
4 Tahun kemudian
Seoul, Korea Selatan
" Daddyyy! Mikha ambil mainanku!" teriak seorang anak kecil sambil berlari dengan mata berkaca kaca, menghampiri seorang laki laki yang baru saja memasuki rumah.
brukk..
Anak itu memeluk erat laki laki bertubuh atletis itu dan mulai menangis.
" Daddy..huhuhu.. Mikha..Mikha ambil mainanku..aaaa" Laki laki itu mengangkat tubuh anak lelakinya dan menghapus air mata dari pipi gembul anaknya yang menggemaskan itu.
" cup..cup sayang, kita ke Mikha sekarang ya.." kata daddy ganteng lalu berjalan ke arah kamar anak anaknya.
" Tuan Muda!" panggil seorang laki laki kurus di belakangnya.
" Ahh.. Hyuk, tolong kau suruh bibi Nam siapkan makan malam ya..." perintah Tae Sang.
" Baik, Tuan Muda." Byun Hyuk segera memutar badannya dan memanggil bibi Nam, di rumah pelayan yang ada di belakang Villa mewah Tae Sang.
" Sudah jangan cemberut terus, tuh lihat jadi jelek mukanya Micko." Tae Sang kembali memfokuskan perhatian pada putranya.
" Daddy!!!" rajuk Micko.
" hahaha.... "
**tok...
tok**...
" Mikha...Daddy boleh masuk?"
ceklek
Anak laki laki dengan wajah yang sama seperti anak dalam gendonganya, membuka pintu kamarnya sambil menangis. Ia memandang Daddynya dengan bibir diturunkan kebawah. Sungguh imut menggemaskan.
__ADS_1
" Daddy, boleh masuk sayang?" tanya Daddynya lagi.
Mikha memutar badannya dan berlari masuk dalam kamar lalu duduk di antara banyaknya mainan yang berserakan. Ia menundukkan kepalanya. Tak berani memandang sang Daddy, karna takut dimarahi.
Perlahan laki laki jangkung itu menurunkan Micko dari gendongan, kemudian duduk bersila di samping Mikha dan memangku Micko.
" Sayang, kenapa Mikha rebut mainan Micko?" tanyanya lembut.
" Huwaaaa....huwaaa..." Tangis Mikha pecah. Mainan ditangannya jatuh, kakinya mulai menendang nendang mainan di depannya.
" Shushh....shushh... sayang...cup cup...sini sayang, duduk di sini... " kata sang Daddy lembut. Mikha menghapus air matanya, dengan sesenggukan ia berdiri dan duduk di pangkuan Daddynya.
" Dah..dah... cup cup.. ya..." Tae Sang memeluk putra kembarnya. Setelah tangis Mikha reda, Tae Sang kembali dengan lembut bertanya pada putranya.
" Sayang, apa tadi Mikha ngrebut mainan Micko, hmm?"
Micko menatap mata Daddynya, ia ingin melihat tanda tanda kemarahan di sana. Setelah yakin tak ada kemarahan di sana, ia mulai memberanikan membuka diri.
" Micko tadi pukul Mikha, Daddy..." adu Mikha dengan suara anak kecil yang lucu.
" Tidak, kau yang pukul duluan, ini..kepala Mikha jadi sakit.." sahut Mikha lagi sambil menunjukkan kepalanya.
" Shush... oke..oke... sudah...Micko, Mikha, kan bersaudara, kalo bersaudara gak boleh nyakitin saudaranya. Micko, kalo Mikha sakit terus masuk rumah sakit, gimana? mau?" Tae Sang menatap mata Micko hangat. lalu mengalihkan pandangannya pada Mikha dan bertanya yang sama. Kedua bocah kembar itu menggeleng bersama.
" Nah, Micko dan Mikha gak boleh suka pukul pukul ya, harus saling sayang.... " kedua bocah itu mengangguk lalu menunduk, sepertinya mengerti akan kesalahan mereka. " Oke, sekarang kita makan yuk, belum makan kan anak anak Daddy?" Serentak kedua bocah itu berdiri dan mengangguk dengan senyumnya lalu menggandeng kedua tangan Daddynya. Tae Sang tersenyum bahagia melihat tingkah mereka berdua.
Byun Hyuk hendak mengetok pintu kamar tuan tuan kecilnya, ketika pintu itu ternyata terbuka, dan memperlihatkan Tae Sang serta kedua putranya berjalan dengan senyum merekah.
" Tuan Muda, makan malam sudah siap." Kata Byun Hyuk dan diangguki Tae Sang dengan wajah sumrigahnya. Byun Hyuk sangat bahagia melihat Tuannya itu. Karena hari hari kelam itu telah berlalu, kini kehidupan bos besar Kimtae Grup semakin berwarna. Senyum dan tawa semakin sering ia lihat di wajah bos yang dulu terkenal dingin dan tanpa ekspresi itu. Bahkan kematian sang kakek, tak membuat atasannya itu sedih berlarut larut karena hadirnya 2 bocah imut dan menggemaskan.
Flashback on
Tiga setengah tahun lalu, kehidupan Tae Sang bertolak belakang dengan saat ini. Setelah kematian Emy, selama 5 bulan berturut turut, Tae Sang tak pernah menginjakkan kakinya di kantor Kimtae Building Corp. Setiap hari dihabiskannya dalam kamar dengan alkohol yang menemani. Byun Hyuk dengan setia mengurus dan merawat Tuannya itu. Bahkan kesehatan kakek Kim sempat drop karena melihat keadaan cucu satu satunya.
Beberapa investor dan pemegang saham yang mendengar kondisi Tae Sang, berusaha untuk bermain curang dan menarik saham mereka. Hingga membuat saham Grup Kimtae anjlok. Demi menyelamatkan perusahaan, Kakek Kim terpaksa kembali menjalankan kepemimpinan, namun harga saham Kimtae hanya meningkat sedikit saja.
__ADS_1
Disaat keterpurukan itu, ketika Kimtae Grup mulai menunjukkan tanda tanda bangkrut, Paman angkat Emy, Evan, datang menemui Kim Tae Sang bersama dengan Hannah dan Luther. Mereka juga membawa 2 bayi lucu dalam gendongan Hannah dan Evan.
" ehm..Tuan Taylor, maaf tapi.. Tuan Muda setiap hari selalu di dalam kamar. Ia tak mau keluar sama sekali. Maaf..." kata Byun Hyuk sambil menunduk, ketika Evan berkata ingin bertemu Tae Sang.
" Apa setiap hari dia hanya di dalam kamar?" tanya Luther. Evan menatap Byun Hyuk sambil memegang botol susu bayi yang digendongnya.
" emm.. iya, begitulah." jawab Byun Hyuk lemah memandang kaca kamar Tae Sang di lantai 2. Evan, Luther, Hannah, mengikuti arah pandang Byun Hyuk.
" Bisakah kau membawa kami padanya? ada yang mau kubicarakan." kata Evan datar. Byun Hyuk reflek memandang horor Evan.
" Kami hanya mau membicarakan sesuatu. Percayalah, mungkin ini satu satunya jalan agar Tuanmu itu bisa bangkit lagi." ucap Hannah.
" Ba..baiklah. Mari ikut saya." Byun Hyuk mempersilahkan ketiganya masuk dan mengikutinya ke kamar Tae Sang.
Tok..tok..
Ceklek
Bau alkohol menyengat saat pintu kayu kamar Tae Sang, terbuka. Bayangan seseorang yang sedang bersandar pada ranjang tempat tidurnya sambil menegak botol wine, menyapa mata ke empat orang yang baru saja masuk.
" Tuan Muda... ada tamu untuk anda." panggil Byun Hyuk dan mendekati Tae Sang. Perlahan Byun hyuk mengambil botol wine dari tangan Tae Sang. Namun sepertinya atasannya itu sadar dan mendorong Byun Hyuk hingga terduduk.
" Per..giiii!" usir Tae Sang kasar. Evan segera memberikan bayi dalam gendongannya pada Luther. Ia menghampiri Tae Sang dan menyeretnya kasar. Byun Hyuk berusaha melepas tangan Evan, tapi Evan menatapnya tajam dan menciutkan nyalinya.
" Aargh..sialan!... siapa kau...hik...berani..beraninya kau menyeretku! lepaskan! hik.." umpat Tae Sang, tapi Evan tak peduli dan menyeret Tae Sang ke kamar mandi.
" kau... kau pamannya Emy kan...hik... kalo gitu..cepat..cepat..hik bunuh aku. Aku mau menyusul Emy... hik... gak ada yang bantu aku, mengakhiri... hidupku...hik.. itu..orang itu menolakku ( sambil menunjuk Byun Hyuk yang memandangnya sedih)... tapi kau, kau akan menolongku supaya aku bisa ke tempat Emy, kan? iya kan...hehehe..ayoo cepatlah..ayo..." Racau Tae Sang, untunglah Evan tak meladeninya.
***
Hai say...mana nih Vote nya... jangan lupa ya...
Vote, Rate, and Komen ya... kasi saran, dan kritiknya.
Selamat Berpuasa ya say...Buat kalian yang menjalankannya. Semoga puasanya lancar dan barokah.
__ADS_1