Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
Memulai Pencarian - Season 2


__ADS_3

Hingga malam tiba, keberadaan si kembar masih tak ditemukan. Tae Yang berusaha tak terlihat cemas saat di depan Emy. Ia masih dengan telaten menyuapi istrinya.


" Sayang, aku ke Yeol dulu, ya?" pamit Tae Yang setelah Emy menyelesaikan suapannya. Emy tetap tak menjawabnya dan kembali berbaring.


Tae Yang mencium kening istrinya dan pergi mencari dr. Lee


" Hallo, Yeol. Dimana?" tanya Tae Yang setelah panggilannya dijawab


" ......"


" Aku kesana sekarang, penting!"


Tae Yang segera menutup panggilannya dan berlari ke lift. Sampai di lantai dasar, Tae Yang melihat dr. Lee duduk di lobby seraya memainkan ponselnya.


" Yeol!" Panggil Tae Yang. Lee Yeol mendongak dan melihat Tae Yang yang terlihat cemas.


" Ada apa? Apa terjadi sesuatu dengan Emy? Apa kepalanya tambah sakit? Aku akan melihatnya," cerocos dr. Lee dan hendak berlari.


" Stop! Bukan begitu. Emy sudah makan dan dia tadi sudah berbaring lagi," jelas Tae Yang cepat


" Lalu kenapa kau?"


Tae Yang berkacak pinggang, melipat bibirnya dan menghela nafas. Wajah cemasnya jelas sekali terpampang di sana.


" Yeol, Mikha dan Micko ... mereka menghilang." kata Tae Yang


" APA?!"


Tae Yang segera menutup mulut dr. Lee


" Hei! Apa kau mau membuat semua orang tahu, hah?!" desis Tae Yang


" Kapan? Sudah berapa lama? Apa kau sudah tahu siapa yang melakukannya?"


" Kalau aku tahu siapa pelakunya, aku sudah patahkan lehernya,"


" Lalu kapan kau tahu mereka menghilang?"


" Tadi siang, aku suruh Pak Jang menjemput tapi sampai sore tidak ada kabar jadi aku telepon. Dia kasih kabar kalau Mikha dan Micko menghilang. Sudah dicari ke semua ruangan bahkan lemari di sekolah, tetap tak ketemu. Aku sudah menyuruh Hawk melihat CCTV sekolah, tapi rupanya mereka sudah merusaknya lebih dulu,"


" Hawk? Maksudmu hacker handal itu?" tanya dr. Lee dengan mata membulat

__ADS_1


Tae Yang mengangguk, Hawk memang hacker yang ia rekrut untuk menjadi bawahannya dan menjadi pengawas agar sistem komputer dan data-data rahasia perusahaannya tak dibobol lagi seperti kejadian 6,5 tahun yang lalu, Ia berhasil merekrutnya dengan embel-embel gaji yang fantastis.


" Lalu bagaimana selanjutnya?"


" Aku minta tolong kau jaga Emy, aku harus segera bertindak mencari Anak-anakku. Aku sudah mencurigai beberapa orang. Tapi, aku belum punya cukup bukti. Jung Hyuk masih aku suruh bawa Lucia kembali ke Inggris , jadi ..."


" Kau masih memperhatikan selingkuhanmu itu, Tae Yang!" Sergah dr. Lee


" Dia bukan selingkuhanku!!" bantah Tae Yang, " Dia adalah gadis yang dulu pernah menolongku. Aku memang dulu berjanji akan menikahinya sebagai balasannya, tapi bukan berarti aku mengkhianati istriku, Yeol!!"


" Hah! Kau sendiri yang bilang berjanji menikahinya, kau juga sering terlihat bersama wanita itu!"


" Aku memang menemaninya, tapi karena dia sakit! Dia terkena kanker! Biar bagaimanapun dia yang sudah menyelamatkan nyawaku, aku tidak bisa tidak melakukan apapun untuknya!"


" Kanker? Hahahah ... kau memang bodoh, Tae Yang! Bodoh! Wanita itu tidak sakit apapun!"


" Apa maksudmu? Emy bilang ... dia memang kanker," kata Tae Yang bingung


" Karena dia tahu jalan pikiranmu! Kau akan memilih wanita itu daripada istrimu!!" sergah dr. Lee dan meninggalkan Tae Yang sendiri. Tae Yang semakin bingung dengan semuanya.


" Apa ... maksud semua ini? Kalau memang Lucia tidak kanker ... kenapa ...kenapa Emy mengatakan kalau ..."


Tae Yang akhirnya teringat dengan pertanyaan Emy, " Aarrgghhh ... jadi dia hanya mengujiku? Bodohnya aku .... aarrrghhh ... maafkan aku ... maafkan aku, sayang. Kenapa aku selalu bodoh ...." Tae Yang meremas rambutnya dan membogem dinding tak bersalah di depannya. Darah mengalir dari buku-buku tangannya, namun tak membuatnga meringis kesakitan


Tae Yang memaksakan tubuhnya berjalan dan menuju ruang rawat Emy. Netranya terus memperhatikan wajah cantik istrinya yang mulai tak memucat.


" Maafkan aku, sayang. Kenapa aku selalu membuatmu sakit hati. Apa aku masih pantas menjadi suamimu? Hiks ... hiks ... hiks ..." tangis Tae Yang. Ia membekap mulutnya dengan tangan besarnya agar Emy tak terganggu.


Setelah beberapa saat, Tae Yang kembali mengambil ponselnya. Ia menekan beberapa tombol di sana dan meletakkannya di telinganya.


" Hallo, Hawk!"


" ......"


" Aku mau kau selidiki Cha Hyun Sik, Baek Dong Min dan Lucia lagi. Aku juga mau kau cari informasi lebih tentang yang kejadian di pesta ulang tahun perusahaanku 6 tahun lalu. Siapa saja yang sudah membuat istriku terluka ..."


" ........"


" Luther? Kau yakin?"


" ........"

__ADS_1


" Baiklah, aku akan menghubunginya,"


Tae Yang segera mengakhiri panggilannya dan menelepon Luther


" Hallo, Luther?"


" ........"


" Kim Tae Yang. Bisakah tolong kau kirim soal kejadian Emy terluka di pesta ulang tahun perusahaanku 6 tahun lalu?"


" ......."


" Tidak, aku hanya akan sedikit bermain dengan mereka,"


" ........"


" Terima kasih. Aku tunggu,"


Mata Tae Yang terus menatap sang istri yang terlelap. Pikirannya terus melayang memikirkan banyak hal yang terjadi dalam rumah tangganya. Mikha dan Micko yang belum ada kabarnya, istrinya yang sedang dalam keadaan down, pelaku dibalik semua insiden yang terjadi padanya yang masih misteri .... oohh ...sungguh Tae Yang dibuat pusing karenanya.


" Bersabarlah, sayang. Aku akan menumpas mereka semua. Mereka sudah berani mengusik keluarga kecil kita, maka mereka juga harus mencicipi buah perbuatan mereka,"


Tae Yang menelepon beberapa orang dan juga Evan untuk membantunya. Ia menceritakan semua temuannya pada Ayah Babtis istrinya itu.


2 hari berlalu, Jung Hyuk mulai mendapat titik terang siapa Henry setelah melihat CCTV Bar tempat Lucia dan Henry bertemu. Hawk juga sudah mengetahui pemilik rekening yang menjadi sponsor Baek Dong Min selama ini.


Tapi sayang, keberadaan Mikha dan Micko belum mendapat jejak sedikitpun. Emy mulai bertanya soal kedua Anaknya yang sudah 2 hari tak ia lihat. Sekembalinya di Mansion, semua orang juga tak berani menjawab pertanyaan keberadaan kedua Putranya.


Emy yang geram langsung menuju ruang kerja Tae Yang.


Brakkk


Tae Yang yang sedang melakukan telekonferens via Skype dengan beberapa bawahannya, tersentak kaget. Ia segera mengakhiri Meeting Onlinenya setelah melihat raut wajah istrinya yang menakutkan.


" A-ada apa, sayang?" tanya Tae Yang terbata


" Katakan dengan jujur, dimana Anak-anakku?!" sentak Emy


Tae Yang menatap mata Emy yang penuh kemarahan. Ludahnya terasa berat untuk ia telan.


" JAWAB!!" bentak Emy.

__ADS_1


" Mereka ... mereka menghilang ... kemungkinan diculik ... aku ... aku barusan menyuruh anak buahku menambah personel dan mencari Anak-anak kita ke seluruh Korea dan .... meminta polisi juga bantuan dari Pasukan Khusus untuk mencari mereka."


Emy merasa lututnya lemas mendengar penjelasan suaminya. Kepalanya terasa berputar-putar. Tae Yang berlari dan merengkuh tubuh kecil Emy.


__ADS_2