
" STOP!!! Kau akan kembali ke Inggris hari ini juga. Kalau kau berani menolak, kupastikan orang tuamu akan melihat berita Anaknya menjual diri di Korea!" Ancam Tae Yang
" Kak!"
" DIAM!!" Bentakan Tae Yang menggelegar seisi kantor berukuran 100m persegi itu.
Ilustrasi kantor Tae Yang 👇👇👇
Lucia berjingkat kaget dan menangis tersedu-sedu. Perlahan tubuhnya terjatuh ke lantai. Tae Yang menghela nafas dan menggeram kesal. Ia kembali duduk di kursi kebesarannya tak memperdulikan Lucia yang tergeletak.
Tok ... tok ...
" Masuk!" seru Tae Yang
Jung Hyuk masuk beserta 2 orang security. Mata ketiganya membulat melihat wanita berpakaian seksi itu terjatuh dari kursi.
" Tuan Muda," panggil Jung Hyuk.
" Bawa dia ke Emerald! Biarkan Emy memeriksanya," titah Tae Yang tegas.
Jumg Hyuk menatap kaget Atasannya, " Tu-Tuan Muda?"
" Bawa dia ke Emerald! Sekarang!!" Bentak Tae Yang. Hatinya masih tersulut emosi lantaran memikirkan istrinya yang pasti akan sangat marah padanya, ditambah tingkah Lucia yang kelewat batas.
" Ba-baik, Tuan." Jung Hyuk mengangguk dan memerintahkan security mengangkat Lucia.
Seluruh kantor Kimtae sudah heboh dengan berita pagi ini, sekarang ditambah lagi berita dari salah satu sekretaris Tae Yang, yang melihat seorang wanita berbalut baju seksi berada dalam gendongan security keluar dari ruangan Atasannya dan menyebarkannya di Web kantor beserta dengan foto.
Banyak asumsi menyeruak di seisi gedung pencakar langit Kimtae Group.
" Sepertinya wanita itu selingkuhan si Bos," kata pegawai A
" Iya, tapi kenapa bukan bos yang gendong, ya?" timpal pegawai B
" Apa berita itu rumor aja, ya?"
" Gak mungkinlah, jelas sekali itu Chairman Kim dan wanita pirang itu,"
" Tapi, bisa juga kan Chairman dijebak,"
__ADS_1
" Haish ... namanya laki-laki, kalau disuguhi ikan pasti dilahap juga,"
" Hahaha ... karmanya si dokter pelakor ..."
Jung Hyuk mengeraskan rahang saat mendengarnya. Langkahnya berhenti lalu berbalik menatap para pegawai yang berkumpul dan bergosip.
" Apa kalian tidak ada pekerjaan selain bergosip, hah?! Kembali ke meja kalian!!!" Bentak Jung Hyuk dengan mata sipit yang ia lebar-lebarkan.
Semua pegawai berpencar dan kembali ke meja masing-masing. Bukannya bekerja, mereka kembali membuka chat di komputer dan kembali bergosip.
" Kalau sampai ada yang ketahuan bergosip baik itu secara langsung atau melalui chat, silahkan siap-siap menerima SP atau meninggalkan Kimtae Grup!" Ancam Jung Hyuk. Semua terhenyak mendengarnya dan segera menghapus text chatting mereka.
Jung Hyuk menyusul kedua security yang telah menunggunya di depan lobby perusahaan.
" Ayo!" ajak Jung Hyuk setelah ia melempar kunci mobilnya pada salah satu security.
" Hah? Tuan Asisten, kami harus ikut?" tanya security A
" Kalau kau tak ikut siapa yang akan membawa mobilnya dan menggendong wanita tak tahu malu itu?" jawab Jung Hyuk enteng.
" Lalu siapa yang akan jaga di sini, Tuan?"
" Kau pikir security di sini, cuma kalian? Sudah, ayo! Cepat masuk! Nanti ada apa-apa sama wanita ini, bagaimana?" Jung Hyuk segera masuk dan duduk di kursi penumpang depan dengan tenang. Sementara kedua security memberengut kesal.
" Apa yang terjadi?" tanyanya pada Jung Hyuk seraya melakukan pemeriksaan pada dada, mata dan mulutnya.
" Hmm ... saya tidak tahu. Tiba-tiba dia sudah tergeletak di lantai," jawab Jung Hyuk datar
" Saya akan kirim Nona ini untuk CT-Scan dan cek darah,"
" Oh, baiklah. Kabari aku kalau kalian sudah selesai. Oh, ya ...”
" Asisten Jung Hyuk!" panggil seseorang dengan suara yang sangat familiar di telinga asisten 34 tahun itu
Jung Hyuk tak meneruskan perkataannya dan melihat istri Tuannya dengan senyum melebar.
" Nona Muda," sapa Jung Hyuk menunduk hormat
" Hmm ... ada apa dengannya?" tanya Emy melihat ke arah Dokter Residen.
" Ah, saya belum bisa memastikan, Dok. Saya akan mengirimnya untuk CT dan tes darah,"
__ADS_1
" Hmm ... baiklah, lakukan."
Emy berbalik dan berjalan cepat keluar dari IGD. Jung Hyuk segera berlari menyusulnya.
" Nona Muda!" panggil Jung Hyuk. Emy berhenti tanpa menoleh ke arah asisten suaminya itu
" Tuan Muda ... tak ada pilihan, karena Lucia sakit kanker. Tapi, percayalah Nona, Tuan Muda tak pernah menyentuhnya ..."
" Tak pernah menyentuhnya? heh ..." gumam Emy dan terkekeh, ia berbalik dan menatap Jung Hyuk, " Lalu untuk apa dia malam-malam ke apartemen seorang wanita sendirian, dan beberapa kali check-in ke hotel? Main petak umpet? " tanya Emy sarkas dengan senyum sinisnya. Jung Hyuk menganga mendengarnya
" Nona, betul Tuan Muda ke apartemen Lucia tapi itu hanya sebentar dan saya selalu bersamanya. Tuan Muda tidak pernah ke hotel dengan wanita jadi-jadian itu, Nona," jelas Jung Hyuk cepat.
" Tapi, dia betul ke apartemen wanita itu, kan?"
Emy berbalik dan kembali melangkah setelah dilihatnya ada perawat yang berjalan ke arah mereka.
" Nona! Nona Muda, tunggu! ... Tuan Muda kesana karena penyakit wanita itu kambuh, Nona! Nonaa!" jelas Jung Hyuk seraya berjalan cepat mengikuti Emy. Namun, Dokter wanita itu tak menggubrisnya dan terus berjalan dengan cepat masuk ke dalam ruangan yang tak bisa ia masuki.
Emy masuk ke dalam ruang istirahat dokter dan menghempaskan tubuhnya ke ranjang susun di sana.
" Apa benar yang Jung Hyuk katakan?Apa ini maksud perkataanmu bahwa kau mau mencari kebenarannya lebih dulu? Tapi kenapa kau tak berterus terang padaku?"
Tadi, saat Ia baru saja tenang karena syok menerima kenyataan tentang tangannya, ponselnya berbunyi. Ia enggan menjawab, saat ia melihat nama pemanggilnya. Tapi, karena terus saja berbunyi, akhirnya Emy mengangkatnya.
Tae Yang mengatakan padanya bahwa ia mengirim Lucia padanya untuk diperiksa. Karena Lucia pingsan, itu adalah saat yang tepat untuk mengecek kesehatannya. Emy menolak, tapi alasan Tae Yang meluluhkannya.
Yu Zhen terpaksa menumpang di kediaman dr. Lee. Ia bertekad tak kembali ke China dan mencari kebenaran tentang Emy dan alasan sahabatnya tega menyiksanya. Ia tahu, bahwa sahabatnya itu kini di Korea karena ia bekerja pada salah satu perusahaan di Busan sebagai Mekanik Mesin.
Ada perubahan dalam sikap Yu Zhen. Ia menjadi lebih diam dan tak banyak bicara. Tak ada lagi keceriaan di wajahnya.
Dokter Lee merekomendasikan Yu Zhen ke Rumah Sakit Emerald. Direktur Kang juga sudah mengenal Yu Zhen. Karena Dokter muda itu berhasil melakukan transplant Liver Tuan Besar Kim bersama dengan dr. Lee.
Yu Zhen menggunakan waktunya untuk mengorek informasi seputar Emy melalui internet. Tak ada satupun informasi tentang depresi yang dialami wanita yang ia cintai itu.
Tapi, berita berbahasa inggris yang memuat skandal Emy dan Kim Tae Yang membuatnya geram. Artikel yang menyorot dan menyudutkan Emy membuat darahnya mendidih.
" Emy ... apa ini? Kenapa suaminya diam saja? Oh, Tuhaaann ... kenapa aku begitu tak berdaya ... Kim Tae Yang!!! Kenapa kau selalu membuat Emy menderita?!!!" geramnya.
👆👆👆
__ADS_1
Asisten Pribadi Chairman Kim yang setia, Jung Hyuk.