
Pikiran negatif membuat seseorang menjadi khilaf
Kecantikan badani selalu dipuja banyak orang
Cinta selalu datang tak peduli taraf
Tapi ucapan emosi bisakah dikata sayang?
Rie2611
Laki-laki itu terus menatap Emy. Emy yang tak begitu peduli sekitarnya, selalu menampilkan senyum pada siapapun yang menyapanya. Banyak tamu tersihir dengan kecantikan dan penampilan Emy diatas panggung tadi.
Perawat Na langsung berhambur memeluk Emy dan terisak. Emy menyambut pelukan asistennya itu dan tersenyum. Dokter Lee berusaha menahan air mata yang sudah terkumpul di pelupuk matanya.
Hannah hanya berdecak dan menggeleng. Dokter Lee dan Hannah menghampiri Emy dan laki-laki yang tadi akrab dengan Emy pun, turut mendekat dan senyum mengembang dibibir tipisnya.
Tak lama, Emy dan Hannah sudah kembali membaur dengan tamu-tamu lain. Sesekali Emy tampak bersenda gurau dengan rekan sekerjanya, tak jarang berjabat tangan untuk sekedar berkenalan dengan orang baru.
Laki-laki tampan campuran asia dan bule itu tetap saja menatap Emy. Tangannya terkepal dan wajah memerah yang menahan amarah. Orang-orang yang akan menyapanya, mundur teratur tak ingin mendapat amukan.
" Sunbae ... hehehe ... selamat, ya..." ucap Emy pada dr. Lee dan memberinya pelukan hangat. Lalu ia berpindah pada perawat Na dan memberinya pelukan dan cipaka cipiki.
" Selamat buat kalian berdua. Jangan ditunda, ya..." goda Emy hingga wajah perawat Na memerah seperti udang rebus.
" Hahaha ... jangan kuatir, malam ini langsung tancap tanpa penghalang..." mendengar itu sontak lengan dr. Lee mendapat pukulan dari wanita yang baru saja resmi jadi istrinya itu. Semua tertawa terbahak melihat tingkah lucu kedua mempelai.
" Wah ... Oppa ... sepertinya kau tidak akan mendapat jatah malam in i... hahaha," goda Hannah
" Heii ... kau jangan meracuni pikiran istriku, ya!" runtuk dr.Lee
" Ish ... bukan meracuni hanya memaparkan kenyataan..." kilah Hannah. Hannah dan dr. Lee, selalu saja tak pernah rukun bila bertemu. Tapi, mereka berdua saling menyayangi dan melindungi.
Dokter Lee melihat Emy yang terus saja menertawainya.
" Hei ... terima kasih kadonya ... kenapa kamu tak memberitahuku kalau kau pintar menyanyii?" kata dr. Lee sambil memicingkan matanya.
" Hahaha ... tidak ada yang bertanya, untuk apa tiba-tiba memberitahu?" jawab Emy
__ADS_1
" Ck ... kau itu! Han, apa kamu juga sudah tahu, kalau Emy bisa bernyanyi?" Hannah yang sedang asyik memasukkan makanan ke mulutnya mengangguk mantap.
" Lho, kenapa tak memberitahuku?" protes dr. Lee
" Oppo tok bortonyo (Oppa tak bertanya) ..." jawab Ha Na tak jelas karna mulutnya penuh makanan.
" Lalu, selainber nyanyi, apa lagi yang kamu bisa dan kami tak tahu?" selidik dr. Lee
" Mmmm .... apa ya?..."
" Ck ... Emy-a, ayo jawab!" timpal Perawat Na.
" Heheh e... aku cuma hobi bernyanyi dan melukis..."
" What??? Kamu bisa melukis?" mata dr. Lee melotot tak percaya, bibir Perawat Na menganga, sedang Hannah terlihat santai, sementara laki-laki yang selalu saja menempel pada Emy, mengangkat alisnya.
" Ish ... biasa saja. Itu cuma hobiku saja."
" Hahaha ... hebat kan sahabatku satu ini. Dia juga pintar membuat baju. Ini ... gaun ini juga, dia yang membuatnya. Tapi dia lupa." ucap Hannah tiba-tiba.
" Hah? Apa benar itu, Han? Apa benar ini buatanku? Kenapa aku tak imengingatnya, ya?" Emy melihat gaun yang dipakainya. Ia kembali mencari memori itu.
" Hahaha ... eh, aku juga tahu setelah sudah dirumah. Waktu kulihat labelnya, baru aku tahu, kalau itu hasil karyamu!"
" Wah ... bakatmu banyak sekali ... bagi-bagi dong, Emy..." kata perawat Na sambil mengerucutkan bibirnya.
" Hahaha ... boleh kalau mau belajar jahit. Nanti aku bisa ajar, tapi bayarannya pakai bento, ya?" sahut Emy sambil menaik turunkan alisnya.
" Oke ... kami pergi menyapa yang lain dulu ya? ...byeee..." dr. Lee segera memeluk bahu istrinya dan berlalu pergi.
" Eh .. eh ...eh ... yaaa, ditinggal. Dasar orang pelit!" runtuk Emy.
Hannah tersenyum lebar melihat Emy, sementara laki-laki disebelah Emy memeluk bahu Emy dan menepuknya lembut.
" Sabar, ya. Kalau mau bento gratis, nanti aku ... buatkan lalu aku kirim kesini, bagaimana?"
Emy menatap tajam laki-laki itu.
" Iya, sampai disini bentonya sudah berjamur dan tak bisa dimakan. Aduh, kalian berdua itu, ya ... ih .. eh, Yu Zhen, nanti kamu bisa tinggal di rumah saja. Kuncinya aku simpan dibawah pot mawar kuning."
" Kamu pikir aku kesini tanpa persiapan? Aku sudah dapat hotel..." jawab Yu Zhen.
__ADS_1
" Oh, ya sudah kalau begitu. Kapan balik?"
" Besok sore. Aku ada operasi lusa pagi."
" Hmm ... oke. Besok aku akan ajak kamu keliling Seoul. Kebetulan besok aku shift malam. Jadi, kita bisa jalan. Apa kamu bisa, Han?" Emy menoleh pada Hannah dan diangguki Hannah
" Oke, terima kasih, ya ... setelah ini, kamu dan Hannah kemana?" tanya laki-laki itu
" Tidak kemana-mana,"
" Bagaimana kalau kita ke Riverview 8th Avenue? Kalau kami, orang Korea menyebutnya Gwangjingyo Bridge." kata Hannah antusias
" Memang ada apa disana?" tanya Yu Zhen
" Itu tempat pemberhentian paling populer bagi pengendara sepeda, ruang budaya yang menyuguhkan pameran serta pertunjukkan seni. Kalau kamu pernah menonton drama Korea Selatan ‘Iris’, pasti kamu tidak akan asing lagi
Tempat itu sangat terkenal, karena menjadi lokasi syuting drama 'iris', Selain itu, kamu juga bisa menikmati beragam pertunjukkan dan program budaya secara gratis di sini.
Bonusnya, kamu bisa merasakan sensasi berbeda dengan memasuki ruangan kaca yang memamerkan pemandangan sungai saat berjalan di atasnya." jelas Ha Na
" Hmm...menarik."
" Ada lagi, namanya Naksan Park. atau lebih dikenal sebagai ‘Lalaland’-nya Seoul, Chingudeul.
Naksan Park merupakan salah satu tempat terbaik bagi kamu yang ingin menikmati keindahan malam hari sembari berjalan di sepanjang Tembok Kota Seoul.
Naksan Park memang tersohor sebagai objek wisata yang memiliki pemandangan malam menakjubkan.
Apalagi, sekarang adalah awal musim gugur.
Jadi saat yang terbaik dan sangat bagus. Kalau mau lihat pemandangam eksotis di Naksan Park, pastikan waktu musim semi atau musim gugur. Wahh ... sungguh sangat bagus pemandangannya.
Kalau mau makan, Dongjadaegyo Cafe adalah pilihan yang paling pas. Itu sebenarnya sebuah lounge budaya yang menampilkan ‘Cloud Café’ serta ‘Sunset café’ di dalamnya.
Tempatnya di bagian atas Jembatan Dongjakdaego. Tempat wisata malam tersembunyi ini merupakan gabungan dari kafe, toko serba ada serta observatorium dengan pemandangan sungai yang terbaik
Objek wisata ini dihiasi oleh dinding kaca jadi para pengunjung bisa leluasa menikmati keeksotisan Sungai Hangang tanpa terhalang apapun.
Menariknya, kamu bisa menyaksikan pemandangan matahari terbenam paling cantik dari Sungai Hangang. Tapi sekarang sudah tak bisa lihat, sekarang sudah jam 10.
Selain itu, di sini juga menawarkan kafe atap terbuka yang bisa digunakan untuk menikmati keindahan menakjubkan dari Seoul di malam hari. Bagaimana, mau coba?"
__ADS_1