Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
Ada Terang Usai Badai - Season 2


__ADS_3

" Apa maksudmu? Menarik koper?" Tae Yang dibuat bingung dengan pernyataan Yu Zhen.


Ae Rim maju dan mengajak Tae Yang duduk di salah satu kursi yang ada di taman yang memang bersebelahan dengan IGD.


Ae Rim menceritakan mulai dari awal saat kejadian di pesta hingga kepergian Emy.


Tae Yang menatap kosong ke depan. Ternyata, semua bermula dari kesalahannya. Tae Yang berdiri dan sedikit terhuyung. Melangkah gontai tak tentu arah. Kebahagiaan mendapat kabar kehamilan Emy terlewat begitu saja.


Dokter Lee, Ae Rim dan Yu Zhen menatap sendu kepergiaan Tae Yang. Mereka mengerti, saat ini bos Kimtae itu perlu waktu sendiri.


" Kalian masuklah, aku akan mengawasinya," kata Ae Rim


" Kau yakin?" tanya dr. Lee. Ae Rim mengangguk dan mendorong keduanya kembali masuk ke gedung rumah sakit


Dari kejauhan Ae Rim melihat bagaimana Tae Yang menatap sekelilingnya dengan mata kosong. Ia tak peduli saat ada orang memakinya ketika tanpa sengaja ia menabrak orang itu.


Setelah beberapa lama mondar mandir ke sana kemari, akhirnya Tae Yang duduk. Ae Rim berjalan mendekati Tae Yang yang duduk di pembatas parkiran dan ikut duduk di sebelahnya


" Percayalah Emy tak pernah menyalahkan siapapun atas kemalangannya. Jika ia mau menyalahkan, maka Emy akan lebih menyalahkan Nona dari keluarga Im, karena dialah yang membuat Emy terjatuh dan membuat tangannya terbentur ditangga dengan keras lalu menginjaknya dan membuat pergelangannya patah, tapi ... sama sekali aku tak melihatnya menyalahkan wanita itu. Ia hanya menyalahkan dirinya sendiri.


Saat Yeol dan almarhum dr. Ma gagal mengoperasinya ia juga tak menyalahkan mereka. Karena ia tahu, mereka tak bisa disalahkan karena Dekompresi CTS ( nama prosedur operasi untuk penyakit CTS) memang memiliki komplikasi seperti itu, ditambah Emy langsung menggunakan tangannya untuk menarik sesuatu yang berat dan membereskan rumah Nona Kang.


Anda tahu, suamiku yang merasa bersalah, tapi Emy, dia sama sekali tak menyalahkannya. Dia marah hanya karena Yeol tak memberitahunya dari awal. Ia juga tak pernah menyalahkan Anda atas semua perbuatan Anda padanya. Ia selalu bilang itu adalah salahnya.

__ADS_1


Hehehe ... itulah Emy. Dia sangat baik. Saat ini, yang membuatnya terpuruk adalah karena dia menyesal tak mengetahui keadaannya lebih awal dan hampir menyelakakan seseorang. Ia menyalahkan kami, karena tak jujur padanya. Kami menerima itu. Bahkan, suamiku siap meninggalkan profesinya. Mungkin, akhir bulan ini adalah hari terakhir Yeol bekerja disini.


Tuan Kim, saat ini Emy memang masih labil karena pengaruh kehamilannya dan syok karena tak bisa lagi menjadi ahli bedah. Anda harus menjadi kuat, Tuan Kim. Untuk Emy, kedua Anak Anda dan calon bayi Anda. Mereka butuh dukungan Anda. Satu-satunya menebus kesalahan Anda dulu adalah selalu mendampinginya dan memberinya dukungan," nasehat Ae Rim.


Matanya sudah berkaca-kaca saat ia menasehati Tae Yang panjang lebar. Karena, hatinya sendiripun terasa sakit melihat rasa pahit yang terus saja Emy harus telan, tapi ia tak dapat membantu sedikitpun.


Tae Yang menumpahkan rasa bersalahnya dengan tangisan seperti anak kecil, tanpa malu. Ae Rim tertunduk dan air mata yang terus ia tahan kembali meluncur bebas.


" Tuan Kim ... aku yakin ... semua yang terjadi ... ada maknanya. Anda tahu ... tidak selamanya mendung dan badai itu akan menerpa ... akan ada terang yang bersinar usai badai itu hilang. Karena ... penghalang sudah lenyap dan habis, saat hujan lebat itu turun ..." ucap Ae Rim lagi dengan senyum dan menepuk bahu Tae Yang.


Tae Yang menghapus air matanya dengan tangan besarnya. Ia melihat Ae Rim dan tersenyum dan membuat ibu satu anak itu membeku seketika. Terpana senyuman maut Tae Yang.


" Terima kasih, Na Ae Rim ..." ucap Tae Yang. Ae Rim mengangguk dan tersenyum seperti orang bodoh. Tae Yang terkikik melihatnya dan meninggalkan Ae Rim.


" Emy-a, aku janji, aku akan mencari cara untuk menyembuhkanmu," janji Yu Zhen pada Emy yang masih menutup mata.


" Emy sudah melihat sendiri hasil CT 6 tahun lalu. Dan, ia sudah melihat sendiri hasil EMG kemarin lusa," kata dr. Lee


" Tapi itu CT 6 tahun lalu, bukan sekarang," bantah Yu Zhen


" Terserah kamu. Tapi sekarang, Emy tidak bisa CT atau MRI,"


Yu Zhen mengangguk dan mendesah. Matanya terus menatap wajah pucat Emy

__ADS_1


" Emy-a, selama kau hamil, aku akan cari cara untuk membantumu,"


" Bagaimana dengan pelaku penyiksaanmu? Kenapa kau tak mengurus itu saja? Bagaimana kalau dia datang lagi?" omel dr. Lee


" Aku tahu dia bekerja dimana. Aku juga sedang mencari tahu alasannya. Aku diam, bukan berarti aku tak akan bertindak, Yeol. Aku bukan manusia suci. Aku hanya manusia biasa yang tak bisa lepas dari marah dan dendam. Tapi, aku juga tak bisa menjeratnya tanpa bukti kuat." terang Yu Zhen.


" Karena itu, jangan buang-buang waktu dengan istri orang,"


Yu Zhen mendengus kesal dan beranjak pergi. Langkahnya terhenti ketika ia melihat Tae Yang berdiri di ambang pintu. Ia hanya menatap suami Emy itu sejenak dan berlalu tanpa kata.


Tae Yang pun segera masuk ke dalam ruangan Emy dan duduk di samping bed rawatnya. Ia menggenggam dan menciumi tangan kecil istrinya. Matanya masih berkaca-kaca dan menatap sendu


" Tae Yang, usahakan buat Emy bahagia. Buat dia bahagia hingga dia lupa. Aku ... sungguh tak mampu melihat adikku seperti ini," lirih dr. Lee


Tae Yang menatap sinis dr. Lee, " Cih ... kau yang gagal mengoperasi istriku, dan sekarang kau mengajariku?"


Dokter Lee menatap tak kalah sinis ke arah Tae Yang, " Jangan suka melempar kesalahan pada orang lain. Semua bermula karena kamu! Kalau saja perempuan ularmu itu tidak menyebar rumor, semua ini tidak akan terjadi. Kalau saja tamumu orang yang beradab, semuanya tak kan jadi begini!" kata dr. Lee dengan nada suaranya yang meninggi.


Tae Yang mengeraskan rahangnya, ia tak dapat membalas perkataan Dokter sekaligus sahabat Emy itu.


" Kenapa? Tak bisa menjawab? Dengar Tae Yang, aku tak takut denganmu dan statusmu. Dalam hatiku adikku adalah prioritasku. Dulu kau sakiti adikku dengan memperkosanya, dan aku harus menahannya karena Emy dan Ha Na. Tapi, kali ini kalau kau lagi-lagi menyakitinya, aku pastikan kau tidak akan melihat Emy selamanya. Camkan itu!" ancam dr. Lee dan berlalu dari sana.


Tae Yang menutup matanya dan mengatur nafas. Ia tak mau emosi. Istrinya sudah kembali jauh darinya, ia tak mau menambahinya dengan menyakiti dr. Lee yang Emy sayangi seperti kakaknya.

__ADS_1


__ADS_2