menggali lebih dalam soal keluarga Shin kalau begitu, Paman. Aku harap kakek Cha mau membantuku," lanjut Tae Yang


" Sebentar, aku rasa kita jangan dulu membuka kartu bahwa kita mencurigai keluarga Shin," interupsi Emy


" Lalu?"


" Kita gali di bagian pemerintah dulu. Saat kita menemukan bukti penyalahgunaan wewenang, maka otomatis keluarga Shin akan terseret,"


" Hmm, kau betul Emy," kata Ha Na


" Aku rasa ini akan menimbulkan efek domino," lirik Evan pada Tae Yang dan senyuman seringai menghias bibir seksi Tae Yang.


" Sepertinya," gumam Tae Yang


" Baiklah, sebaiknya kau istirahat dulu, sayang. Kau masih sedikit demam. Sampai dirumah kau harus pakai IV (infus)," ucap Emy seraya menaruh tangannya di dahi Tae Yang


" Hah?! tidak-tidak, sayang. Jangan, aku tak mau," tolak Tae Yang


" Jangan membantahku," ketus Emy dan menatap tajam suaminya.


" Hmm ... sepertinya kau bukan hanya takut istrimu tapi jarum, ya?" ledek Ha Na. Tae Yang mendengus dan mengerucutkan bibirnya


" Hahaha ... baiklah, aku akan memberitahu rahasia Emy,"


" Paman! rahasia apa? aku tak punya rahasia!" seru Emy. Evan berdiri lalu berbisik pada suami Emy itu. Tae Yang tampak tekejut dan terkekeh


" Terima kasih, Paman. Kau memang yang terbaik! hahaha ..." ucap Tae Yang tertawa


Emy menatap curiga Pamannya dan Tae Yang.


" Tae Yang-ssi!" panggil Emy


" Akhirnya aku tahu apa kelemahanmu, sayang ... hahahah ..."


Emy melotot menatap Pamannya yang tersenyum dan mengedikkan bahu lalu melangkah pergi ke tempat Anak-anaknya bermain.


Tae Yang pun dengan tiba-tiba menggendong istrinya dan membawanya ke kamar.


****


Masih ingat Shin Dae Ho?


Hmm... kelemahan Emy? apa ya?


Berhasilkah rencana Emy?


Bagaimana kabar Yu Zhen? tunggu di episode selanjutnya


Ada kejutan yang akan terjadi yang tak disangka-sangka Emy. Jadi ... tunggu ya ...

__ADS_1


Terus setia baca Novel aku ya say.


__ADS_2