
"Pertama, mengenai saya sudah menikah atau belum, adalah urusan pribadi saya dan bukan untuk konsumsi publik. Kedua, fakta atau tidak foto foto dan video saya, kalian sendiri yang tahu kebenarannya."
Layar Lcd memunculkan foto 2 orang wartawan berbeda jenis sedang duduk berdua, dengan seorang laki laki yang tersenyum sambil memandang si wanita yang tertunduk dengan senyumnya. Disana juga tertulis " Seorang wartawan Media Entertainment tertangkap kamera berselingkuh dengan rekannya sendiri.."
Sontak foto tersebut menimbulkan keributan. Semua tercengang melihat foto yang tiba tiba saja muncul dengan caption yang menarik perhatian mereka. Mereka segera melihat keduanya, yang saat itu tengah berada diantara mereka dengan tatapan menghakimi. Wartawan laki laki yang melihat fotonya terpampang di LCD, dan melihat semua orang sudah menatapnya berbeda, berdiri di tengah, di antara kursi yang berjajar rapi dengan marah.
" Apa apaan ini? Dokter Sie, jangan sembarangan menuduh dan menebarkan fitnah!" Kata wartawan laki laki itu. Wartawan wanita yang juga digosipkan di foto itu, berdiri dan melempar Emy dengan sepatunya. Untunglah Emy berhasil menghindar.
" Jangan seenaknya main edit foto lalu bikin hoax , Nona Sie! Kalian liat sendiri, itu foto diambil hari ini. Lihat itu baju saya dan teman saya, sama juga name tag nya. Ini diambil disini. Jangan seenaknya membuat rumor, Nona Sie! Apalagi kau membawa bawa nama perusahaan kami, kami bisa menuntut anda dengan pencemaran nama baik!" Teriak wartawan wanita itu.
Sementara Emy dari tadi hanya tersenyum tenang, melihat drama yang terjadi di depannya.
Emy kembali mengambil mic nya, setelah memberi kode pada security untuk menenangkan hall.
" Apa saya sudah bisa menjawab kalian berdua?" Tanya Emy tenang sambil menatap kedua wartawan itu. Mereka berdua akhirnya kembali duduk, walau mata mereka masih menyiratkan kemarahan.
" Kalian melihat foto ini, dan langsung saja marah dan yang lain ikut menghakimi. Sekarang apakah kalian berdua dan lainnya menyadari sesuatu?" Tak ada yang membuka mulut, mereka saling berpandangan.
" Saya melakukan seperti yang kalian lakukan pada saya. Ini hanya disini, dan anda sudah marah dan melempari saya. Tapi bagaimana dengan foto dan video saya yang kalian edit lalu menyebarkannya ke khalayak, selama seminggu? Apakah kalian tidak memikirkan bagaimana perasaan saya? Kalian menyebarkan hoax, rumor dan membuat banyak orang memaki saya dan menyalahkan instansi yang memperkerjakan saya. Sekarang jika saya juga berbuat yang sama pada kalian, bagaimana rasanya?" Lanjut Emy
" Tapi semua foto anda adalah benar, Nona Sie! Kau tidak bisa menyamakan dengan foto bohong anda itu!" Teriak seorang wartawan lagi.
__ADS_1
" Benarkah? Apakah anda yakin, foto yang anda sebarkan adalah benar? Tidak kalian edit?" Tantang Emy dengan mata yang tajam tanpa senyuman.
Semua yang hadir dan beberapa penonton dirumah mulai meragukan rumor yang sudah beredar.
" Apa buktinya kalau foto itu sudah di edit?" Tanya seorang wartawan tak mau kalah.
" Bukankah jawabannya ada pada kalian sendiri? Kalian sengaja mengambil foto tanpa ijin, sedangkan saya bukan selebriti, lalu kalian memotong foto saya dan teman saya. Katakan pada saya, apa saya salah?!"
Semua terdiam mendengar Emy, mereka menyadari bahwa apa yang dikatakan adalah benar.
" Kalian membuat asumsi berdasarkan fitnah tak berdasar, kalian mengedit foto dan merusak nama baik saya dan rumah sakit saya bekerja dan menjadikannya berita. Apakah kinerja kalian sebagai wartawan hanyalah untuk mencari uang dengan menghancurkan kehidupan orang lain?!"
" Dokter Sie, mohon jangan anda menghina profesi kami!" Seru seorang wartawan.
" Lalu bagaimana dengan berita yang kalian buat yang menghina profesi saya sebagai dokter? Dengan anda membawa bawa profesi saya sebagai dokter dan bekerja di rumah sakit, bukankah anda juga sedang menghina profesi saya?" Jawab Emy dengan cerdas dan tajam, yang tak dapat mereka bantah.
" Saya akan mengakhiri konferensi pers ini, tapi saya ingin menunjukkan beberapa foto. Silahkan anda simpulkan sendiri, dan buktikan kebenarannya dengan keahlian anda, bukan dengan menjabarkan pendapat, karena berita adalah sarana untuk mewartakan suatu fakta berdasarkan bukti dan saksi, bukan pendapat." Setelah berkata demikian, Emy berdiri memberi hormat dengan membungkuk dan beranjak dari kursinya. Setiap langkah diikuti dengan blitz kamera yang menyilaukan, hingga ia tak terlihat lagi.
Seseorang mengganti posisi Emy di balik meja di atas panggunh tempat konferensi.
" Mohon tenang sejenak!" Beberapa wartawan mulai kembali duduk di tempat. Beberapa saat kemudian, Suasana sudah kembali tenang.
__ADS_1
" Baiklah, ini adalah hasil dari investigasi kami." Seorang Humas Rumah Sakit Emerald mulai menjabarkan foto foto dan video yang ada. Disana tampak jika Emy tidak hanya berdua, melainkan dengan seorang wanita lagi. Di pesta juga saat berpelukan dengan seorang rekan, sebuah Video memperjelas semuanya.
Foto di saat Emy bergandengan tangan dan foto saat di bandara, kembali di tayangkan. Dan kali ini Humas RS Emerald mulai membuka mulutnya.
" kita sudah terhubung dengan dr.Yu Zhen dari RS di salah satu provinsi di China."
Dalam Layar LCD telah tampak wajah seseorang yang memakai seragam dokter dengan headset.
" Selamat malam semuanya, saya dr. Yan Yu Zhen." sapa Yu Zhen dalam bahasa mandarin yang diterjemahkan. Yu Zhen hanya bisa sedikit bahasa Korea, dan hanya dapat berbahasa Inggris sebagai bahasa asing yang ia kuasai.
" Saya dan dr.Sie adalah teman lama dan dia juga adalah penyelamat hidup saya dan adik adik saya, dan dokter Sie memiliki tempat di hati saya dan juga adik adik saya. Tidak ada alasan buat saya tidak menyayangi dan memperlakukannya sebagai keluarga." Ucap Yu Zhen tegas.
Tak lama, Hannah juga datang ke tempat konferensi dan langsung menaiki panggung. Dengan elegan Hannah mengambil mic di atas meja.
" Saya Kang Hannah, putri almarhum Kang Yeo Suk, dari Kangae Corp. Saya adalah sahabat Emy Sie dari kecil dan dia juga adalah adik angkat saya.
***
" hahahaha.... dia memang cucu mantuku! hahahaha...." Gelak tawa bergema diruang keluarga yang besar itu. Pak Man Ho ikut tersenyum lebar dan bernafas lega, melihat apa yang sudah Emy lakukan.
" Nona Sie memang luar biasa, Tuan Besar!" timpal Pak Man Ho. Kakek Kim melirik pak Man Ho dan kembali tergelak.
__ADS_1