
Emy sudah siap dengan baju serba hitam dan aksesoris rambut berupa topi kecil di kepalanya. Make up tipis ia aplikasikan di wajahnya. Sesekali ia melihat ke arah suaminya yang masih duduk termangu di sofa kamarnya.
Perlahan, Emy mendekati suaminya dan duduk di pangkuan lelaki itu dan mencium lembut pipi suaminya. Perlahan dan pasti ia memeluk suaminya dan mengusap punggungnya.
“ Sayang, ayo bersiap. Acaranya akan mulai 40 menit lagi. Aku yakin semua keluarga mereka sudah menunggu kedatangan kita,” kata Emy lembut
Tae Yang mencium ceruk leher Emy dan bibir wanita itu sekilas lalu berjalan ke kamar mandi membersihkan diri. 10 menit kemudian, lelaki itu sudah keluar lalu memakai baju yang sudah disiapkan istrinya.
“ Kau sudah siap?” tanya Emy. Tae Yang hanya mengangguk lalu merangkul pinggang istrinya dan berjalan keluar. Mereka bertemu dengan Luther dan Evan yang menggendong si kembar saat akan menuruni tangga
“ Paman, Luther,” sapa Emy. Kedua lelaki itu mengangguk. Si kembar menjulurkan tangannya meminta gendong pada kedua orang tuanya. Emy dan Tae Yang segera mengambil alih mereka
“ Daddy ... apa Mikha tidak bisa lagi bermain sama uncle Yuk?” tanya Mikha dengan sedih
“ Iya, Mom. Kenapa Uncle Yuk pergi tapi tidak bilang sama Micko?” Keempat orang dewasa itu mendesah. Emy mencium pipi puteranya, dan Tae Yang memeluk Mikha.
Mereka segera naik ke dalam mobil. Luther dan Evan berada di mobil depan bersama dengan Dennis. Tae Yang berada di mobil belakang bersama keluarga kecilnya
Tak ada yang berbicara hingga mereka sampai di sebuah tempat di sebelah timur rumah sakit Emerald, dengan banyak manusia memakai pakaian serba hitam
Sorotan kamera tak pernah berhenti, ketika rombongan Tae Yang datang dan memasuki gedung itu. Dengan menggendong puteranya, lelaki itu berjalan menuju sebuah ruangan yang paling ujung. Dimana, banyak sekali bunga ucapan bela sungkawa berjajar, diikuti Emy yang menggandeng Micko dan juga ketiga pria tampan yang berjalan tepat di belakangnya
“ Tuan Muda ... terima ka-kasih sudah berse ... hiks hiks ....” ucap seorang wanita dengan isakannya. Wajahnya sembab dan terlihat bengkak. Tak jauh beda dengan seorang anak kecil yang duduk di dekat kumpulan bunga tempat foto seorang laki-laki ditempatkan.
“ Dal Rae ... “ Emy menarik wanita itu dalam pelukannya. Tangisan wanita bertubuh sedikit berisi itu kembali pecah. Emy pun tak kuasa menahan tangisnya. Tae Yang dan yang lainnya menunduk sedih lalu berjalan mendekati peti mati yang sudah diberi banyak bunga.
Tae Yang menurunkan Mikha lalu melakukan Jeol (meletakkan lutut dan tangannya di lantai dan kemudian membungkuk ke depan) dua kali, sebagai penghormatan terakhirnya.
Evan, Luther dan Dennis hanya berlutut dan menunduk untuk memberi penghormatan terakhir mereka.
“ Dal Rae -a ... ijinkan aku memberi penghormatan terakhirku pada Jung Hyuk, hmm?” pinta Emy. Dal Rae mengangguk dan melepas pelukannya.
Emy berjalan ke sisi Tae Yang lalu duduk bersila dan membungkuk di atas kakinya, sebagai penghormatan terakhirnya kepada Jung Hyuk, asisten setia Tae Yang yang telah berkorban nyawa demi kebebasan Atasannya.
Selesai memberi penghormatan, Tae Yang dan rombongan berpamitan pada keluarga Jung Hyuk dan beralih ke ruangan yang ada disebelah. Dimana, Pengacara Oh disemayamkan.
Tidak seperti keluarga Jung Hyuk, dimana ada Ayah, kedua adik Jung Hyuk dan istrinya, keluarga Pengacara Oh hanya ada istri dan seorang anaknya yang saat ini berstatus mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Washington DC, Amerika. Karena Pengacara Oh dan istrinya sama-sama yatim piatu
Tae Yang melakukan Jeol dan Emy juga bersila lalu membungkuk. Istri dan putri Pengacara Oh hanya berdiam diri tak berucap sepatah katapun.
__ADS_1
Emy mendekati istri Pengacara Oh lalu memeluknya. Wanita itu masih berdiam diri dengan tatapan kosongnya. Emy melepas pelukannya dan mengenggam jemari istri Pengacara Oh, Yo Eun Ji
“ Nyonya Yo, dengarlah. Suamimu orang yang luar biasa. Aku dan suamiku tak bisa membalas semua jasanya. Tapi, ijinkan aku dan suamiku menjadi penanggung kehidupan
kalian, hmm?” ucap Emy sambil menatap sendu wanita di hadapannya.
Yo Eun Ji menatap Emy dan meneteskan air matanya. Putrinya datang dan memeluk ibunya. Ia pun meneteskan air mata.
“ Namamu, Eun Hee?” tanya Emy. Pemudi itu mengangguk. Emy menoleh dan melihat suaminya. Tae Yang menggeser duduknya lalu duduk di hadapan ibu dan anak itu.
“ Eun Hee, mulai hari ini, kau adalah tanggung jawabku. Aku adalah Oppa-mu, mengerti?” kata Tae Yang dengan menggenggam tangan pemudi itu.
“ Tuan Muda, aku masih hidup. Aku masih bisa bekerja membiayai putriku. Saya mohon, Tuan Muda jangan menyalahkan diri sendiri dan menganggap bahwa Anda berhutang budi pada keluarga kami. Suamiku meninggal, bukan karena Tuan Muda. Tapi, karena ia harus tanggung jawab sebagai pengacara Anda,” ucap Yo Eun Ji.
Tae Yang menggeleng. Emy menyeka air matanya. Emy meraih tangan istri Pengacara Oh itu, dan menggenggamnya erat
“ Tidak, Eunni ... kalau aku boleh memanggilmu seperti itu. Kakek sudah menganggap Pengacara Oh sebagai bagian dari keluarga kami, karena itu ... kami mohon jangan suruh kami menjauh dan melepas tanggung jawab kami. Kami mohon ...” ucap Emy
“ Nyonyaa ... huhuhu ...” tangis wanita kembali pecah.
Tae Yang dan Luther ikut menggotong peti Pengacara Oh, sementara Evan dan Dennis membantu membawa peti Jung Hyuk. Emy memapah istri Jung Hyuk yang terlihat begitu terpukul atas kejadian itu.
Soo Yang, putri Jung Hyuk berada dalam gendongan adik perempuan Jung Hyuk. Mikha dan Micko menggandeng istri Pengacara Oh yang terlihat begitu tegar
Kedua bawahan setia Tae Yang dimakamkan bersebelahan di makam khusus keluarga Kim.
Flashback On
Jung Hyuk baru dari Kejaksaan memberikan pakaian ganti atasannya dan akan menuju pengadilan. Saat ia melewati persimpangan, ia melihat mobil Pengacara Oh yang melaju cepat dengan sebuah mobil yang mengikutinya
Merasa ada yang tak beres, Jung Hyuk mengikuti mobil Pengacara Oh. Sebuah mobil menghadang laju mobil Pengacara berumur 53 tahun itu, yang hendak berbelok ke arah Pengadilan.
Dengan cepat Pengacara Oh memutar kemudinya dan melaju ke arah lain. Ketika sampai di jalan besar menuju ke persimpangan menuju bandara, mobil penguntit Pengacara Oh membanting setir dan menabrak mobil Pengacara Oh.
Brak ... brak ...
Suara decitan rem mobil Pengacara Oh terdengar. Tapi, sayang mobil yang dikendarai Pengacara Oh tergelincir dan menghantam pembatas jalan.
Mobil penguntit itu berhenti dan penumpangnya mulai keluar. 5 orang laki-laki berbaju hitam dan terlihat garang keluar. Jung Hyuk melihat mereka membawa tongkat dan rantai. Dengan cepat ia menancap gas mobilnya
__ADS_1
Brakkk ...
Tiga dari 5 orang itu tertabrak. Jung Hyuk mengganti posisi gigi mobilnya lalu memundurkan mobilnya dengan kecepatan tinggi
Brrrrmmmm .... Ngggg ...
Sayang, kedua laki-laki itu dengan cepat menghindar. Keduanya tersenyum sinis. Jung Hyuk sudah menekan 119 dan meminta bantuan.
Kedua laki-laki itu segera menuju Pengacara Oh. Melihat itu, Jung Hyuk segera turun dan berlari untuk membantu Pengacara Oh dan menghadang keduanya. Dengan kemampuan beladirinya, Jung Hyuk mulai menghadang mereka. Namun, karena kalah besar dan jumlah, Jung Hyuk terpojok.
Jung Hyuk segera berlari menuju Pengacara Oh yang juga terluka parah dan memintanya pergi
" Tuan Oh! cepat pakai mobilku dan pergi dari sini! Cepat!" kata Jung Hyuk. Ia melihat 2 lelaki itu kembali mendekat. Dengan segera Jung Hyuk maju dan menyerang mereka dengan sisa tenaganya.
" Asisten Jung ..." lirih Pengacara Oh.
" CEPAT!!" seru Jung Hyuk
Bugh ... bugh ...
Jung Hyuk mendapat pukulan di perut dan kepalanya.
Pengacara Oh segera berlari tertatih-tatih ke mobil Jung Hyuk dan segera masuk lalu melajukan mobil itu
" Kurang ajar! habisi dia!" kata seorang dari dua lelaki itu
Hiyaaa .. bugh ... bugh ...
Jung Hyuk menendang seorang dari mereka dan berhasil membuatnya terjatuh. Saat ia berbalik
Banggg ...
Sebuah tongkat dari logam menghantam kepala Jung Hyuk
Dukk ...
Lelaki kurus itu berlutut dengan darah mengucur deras dari kepala bagian belakangnya
Bukk ...
__ADS_1
Aspal hitam menjadi saksi hembusan nafas terakhir dari asisten setia pimpinan Kimtae Grup itu.
Flashback off