
Sebuah istana yang sangat indah dan keren dan terletak di sebelah utara kota Seoul. Menjadi tujuan pertama Emy dan Hannah mengantar Yu Zhen berjalan jalan.
Istana Gyeongbok atau Gyeongbokgung dibangun pada tahun 1395 oleh Raja Taejo, pendiri dinasti Joseon.
Istana Gyeongbokgung termasuk terbesar dari 5 istana besar yang dibangun dari Dinasti Joseon.
Hannah mengajak Emy dan Yu Zhen menikmati keindahan Paviliun Gyeonghoeru, dan Kolam Hyangwonjeong yang relatif utuh di sini.
Mereka juga mengunjungi Museum Istana Nasional Korea, yang terletak di selatan Gerbang Heungnyemun, dan Museum Rakyat Nasional terletak di sisi timur dalam Hyangwonjeong.
Emy begitu antusias ketika ia dapat mengenakan pakaian tradisional korea atau disebut Hanbok.
Mereka menghabiskan lebih dari 2 jam di Istana yang biasa dipakai untuk syuting drama sageuk itu. Hannah yang terlalu sering berkunjung ke Istana ini, tak terlihat antusias seperti Emy maupun Yu Zhen.
Ia lebih memilih memainkan ponsel dan sesekali menjelaskan tentang sejarah Istana pada kedua temannya itu.
" Emy-a, Yu Zhen, kita ke tempat lain, yuk... sudah lama kita disini .. sekarang, bagaimana kalau kita cari oleh-oleh?"
" Oke, boleh," tanpa sadar, Yu Zhen menarik tangan Emy mengikuti Hannah.
Tanpa protes Emy mengikuti Yu Zhen dan membiarkan laki-laki itu menariknya.
" Kita kemana?" tanya Yu Zhen seraya membukakan pintu untuk Emy di kursi sebelah Hannah, lalu membuka pintu untuk dirinya sendiri di kursi penumpang.
Hannah sendiri memutari depan mobilnya dan masuk ke dalam mobil di kursi pengemudi.
" Hmm ... kita ke Pasar Namdaemun saja dulu, untuk cari oleh-oleh baru kita ke pasar Dongdaemun untuk cari makanan dan belanja-belanja, bagaimana?" Tanya Hannah
" Cari oleh-oleh terakhir saja, Han!" kata Yu Zhen.
" Hmm ... dari sini ke Namdaemun cuma 27-30 menit kalau sedang macet. Kalau kita ke Dongdaemun bisa sampai sekitar 47 - 60 menit. Tapi, kalau dari Namdaemun ke Dongdaemun cuma 17-20 menit aja, bagaimana?Jadi, akku akan mengikuti keinginan kalian saja," terang Emy.
" Emang di Namdaemun ada apa aja, Han?" Tanya Emy
" Pasar Namdaemun itu pasar tradisional di Seoul. Namdaemun juga pasar terbesar dan tertua di Korea. Buat yang mau beli souvenir untuk oleh-oleh dari berlibur ke Korea, Pasar Namdaemun tempatnya.
__ADS_1
Kalau Pasar Dongdaemun, jual berbagai makanan, pakaian, hanbok (pakaian tradisional Korea), sepatu, mainan, alat olahraga, dan elektronik. Selain itu, disana kita juga bisa menemukan tempat menjual hewan peliharaan."
" Hmm ... oke ... kalau begitu ke Pasar Namdaemun dulu," jawab Yu Zhen mantap.
" Oke ... kita jalan!"
3 jam berikutnya, banyak belanjaan yang sudah ditenteng ketiga orang itu. Bukan hanya Yu Zhen yang membawa banyak oleh-oleh untuk panti dan rekan-rekan kerjanya di China, tapi juga Hannah yang memborong banyak baju.
Sedang Emy ia tak begitu tertarik dengan itu, ia hanya asyik membeli berbagai jajanan dan sebuah sepatu kets, karena sepatu kets yang ia kenakan sudah mulai robek.
Hannah melajukan kendaraannya untuk mengantar Yu Zhen ke bandara. Semua barang sudah siap diatas troli. Emy dan Hannah mengantar Yu Zhen hingga pintu keberangkatan.
" Hannah, terima kasih banyak ya, sudah mengajakku jalan-jalan." kata Yu Zhen dan mengulurkan tangannya.
" iya sama sama. Yeol oppa adalah sepupuku, jadi ini tugasku untuk menjamu tamunya. Dan kamu juga teman Emy, jadi kau temanku juga." Ha Na menyambut tangan Yu Zhen dan tersenyum.
Yu Zhen beralih ke hadapan Emy, lalu memeluk erat Emy. Emy menyambutnya dengan senyum dan menepuk punggungnya lembut.
" Emy, jaga diri baik baik ya. Telpon kami disana. Aku akan sangat merindukanmu." ucap Yu Zhen yang masih memeluk Emy.
" iya aku pasti jaga diri dan akan sering telpon kalian waktu aku rindu, ok?"
" Jadi kamu gak akan telpon kalo gak rindu?"
Emy terkikik mendengar gerutuan Yu Zhen. Laki laki yang lebih tua dua tahun darinya itu, yang dulu sempat membenci Emy karena menyebabkan Xiao Chen terluka parah karena melindunginya, kini justru mengikuti jejaknya menjadi dokter dan menjadi sangat dekat dengannya.
" hahaha... bukan begitu. Aku sangat sibuk. Tapi aku pasti akan menelepon kalian. oke?"
" iya, aku mengerti!" Yu Zhen mengambil koper dan berjalan menuju pintu check in. Sesekali ia menoleh dan melambai. Sorot mata yang tak lepas dari Emy, terus saja Yu Zhen perlihatkan, hingga ia masuk kedalam ruang tunggu.
" Emy-a, sepertinya dia menyukaimu..hihihi" goda Ha Na. Emy memandang jengah Ha Na dan berlalu meninggalkan Ha Na.
" Emy-a...Tunggu!"
***
Di rumah sakit, para staf dan dokter tampak begitu kewalahan dengan datangnya wartawan dari berbagai media yang ingin bertemu dengan Emy serta begitu banyak telepon yang masuk, meminta berbicara dengan Emy atau sekedar meminta nomer pribadi Emy.
__ADS_1
Direktur Kang terus berusaha menghubungi Emy, tapi tak aktif. Sementara ia tak mungkin menghubungi Lee Yeol yang sedang berbulan madu dan tak mungkin mengetahui dimana Emy. Akhirnya Direktur Kang menghubungi Kang Ha Na, keponakannya. Nihil. Tak ada jawaban.
" Nona Joo, apa kau bisa menghubungi Emy?" tanya Direktur Kang pada sekretarisnya lewat interkom.
" Belum, Direktur."
" baiklah."
Direktur Kang menghela nafas dan menyandarkan kepalanya di kursi kebesarannya.
***
tok...tok...
" Masuk!" Asisten Jung Hyuk segera masuk dan berdiri didepan meja kerja Tae Yang, sementara Tae Yang masih sibuk dengan berkas yang ia tanda tangani.
" ada apa, Hyuk?" tanya Tae Yang tanpa mengalihkan matanya dari berkas yang ia pegang.
" Saya tidak tahu, apa saya harus melaporkan ini. Tapi, apa Tuan Muda sudah melihat ini?" Jung Hyuk menyodorkan I-Pad ke meja Tae Yang.
Media online begitu ramai dengan wajah Emy saat di pesta. Foto cantik dan video Emy bernyanyi, banyak beredar dan telah menjadi viral. Bahkan beberapa produser dan agency dikabarkan ingin merekrut Emy sebagai artis.
Tae Yang melempar kembali I-Pad Jung Hyuk ke meja kerjanya. Rahang tegas Tae Yang mengeras. Wajahnya memerah.
" Cepat hapus!" seru Tae Yang dengan mata memerah.
" maaf Tuan Muda, ini...ini sudah beredar luas tak terkendali." jawab Jung Hyuk sambil menunduk karena takut akan kemarahan atasannya itu.
" Bagaimana kerjamu?! kenapa sampai beredar seperti ini?!" Bentak Tae Yang.
" Tapi tak ada yang menyebutkan kalau Nona Sie adalah istri anda, Tuan Muda. " Jung Hyuk terus berbicara tanpa melihat perubahan raut wajah tuannya. "ini hanya berita tentang kecantikan Nona Sie yang seorang dokter dan juga pintar..."
brakkk...
" Keluar!!" Bentak Tae Yang. Jung Hyuk menunduk dan berlari keluar ruangan.
' kenapa sih, bos galak itu? kan gak ada berita hubungan dia sama Emy, kok jadi marah?' omel Jung Hyuk sambil berjalan ke ruangannya.
__ADS_1