
" Dokter Sie, ini sudah seminggu. Dan berita tentang anda masih terus jadi topik. Hilang hanya 2 hari, lalu ada lagi, bagaimana ini?" Ucap Direktur Kang frustasi.
" Baiklah, Direktur. Saya akan hadir di konferensi pers." Jawab Emy. Direktur Kang tercengang mendengar Emy.
" Tapi... "
" Tidak apa-apa, Direktur. Saya juga sudah bosan dengan mereka. Saya sudah meminta dr. Yu Zhen untuk video call saat konferensi pers, dia tidak bisa ijin karena banyak pasien. Hannah juga bersedia membantu saya," jawaban Emy membuat direktur Kang tenang dan bernafas lega.
" Ah...syukurlah kalo begitu. Saya akan membuat konferensi pers jam 3 sore nanti. Bagaimana?"
Emy terkejut mendengarnya. Tapi kemudian ia mengangguk menyetujuinya.
" Lalu apa Yoo Joon masih belajar denganmu?"
" Iya, Direktur. masih."
" Hmm ... baiklah, lalu bagaimana dengan Tuan Besar? Bukankah 5 hari lalu kamu memeriksanya lagi?"
" Iya, Direktur. Syukurlah, kanker Tuan Besar berhasil mengecil dan tidak lagi menyebar. Sekitar 5-6 kali lagi Kemo, saya bisa mengoperasi membersihkan sisa selnya lalu melakukan transplant. Tapi, Tuan Kim harus terus menjaga kesehatannya agar bisa dioperasi." Direktur Kang sangat gembira mendengar itu. Ia meraih tangan Emy, dan membuat Emy terkejut.
" Dokter Sie, terima kasih ... terima kasih banyak. Tolong lakukan yang terbaik untuk Tuan Besar. Saya mohon..." Air mata Direktur Kang terus mengalir. Emy menjadi salah tingkah tak tahu harus berbuat apa.
" Emm ... Direktur, iya sama-sama. Saya hanya melakukan tugas saya."
Direktur Kang melepaskan pegangan tangannya, mengangguk-angguk dan tersenyum memandang Emy.
" Anda memang dokter yang luar biasa. Kalau dokter lain, pasti sudah menyerah. Saya beruntung, anda bersedia bekerja disini." Ucap Direktur Kang bangga.
Emy hanya tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ia tak terbiasa menerima pujian yang tulus seperti ini.
" Aku dan Tuan Kim Tae San bukan hanya berteman, tapi dia juga adalah ayah dari penyelamat cucuku, Yoo Joon. Karena Tae Su, cucuku bisa selamat, saat maut hendak menjemputnya. Karena itu, saya mohon anda terus bekerja dan berbuat yang terbaik untuknya," tatapan penuh harap yang tulus, Emy dapatkan dari mata tua Direktur Dr.Kang Hyun Kwan. Emy mengangguk mantap.
" Tentu, Direktur. Sekarang, saya permisi. saya akan bersiap untuk Konferensi pers," pamit Emy lalu membungkuk dan melangkah keluar ruangan Direktur Kang.
***
__ADS_1
tok...tok...
" masuk!"
Asisten Byun Hyuk segera masuk lalu menyodorkan map di hadapan Tae Sang, yang tengah bersantai di sofa bersama dengan Sahabatnya, Willy Joo dan Dae Jung
" Apa ini?" Tanya Tae Sang pada Jung Hyuk.
" Ini foto-foto yang sebenarnya, Tuan Muda." jawab Byun Hyuk tenang. Tae Sang hanya menatap Byun Hyuk sebentar, lalu membuka map ditangannya.
" Apa itu, bro? Proyek baru?" tanya Dae Jung menyelidik seperti biasa.
Tae Sang mengangkat alisnya tak menanggapi pertanyaan Shin Dae Jung. Kedua sahabatnya saling berpandangan dan mengedikan bahunya.
" Hmm ... bikin repot aja!" gumam Tae Sang.
Tapi di hati kecilnya, ia merasa lega. Tae Sang menutup map itu lalu berdiri dan berjalan ke mejanya. Ia menyimpan map berwarna biru itu kedalam laci mejanya.
" Wohohoho ... penuh rahasia sekarang .." goda Willy Joo
" Oh ... jadi begini, habis manis sepah dibuang! "
" Iya, .. kalau lagi banyak pikiran, telepon kita untuk datang. Kalau sudah senang, lupa," celetuk Dae Jung
"Eh, aku tak pernah menyuruh kalian ke sini!" kilah Tae Yang.
" ya..ya ... kami pergi, tapi ... malam iini kau kau harus mentraktir kami! Daaa..."
***
Sudah jam 2.55, Emy sudah siap dibalik pintu hall Rumah Sakit Emerald. Banyak wartawan media cetak dan elektronik sudah berkumpul, menunggu kedatangan Emy.
Emy mengenakan dress hitam dibawah lutut tanpa lengan yang dipadu dengan kemeja putih lengan panjang, dibagian dalam. Emy memakai sedikit make up dan melepas kacamatanya.
Jam 2.58, Emy dengan anggun naik keatas panggung dan duduk di kursi yang sudah disiapkan. Lampu blitz kamera tak berhenti diarahkan padanya, sejak keluar dari pintu samping hall. Semua memandang kagum padanya.
__ADS_1
Emy mengambil mic yang sudah ada di meja didepannya.
" Selamat sore semuanya. Saya dr. Emy Sie, salam kenal." Emy berdiri dan membungkuk 45° setelah memberi salam, lalu kembali duduk.
" Saat ini, saya ingin memberi beberapa klarifikasi mengenai pemberitaan tantang saya se..."
" Apa benar anda sudah menikah tetapi masih berhubungan dengan pria di foto itu?" seorang wartawan langsung saja berdiri dan bertanya pada Emy dengan lantang, memotong perkataan Emy.
Emy menghembuskan nafas dan tersenyum. Si wartawan dengan seringainya berusaha mengintimidasi Emy.
" Tuan Wartawan, kalau boleh tahu, anda dari stasiun TV atau majalah apa?" tanya Emy menatap tajam si wartawan.
Tak mau terintimidasi, si wartawan menjawab kembali dengan dengan wajah tegas.
" Saya Park Dong Man, dari Star Tv." katanya dengan bangga.
" Berapa lama anda menjadi wartawan?" tanya Emy lagi
" 15 tahun!"
" Anda sudah 15 tahun menjadi wartawan, dan anda tidak mengerti etika dalam suatu konferensi pers? Anda sudah 15 tahun menjadi wartawan, apa anda tidak menelusuri kebenaran berita yang anda tulis? anda sudah 15 tahun menjadi wartawan, apakah memaksakan pendapat menjadi berita, adalah benar?" tanya Emy tajam.
Pandangan mata yang sama sekali belum pernah Emy perlihatkan. Wartawan yang tadinya terlihat begitu percaya diri, tak sanggup membantah perkataan Emy.
Dengan susah payah ia menelan salivanya dan mencengkeram erat mic ditangannya. Wajahnya sudah memerah menahan marah dan malu.
Sementara di lain tempat, Seorang laki-laki tersenyum melihat tayangan konferensi pers di televisi didepannya.
" Dia punya sifat itu juga ternyata? kau memang menarik!" gumamnya. Asisten yang ada disebelahnya yang mendengar itu, menggelengkan kepala.
' Dari dulu, hanya anda saja Tuan, yang salah paham pada Nona! entah kapan anda akan menyadarinya ..' batin asisten itu lalu kembali melihat layar tipis yang menempel di tembok.
Di lain tempat pula, 2 orang laki-laki tua mengangguk-angguk dengan senyum yang lebar.
" Dia memang wanita hebat! aku yakin, situasi akan berbalik setelah ini!" katanya dan diangguki laki-laki tua disebelahnya.
__ADS_1
" Baiklah, apa saya sudah bisa memulai menjelaskan?" Emy menatap seluruh wartawan didepannya yang terdiam dan mengangguk.