
" Tu-Tuan... Saya hanya menjalankan perintah.. Tuan, ampuni saya..." Racau Mary ketakutan.
" Hmm... Menjalankan perintah? Dari?"
" Kim So Nam, dia orang Korea, Tuan," jawab cepat Mary.
Evan masih terus menatap Mary tajam membuat wanita itu menelan salivanya ketakutan.
" Lanjutkan."
" Ehm.. ehm... Dia bilang ingin memberi pe-pelajaran Nona Sie, karena...karena dia sudah membuat orang yang i-ia sayangi menangis dan hancur. Ka-karena itu dia membayar saya untuk menghipnotis Nona Sie." Oceh Mary
Evan, Luther terutama Tae Sang menautkan alisnya.
" Orang yang ia sayangi?" Kali ini Tae Sang yang berbicara.
" I-iya, Tuan."
" Kau tahu siapa yang dia maksud?" Selidik Tae Sang lagi.
" Sa-saya tidak tahu, Tuan. Ta-tapi saya per-pernah memergokinya memeluk fo-foto seorang wanita cantik, Tuan."
Mata ketiga laki-laki tampan itu melebar. Wanita cantik? Siapa? Begitulah pikiran mereka. Tae Sang segera mengeluarkan ponselnya dan mencari sesuatu lalu menunjukkannya pada Mary yang terlihat lelah.
" I-iya, betul. Dia yang di foto itu, Tuan." Jawab Mary lemah.
" Bawakan dia kursi dan bawakan air." Perintah Evan pada anak buah yang selalu siap berdiri di belakangnya. Mereka mengangguk dan mengerjakan perintah atasannya.
" Siapa itu, Tae Sang?" Tanya Evan.
" Helena!" Jawab Luther dingin.
" Apa?!"
Tae Sang dan Luther mengangguk. Evan tertawa sinis.
" Jadi, sepupumu itu... Lesbian?" Ledek Evan pada Tae Sang. Sementara yang diledek hanya mengangkat bahunya.
" Korek semua informasi tentang Kim So Nam!" Perintah Evan.
" Aku sudah menyuruh orangku, paman. Dia akan mendapat hukuman 100 kali lebih dari yang ia sudah lakukan pada Emyku." Mata Tae Sang berkilat marah.
Evan mengangguk. Dia menunggu apa yang akan Tae Sang lakukan.
" Katakan padaku. Apa kau juga yang mau membunuh Emy?" Tanya Luther
Mata Mary membelalak. Dengan cepat ia menggeleng.
" Hah?! Tidak! Tidak, Tuan. Sungguh! Saya hanya menghipnotis Nona Sie dan memberinya Mihosan ( obat herbal seperti psikotropika yang dapat membuat peminumnya berhalusinasi dan pusing yang hebat) sesuai perintah Nona Kim. Sungguh, tuan! "
__ADS_1
Evan, Luther dan Tae Sang memicingkan matanya menatap lurus pada Mary.
" Baiklah, kau yang menghipnotis Emy dan membuatnya jadi ******, kan? " Ujar Evan masih dengan nada yang begitu ringan.
" Karena itu, aku juga akan memberi hadiah yang... Jauh lebih baik padamu." Perkataan Evan semakin membuat jantung Mary berdegup kencang. Keringat dingin membasahi tubuhnya.
" Igor, Pierre, Zonrach... Dia milik kalian. Dia tak pernah punya pasangan. Selamat menikmati, sobat!" Evan mengedipkan satu matanya pada bawahannya itu dengan seringainya.
Ketiga bawahan Evan langsung maju dan melepaskan ikatan pada tangan Mary. Wanita itu ketakutan dan berusaha berontak. Tapi, usahanya sia-sia. Ia langsung dibawa Zonrach di bahunya seperti beras. Teriakan-teriakan dan permohonan ampun tak digubris Evan, Luther maupun Tae Yang.
Pukulan-pukulan Mary di punggungnya serasa pijatan untuk seorang Zonrach. Pria berkulit hitam dengan tinggi 197cm dan berat badan 105 kg. Ya, ketiga orang bawahan yang dipilih Evan memiliki postur seperti raksasa. Sedang Mary, ia hanya memiliki tinggi 173cm dan berat badan 58kg.
" Thanks, bos!" Ucap ketiga bawahan Evan itu dan berlalu dari sana.
Kini perhatian ketiga laki-laki beda profesi itu tertuju pada laki-laki yang tangannya masih tergantung dan terikat.
" Han Rae Won, waktu itu kau bisa lari dari penjara, tapi kali ini, jangan harap kau bisa merasakan udara bebas." Kata-kata Evan masih tenang tapi mampu membuat seluruh tubuh Rae Won begidik ngeri.
" Tu-tuan, tolong maafkan saya. Ampuni saya, Tuan. Tuan!"
" Ampun? Maaf? Dulu kau mengatakan yang sama ketika kau mau memperkosa putriku padahal dia masih kecil, brengsek! Masih 13 tahun! Dan sekarang..."
" Memperkosa? Kau berani menyentuh Emyku?!" Teriak Tae Sang.
Plakk.. Duagg
" Jadi, kau yang sudah membuat adikku depresi, hah?? Kau yang membuatnya tergantung obat??!!" Luther dengan geram menatap Rae Won.
Darah memuncrat dari mulut Han Rae Won. Tak tampak pergerakan lagi dari laki-laki bertubuh pendek asia itu.
Byurrr
" Hahh...hahh, " air masuk ke dalam hidung dan membuat Rae Won gelagapan.
" Ah, aku baru ingat. Rumahmu yang di rawa itu terbakar. Sepertinya, kau bukan hanya melakukan kesalahan pada putriku, ya?"
" Ter-terbakar? Tidak-tidak... Tidak mungkin!"
" Kenapa tidak mungkin?" Evan memainkan pisaunya sedang Luther duduk santai di sebelah Evan. Tae Sang? Entah apa yang ia bicarakan di telepon dengan seseorang memakai bahasa Korea.
" Tu-tuan, sa-saya punya informasi. Kalau saya mengatakannya, bisakah Anda melepasku, tuan? " Nego Rae Won tanpa malu.
" Oh, kau mau negoisiasi denganku? Apa kau layak?"
" Tuan, sungguh. Aku yakin infoku berguna untukmu."
Evan dan Luther menaikkan alisnya dan mengangkat bahu mereka.
" Entahlah!"
__ADS_1
" Tuan, aku tahu siapa yang mencoba membunuh Emy!" Teriak Rae Won ketika dilihatnya Evan dan Luther serta Tae Sang hendak pergi dari situ.
Serentak ketiganya berhenti. Mata elang laki-laki tampan itu menatap tajam Rae Won.
" Tuan, apa kau akan melepasku kalau aku mengatakannya?"
" Ok. Tapi, kalau aku tahu kau berbohong, aku tak akan segan membuat menderita sebelum membunuhmu!" Ancam Evan.
" Iya...iya Tuan."
" Katakan!"
" Sebenarnya, setelah saya bertemu Emy di Cafe Tatte dan... Dan berusaha mencumbunya..eh...ta-tapi gagal, Tuan..." Ucap Rae Won cepat ketika ia melihat Tae Sang dan Luther telah berdiri dengan mata memerah dan tangan terkepal.
" Lanjutkan! Kalian tenang dulu!" Kata Evan pada Rae Won dan beralih pada kedua laki-laki yang duduk di sebelahnya.
" Baik, Tuan. Setelah Emy lari dan tidak bisa mengejarnya, saya dihadang seorang wanita. Dia menawarkan untuk membantu saya mendapatkan Emy. Sebagai ba-balasannya, dia minta saya membayar $200 ribu. Tapi, usahanya selalu gagal untuk membawa Emy keluar. Ka-karena tuan Taylor selalu dengan Emy kalau keluar.
Sekali dia berhasil dan itu 6 hari lalu. Tapi saya gagal, ka-karena Emy berhasil...me-menendang junior saya dan mencakar wajah saya saat saya menyetir. ( Tae Sang tersenyum mendengar itu.) Dan, akhirnya Emy berhasil lari saat saya menepikan mobil.
Lalu, saya mendengar ka-kalau Emy masuk rumah sakit. Sa-saya mau kesana, tapi tidak bisa ka-karena terlalu banyak cctv. Ja-jadi..."
" Jadi wanita itu sendiri yang datang." Potong Tae Sang. Ia ingat laporan bawahannya bahwa seorang wanita berusaha masuk ruang rawat Emy dengan pakaian suster.
" Iya, dia bi-bilang akan membawa Emy pergi. Tapi kemudian saya tahu, dia ke sana untuk menyuntik Emy dengan Methanol." Lanjut Rae Won.
" Siapa dia?! Kenapa dia mau membunuh Emyku?!" Geram Tae Sang. Di tangannya sudah ada pisau bergerigi yang terlihat sangat tajam. Rae Won membelalakkan matanya dan menelan salivanya.
" Di-dia kesal karena di mata laki-laki yang ia cintai hanya ada Emy. Di-dia mengatakan namanya Verlin. Ta-tapi saya tahu itu nama palsu ka-karena saya pernah melihatnya sekali di televisi saat bersama Tuan Taylor."
Evan terhenyak. Matanya membulat. Luther dan Tae Sang pun sama.
" Katakan! Siapa dia!" Bentak Evan.
_
_
_
🍁🍁🍁
Hhmmm... wow... ternyata ya, si Kim So Nam..ckckck..
Wohoo... dan kayaknya dah mau ketemu nih biang keroknya
Jangan lewatkan ya say... terus kepoin ya say...
Mana nih Like, Vote, Rate n komennya?
__ADS_1
Salam dari Author,
Rie