Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
Mengawasi Dalam Diam - Season 2


__ADS_3

" Iya, sayang. Kamu hamil. Sudah 6 minggu. Di sini ... ada adiknya Mikha dan Micko ... jadi, kamu harus sehat, hmm?" kata Tae Yang lembut seraya mengusap lembut perut Emy dan tersenyum bahagia.


Emy menundukkan kepalanya dan mengusap perutnya. Matanya kembali terpejam. Entah apa yang ada dipikiran wanita cantik itu.


" Ada apa?" tanya dr. Lee datar dari depan pintu. Ia melihat ke arah Emy yang juga menatapnya.


Dokter Lee melangkah mendekati Emy dengan canggung.


" Ha-hai ... kau sudah bangun?"


Emy mengangguk dan tersenyum kecil lalu kembali menutup matanya.


Dokter Lee menghela nafas dan menipiskan bibirnya. Ia mulai memeriksa Emy pada bagian mata, mulut dan dada.


" Kau masih pusing? Aku kasih paracetamol aja, ya?"


Pertanyaan dr. Lee tak digubris Emy. Dokter Lee mengerti dan sadar, Emy masih marah padanya.


" Tae Yang, kita bicara sebentar," dr. Lee segera keluar dan menunggu Tae Yang


Tae Yang mengecup kening Emy dan berbisik lembut," Sayang, aku bicara sama Yeol dulu, ya?" pamit Tae Yang.


" Tae Yang, beri dia banyak air putih dan biarkan istirahat. Jangan membicarakan hal yang akan membuatnya stress. Beri dia makan sedikit tapi sering lalu ajaklah berolahraga ringan seperti yoga, jalan kaki, atau senam hamil. Hindari makanan yang mengandung MSG dan pemanis buatan, ikan asap, makanan yang difermentasi, makanan yang dibakar, bebauan yang menyengat, asap rokok, suara bising, cahaya silau, serta cuaca panas atau dingin berlebihan. Apa kau dengar?" jelas dr. Lee ketika mereka sudah berada agak jauh dari kamar rawat Emy


" Hmm ... baiklah," jawab Tae Yang


" Satu lagi, kalau kau berhubungan badan dengannya, lakukan dengan pelan dan jangan kasar. Ambil posisi miring, doggy style atau istrimu di atas ..."


Uhuk .... Uhuk ...


Tae Yang tersedak salivanya sendiri.


Dokter Lee hanya menggeleng dan melirik Tae Yang jengah.


"Jangan sampai menindih perutnya. Jangan terlalu sering bermain. Kalau sudah tri semester terakhir kau bisa melakukannya sedikit lebih sering. Supaya jalan lahirnya lancar," jelas dr. Lee lempeng tanpa malu. Tae Yang yang mendengarnya berulang kali tersedak salivanya sendiri.

__ADS_1


" Lee Yeol ... kau itu dokter bedah apa dokter kandungan?" sindir Tae Yang


" Untuk masalah itu, aku juga mengerti. Istrimu bahkan lebih ahli dariku," jawab dr. Lee enteng.


Tae Yang membulatkan matanya tak percaya.


" Kenapa? Kau pikir istrimu tak mengerti masalah sex saat hamil? Atau pendidikan sex? Ck ck ck ... Emy memang masih perawan saat kau perkosa, tapi bukan berarti sebelum-sebelumnya dia tak pernah melakukan riset soal itu," terang dr. Lee dan melenggang santai meninggalkan Tae Yang yang terbengong mendengarnya.


" Maksud Yeol? Emy ... dia meneliti soal sex? Itu berarti dia juga meneliti organ ..." Gumam Tae Yang seraya melihat area terlarangnya. Matanya membulat dan mendongak cepat tak terpercaya.


Tae Yang menoleh perlahan ke arah pintu ruang rawat Emy dan memicingkan matanya.


" Istri kecilku ... sepertinya aku harus menghukummu nanti," gumam Tae Yang


New York


Seorang wanita merasa gelisah dan terus menggeliat. Mimpi buruk membuatnya terusik dan tak dapat melanjutkan tidurnya.


Ia terbangun dan tak mendapati suaminya di sisinya. Berjalan dengan memegang kepalanya yang terasa sakit, wanita itu mencoba mencari lelaki yang begitu ia cintai.


Sayup-sayup ia mendengar seseorang berbicara. Ia mendekat ke pintu yang tak tertutup rapat dan sedikit terbuka.


" .........."


" Aku tak mau terjadi apa-apa dengannya. Secepatnya kau cari cara agar nama Putriku bersih."


" .........."


" Aku percaya padamu, thanks."


Lelaki itu menutup teleponnya dan menatap langit gelap. Hatinya masih belum tenang mendengar kabar tentang Putrinya. Ia selalu mengawasi Anak kesayangannya itu secara diam-diam. Ia tahu watak Emy, gadis kecilnya itu pasti akan marah kalau sampai ia tahu bahwa ia mengirim seseorang untuk menjaga dan mengawasinya.


" Honey," panggil Ha Na


Evan menoleh dan mendapati Ha Na sudah berdiri di pintu dan melangkah masuk mendekatinya.

__ADS_1


" Baby, kamu bangun? Ada apa? Apa kau mimpi buruk lagi, hmm?" tanya Evan setelah memeluk istri kecilnya. Ha Na mengangguk dan mengeratkan pelukannya. Ia merasa nyaman berada di dada bidang suaminya.


" Baiklah, ayo kita tidur lagi. Ini masih jam 1 sayang,"


Ha Na mengangguk lagi. Evan membopongnya dan membawanya kembali ke kamar. Dibaringkannya wanita kecil dalam gendongannya dengan hati-hati lalu menindihnya.


" Aku akan buat kamu tidur nyenyak, Baby. Bersiaplah ..." senyuman manis dan alis yang digerakkan naik turun membuat Ha Na geli dan terkikik. Ia mengerti maksud suaminya.


Evan mencium lembut bibir istrinya dan memainkan dua bukit kembar istrinya. Lama kelamaan, ciuman mereka semakin memanas. Desahan demi desahan keluar dari mulut Ha Na. Evan bertambah semangat mendengarnya. Entah kapan Evan melepas semua pakaian istrinya, kini tubuh kecil istrinya sudah polos tak berbalut apapun.


Walau sudah berumur 53 tahun, tapi tubuh lelaki itu tak kalah dengan pria-pria muda diluaran sana. Bahkan, tubuh Evan sepertinya jauh lebih bagus. Otot lengannya yang besar dan kokoh, dadanya yang keras, perutnya yang seperti tahu berkotak-kotak, selalu berhasil membuat Ha Na terpesona.


Evan tersenyum seringai melihat istrinya yang memandangnya kagum dan menelan ludah. Dengan sekali tarik ia kembali menggendong tubuh kecil Ha Na dan memegang kedua bokong Ha Na lalu menempatkan kedua kaki ramping istrinya di pinggangnya. Ha Na reflek memegang leher suaminya.


" Jangan kaget seperti itu, Baby." ucap Evan dan memulai aksinya.


Pergulatanpun di mulai dengan posisi Evan berdiri dan menggendong istrinya. Beruntunglah kali ini, kedua anak mereka sudah lelap tertidur, setelah seharian Evan dan Ha Na mengajaknya bermain sepeda.


London, Inggris


Jung Hyuk yang sedang makan, mendengar laporan anak buahnya, Lam.


" Mereka sepertinya diculik, Pak. Dari CCTV di toko depan rumah mereka, ada sebuah mobil Van dengan plat no LA10LMN. Saya sudah mengecek dan ternyata itu mobil sewaan. Nama penyewa adalah Lewiq, tapi setelah saya telusuri, KTP itu palsu, Pak."


Jung Hyuk mengangguk, ia mencoba mencari celah untuk mengusut kasus ini. Bukannya ia mau menolong Lucia, tapi ia hanya berjaga-jaga jika seandainya ini adalah konspirasi untuk menutup mulut Lucia.


" Lam, coba kau cek panggilan dari ponsel Lucia dan orang tuanya, juga cek latar belakang keluarganya," titah Jung Hyuk.


" Baik, Pak," sahut Lam, tapi lelaki bertubuh kekar dan berwajah khas oriental itu tetap tak beranjak dari sana.


" Kenapa masih disitu?"


" Pak ... saya lapar, hehehe ..." jawab Lam dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.


" Hmm ... ya sudah makan dulu, sana."

__ADS_1


Mata Lam berbinar dan segera mengambil mangkok dan sendok. Tanpa malu, ia menyendok nasi hingga menggunung dan mulai memakannya dengan rakus.


Jung Hyuk menganga melihatnya, ' Ya, ampun ... pantas badannya segede kingkong. Makannya saja segitu, nasi jatah sekampung habis dilahap ... haduh, bisa-bisa habis 3 hari ini jatah beras sebulan,' gumam Jung Hyuk dalam hati seraya terus memperhatikan Lam yang terus saja menikmati makanannya.


__ADS_2