
2 tahun kemudian
“ Sayang, kau lihat Migu?” tanya Tae Yang pada istrinya yang sibuk mendandani si kembar. Ia hanya menoleh sebentar melihat suaminya.
“ Bukannya dia sama kamu, sayang.” Jawab Emy
“ Mommy! Bisakah aku tak pakai dasi ini?” rengek Micko dengan mulut cemberut
“ Iya, Mom. Aku juga tak mau,” timpal Mikha. Tangannya menarik-narik dasi kupu-kupu di lehernya
“ Sayang, kau harus pakai. Memang kenapa tidak mau?” tanya Emy sambil membetulkan kancing pada leher Micko
“ Kami seperti penguin, Mom,” jawab Mikha
Emy terkekeh mendengarnya. Tae Yang yang merasa tak digubris segera pergi meninggalkan istri dan kedua anaknya di kamar.
“ Kemana bocah itu,” gumam Tae Yang. Ia melihat Ji An sedang berlari sambil membawa mangkok
“ Ji An!”
“ Ya, Tuan,”
“ Mana Migu?” tanya Tae Yang
“ Tuan Muda Migu di ruang bermain, Tuan,” jawab Ji An. Tae Yang segera pergi menuju ruang bermain. Ji An mengikuti dengan mangkok berisi kue Migu
“ Migu! “ panggil Tae Yang. Bocah lelaki lucu berlari dengan kaki pendeknya menghampiri Ayahnya. Tae Yang menangkap Migu dan menggendongnya lalu menciumi wajah menggemaskan putranya. Tangan kecil Migu mendorong wajah Tae Yang dan menggelengkan wajahnya
“ Dad, nda au ( Dad, ndak mau),” kata Migu
“ Ih ... Anak Daddy ini. Kenapa tidak mau dicium Daddy, hmm?” tanya Tae Yang
“ Igu mo adi akak ( Migu mau jadi kakak),” jawab anak kecil berwajah mirip sekali dengan Tae Yang saat masih balita
“ Oh ... iya, tapi tetap saja, Migu adiknya Mikha dan Micko Hyung,” jawab Tae Yang
“ dak au ... dak au ... Igu yung ( Ndak mau ... ndak mau ... Migu Hyung,”
“ hahaha ... iya, iya baiklah. Sekarang, ayo cepat ganti baju sama Ahjumma, ya?”
Migu menggeleng dan mengeratkan lehernya.
“ Ji An, biar aku saja kalau begitu,” kata Tae Yang sambil menggendong puteranya ke kamar.
“ Lho, Migu belum ganti baju?” tanya Emy ketika ia melihat Migu masih memakai pakaian rumahnya. Dengan tangan memegang perutnya yang membuncit, Emy hendak mengambil alih Migu tapi tangannya ditahan oelh suaminya itu dan mendaratkan ciuman di sana
“ Sayang, biar aku saja. Kau sudah susah berjalan. Duduk saja,” kata Tae Yang dan menarik tangan istrinya
“ Ck ... Daddy lebay!” celetuk Mikha
“ Iya ... sudah tua Dad ... tidak usah pamer mesra didepan kami. Malu,” timpal Micko yang terus menarik – narik kerahnya
Tae Yang melotot dan berdecak sebal. Emy mengusap bahunya dan menggeleng
“ Sudahlah, ayo. Kalian ini, selalu saja bertengkar,” ucap Emy
" Dari mana dia tahu kata mesra?" tanya Tae Yang pada istrinya. Emy mengedikkan bahu
“ Itu karena Daddy meracuni mata polos kami, Mom,” kata Mikha
“ Iya, Daddy membuat kami dewasa sebelum waktunya. Sungguh orang dewasa yang tak berperasaan,” omel Micko sambil mengisi mulutnya dengan kue
“ Kyaa!! Kalian itu masih bocah, bisa-bisanya memarahi Daddy!” kata Tae Yang sedikit meninggikan suaranya
Bibir Migu mulai tertarik ke bawah dan
Huuuuaaaaaaa .... huuuaaa ...
Emy mendelik ke arah suaminya. Tae Yang menahan nafasnya. Salah lagi, salah lagi
“ Tuh kan ... Daddy selalu bikin anak kecil menangis ... kasihan anak-anak Daddy,” oceh Mikha sambil berkacak pinggang
Tae Yang benar-benar mati kutu menghadapi putera-puteranya.
Emy tak menghiraukan mereka dan menenangkan Migu. Dengan telaten wanita itu menghapus dan membersihkan wajah puteranya itu.
“ Sudah ya, sayang. Jangan menangis lagi. Daddy tidak marah sama Migu, sudah ya ... cup ... cup ...” ucap Emy lembut
“ Ckckck ... kasihan Mommy ... gara-gara Daddy perut Mommy jadi besar lagi,” oceh Micko
Uhuk ... uhuk ...
Tae Yang tersedak salivanya sendiri, ia menoleh melihat kedua puteranya yang duduk bak raja di sofa yang ada di kamar Migu dan berbincang satu sama lain, seolah-olah orang yang dibicarakan tak ada disana
__ADS_1
“ Iya, Mommy juga mau saja sama Daddy ...” jawab Mikha dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Wajah Emy memerah. Ia ingin marah tapi juga ingin tertawa melihat tingkah si kembar yang baru saja berumur 8 tahun itu
“ Ayo, kita berangkat!” seru Tae Yang dengan menyambar dan menggendong Migu serta menarik tangan Emy, tanpa melihat si kembar. Emy menggelengkan kepalanya. Suaminya masih saja kekanak-kanakan
Si kembar segera turun dan mengikuti orang tuanya dari belakang. Mereka menaiki mobil yang sudah disiapkan Pak Jang.
“ Apa Mami dan Papi sudah di gedung, Pak?” tanya Emy
“ Iya, Nyonya Muda. Tuan Yason dan Nyonya sudah disana sejak 1 jam lalu,” jawab Pak Jang
Emy mengangguk dan membetulkan rambutnya. Tae Yang mengambil tangan istrinya dan menciumnya
“ Kau sangat cantik, sayang,” kata Tae Yang
“ Ceh ... kau itu ...” ucap Emy tersipu malu. Si kembar yang duduk di belakang menggeleng-gelengkan kepalanya lalu kembali bermain game di tablet mereka
“ Tapi memang begitu, kau akan membuat pengantin wanita malu,”
“ Daddy! Terlalu banyak gombal, tak cocok buat Daddy. Daddy sudah tua ...” kata Mikha
Tae Yang menoleh dan memicingkan matanya melihat si kembar, namun keduanya tak menghiraukan dan terus bermain game
“ Terus bermain game dan mengejek Daddy. Selama seminggu, Daddy tidak akan mengisi kartu kalian. Jadi tidak bisa beli voucher ...” ucap Tae Yang
“ Oh ... Daddy sayang. Daddy memang sudah tua tapi terlihat seperti Kakak kami,” rayu Micko
“ Daddy sangat tampan dan romantis walau terkadang terlalu lebay,” timpal Mikha
Tae Yang megerutkan alisnya mendengar rayuan si kembar. Itu pujian atau sindiran? Emy menahan tawanya melihat tingkah tiga pria penting dalam hidupnya itu.
Migu yang tak mengerti hanya menatap Daddya dan kedua kakaknya
20 menit kemudian
“ Sudah sampai, ayo turun,” ajak Tae Yang. Emy mengangguk, saat ia akan berdiri perutnya terasa sakit dan membuatnya sedikit meringis
“ Kenapa sayang?” tanya Tae Yang kuatir. Emy menggeleng. Rasa sakit itu sudah menghilang
“ Benar?” tanya Tae Yang memastikan.
Cup
Emy mencium pipi suaminya,” Iya , ayo!” ajak Emy. Tae Yang tersenyum senang
“ Ekhem ... hem ...”
Micko membekap mulutnya dan berlari masuk ke dalam gedung. Tae Yang menurunkan Migu dan membantu istrinya turun
“ Mikha, jaga adikmu, ya?”
“ Lho ... dia itu kan anak Daddy, ya tugas Daddy dong ...” jawab Mikha lalu berjalan masuk ke dalam gedung dengan 2 tangannya di dalam saku
“ Fiuuh ... anak siapa dia itu ... dingin dan cuek sekali ... hadeh ...” gumam Tae Yang
“ Anak dari laki-laki cuek dan dingin pimpinan Kimtae Group yang sangat aku cintai,” bisik Emy. Tae Yang semakin gemas dibuatnya.
“ Sayang, apa kita pulang saja, ya?” kata Tae Yang dengan menatap istrinya dan merangkul pinggang Emy
“ Lho, kenapa?”
“ Aku mau jenguk baby kita,” bisik Tae Yang
“ Tae Yang-ssi!” seru Emy dan memukul lengan suaminya. Migu yang melihat itu ikut memukul Daddynya. Tae Yang menunduk dan melihat puteranya lalu berjongkok dan menggendongnya
“ Hahaha ... Anak Daddy ... Daddy hampir saja lupa,”
Emy memukul lengan suaminya lagi dan menipiskan bibirnya.
Cup
“ Jangan menatapku, kau membuatku ingin menerkammu, sayang,” bisik Tae Yang
“ Daddy ... cinga (singa)?” tanya polos Migu
Kedua orang itu menoleh dan tertawa. Mereka masuk ke dalam gedung dan bertemu dengan kedua orangtuanya yang sudah berdiri di depan pintu masuk
“ Mam, Pap!” panggil Emy
Keduanya menoleh dan tersenyum cerah. Dennis pun tertawa lebar dan menyambut adiknya yang berjalan dengan memegangi perut besarnya.
“ Hai! Kenapa kamu pegangi? Takut meletus?” ledek Dennis dan mendapat hadiah pukulan dari Emy dan Maminya
“ Nak, kau duduk saja di dalam. Kau tidak boleh lelah,” kata Lienda
“ Iya, Nak. Jaga cucu Papi itu,” timpal Yason
__ADS_1
“ Hehehe ... iya, Mam, Pap,” kata Emy
Emy memeluk kakaknya dan tersenyum
“ Selamat ya, Kak. Akhirnya kakak menikah. Semoga kakak selalu rukun dan bahagia,” ucap Emy
“ Iya, pasti itu,” kata Dennis mantap dan melepas pelukannya
Tae Yang juga memeluk kakak iparnya yang usianya lebih muda darinya itu
“ Hyung-nim, aku titip Eun Hee ...” kata Tae Yang
“ Siap!” jawab Dennis dengan menghormat layaknya seorang prajurit terhadap atasannya. Tae Yang dan Emy terkekeh
“ Aku kesana dulu,” pamit Emy. Dennis mengangguk
Emy, Tae Yang dan Migu berjalan mendekat pada keluarga mempelai wanita. Dimana, hanya ada seorang ibu yang berdiri disana.
“ Eonni ... selamat, ya,” ucap Emy. Wanita itu tersenyum lalu memeluk Emy
“ Kita jadi saudara betulan, ya?” wanita itu tertawa dan menepuk lembut bahu Emy
“ Nyonya, terima kasih ...”
“ Sstt ... panggil aku Emy,” potong Emy. Wanita itu terkejut. Emy dan Tae Yang mengangguk
“ Iya, sekarang ... Noona sudah menjadi keluarga kami. Jadi, panggil saya Tae Yang dan panggil istriku Emy,” kata Tae Yang
“ Tapi ...”
“ Jika Noona menolak, berarti Noona menolakku sebagai adikmu,” potong Tae Yang. Istri alamarhum Pengacara Oh itu menangis haru dan memeluk Emy kembali.
“ Sstt ... Eonni, sudah jangan menangis. Nanti kakak bisa marah padaku. Ia akan mengira aku menindas mertuanya,” goda Emy dengan senyumnya. Nyonya Yo menghapus air matanya dan tertawa
“ Baiklah, kami mau bertemu Eun Hee dulu,” pamit Emy dan diangguki Nyonya Yo
Tok ... tok ... tok ...
Ceklek
“ Waahhh ... inikah calon kakak iparku? Wahhh ... kau sangat cantik! Aku yakin kakakku tak akan melepaskanmu malam ini, hahaha ...” goda Emy sesaat ia masuk kedalam ruang tunggu pengantin wanita. Tae Yang menggelengkan kepalanya mendengar istrinya. Eun Hee menunduk malu
Emy melihat jam di tangan suaminya
“ Apa kau sudah siap?” tanya Emy. Eun Hee mengangguk dan tersenyum
“ Aku akan mengantarmu ke altar, jadi sekarang, ayo kita berangkat ...”
Eun Hee membeku dan menatap Tae Yang tak percaya
“ Kenapa? Aku masih kakakmu sampai saat ini. Saat kau sudah resmi jadi istri kakak iparku, barulah aku jadi adik iparmu,” kata Tae Yang
“ Tu-tuan Muda ..”
Tae Yang mengoyangkan telunjuknya, “ No ... Oppa. Saat ini kau adalah adikku. Selanjutnya, kau harus memanggilku mae-je (panggilan untuk adik ipar laki-laki suami)”
Eun Hee menunduk malu dan mengangguk
“ Ayo, ini sudah waktunya,” ajak Emy.
Pernikahan Dennis dan Eun Hee berlangsung lancar. Tamu undangan dari kalangan pejabat dan militer dari Korea dan Indonesia juga datang memberi selamat.
Seluruh keluarga sudah duduk bersantai setelah semua tamu pulang. Mereka menunggu pasangan pengantin yang akan berangkat bulan madu.
“ Aarrghh ...”
***
Halloo ....tersisa 2 episode terakhir nih ...
Rie mau mencicil mengucapkan terima kasih buat dukungan dari pembaca setia SHCS Season 1 dan 2. Karena banyak sekali yang sudah mendukung Rie supaya terus berkarya:
Part 1:
Terima kasih kepada:
Deni Abhinaya, Ira Rodi, Choi Annie, Therealayuq,
Mey, Fadilah Husnul, Lienda The, Didin Kristian H, Lien09, Mariska N, Boyz,
2 nama dengan tulisan korea yang saya tak tahu artinya 😝😁 , Zairul Eka, Felixsia Winda, Uci Suci Yuliani, Nani!!?!,
Moh Supri, Manly S. Yopie, Fajriah Lastory, Leticia Miranda Tan, Nurul Supratno, Love Yourself,
Aghapeina Hidaya Rinukti, Yurike, Muna, Nandir, Patricia Desry, Diyah Marida, Rieke, Slamet Diana,
__ADS_1