Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
I Will - Season 2


__ADS_3

Emy melangkah perlahan mengikuti lilin yang terpasang. Akhirnya ia tiba di tempat gelap. Hanya ada lilin yang menyala di sisi kanan dan kiri. Senyumnya menghilang ketika dilihatnya kegelapan di depan.



1


2


3


4


5


Tiba-tiba muncul tulisan di ujung jalan yang gelap.



" Will you marry me?"


Emy menutup mulut dengan kedua tangannya. Matanya kembali membulat. Hening.


" Yes, I will!" Jawab Emy


Lhaapp...


Tiba-tiba suasana mulai berubah. Cahaya sedikit demi sedikit menggantikan kegelapan yang ada di sekitarnya. Emy mengedarkan netranya melihat sekelilingnya. Lampion-lampion terlihat melayang di langit seperti Festival Lampion Yi Peng di Thailand. Indah. Sangat Indah



Belum selesai dengan ratusan lampion yang melayang, Emy dikejutkan dengan Kembang api dan lampion yang dihanyutkan ke danau buatan di belakang mansion keluarga Kim ini.



Emy masih menikmati indahnya malam dengan banyaknya lampion dan tak menyadari seorang laki-laki telah berdiri di hadapannya dengan Tuxedo berwarna silver senada dengan gaun yang ia kenakan.


" Kkamjaghiya!" Pekik Emy. Tae Sang tersenyum lalu berlutut dan membuka sebuah kotak berisi cincin berlian yang sederhana tapi elegant.



"*Dulu, aku selalu membuatmu menangis


Meratap dan sendiri


Kini, ijinkan aku


Laki-laki bodoh ini


Mendekat padamu


Menjadi satu-satunya penghapus air matamu


Pelindungmu dan pecintamu


Seribu pisau terasa menghujamku

__ADS_1


Saat kau jauh dariku


Aku tak sanggup tanpamu, Emyku


Berjuta rasa tak mampu


kuungkapkan kata-kata.


Dengan beribu cara


kau selalu membuat ku bahagia.


Kau adalah alasan dan


jawaban atas semua pertanyaan,


yang benar-benar kuinginkan


hanyalah kau untuk selalu di sini


ada untukku.


Maukah kau tuk menjadi pilihanku?


Menjadi yang terakhir dalam hidupku.


Maukah kau tuk menjadi yang pertama?


Yang selalu ada di saat pagi ku membuka mata*."


' Honey Kean, apa kau bahagia jika aku bersamanya?' Batin Emy berteriak. Buliran air mata terjatuh begitu saja.


Semua yang menyaksikan bagaimana seorang bos dari perusahaan besar dan terkenal dingin itu bersedia berlutut dan memohon seorang wanita untuk menikahinya. Tamu lelaki membelalak terkejut, sementara para wanita, mereka juga memandang kagum, heran tapi juga iri.


Emy menelan salivanya dan mengangguk. Senyum sumringah merekah di bibir Tae Sang. Ia segera berdiri dan memasang cincin itu di jari manis Emy. Tae Sang menghapus air mata Emy.


Ia menyangka bahwa itu adalah air mata haru


Seandainya saja ia tahu maksud air mata itu... Kesedihan pasti menderanya. Bukan kebahagiaan seperti saat ini.


Tae Sang melepas microfon dari dadanya dan mematikannya lalu memeluk erat wanitanya dan berulang kali mencium pucuk kepalanya.


" Terima kasih... Terima kasih, sayang. Sekarang, kamu resmi tunanganku. Seperti janjiku, aku akan menunggumu siap menikah denganku..." Ucap Tae Sang sambil menatap haru Emy.


" Iya, terima kasih," kata Emy.


" Sekarang, saatnya berpesta! Ayo, sayang!" Tae Sang menjulurkan tangannya pada Emy dan di sambut oleh wanita itu. Tae Sang memberi kode pada Byun Hyuk yang telah siap di panggung untuk memulai pestanya.


Si kembar? Hohoho...jangan ditanya. Mereka sedari tadi duduk dengan manis ditemani kue dan pastri di sebuah tenda kecil yang Byun Hyuk buat di balik meja tempat kue dan pastri dihidangkan untuk para tamu.


" Mikha, punyamu abit(habis)?" Tanya Micko dengan wajah belepotan coklat sana sini.


Mikha mengangguk dan melihat piringnya sendiri dan piring Micko.


" Aku mau ambil agi(lagi) kamu dicini (disini), ya?" Ucap Mikha seraya berdiri dan membawa piringnya. Mikha berjalan mendekati meja kue dan pastri. Ia mengambil cupcake, cake keju dan beberapa donat coklat.

__ADS_1


Saat hendak kembali, seseorang menghalangi jalannya.


" Hai, tuan kecil. Apa kabarnya?" Tanya orang itu. Mikha mendongak.


" Tidak boleh bicala cama olang acing (tidak boleh bicara sama orang asing)!" Ucap Mikha tegas dan hendak berlalu. Tapi tubuh kecilnya ditahan orang itu.


" Oo, sayang. Om bukan orang asing. Om ini temen daddymu, lho..." Senyum seringai menghias bibir lelaki itu.


" Tapi Mikha dak(ndak) kenal! Mikha mau pelgi(pergi)!" Kata Mikha dengan mata tajam mendongak pada laki-laki itu.


" Wah..wah.. kamu seperti daddymu, ya? Hahaha...ok. Om punya hadiah buat daddymu. Nanti, kasih ke daddy, ya?" Laki-laki itu menyelipkan sebuah kertas ke kantong celana Mikha. Mikha mengerutkan alisnya melihat orang itu memasukkan kertas dalam sakunya.


" Daaa..." Laki-laki itu pergi dan menghilang di antara kerumunan. Mikha segera kembali ke tenda. Dan di sana, ia melihat Micko masih asyik menyantap coklat. Mikha juga ikut duduk dan mulai menyantap cupcake dan kue yang ia ambil tadi.


***


Tae Sang sedang bercengkerama dengan koleganya, ketika Emy dengan begitu panik menggendong Micko dan berlari menuju ke halaman depan dan mencari sopir. Ia melihat seorang pelayan dan berteriak


" Pelayan! Antar aku ke rumah sakit! Sekarang!"


Pelayan itu seperti kebingungan lalu menujuk dirinya.


" Iya, kamu cepat!" Jawab Emy


Pelayan itu segera berlari dan mengambil mobil. Emy tak memperhatikan mobil yang ia naiki dan segera masuk.


" RS Emerald, cepatlah!"


" Baik, nona."


Mikha berlari mencari daddynya. Tapi karena badannya yang kecil, ia kesulitan mencari. Tangan dan mulut serta bajunya penuh dengan coklat, meses, gula dan entah apalagi. Ia berlari dan membuat beberapa orang kesal karena baju mereka yang kotor karena perbuatannya.


" Hei! Anak siapa ini? Kurang ajar!" Umpat seorang wanita.


" Hei! Iblis kecil! Kemari kau! Dasar anak jalanan gak punya aturan!" Cerca seorang lagi lalu mendorong tubuh kecil Mikha dan membuatnya tersungkur dan terantuk batu.


Mikha meringis kesakitan. Air matanya mulai turun tapi ia berusaha sekuat mungkin menahannya. Ia masih ingat ajaran sang daddy, bahwa laki-laki tidak boleh cengeng.


" Rasakan itu! Berani-beraninya kamu masuk rumah ini, huh!" Wanita dengan tubuh seksi melihat Mikha dengan jijik.


Tae Sang mendengar ada keributan dan berpamitan pada koleganya. Ia berjalan dan melihat ada beberapa orang berkerumun dan mengumpat. Mata mereka memandang jijik pada sesuatu. Karena penasaran, Tae Sang meneruskan langkahnya.


Dari sela-sela orang berdiri, ia melihat wajah dan tubuh anak kecil yang kotor sedang menahan tangis memegang lututnya yang berdarah bahkan sikunya juga terluka.


" Bocah tengik! Jangan mengotori mansion ini, dasar kau anak kotor!" Teriak seorang ibu.


Tae Sang mengepalkan tangannya ketika ia mendengar jelas umpatan itu. Dengan langkah lebar Tae Sang menyibak kerumunan orang itu.


Mikha melihat dari kejauhan daddynya datang, akhirnya ia tak dapat lagi menahan tangisnya.


" Diam!! " Bentak wanita seksi itu.


Plak


Tangis Mikha kian pecah. Tae Sang dengan kasar mendorong beberapa orang untuk menyingkir lalu menggendong tubuh putranya dan menenangkannya.

__ADS_1


" Tuan Kim? Tuan, dia menjijikkan. Jangan digendong, dia sangat kotor, Tuan. Biarkan asisten saya saja yang membawanya keluar," ucap seorang wanita dengan manja. Dia adalah seorang foto model yang cukup terkenal di Korea.


__ADS_2