
Dan identitas Nona Eva yang sebenarnya adalah mantan kekasih Tuan Muda, Helena Kwon. Bersama Shin Jae ia mengubah wajahnya dan melakukan operasi plastik termasuk pemendekan tulang kaki dan tangan di klinik kecantikan milik dr. Cha Jae Yuk, putra dr. Cha Hu Sok. Hanya saya belum menemukan siapa sponsor mereka. Karena dari penyelidikan saya, rekening Tuan Muda pertama keluarga Shin telah banyak terkuras setelah Anda menarik saham pada perusahaan Grup Shin.
Kalau dr. Cha Hu Sok, saya rasa tidak mungkin. Karena rekening dr. Cha sudah dibekukan negara saat ia dinyatakan bersalah di pengadilan karena penyuapan.
Saya saat ini masih menyelidiki kenapa Nona Eva memiliki sikap seperti Nona Sie asli.
Satu hal lagi Tuan Muda. Nona Sie adalah gadis yang selama ini Anda cari."
" Dia gadis yang aku cari?"
" Benar, Tuan Muda. Dari data riwayat pendidikan, perjalanan dan domisili, serta dari token yang Anda tinggalkan, saya yakin dia adalah gadis yang Anda cari. "
" Baiklah, Hyuk. Terima kasih."
Tae Yang mengakhiri panggilannya. Tangannya menggenggam erat dadanya. Hatinya terasa berat. Perasaan bersalah kembali menderanya.
" Maaf, maafkan aku... Aku tak tahu itu kau, maaf... maaf...."
Flashback Off
Di sebuah ruangan serba putih, suara monitor terdengar nyaring. Pergerakan seseorang dari bawah selimut tertangkap netra perawat yang sedang menyuntikkan obat ke selang infus.
" Nona... Nona Sie..." Suara serak seorang wanita menarik jiwa wanita muda yang saat ini sedang berjuang keras melewati ruang gelap yang melingkupinya. Dan...
Ssrrrttt...
Emy Sie mulai mengerjapkan matanya. Silau cahaya mentari membuat indra penglihatannya terasa sakit.
" Dok, dokter!" Seseorang sepertinya sedang memanggil dokter.
Emy POV
Tubuhku terasa lemas sekali. Apa yang terjadi denganku... Ahh, sepertinya aku di rumah sakit. Aku masih hidup. Oh, Tuhan disana mengerikan sekali. Nafasku terasa sesak. Aku begitu takut. Kenapa, kenapa ini terjadi padaku? Dan, laki-laki itu. Aku seperti mengenalnya. Tapi, siapa dia?
Berapa lama aku di sini? Seingatku, aku masih di... Aaarrghhh... uh... sakit sekali kepalaku.
" Nona Sie, Anda sudah sadar?" Tanya seorang wanita paruh baya padaku. Siapa dia? Apa dia dokter yang merawatku?
" Apa Anda ingat nama Anda?" Tanyanya lagi padaku. Apa aku sebodoh itu tak mengingat namaku sendiri?
" Iya, saya ingat." Jawabku datar. Dokter itu tersenyum dan mengangguk.
" Baiklah, bisa katakan pada saya, siapa nama Anda, Nona?"
Oh, ya Tuhan. Seperti ini, ya rasanya jadi pasien.
" Iya, nama saya Emilia Yolanda Lumanauw tapi orang tua angkat saya memberi saya nama Emy Sie. Umur saya 19 Tahun. Saya dokter bedah di Chicago Memorial Hospital." Jawab Emy lantang dan jelas.
Hei! Kenapa wajahnya seperti itu? Aku sudah menjawab pertanyaannya. Kenapa dia melihatku seperti itu.
__ADS_1
" Hmm, baiklah. Apa ada yang Anda ingat lagi?"
pertanyaannya sungguh membuatku bingung. Apa maksudnya?
" Ehmm, maksud Anda? Kalau Anda bertanya kenapa saya sampai dirawat di sini, saya tidak tahu. Yang saya tahu saya baru kembali dari simposium di Kanada, lalu... aaarghhh..." Kepalaku terasa sakit saat aku mencoba mengingat kejadian sebelum aku pingsan, eh, pingsan? Tapi, sepertinya aku habis koma. Kalau aku hanya pingsan, tidak mungkin aku ada di sini. Ini seperti ICU.
" Nona Sie, baiklah sudah cukup. Jangan dipaksakan. Saya akan mengecek Anda sebentar." Dokter itu segera membuka baju pasienku dan memeriksa tubuhku. Ah, aku jadi malu.
" Tanda vital Anda bagus. Saya akan memindahkan Anda di ruang rawat biasa, ya?"
" Ehm, dokter..." Aku lihat name tag dokter didepanku, disana tertulis dr. Madeline Laston, " dokter Laston, bisakah saya melihat rekam medis saya?"
Aku melihat raut wajah enggan pada dokter senior ini. Tapi, kenapa? Aku juga dokter. Aku berhak tahu keadaanku. Aku tak mau merepotkan banyak orang kalau aku bisa mengatasi dan memberi solusi.
" Ah, itu..."
" Dokter, saya juga dokter. Saya hanya ingin lihat rekam medis saya." Aku kekeuh memintanya. Keengganannya membuatku semakin curiga.
" Baiklah, ini." Ia memberikanku Ipad rekam medisku.
" Ah, terima kasih." Aku mulai mengecek semua hasil tesku.
" Apa ini?" Ada banyak tes yang aku lewati dan aku bertekad untuk mempelajarinya. MRI, EEG, Tes Darah, Hemodialisis, Keteter dan obat-obatan ini... Apa aku..tunggu sebentar... ini... Tahun 2015?
" Dokter?" Kutatap dokter bertubuh gembul itu.
" Benar, saat ini tahun 2019. Anda saat ini berumur 25 tahun, bukan 19 tahun. Anda dibawa ke sini sebulan yang lalu oleh Tuan Taylor dan istrinya Nona Kang juga Tuan Howland."
" Luther?... Anda bilang tadi Tuan Taylor dan istrinya Nona Kang?"
Dokter itu mengangguk. Ya, Tuhan. Banyak sekali yang aku lupakan. Jadi Hannah benar-benar menikah dengan paman Evan. Lalu, Luther, dia...ahh, sudahlah.
Fiuhh... Aku tak tahu apapun selama 6 tahun terakhir ini.
" Menurut Tuan Taylor dan istrinya, tahun 2015, Anda menjalani operasi tumor otak dan mengalami Amnesia. Lalu beberapa hari lalu Anda ditemukan tak sadarkan diri di kantor paman Anda, Tuan Taylor. Saat Anda dibawa kesini, Anda mengalami koma dan... keracunan Methanol."
" Apa?!" Keracunan Methanol? Bagaimana bisa? Ah, kenapa aku tak ingat apapun?
" Apa saya sengaja minum Methanol atau saya..."
" Tidak, Nona. Ada seseorang yang mau mencelakai Anda... Methanol itu disuntikan bukan tertelan. Untunglah dr. Petrov menyadarinya dengan cepat. Dia juga yang memberikan rekam medis Anda selama di Charite dan Bern."
Mataku melotot tak percaya mendengar penjelasan dokterku ini. Kenapa ada yang mau membunuhku? Apa salahku? Kalev? Dia di sini? Banyak sekali yang terjadi. Oh... Kepalaku jadi pusing.
Kugelengkan kepalaku. Aku tak mau membebani otakku.
" Baiklah, sudah 3 kali saya HD( Hemodialisis/cuci darah), dan ini... sepertinya Gasnya belum semuanya hilang. Tapi PHnya masih lumayan. Baiklah. Sepertinya saya masih harus HD lagi, ya..." Ucapku tersenyum.
" Nona Sie, saya yakin Anda akan secepatnya sembuh. Keluarga Anda sudah menunggu kesembuhan Anda." Hibur dokter itu seraya memegang tanganku.
__ADS_1
" Kenapa? Sepertinya Anda tidak senang?"
" Hahaha... bukan Dok, hanya saja, saya sudah membuat mereka susah lagi. Saya jadi tidak enak..." Jawabku lesu.
" Nona, mereka adalah keluarga Anda. Akan lebih menyiksa mereka jika mereka tidak tahu kalau Anda sakit. Bukan hanya perasaan yang Anda lukai tapi harga diri mereka sebagai paman dan kakak. Mereka akan menganggap Anda tidak menyukai kehadiran mereka."
Pikiranku seakan mendapat pencerahan mendengar nasehat dokter baik hati dan sabar ini.
" Terima kasih, terima kasih sudah mengingatkan saya, dr. Laston"
" Madeline. Panggil saja Madeline, hmm?"
Aku mengangguk menurutinya. Ya, mereka adalah keluargaku. Mereka selalu ada untukku. Aku juga akan merasa sama, jika mereka melakukannya padaku.
" Ah, saya akan turunkan dosis Ethanol jadi 15% dan fomepizol tetap 10mg..." katanya lagi.
" Iya, dok. Terima kasih."
" Baiklah, saya permisi dulu." Pamit dokter Madeline. Aku tersenyum dan mengangguk ke arahnya.
Emy POV end
" Dokter!"
Langkah dr. Madeline terhenti saat ada suara memanggilnya.
-
-
-
Aduh, apa lagi ini?
Kenapa dengan Tae Sang?
Gadis yang dicari Tae Sang?
Lalu, bagaimana Emy menghadapi kekosongan pikirannya tentang 6 tahun terakhir?
Bisakah nantinya Emy menerima si Kembar dan Daddynya tentunya...hehehe...
**Jangan lupa LIKE, VOTE, RATE n Komen ya cinta...
Makasihhh...😘😘🤗🤗🤗
Salam dari Author,
Rie**
__ADS_1