
Oh, ya? Benarkah Tuan Kim sudah berjanji? Kapan itu? Kemarin? Minggu lalu? Bulan lalu? atauuu ... 12 tahun yang lalu? Hmm?" cibir Jung Hyuk
Jung Hyuk dan para Bodyguard terkekeh seolah mendengar Lucia melawak.
" Apa kau pikir kau bisa menang melawan Tuan Mudaku itu? Balas budi? Hahaha ..." Jung Hyuk menatap tajam Lucia, " Dengarkan aku baik-baik, Lucia. Tak ada sedikitpun dalam benak Tuan Kim untuk menikahimu, karena dia sangat mencintai istrinya. Dan, sebagai balasan karena pertolonganmu dulu, ia memberikan sejumlah uang untukmu ..."
" Tidak! Dia harus menikahiku!" tolak Lucia.
' Uang yang dia beri tidak akan sebanding dengan semua kekayaannya, enak saja. Aku tak akan melepasmu, Tae Yang."
" Dan Anda pikir, Tuan Kim bersedia menikahimu? Hahaha ... dengar, uang sudah ditransfer ke rekening orang tuamu sebagai kompensasi. Jika kau, masih berani mengusik kehidupan Tuan Kim, maka ... bersiaplah Anda menerima nasib yang sama dengan wanita-wanita lain yang berusaha naik ke ranjangnya, bersyukurlah selagi Tuanku itu sudah melunak pada Anda karna ia ingat jasa Anda dulu. Jangan menginjak kaki seekor anjing jika kau tak ingin dia gigit," tegas Jung Hyuk dengan sinis dan tatapannya yang tajam mengancam.
" A-apa yang ia lakukan pada mereka?" tanya Lucia takut
" Tak banyak ... hanya ... menjadikan mereka budak nafsu Tuan Romanov dan bodyguardnya di Rusia ... Siang .... dan malam. Hahahaha ..." jawab Jung Hyuk lalu berdiri dan duduk di kursi lain.
" Tu-Tuan Romanov? Tuan Sergei Romanov?" tanya Lucia terbata sambil berbalik melihat ke arah Asisten Tae Yang itu
" Ah .... ternyata Nona Lucia tidak ketinggalan infomasi, ya? Bagus kalau begitu .... hahahaha"
Lucia gemetar mendengarnya. Perkataan Jung Hyuk berhasil menciutkan nyalinya. Ia tahu siapa Sergei Romanov. Mafia terkenal di Eropa yang selalu berhasil lolos dari jerat hukum walau ia sudah membantai seluruh keluarganya dan memperkosa adik dan kedua sepupunya. Mafia yang terkenal kejam pada musuhnya.
" Brengsek! Kenapa Pak Tua itu tak memberitahuku!! Eerrghh!!" gumam Lucia.
Seorang Bodyguard mendengarnya dan melapor pada Jung Hyuk. Dengan langkah pasti Jung Hyuk mendekati Lucia dan duduk di depannya lagi.
" Jadi, Nona Lucia, katakan. Siapa yang menyuruhmu melakukan ini?" selidik Jung Hyuk.
Lucia melebarkan matanya. Terhenyak mendengar pertanyaan lelaki kurus didepannya itu. Lucia berusaha menyembunyikan ketakutannya dengan menelan salivanya. Matanya tak berani menatap Jung Hyuk.
__ADS_1
" A-aku tak mengerti apa maksudmu!"
" Kalau kau menyembunyikan ... siapa yang menyuruhmu melakukan ini, maka ... jangan salahkan anak buahku untuk ... mulai ... mencicipimu ..." Ancam Jung Hyuk dengan seringainya lalu melirik ke arah bodyguardnya yang sedari tadi memang sudah melihat wanita itu dengan mata penuh nafsu.
Lucia perlahan melihat ke arah para bodyguard yang duduk di bangku tak jauh darinya dan kembali menelan salivanya. Ia menatap horor Jung Hyuk yang tersenyum menyeringai di depannya.
" K-kau t-tak kan berani melakukan itu!"
" Mau ... mencoba, hmm?" kata Jung Hyuk perlahan. Tiba-tiba tangannya menkode bodyguardnya. Senyum menghiasi wajah bodyguard dengan rahang besarnya.
Ia mendekati Lucia dan mulai memeluk dan menciuminya. Lucia memberontak, sementara Jung Hyuk menikmati wine di tangannya. Tak ada rasa simpati di wajah lelaki itu. Lucia menangis dan terus memberontak.
Jung Hyuk hendak berdiri ketika ia mendengar suara Lucia.
" Aku katakan! Aku katakan! Tolong hentikan!" seru Lucia dengan isakannya.
Jung Hyuk menkode dengan kepalanya, dan bodyguard itu segera berdiri dari atas tubuh Lucia. Dengan cepat wanita itu menutupi tubuhnya dengan baju pasiennya yang telah robek di sana sini.
Dalam isakannya, Lucia bercerita bagaimana ia bertemu seseorang di Long Bar di Berner Street, London. Orang itu orang Korea. Dari sana, ia tanpa sengaja bercerita kalau dirinya juga pernah menolong orang Korea yang tertusuk di gang sempit di dekat Wembley Stadium.
Orang itu lalu menawarinya untuk membelikannya minuman dan membawanya ke hotel. Disana, ia melihat majalah Forbes yang menampilkan wajah Tae Yang.
Lucia bercerita pada orang itu, bahwa laki-laki di cover majalah itu adalah laki-laki yang ia tolong. Orang itu lalu menawarinya untuk berkunjung ke Korea. Lucia tentu saja senang dan mengiyakannya
Sampai di Korea, lelaki itu mengajaknya ke sebuah rumah di pinggiran Seoul. Di sana, ia bertemu seorang lelaki tua yang memberitahunya perihal Tae Yang. Lucia menjadi lebih bersemangat. Dengan dukungan lelaki tua itu, Lucia berhasil masuk ke Mansion.
Rencana semula adalah membuat Tae Yang gagal menikahi Emy dan menjadi bahan berita di Media. Sehingga, Emy dan Tae Yang tak bisa melanjutkan hubungan mereka walau pemberitaan telah usai. Dan membuat Lucia sebagai istri sah Tae Yang.
Tapi, rencana mereka gagal karena Tae Yang terburu mencekalnya dan menyeretnya ke ruang bawah tanah sebelum ia sempat mengatakan siapa dirinya.
__ADS_1
Rencananya untuk menjebak Tae Yang di apartemen yang disewakan Tae Yang untuknya, juga gagal, karena Jung Hyuk selalu menempel mengikuti Atasannya.
" Oh ... lalu bagaimana dengan Hotel?" tanya Jung Hyuk
" A-aku tahu kalau tagihan kartu kredit dialamatkan ke Mansion, jadi ... jadi aku sengaja menginap di hotel," jawab Lucia terbata karena takut.
" Dari mana kamu tahu tagihan kartu kredit di alamatkan ke mansion?" tanya Jung Hyuk curiga.
" Eh ... ka ... karena Pak Tua itu yang memberitahuku,"
" Katakan siapa namanya?!" Bentak Jung Hyuk
Lucia terdiam. Bukan karena tak mau mengatakannya, tapi karena ia tak mengetahui nama Pak Tua itu. Setiap kali bertemu, ia hanya mengatakan untuk memanggilnya Pak Tua.
" A-aku tidak tahu na-namanya," Jawab Lucia tanpa berani menatap mata Jung Hyuk
Jung Hyuk yang kesal kembali memberi kode pada bodyguardnya. Lucia menggeleng cepat dengan mata membulat.
" To-tolong ... a-aku berkata sejujurnya ... per-percayalah ... aaaahhh!"
Lucia memekik ketika badan si bodyguard kembali menindih dan menciuminya begitu rakus. Maklum para bodyguard Tae Yang jarang memiliki waktu libur. Setahun hanya bisa libur 7x.
Waktu mereka hanya berkutat di senjata dan bergaul dengan misi yang melelahkan dan menyita waktu sehingga tak pernah merasakan belaian wanita atau menyalurkan hasratnya. Bagaimana mau berpacaran atau menikah, sedangkan dalam kontrak kerja mereka tercantum larangan menjalin hubungan selama menjalani masa kontrak.
Jung Hyuk hanya diam mematung seraya menyesap winenya.
" Hen-hentikan ... aku mohon ... hiks ... hiks ... aaaahhh" isakan dan teriakan terus keluar dari bibir seksi Lucia. Kini bodyguard itu sudah mulai membuka celananya.
Lucia semakin ketakutan, ia terus memberontak dan berusaha mendorong tubuh kekar lelaki yang menindihnya dan meremas gundukan kembar miliknya.
__ADS_1
" A-aku sungguh tak ta-tahu namanya ... ta-tapi ..."