
" Kau berani ... sekali ...Hyuk!"
Jung Hyuk terhenyak demikian juga Emy. Keduanya perlahan menoleh ke bed rawat.
" Tuan Muda!"
" Tae Yang-ssi!!"
Jung Hyuk segera melepas tangannya yang masih pada bahu Emy dan langsung memeluk bosnya itu, menyisihkan Emy yang melotot dan mengerucutkan bibirnya kesal.
" Tuan Mudaaa .... huhuhu ..."
" Kau berani sekali memeluk suamiku, Hyuk!" kata Emy sambil mengeratkan giginya.
Jung Hyuk menoleh melihat Emy," Maaf, Nona Muda. Tapi, aku yakin Tuan Muda rindu pada saya, benarkan, Tuan Muda. hehee,"
"Mau ... kupotong ... gajimu ... Hyuk?" lirih Tae Yang dengan suara seraknya.
Jung Hyuk seketika melepas pelukannya. Bibir tebalnya mengerucut
" Ishh .... Tuan, masa Tuan tidak rindu sama saya, sih?" gerutu Jung Hyuk.
" Di hatiku ... cuma ada ..."
" Nona Muda Emy Sie ... ya, ya saya mengerti, Tuan. Nasib jadi bawahan ... fiuhh ..." sahut Jung Hyuk setelah memotong perkataan Tae Yang.
Emy menggeser tubuh kurus Jung Hyuk dengan bokongnya lalu memeluk erat suaminya.
" Tae Yang-ssi ... kau ... kenapa lama sekali kau tidurnya ... huhuhu ... " keluh Emy dengan air mata yang tak lagi dapat terbendung. Tae Yang perlahan mengangkat tangannya dan membalas pelukan istrinya.
Setelah beberapa lama, Emy melepas pelukannya. Tae Yang tersenyum dan menghapus air mata istri kecilnya
" Ma ...af ..." lirih Tae Yang dengan mata terus menatap istri kecilnya.
Emy menciumi seluruh wajah Tae Yang. Lelaki itu membiarkan saja apa yang istrinya lakukan. Dalam hati ia bersyukur. Istrinya sudah memaafkan dan mencintainya.
Emy tiba-tiba melepas tangannya di lengan Tae Yang dan mencari sesuatu. Tae Yang terus memperhatikan Emy dengan alis bertaut jadi satu.
" Kenapa ... sayang?" tanya Tae Yang dengan suara serak.
" Minumlah dulu ..."
Jung Hyuk segera mengubah posisi kepala Tae Yang sedikit lebih tinggi. Emy membantu memberi minum suaminya dengan sedotan.
Setelah memberi minum, Emy mulai memeriksa kondisi suaminya. Tae Yang tak sedetikpun melepaskan tatapan matanya dari wanita yang sangat ia rindukan itu.
__ADS_1
Emy tersenyum menatap balik suaminya, " Aku akan ambil lagi darahmu untuk tes," kata Emy. Tae Yang mengangguk dengan senyum terus terpatri di sana. Perlahan mata Tae Yang turun ke perut Emy yang buncit.
Tangan Tae Yang terangkat dan menyentuh perut istrinya.
" Ma ... af ..." lirih Tae Yang lagi. Air matanya menitik. Gurat penyesalan Emy lihat di wajah suaminya.
" Dia baik-baik saja ... juga kedua Anak kembar kita." ucap Emy lembut. Ditepuknya tangan suaminya itu. Senyuman Emy menghangatkan hati Tae Yang.
Emy mendekatkan wajahnya dan mencium lembut bibir suaminya. Mata Tae Yang membelalak. Tubuhnya seketika membeku. Hatinya membucah bahagia.
" Welcome home ... Honey," ucap Emy lembut setelah melepas ciumannya. Matanya memandang wajah Tae Yang yang masih belum kembali kesadarannya.
Bagaimana tidak? Istri yang sangat dicintainya, sebelum ia mengalami koma, seperti membencinya, bahkan cenderung menghindarinya karena masalah Lucia dan juga tangan Emy yang mengalami cedera syaraf yang secara tak langsung karena ulahnya. Lalu sekarang, tiba-tiba saja wanita itu berinisiatif sendiri mencium bibirnya.
Hingga Emy selesai mengambil darahnya, Tae Yang masih saja terdiam menatap istrinya.
" Ada apa? ..." Emy terkekeh geli melihat wajah Tae Yang bengong menatapnya.
Emy kembali mendekatkan wajahnya dan mencium bibir tipis suaminya. Berawal dengan ciuman lembut lalu semakin sedikit liar. Kesadaran Tae Yang kembali, ketika Emy dengan berani sedikit menggigit bibirnya hingga membuat bibirnya terbuka.
" Hadeh ... baru juga sadar ... sudah dilahap. Ckckck ..." celetuk Jung Hyuk yang berdiri di belakang Emy, namun sedikit ke samping.
Emy mengangkat kakinya dan menendang Asisten malang itu.
Pak ...
" Untung jimat penerus keluarga gak kena, kalau kena ... huuuhhh, habis aku sama Dal Rae (istri Jung Hyuk)," oceh Jung Hyuk seraya menatap dan memegang bagian pribadinya.
Jung Hyuk segera berlalu dari sana dengan wajah kesal.
Dokter Lee datang dan mengambil sampel darah Tae Yang. Ia juga memberi suntikan calcium disodium ethylenediaminetetraacetic acid (EDTA) ke pembuluh darah Tae Yang.
" Emy - a, kalau dari hasil darah 3 hari lalu sudah lebih baik ..."
" Hmm ... aku tahu. Tapi, aku mau kau cek sekali lagi kali ini. Juga, besok tolong bawa ambulan ke sini. Aku ingin Tae Yang cek X-ray sekali lagi." kata Emy
" Baiklah, tapi kau juga sudah saatnya USG," kata dr. Lee mengingatkan
" Iya, aku tahu. Tapi, kali ini, aku akan ditemani suamiku. Ya kan, Honey?" kata Emy seraya meremas jemari Tae Yang dan menatapnya lembut dan hangat.
" Iya, sayang. Maaf ... aku telah ... melewat ... kan ... bebe .."
" Honey, yang paling penting, sekarang kau bisa menemaniku cek kehamilan dan persalinan," hibur Emy. Ya, dia sangat bersyukur. Karena kali ini, ia dan suaminya tidak akan melewatkan momen kelahiran buah hati mereka.
" Daddyyyyy!!
__ADS_1
" Daddyyyy!!"
Dua suara menggemaskan menggema di kamar berukuran 6x9m itu. Tae Yang menatap haru kedua putranya. Tangannya terbuka menyambut keduanya.
Si kembar berebut naik ke atas bed rawat Daddynya. Dokter Lee membantu Mikha dan Micko naik.
Si kembar langsung mencium dan dan memeluk sang Daddy. Tangis keduanya membuat Emy dan dr. Lee terharu. Tae Yang berulang kali mencium kedua putranya dan meminta maaf.
" Daddy ... Daddy jangan ... hiks ... tidul (tidur) lagi ... ya ... hiks ?" pinta Micko sesenggukan.
" I-iya ... Dad ... hiks ... Mikha ... Mikha sayang ...hiks ... Daddy ..." ucap Mikha berderai air mata.
Tae Yang menghapus air mata kedua putranya dan kembali menarik keduanya ke dadanya.
" Iya, sayang. Maaf ... Daddy ... Daddy akan ... selalu ... disini ..." ucap Tae Yang.
Tak lama, Mikha dan Micko menarik tubuhnya dari pelukan sang Daddy.
" Dad, kata uncle Jung Hyuk, Mommy hebat," oceh Micko
" Ehm, Dad. Mommy sama adik bayi pelgi (pergi) jauh, telus (terus) pulang bawa duit banyaaakkk ..." timpal Mikha.
Tae Yang menaikkan alisnya dan mendengarkan cerita keduanya.
" Mommy memang hebat, sayang." Kata Tae Yang. Tangannya mengusap kepala si kembar. Tapi, kepalanya sudah menyimpan banyak pertanyaan untuk istrinya itu.
" Tuan Mikha, Tuan Micko ... sudah waktunya mandi," ujar pengasuh si kembar yang tiba-tiba saja masuk.
" Kamu! kenapa kau tidak permisi dulu?!" sergah Tae Yang.
' Hadeh ... mulai deh mode herdernya,' batin Emy
" Ma-maaf, Tuan Muda," kata pengasuh itu ketakutan.
" Honey ... sudahlah. Jangan seperti itu," kata Emy.
Dokter Lee mengangkat alisnya mendengar cara Emy memanggil suaminya.
" Mikha, Micko, ikut Ahjumma, ya?" bujuk Emy. Si kembar mengangguk patuh. Setelah mencium Daddynya, kedua bocah ganteng itu mengikuti kedua pengasuhnya.
" Oppa, bagaimana Eun Ha?"
" Ooogghh, dia semakin aneh. Dia tanya apa ada obat supaya dia bisa cepat besar ... eerghh ... entah apa yang Luther lakukan pada anakku itu ... aku jadi ingin meninjunya," gerutu dr. Lee.
Emy tertawa terpingkal-pingkal melihat reaksi dr. Lee. Sejak Eun Ha bertemu Luther, tidak henti-hentinya gadis kecil itu memuji si pengacara tampan, kakak angkat Emy itu. Bahkan, setiap hari selalu mendesak dr. Lee untuk Video Call dengan lelaki yang kini sudah berada di New York, karena Baek Dong Min, Paman Ji, Cha Hyun Sik dan juga ayahnya sudah masuk hotel prodeo.
__ADS_1
Dokter Lee dibuat bingung karena ulah putri kecilnya. Ia sudah mencoba menasehati putrinya untuk tak terobsesi pada lelaki yang pantas menjadi ayahnya, tapi semua nasehat lewat begitu saja.
" Emy-a cukup soal Eun Ha, bagaimana soal rumor itu?" tanya dr. Lee