Serpihan Hati: Cukuplah Sudah

Serpihan Hati: Cukuplah Sudah
Merawat Tae San


__ADS_3

“ Ah, Asisten Byun Hyuk, ini air madu hangat untuk Presiden.” Kata Emy seraya menyodorkan nampan ditangannya.


Byun Hyuk mengambil nampan dari tangan Emy, mengangguk dan menutup pintu. Emy segera turun dan pergi ke kamarnya. Ia tak ingin ikut campur urusan orang lain.


Setelah melepas semua pakaiannya dan menggantinya dengan kimono mandi, Emy segera masuk ke kamar mandi dan merendam tubuh lelahnya dalam air hangat. 30 menit kemudian Emy sudah keluar dari kamar mandi, mengeringkan rambutnya dan memakai pakaian santai serta sweater.


Tok...tok...


‘Ah...siapa yang mengetok kamarku, ya?’ Batinnya. Emy meletakkan laptopnya, memakai sandalnya dan membuka pintu kamarnya.


“ Oh, asisten Byun Hyuk. Ada yang bisa saya bantu?” tanya Emy


“ Mmm...Presiden sedang sakit, apa Anda bisa tolong mengeceknya?”


“ Oh, baiklah. Tunggu sebentar.” Emy mengambil peralatannya dan mengikuti Asisten Byun Hyuk ke kamar Tae Sang.


Emy masuk dan mendekati ranjang Tae Sang. Ia meletakkan kedua jarinya di pergelangan tangan Tae Yang yang tertidur. Wajahnya tampak pucat dan berkeringat. Emy membuka tas peralatannya dan mulai memeriksanya.


“ Bagaimana, Nona Sie?” Tanya Byun Hyuk cemas


“ Hem...Presiden hanya demam dan sepertinya tekanan darahnya turun. Dia juga sepertinya kelelahan...tolong Anda seka badannya dan ganti bajunya supaya lebih nyaman.” Jawab Emy sambil merapikan peralatannya.


“ Iya, baik Nona. Terima kasih. Tapi Nona emm...” Byun Hyuk melihat Emy sungkan dan tampak ragu untuk berbicara.


“ Ya?...” Emy menatap Asisten suami kontraknya tersebut


“ Ah... Saya sebenarnya harus pulang, karena malam ini adalah malam peringatan hari kematian ibu saya. apa tidak apa-apa jika beliau saya tinggal?” Kata Byun Hyuk lalu menggigit bibir bawahnya.


“ Oh...hmm... Baiklah, saya akan menjaga Presiden. Tapi, bisakah Anda menyeka dan menggantikan bajunya dulu?”


“ Benarkah? Ahh... Terima kasih, Nona...iya saya akan menyeka dan mengganti baju Tuan Muda.” Mata Asisten Byun Hyuk yang tadinya sayu, menjadi berbinar mendengar Emy. Emy tersenyum dan keluar dari kamar Presiden Direktur Kimtae Building Corp itu.

__ADS_1


Semalaman Emy merawat dan menjaga Tae Sang, mengompres dahinya dan memberinya obat. Emy meraih bawah tengkuk Tae Sang dan dengan susah payah ia mendudukan laki-laki bertubuh besar itu. Menyangga separuh badan Tae Sang dengan badan kecilnya sendiri lalu menyuapinya dengan obat yang telah ia haluskan.


Ketika Emy mau membaringkan tubuh Tae Sang, tiba-tiba Tae Sang memeluk Emy dengan erat. Menggosok-gosok kepalanya di ceruk leher Emy dan membuat Emy membeku. Setelah Emy mendengar nafas Tae Yang teratur, ia kembali menggeser badannya dan meletakkan kepala Tae Yang di bantalnya yang empuk.


“ Fiuuh...berat sekali!” Gumam Emy


Ia juga mengelap wajah, leher, tangan dan kaki Tae Sang serta punggung dan dada Tae Sang, karena keringat yang sudah membasahi tubuhnya. Emy hanya berani mengganti pakaian atasnya saja. Karena, biar bagaimanapun dia adalah seorang gadis. Memang, dia adalah seorang dokter. Tapi, saat ini mereka berada di rumah dan bukan rumah sakit. Jadi, ia merasa sedikit berbeda.


Menjelang pagi, badan Emy terasa lelah dan akhirnya tertidur dengan posisi duduk dilantai dan kepala dikasur Tae Sang. Tak lama kemudian, ia terbangun ketika ia merasakan ponselnya bergetar. Ternyata, alarmnya berbunyi karena ini sudah jam 7 pagi


Tadi malam, ia sudah meminta Byun Hyuk untuk menelepon Helena. Tapi, entah kenapa hingga pagi ini, wanita itu tak kelihatan batang hidungnya. Emy berjalan ke balkon, lalu menelepon Helena di balkon kamar Tae Yang itu. Setelah 2 kali menelepon, barulah Emy mendengar jawaban.


“ Nona Helena, selamat pagi” Sapa Emy. Emy tak mendengar jawaban hanya suara serak seorang laki-laki. Emy mengeryitkan alisnya dan melihat ponselnya, “ ini benar kok nomer Nona Helena, tapi kok..” Gumamnya, ia kembali meletakkan ponselnya di telinga.


“ Hallo, kau siapa?” Suara serak Helena diseberang akhirnya terdengar. Walaupun serak Emy masih bisa mengenalinya.


“ Ah, Nona Helena, saya Emy.” Kata Emy sopan


“ Maaf nona, tapi Presiden Kim sedang sakit. Semalam dia terkena demam, Anda adalah tunangannya jadi saya pikir...”


Belum sempat emy melanjutkan perkataanya, Helena dengan nada manisnya memotong perkataan Emy.


“ Oh..benarkah? Kenapa saya tidak dikasih tahu?”


“ Nona...”


“ Apa dia masih demam?”  Lagi-lagi Helena memotong perkataan Emy


“ Panasnya sudah turun Nona. Apakah Anda bisa kesini?” Tanya Emy sopan


“ Hmm..Iya, saya akan kesana. Terima kasih.” Helena memutus sambungan telepon Emy. Emy membuang nafasnya kasar dan masuk kembali kedalam kamar Tae Sang.

__ADS_1


Ia melihat wajah Tae Sang sudah mulai sedikit lebih cerah, nafas dan nadinya juga lebih baik. Emy menata selimut Tae Sang, merapikan meja tempat ia meletakkan baskom, dan berbagai macam benda yang ia pakai untuk merawat Tae Sang. Lalu, ia meletakkan semuanya diatas nampan, dan keluar dari kamar mewah tersebut.


Tae Sang sedikit membuka matanya, pandangannya masih kabur, ia melihat punggung seorang wanita berjalan menjauh. Namun, karena masih sedikit pusing, ia kembali tertidur.


Emy membuatkan bubur untuk Tae Sang. Begitu ia selesai dan menempatkannya diatas nampan untuk membawanya ke kamar Tae Sang. Helena masuk dan menghentikan langkah emy.


“ Apa bubur itu untuk Tae Sangku? “ Tanya Helena


Emy tersenyum dan mengangguk. Helena mendekati Emy dan mengulurkan tangannya meminta nampan yang ditangan Emy. Dengan senang hati Emy menyerahkannya dan Helena segera naik ke kamar Tae Sang. Asisten Byun Hyuk melihat semuanya itu dalam diam dan keluar untuk kembali ke kantor, karena bosnya sudah ada yang mengurus.


Kamar Kim Tae Sang


Helena meletakkan nampan ditangannya diatas nakas. Dirabanya dahi Tae Sang, lalu mengecup lembut bibir tunangannya itu. Tae Sang yang merasakan bibirnya disentuh sesuatu yang lembut, membuka matanya dan melihat wajah kekasihnya itu. Tae Sang terduduk dan mendorong tubuh Helena menjauhinya. Helena menautkan alisnya, ia heran dengan sikap Tae Sang.


“ Pergilah!” Kata Tae Sang dingin


“ Oppa, kamu kenapa?” Helena memegang tangan Tae Sang, namun Tae Sang melepaskan pegangan tangan Helena dengan kasar.


“ Oppa...!” protes Helena. “ Kau ini kenapa? Apa kau sudah tak mencintaiku lagi?” mata Helena mulai berkaca-kaca memandang Tae Sang.


“ Bukankah kau sudah punya yang lain? Untuk apa lagi kau kesini?” Tae Sang menatap Helena dingin. Helena membulatkan matanya mendengar kata kata Tae Sang, ‘ apa dia sudah tahu kalau aku bersama Shin Jae Sun?’ batinnya.


Helena memegang erat tangan Tae Sang. “ Sayang, apa kau cemburu? Dengar, dia bukan siapa-siapa buatku. Dia itu partnerku untuk iklan.”


“ Kalau begitu, kenapa kau memeluk laki-laki itu begitu mesra?” Selidik Tae Sang


* hai kak....jangan lupa Like, Komen dan Share ya...terima kasih n maafnya kalo ada typo...


😘😘😘


saya akan terus update, jadi kasi saya semangat ya...terus tunggu episode selanjutnya ya...

__ADS_1


__ADS_2